مشاركة

Bab 875

مؤلف: Hazel
"Nggak bisa, aku nggak boleh terus mengintip .... Ini nggak bermoral. Aku harus berpura-pura nggak tahu apa-apa dan tidur. Kalau nggak bisa tidur, tetap harus coba!" ucap Farida. Dia merasakan detak jantungnya makin cepat.

Farida memaksakan diri untuk menarik pandangan dari vila. Tubuhnya terasa kaku saat dia berbaring di kursi mobil yang sudah disandarkan sepenuhnya.

Farida mencoba memejamkan mata dan berharap bisa tertidur. Namun sayangnya, mobilnya diparkir tepat di dekat gerbang vila. Itu ha
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantafff ceritanya lanjut
goodnovel comment avatar
hermawan_auw
Cerita menarik
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2988

    Melihat Tirta masih tidak menyerah, Tigris berseru, "Jurus pertama Sukma Harimau Surgawi, Harimau Penghancur Langit!"Daerah di sekitar berguncang, lalu kedua cakarnya yang bagaikan senjata sakti memancarkan cahaya perak dan menembus kehampaan.Ngung! Cakar dan taring klan harimau surgawi paling tajam. Keduanya adalah senjata mematikan. Tigris mengerahkan kekuatannya dengan kemampuannya sendiri.Kekuatan yang dikerahkan Tigris lebih hebat. Satu serangan cukup untuk meretakkan langit dan menghancurkan segala sesuatu.Di dekat sana, Bisma menunjukkan tatapan terkejut. Dia mengangguk dan berkomentar, "Um ... Tigris menghabiskan waktu ratusan tahun untuk menciptakan teknik ini. Benar-benar hebat, bahkan setara dengan teknik yang diberikan penguasa agung.""Harimau Penghancur Langit!" seru Tigris.Namun, Tirta malah bisa melihat hal yang lebih menarik di balik sepasang cakar besar itu. Dia fokus memandangi semua yang tidak terlihat dari luar.Seketika Tirta melihat jalur meridian saat tekni

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2987

    Akhirnya, Tirta bisa memahami sedikit ucapan wanita berambut putih. Namun, tetap saja ada yang tidak dipahaminya. Tirta bergumam, "Tapi ... bagaimana caranya memahami sumber hukum alam?"Harimau ganas hendak menyerang Tirta. Terdengar suara Tigris yang tertawa bengis dan berkata, "Sukma Harimau Surgawi bisa menggetarkan jiwa seseorang. Aku mengamati ribuan ekor harimau surgawi selama ratusan tahun dan hidup bersama mereka setiap hari.""Jadi, aku bisa menemukan kekuatan alami mereka. Aku baru berhasil menciptakan teknik ini setelah memahaminya sendiri selama 300 tahun. Teknik ini bisa meniru semua kekuatan dan wujud harimau surgawi, juga memperbesar kekuatannya berkali-kali lipat berdasarkan kultivasiku sendiri," lanjut Tigris.Tigris menambahkan, "Energi yang dikeluarkan sudah cukup membuat pemuda ini ketakutan. Tsk, tsk ... benar-benar nggak menarik. Sepertinya, aku baru bisa membuktikan kekuatan teknik ini yang sebenarnya kalau menemukan orang yang bersembunyi itu."Ngung! Tigris me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2986

    Tigris yang tidak sabar menceletuk, "Untuk apa dengar dia bicara omong kosong? Penguasa agung, asalkan kamu memberikan perintah, aku langsung bunuh orang ini sampai nggak meninggalkan jejak sedikit pun."Penguasa agung berkedip, lalu tersenyum sinis dan memerintah, "Oke, kamu langsung bertindak saja. Setelah membunuh orang ini, kamu dan Bisma harus memeriksa wilayah dalam radius ratusan kilometer. Jangan lewatkan satu tempat pun."Penguasa agung menambahkan, "Seharusnya masih ada satu orang yang bersembunyi dan menunggu kesempatan untuk bertindak. Orang bodoh ini cuma umpan.""Siap, Penguasa Agung!" sahut Tigris. Dia tersenyum bengis, lalu melancarkan serangan. Kekuatan spiritual yang dahsyat terbentuk.Telapak tangan yang diperbesar berkali-kali lipat terbentuk di langit. Alhasil, langit menjadi gelap. Kekuatannya yang bergejolak hebat sangat mengerikan.Bahkan ruang hampa juga berguncang. Kekuatan serangan telapak tangan ini seperti bisa menghancurkan dunia.Sebagian besar kekuatan i

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2985

    Jika penguasa agung tidak berada di sini, Hasana ingin mengurung Tirta untuk memuaskan nafsunya.Menghadapi sikap penguasa agung dan Hasana yang percaya diri, Tirta tersenyum lebar. Bahkan senyumnya lebih lebar daripada mereka. Hanya saja, senyum Tirta dingin dan memancarkan aura membunuh.Tirta membalas, "Oh, kalian begitu yakin bisa membunuhku? Kalian berdua masih nggak pantas membunuhku. Kerahkan semua komplotan kalian. Kalau nggak, kalian pasti nggak sanggup membunuhku."Penguasa agung tertawa terbahak-bahak. Dia seperti mendengar lelucon yang paling konyol. Penguasa agung menanggapi, "Kamu benar-benar percaya diri. Aku nggak pernah dengar seorang pecundang membual ingin membunuh orang hebat!"Bagaimanapun, penguasa agung hampir memasuki tingkat pemurnian dewa. Dia hanya butuh satu kesempatan untuk menjadi kultivator tingkat pemurnian dewa yang sebenarnya.Penguasa agung bisa membunuh Tirta dengan tatapannya. Sekarang dia tidak membunuh Tirta karena ingin memancing penyokong Tirta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2984

    Mendengar suara itu, ekspresi penguasa agung menjadi muram. Dia bergumam, "Um? Siapa yang bisa diam-diam masuk ke istana tanpa membangkitkan formasi perlindungan?"Penguasa agung juga sedikit marah karena bagian istana yang dihantam tadi tepat di atas kepalanya. Kalau bukan karena respons penguasa agung cukup cepat, dia pasti sudah dihantam potongan emas.Alis Hasana berkerut. Dia mengomel, "Lancang sekali, beraninya orang itu membunuh penguasa agung? Sepertinya dia cari mati!"Whoosh! Setelah mengenakan pakaian, Hasana berkelebat, lalu memelesat ke udara melalui lubang di istana dengan memancarkan niat membunuh yang intens.Penguasa agung menyipitkan matanya. Dia mencibir dan berkomentar, "Menarik sekali. Aku mau lihat siapa yang datang untuk cari mati."Penguasa agung buru-buru memakai baju dan juga memelesat ke udara. Dia melayang di udara, lalu berdiri di depan Hasana.Pada saat yang sama, para wanita suci yang dikurung di dalam kamar istana juga mendengar suara yang menggelegar ta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2983

    Anjing hitam mengomel, "Sialan, aku memang buta! Ini Rumput Kelam, bisa-bisanya aku menganggapnya sebagai obat spiritual! Ah, sakit sekali! Jangan-jangan anjing hebat sepertiku akan mati di sini?"Ternyata anjing hitam terlalu antusias sehingga memakan rumput beracun. Racun yang kuat membuat anjing hitam langsung tumbang.Tubuh anjing hitam kejang-kejang dan mulutnya berbusa, seakan-akan dia punya penyakit lama yang kambuh lagi. Sudah jelas racun dari rumput itu sangat kuat. Untung saja, fisik anjing hitam tidak biasa. Mungkin makhluk hidup lain langsung mati setelah mengonsumsi racun itu.Nova yang sedikit khawatir bertanya, "Apa kita nggak perlu menyelamatkannya?""Nggak usah, anjing sialan ini sangat tangguh. Kamu nggak usah khawatir, sebentar lagi dia pasti kembali aktif. Ayo, kita masih harus membereskan urusan penting," ujar Tirta.Selesai bicara, Tirta merangkul pinggang Nova dan langsung melangkahi kepala anjing hitam."Pemuda sialan ... masa kamu nggak menyelamatkanku? Aku aka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2061

    Tiba-tiba, ketua Sekte Mujarab menegur sambil menunjuk awan hitam yang perlahan terbentuk, "Kalian jangan ganggu dia lagi! Cepat lihat ke langit!"Ketua Sekte Mujarab tetap merasa Tirta bukan orang biasa, jadi dia masih berharap saat Elisa berbicara tadi. Tidak disangka, ternyata ucapan Elisa memang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2024

    Kalila mendesah. Dia bisa menebak masalah yang terjadi. Kalila berucap, "Laurel, kamu kemari dulu."Sebelum Laurel merespons, Kalila tiba-tiba berkata kepada Tirta, "Dik, kami nggak perlu bertindak lagi karena semua ini cuma salah paham. Aku mewakili Bu Meisya untuk meminta maaf padamu. Kamu boleh s

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2077

    Begitu kepikiran ide ini, Heidi menjadi lebih tenang. Kala ini, Tirta sedang fokus memurnikan obat. Dia tidak mengintip Heidi ataupun menyiksanya.Sikap Tirta membuat Heidi terkejut. Dia berkomentar di dalam hati, 'Bajingan mesum ini sangat genit, tapi dia sangat fokus waktu memurnikan obat. Benar-b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2043

    Sanika dan Zahra yang juga terpental keluar dari tungku ditangkap oleh tangan besar salju itu. Luvia membawa kedua tetua itu ke hadapannya. Begitu mendarat di tanah, mereka berdua mengeluh kepada Luvia."Bu Luvia ... akhirnya kalian datang!""Hu hu .... Aku nggak mau hidup lagi!"Namun, Luvia menunj

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status