Share

415. Harapan seorang wanita

Penulis: Raisaa
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 12:00:57

Wajah Morvena memerah. Semburat merah muda naik ke pipinya, membuat rautnya tampak jauh lebih lembut dari biasanya. Ada rasa senang yang tak bisa sepenuhnya ia sembunyikan, namun ia segera menggeleng pelan, seolah ingin menepis bayangan yang terlalu besar untuk diucapkan.

“Jangan katakan hal-hal seperti itu,” ujarnya pada Ilard, suaranya halus namun tegas. “Itu bisa membuat orang salah paham. Mana mungkin aku yang bahkan tidak mengerti apa pun tentang dunia bangsawan menjadi duchess. Posisi itu milik istri sah Dirian.”

Annie menatapnya dengan mata berbinar, seolah mendengar sesuatu yang justru membuatnya semakin bersemangat.

“Justru karena itu Anda tidak seharusnya berkata demikian,” katanya cepat. “Saya akan sangat senang jika suatu hari menjadi pelayan seorang duchess.”

<
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Boedhi Kusuma
setuju sekali, usulan bagus
goodnovel comment avatar
chan 2407
aku setuju dengan usulan kaka
goodnovel comment avatar
ELVIRA thoenger01
kasihan selene dan kembar , sakit hati terus menerus Krn dirian, morvena, viviene, dan banyak yg lain
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   420. Tiga wanita

    Selene mengerjap sekali. Hanya sekali, namun cukup untuk menahan gelombang emosi yang tiba-tiba naik ke dadanya. Ia menatap Viviene dengan sorot mata waspada, seolah satu kata yang salah bisa membuat semuanya runtuh.“Apa maksudmu?” tanyanya akhirnya. Suaranya tenang, terlalu tenang, seperti permukaan air sebelum badai.Viviene menyeringai. Senyum itu tidak pernah benar-benar sampai ke matanya.“Aku akan membantumu,” katanya pelan namun penuh keyakinan. “Aku akan memastikan kau tetap berada di posisimu. Di tempat yang aman. Masa depan anak-anakmu akan terjamin.”Selene menatapnya tajam.Viviene berhenti sejenak, lalu menambahkan, “Namun aku membutuhkamu.”

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   419. Bukan lawan sebenarnya.

    Viviene menatap Morvena cukup lama, seolah mencoba membaca sesuatu yang tersembunyi di balik senyum dan ketenangan wanita berambut merah itu. Lalu, perlahan, ia menundukkan wajahnya. Bahunya tampak sedikit jatuh, bukan karena lelah, melainkan karena ada beban lama yang kembali mengendap di dadanya.Danau di hadapan mereka begitu tenang, terlalu tenang. Permukaannya memantulkan langit senja yang pucat, seakan dunia sedang menahan napas.Morvena memiringkan kepala, menatap Viviene dengan sorot mata yang lembut namun penuh keyakinan.“Aku dan Dirian,” ucapnya akhirnya, suaranya rendah dan mantap, “memiliki ikatan yang tidak bisa dilepaskan. Bahkan jika dia mati… aku juga akan mati.”Kata-kata itu meluncur begitu saja, seolah sebuah kebenaran mutlak yang tak pe

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   418, Mantra terlarang

    Selene terdiam cukup lama. Ada getaran halus di dadanya, semacam pengakuan sunyi yang bahkan tidak berani ia ucapkan pada dirinya sendiri. Kata-kata Lamina tentang tekad kembali berputar di kepalanya, dan entah mengapa bayangan Viviene muncul begitu jelas wajah keras kepala itu, tatapan yang tak pernah benar-benar tunduk, dan keberanian bodoh yang selalu mendorongnya maju meski tahu akan terluka.Tekad…Selene mengerti sekarang. Ia pernah melihatnya dan Ia pernah merasakannya seberapa kuatnya kebencian dari tekad itu.Selene menghela napas pelan, lalu bertanya, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri. “Lamina… apakah penyihir juga bisa jatuh cinta?”Lamina menoleh perlahan. Wajahnya tenang, namun ada kedalaman yang sulit dibaca di matanya. Ia tersenyum

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   417. Tekad

    Viviene memalingkan wajahnya perlahan. Cahaya memantul di matanya, namun kilau itu tak mampu menyembunyikan sesuatu yang lebih dalam luka lama yang belum pernah benar-benar sembuh.Morvena memperhatikannya lama, lalu tersenyum tipis. “Kau tidak perlu menyangkal,” ucapnya pelan, hampir seperti membelai udara. “Aku tahu.”Viviene menarik napas, lalu mengembuskannya dengan getir. “Kau tidak tahu apa-apa tentang aku… atau tentang dia.”“Oh, aku tahu,” sahut Morvena lembut, namun penuh keyakinan. “Pelayan-pelayan di kastil itu terlalu sering berbisik. Tentang bagaimana kau mencintainya tanpa syarat, bagaimana kau berdiri di sisinya ketika semua orang meragukannya, dan bagaimana pada akhirnya… kau ditinggalkan begitu saja.”

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   416. Berapa lama semua akan dibuang?

    Daisy terkejut. “Melihat… semuanya, Nyonya?”“Ya,” jawab Selene datar. “Aku ingin dia tahu. Aku ingin dia melihat dengan matanya sendiri bagaimana Dirian memilih, bagaimana anak-anakku bereaksi, dan bagaimana aku bersikap.”Ia berhenti sekali lagi, kali ini menoleh setengah, sorot matanya tajam.“Karena hanya dengan begitu,” lanjutnya pelan, “ia akan mengerti satu hal.”Daisy tidak berani bertanya lebih jauh. Ia hanya menunduk dan mengangguk.“Baik, Nyonya.”Selene kembali berjalan, menggandeng Dagny dan Divrio lebih erat. Di dadanya, ada sesuatu yang berdenyut bukan cemburu, bukan amarah semata, melainkan tekad ding

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   415. Harapan seorang wanita

    Wajah Morvena memerah. Semburat merah muda naik ke pipinya, membuat rautnya tampak jauh lebih lembut dari biasanya. Ada rasa senang yang tak bisa sepenuhnya ia sembunyikan, namun ia segera menggeleng pelan, seolah ingin menepis bayangan yang terlalu besar untuk diucapkan.“Jangan katakan hal-hal seperti itu,” ujarnya pada Ilard, suaranya halus namun tegas. “Itu bisa membuat orang salah paham. Mana mungkin aku yang bahkan tidak mengerti apa pun tentang dunia bangsawan menjadi duchess. Posisi itu milik istri sah Dirian.”Annie menatapnya dengan mata berbinar, seolah mendengar sesuatu yang justru membuatnya semakin bersemangat.“Justru karena itu Anda tidak seharusnya berkata demikian,” katanya cepat. “Saya akan sangat senang jika suatu hari menjadi pelayan seorang duchess.”

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status