Home / Mafia / Dua Kakak Tiriku Yang Posesif / Bab 163 — Perdebatan Matteo dan Dominic.

Share

Bab 163 — Perdebatan Matteo dan Dominic.

Author: Za_dibah
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-08 22:36:12

Dominic berdiri tegak, nyaris tak bergerak. Hanya rahangnya yang mengeras, garis tegas di wajahnya semakin tajam. Ia tampak seperti patung es yang hidup—dingin, tak tersentuh, tak tergoyahkan. Namun di balik ketenangan itu, ada sesuatu yang bergejolak… sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang cukup dekat untuk membaca retakan kecil di permukaannya.

Di hadapannya, Matteo berdiri dengan dada naik turun, napasnya berat, matanya menyala seperti api liar yang siap membakar apa pun di sekita
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dua Kakak Tiriku Yang Posesif   Bab 330 — Ratapan pilu Nadine

    ​"KAK DOMINIC! BUKA MATAMU! KAKAK... TOLONG BUKA MATAMU!" ​Jeritan histeris Nadine pecah tak terbendung. Tubuh ringkihnya berguncang hebat di atas panggung marmer. Tangannya yang berlumuran darah terus menekan luka tembak di dada Dominic, berusaha menahan cairan merah pekat yang kian membasahi lantai dan gaun mewahnya. ​Namun, mata abu-abu yang biasanya menatap penuh dominasi itu kini terpejam rapat. Wajah tampan Dominic kian pucat bagai pualam, dan dada tegapnya tak lagi menghembuskan napas secara beraturan."TOLONG SIAPAPUN PANGGIL DOKTER SEGERA...!" jerit Nadine menoleh kearah Matteo dan Lukas bergantian. "KUMOHON...!" ​"Hiks... jangan tinggalkan aku kak... kumohon bertahanlah!" tangis Nadine meratap pilu, memeluk kepala Dominic erat-erat ke dadanya, tak peduli lagi pada gaun yang kini hancur bernoda darah. ​Matteo menyapu kasar air mata yang mendadak menetes di pipinya. Pria itu menepuk bahu Nadine dengan tangan gemetar, lalu berteriak murka ke arah korid

  • Dua Kakak Tiriku Yang Posesif   Bab 329 — Suasana Chaos

    Moncong pistol berperedam suara itu telah terkunci lurus pada dada Nadine. ​Maximillian Miller menyunggingkan senyum gila. Ibu jarinya menekan pelatuk tanpa ragu. Senjata itu hanya melepaskan sekelebat angin tumpul, bersamaan dengan sebutir selongsong kuningan yang jatuh berdenting di lantai ballroom. Sedetik kemudian, timah panas sudah meluncur cepat membelah udara, mengincar tepat jantung wanita yang dianggapnya sebagai biang kehancuran keluarga Miller. ​Lukas yang berada paling dekat dengan Nadine baru saja hendak menarik tangan wanita itu. Namun, refleks seorang Dominic Moretti melampaui batas kecepatan manusia biasa. ​Melihat kilatan senjata dari balik kerumunan, Dominic tidak membuang waktu sedetik pun. Dengan sisa tenaga dari tubuhnya yang sebenarnya belum pulih, Dominic menerjang maju, memasang tubuh tegapnya tepat di depan Nadine seraya memeluk erat kepala dan tubuh gadis itu ke dalam dadanya. ​BAMM! ​Hantaman telak merobek daging. Peluru tajam itu melesat tepat di

  • Dua Kakak Tiriku Yang Posesif   Bab 328 — Terbongkar 2

    Tak berhenti di situ, layar berpindah menampilkan dokumen dan rekayasa jebakan buatan Arthur Miller dan Christian Miller. Dokumen yang membongkar bagaimana keluarga Miller sengaja memanipulasi, menjebak Nadine disebuah kamar hingga Dominic ikut dijebak juga oleh Christian, akibatnya obat sialan itu membuat mereka tidur bersama di kamar 404. ​"Keluarga Miller memanfaatkan kepolosan Nadine untuk menghancurkan Moretti dari dalam," ujar Dominic datar, suaranya tenang tanpa emosi namun menusuk tulang. "Mereka merekayasa bukti dan membuat Nadine menderita sejak kecil hingga sekarang. Dan hari ini, jam empat subuh tadi... Arthur Miller sudah dinyatakan tewas. Keluarga Miller runtuh total. Tidak ada lagi manipulasi." Seluruh ruangan bungkam rapat. Bukti video dari seberang kamar 404 dan dokumen itu terlalu otentik untuk dibantah. Sarah Maheswari yang berdiri di barisan depan terduduk kaku di kursinya, tatapannya kosong dan napasnya tersengal. Wanita itu kehilangan seluruh kata-kata, tak

  • Dua Kakak Tiriku Yang Posesif   Bab 327 — Terbongkar

    ​Seruan dominan Dominic merobek keheningan ballroom. Jemari Lukas yang memegang cincin berlian terhenti tepat beberapa sentimeter dari jari manis Nadine. Seluruh pasang mata tamu undangan, termasuk pejabat tinggi dan jajaran elite aliansi, seketika tertuju lurus pada sosok Dominic yang melangkah tenang namun penuh aura ancaman menuju panggung utama. Di barisan terdepan tamu VIP, pasangan suami istri berpenampilan sangat anggun dan berwibawa, William Kaiser Vance dan Elena Vance saling lempar pandang dengan kening berkerut dalam. Sebagai pemimpin keluarga Vance yang bijaksana dan dihormati, William tetap bersikap tenang meski sorot matanya menajam. Di sampingnya, Elena yang ramah dan penuh kasih menatap calon menantunya dengan raut cemas. "Dominic... apa-apaan ini?!" bentak Sebastian Moretti. Wajah pria paruh baya itu merah padam. Aura kepemimpinan Sebastian meledak oleh rasa geram yang tak tertahankan. "Ini acara pertunangan adikmu! Kurang ajar sekali kau menyela!" Dominic tida

  • Dua Kakak Tiriku Yang Posesif   Bab 326 — Pertunangan Nadine dan Lukas

    ​Pagi berganti begitu cepat, membawa ketegangan terselubung di seluruh penjuru Kota Nasan. Aula Sandberg Grand Ballroom, gedung megah milik keluarga Vance, telah disulap menjadi panggung megah berhias ribuan mawar putih. Ratusan tamu dari kalangan pejabat tinggi, konglomerat, hingga petinggi mafia papan atas mulai memadati ruangan, saling bertukar senyum palsu di bawah pijar lampu kristal. Di dalam ruang rias khusus di lantai dua gedung, suasana terasa hampa. Nadine duduk terdiam di depan cermin besar berbingkai emas. Gaun malam berwarna krem lembut berbalut kain sutra membungkus tubuh cantiknya dengan sempurna. Rambut hitamnya disanggul modern dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajahnya yang menawan. Seorang penata rias sibuk memoleskan perona di pipinya untuk menyamarkan kelesuan pada paras ayunya. "Nona Nadine sungguh cantik sekali..." puji sang penata rias pelan. Nadine hanya menyunggingkan senyum tipis yang dipaksakan. Matanya menatap kosong ke arah cerm

  • Dua Kakak Tiriku Yang Posesif   Bab 325 — Kekhawatitan Nadine

    Dominic yang menyaksikan interaksi singkat itu hanya menatap adiknya dengan dingin, sebelum akhirnya melangkah maju mendekati Nadine untuk memutus perhatian wanita itu dari Matteo. ​"Nadine," panggil Dominic lembut. ​Nadine menoleh. Mata jernihnya yang jeli reflek menangkap sesuatu. Ujung kemeja putih Dominic yang tidak dimasukkan rapi kedalam celana akibat pengobatan yang baru selesai, melambai agak panjang menembus bagian bawah jasnya. Napas Nadine seketika tertahan, noda merah pekat yang merembes lebar di ujung kain kemeja tepat dirusuk kanan Dominic lengkap dengan jejak goresan tipis dipelipis sang kakak tiri terlihat begitu jelas, usaha untuk menutupi yang berujung sia-sia. ​Rasa mual Nadine menguap seketika, berganti rasa cemas yang meremukkan dadanya, usaha menjaga jaraknya runtuh begitu saja. Nadine mendekat dengan langkah gemetar, mengulurkan tangannya di udara dengan raut wajah panik. ​"Kak... kemejamu berdarah... Kakak terluka parah, kan?" cicit

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status