Beranda / Fantasi / Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke! / BAB 71|OPERASI TERBANG BEBAS DAN ROKET ANGIN SANG ADIK

Share

BAB 71|OPERASI TERBANG BEBAS DAN ROKET ANGIN SANG ADIK

last update Tanggal publikasi: 2026-05-24 12:28:37

Pusaran lubang hitam raksasa di langit-langit aula uap kuno itu menderu layaknya monster kelaparan, menyedot debu, serpihan pipa besi, hingga baut-baut karatan ke dalam kegelapan dimensi. Hilangnya gaya gravitasi secara mendadak membuat hukum fisika di dalam ruangan itu malfungsi total.

"Wah, wah! Aku melayang! Ini melanggar hukum kedokteran tentang berat badan!" pekik Ashyel.

Meskipun tubuhnya mengambang bebas di udara, Ashyel sama sekali tidak kehilangan sifat centilnya. Tubuh mungilnya melay
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 139:Seseorang Masih Menunggu

    Ruangan itu tidak memiliki jendela. Dindingnya tersusun dari material berwarna putih keperakan, sementara cahaya biru pucat dari sejumlah panel memenuhi setiap sudutnya. Di tengah ruangan, sebuah layar besar menampilkan rangkaian data yang bergerak perlahan. Tidak ada suara selain dengungan mesin dan bunyi mekanis yang sesekali terdengar dari perangkat di sekelilingnya.Seorang pria berdiri di hadapan layar tersebut. Wajahnya tidak terlihat jelas karena bayangan menutupi sebagian besar tubuhnya. Ia mengenakan pakaian gelap dengan sebuah lambang berbentuk lingkaran pada bagian lengan. Di layar utama, sebuah nama terus muncul dan menghilang di antara barisan informasi.SUBJECT ASHYEL — STATUS: ACTIVE.Pria itu memperhatikan angka stabilisasi yang perlahan berubah. Kondisi Ashyel masih belum sepenuhnya pulih, tetapi sistem menunjukkan adanya peningkatan kecil sejak transmisi terakhir dikirimkan. Ia menggeser tangannya pada panel kendali, membuka seb

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 137 :Pengkhianat di Krossvane

    Pesan yang diterima dari sistem A-07 mengubah suasana ruang kerja Duke Aslan. Selama beberapa menit, Catherine terus memeriksa ulang data transmisi, memastikan bahwa pesan tersebut bukan hasil kesalahan pembacaan perangkat. Namun, hasilnya tetap sama. Sumber sinyal mengarah pada subjek Ashyel, meskipun sistem belum mampu menentukan koordinat keberadaannya. "Pesan ini memiliki pola enkripsi yang berbeda dari transmisi sebelumnya," ujar Catherine sambil mengamati layar. Jemarinya bergerak cepat di atas papan kendali, mencoba memisahkan gelombang sinyal yang tercampur dengan gangguan dimensi. "Aku berhasil menemukan beberapa kesamaan dengan data Krossvane-04, tetapi ada bagian yang sengaja disamarkan." Aslan berdiri di belakangnya dengan kedua tangan terlipat di depan dada. "Jangan mencoba membuka seluruh lapisan enkripsinya. Kita belum mengetahui apakah transmisi ini hanya berupa pesan atau bagian dari sistem yang lebih b

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 138:Dewan yang Terpecah

    Pagi itu, lonceng istana berbunyi lebih awal dari biasanya. Seluruh anggota Dewan Kekaisaran dipanggil untuk menghadiri sidang darurat menyusul laporan mengenai pencurian data penelitian Krossvane. Ruang pertemuan utama yang sebelumnya digunakan untuk membahas pemulihan ibu kota kini kembali dipenuhi para bangsawan, pejabat militer, dan perwakilan keluarga berpengaruh. Ketegangan terasa jelas, terutama karena kejadian tersebut dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan kekaisaran.Duke Aslan tiba beberapa menit sebelum sidang dimulai. Ia mengenakan pakaian resmi berwarna gelap dengan lambang keluarganya terpasang di dada. Catherine tidak ikut memasuki ruang utama, melainkan menunggu di ruang pengawasan yang terhubung dengan pusat administrasi. Ia bertugas memantau perkembangan penyelidikan dan memastikan tidak ada dokumen yang kembali diakses tanpa izin.Di ujung meja panjang, Marquis Valerius telah duduk bersama Lord Sebastian Arvell, kepala komite darurat. Keduanya berbicara dengan

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 136: mungkin masih hidup

    Sang Marquis mengeluarkan sebuah lembar dokumen dari laci meja. Kertas itu tampak lebih tua daripada salinan arsip yang sebelumnya diperlihatkan kepada Aslan. Pada bagian atasnya terdapat tulisan tangan yang berbeda dari laporan resmi. Valerius menyerahkannya tanpa banyak bicara.Aslan membaca isi dokumen tersebut dengan saksama. Catatan itu menjelaskan bahwa eksperimen pertama tidak hanya menghasilkan celah dimensi, tetapi juga mendeteksi keberadaan sebuah sinyal dari sisi lain. Sinyal tersebut muncul beberapa saat sebelum seluruh anggota tim dinyatakan menghilang.Di bagian bawah halaman, terdapat sebuah keterangan yang membuat Aslan berhenti membaca.THE SUBJECT MAY NOT BE THE FIRST TO CROSS.Aslan mengangkat pandangan. "Apa maksud kalimat ini?"Valerius menghela napas pendek. "Saya belum menemukan penjelasan lengkapnya. Namun, berdasarkan catatan yang tersisa, para peneliti percaya bahwa sesuatu telah berada di sisi lain sebelum mereka membuka gerbang."Ruangan terasa semakin suny

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 136: Harga Sebuah Informasi

    Malam telah menyelimuti ibu kota ketika Aslan kembali ke kediamannya. Pertemuan dengan Marquis Valerius masih meninggalkan banyak pertanyaan, terutama mengenai proyek Gatekeeper dan pesan misterius yang ditemukan di dalam kereta. Ia tidak menyukai kenyataan bahwa seseorang di luar lingkaran penyelidikannya mengetahui langkah mereka. Lebih buruk lagi, orang tersebut tampaknya memiliki akses terhadap sistem yang sama dengan Valerius.Di ruang kerja, Catherine berdiri di depan meja besar yang dipenuhi dokumen. Ia telah memindahkan seluruh salinan penelitian eksperimen pertama ke tempat penyimpanan terpisah. Beberapa perangkat komunikasi juga dinonaktifkan untuk mencegah kebocoran informasi. Ketika Aslan memasuki ruangan, Catherine segera mengangkat wajahnya."Pesan itu tidak mungkin dikirim oleh orang biasa," ujar Catherine sambil meletakkan kertas berisi simbol lingkaran di atas meja. "Seseorang mengetahui keberadaan Gatekeeper, bahkan mengetahui bahwa Valerius sedang mencoba mengaksesn

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 134 Nama dalam Catatan Kuno

    Pagi berikutnya, Aslan memerintahkan agar seluruh hasil penemuan dari ruang arsip dipindahkan ke ruang kerjanya. Ia tidak ingin dokumen mengenai eksperimen pertama tersimpan di tempat yang dapat diakses oleh petugas administrasi biasa. Sejak mengetahui adanya hubungan antara penelitian lama dan Krossvane, ia semakin yakin bahwa kehancuran ibu kota bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Ada rangkaian peristiwa yang telah disusun selama puluhan tahun, dan seseorang tampaknya masih berusaha menjaga rahasia tersebut.Catherine tiba membawa dua map tebal dan perangkat penyimpan data yang mereka temukan sehari sebelumnya. Wajahnya menunjukkan kurang tidur, tetapi sorot matanya tetap tajam. Sepanjang malam, ia telah membandingkan simbol pada dokumen lama dengan catatan teknis Krossvane. Hasilnya jauh lebih mengejutkan daripada perkiraannya. Hampir seluruh pola dasar sistem Krossvane memiliki kesamaan dengan rancangan eksperimen pertama, meskipun beberapa bagian telah di

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 08| Memberi makan Duke!

    Ashyel menendang pintu ruang kerja Duke dengan ujung sepatunya karena kedua tangannya sibuk memegang nampan besar. BRAKK! Aslan yang sedang fokus memetakan strategi militer di atas meja kayu besarnya tersentak. Pena bulunya mencoret kertas dokumen penting karena kaget. Ia mendongak, matanya ber

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 07| bertaruh?

    Ashyel sedang mencuci tangannya saat Aslan masuk ke ruangan medis. Wajah pria itu lebih kaku dari biasanya, seolah ada badai yang sedang tertahan di balik mata merahnya. "Kita tidak akan pergi," ucap Aslan tanpa basa-basi, meletakkan surat undangan itu di meja kayu yang penuh dengan botol obat.

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 06| Undangan Musim semi.

    Kegembiraan Ashyel luntur seketika saat kereta kuda mereka memasuki distrik bawah kota yang kumuh. Di sana, di sebuah gang yang berbau sampah dan air limbah, ia melihat pemandangan yang menghancurkan insting medisnya. Tiga orang preman jalanan bertubuh besar sedang menendang sekumpulan anak-anak.

  • Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!   BAB 05| Ke Pusat Kota.

    Keheningan Istana Krossvane di jam lima pagi terasa sangat menekan, seperti beratnya beban yang dipikul oleh pemiliknya. Labella, yang kini mendiami tubuh Ashyel, terbangun dengan peluh dingin yang membanjiri lehernya. Mimpi tentang cairan hitam itu terasa terlalu nyata untuk dianggap sekadar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status