Home / Zaman Kuno / Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai! / 648. Cara kerja yang sesuai

Share

648. Cara kerja yang sesuai

Author: Raisaa
last update Last Updated: 2026-02-25 10:00:07

Pintu kamar menutup rapat di belakang mereka.

Dirian tidak langsung melepaskan tangan Selene. Ia masih berdiri dekat pintu, seolah memastikan tak ada satu pun suara dari luar yang mengikuti mereka. Baru setelah itu ia berbalik, tatapannya jatuh ke wajah Selene dengan ekspresi puas seperti seseorang yang akhirnya berhasil mencuri waktu di tengah kekacauan dunia.

Selene menarik t

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   650. Aroma yang familiar

    Keheningan menyelimuti aula.Raze terdiam sejenak, lalu mengangguk hormat, kali ini tanpa senyum main-main. “Kalau begitu,” katanya pelan, “rumor memang sering kalah oleh kebenaran.”Dirian menghela napas pelan, lalu bersandar sedikit di kursinya. Suaranya tetap tenang, namun kali ini ada tekanan yang jelas di setiap kata bukan amarah, melainkan keyakinan yang tak perlu dibela dengan emosi.“Rumor tetaplah rumor,” katanya akhirnya. “Ia hidup dari bisikan orang-orang yang tidak pernah benar-benar tahu apa yang terjadi.”Tatapan Dirian terangkat, lurus dan pasti, seolah tidak hanya ditujukan pada Raze, tetapi pada semua cerita miring yang selama ini mengikutinya.“Aku mencintai istrik

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   649. Kebahagiaan menikah

    Lamina menatap ke depan, wajahnya tetap tenang. Namun bahunya yang semula kaku tampak sedikit mengendur. Ia mengangguk kecil, nyaris tak terlihat.“Baik,” jawabnya singkat.Bjorn mendengus pelan, jelas tidak sepenuhnya setuju, tapi ia memilih diam. Ia kembali berjalan di depan, kali ini tidak lagi terburu-buru.Mereka melanjutkan perjalanan. Jay memperhatikan sekitar jalan-jalan sempit yang bercabang, orang-orang yang berhenti terlalu lama, wajah-wajah yang tampak asing namun mencurigakan.Bjorn memikirkan arah, kemungkinan jalur keluar kota, dan tempat-tempat yang bisa dijadikan persinggahan. Lamina berjalan di tengah, langkahnya ringan, matanya sesekali bergerak menangkap detail kecil yang luput dari yang lain.

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   648. Cara kerja yang sesuai

    Pintu kamar menutup rapat di belakang mereka.Dirian tidak langsung melepaskan tangan Selene. Ia masih berdiri dekat pintu, seolah memastikan tak ada satu pun suara dari luar yang mengikuti mereka. Baru setelah itu ia berbalik, tatapannya jatuh ke wajah Selene dengan ekspresi puas seperti seseorang yang akhirnya berhasil mencuri waktu di tengah kekacauan dunia.Selene menarik tangannya, menata napas. “Kau ini benar-benar,” gumamnya sambil menggeleng, “kalau sudah begini tidak pernah berubah.”Dirian mendekat tanpa tergesa, jarak di antara mereka menyusut perlahan. “Berubah?” ulangnya ringan. “Aku hanya efisien.”Selene mendengus kecil. “Itu bukan kata yang tepat.”Dirian berhenti te

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   647. Pengganggu

    Mona tidak menjawab. Ia hanya berdiri diam, menatap lantai, sementara di dalam dadanya tumbuh perasaan yang sulit ia jelaskan antara ragu, takut, dan kesadaran pahit bahwa ada kebenaran yang mungkin tidak ingin didengar oleh siapa pun.Sylar menarik napas dalam sebelum berkata pelan, seolah menutup pembicaraan itu dengan keputusan yang telah bulat,“Mona… kita harus fokus pada pernikahan kita.”Mona menatapnya sejenak. Ada banyak kata yang ingin ia ucapkan, banyak kegelisahan yang ingin ia tumpahkan, namun semuanya tertahan di tenggorokan. Akhirnya ia hanya mengangguk kecil.“Baiklah.”Sylar meraih tubuh Mona dan memeluknya. Pelukan itu hangat, protektif pelukan seorang pria yang ingin menjaga dunianya tetap sederhana dan aman. Mona membalas pelukan itu, menyandark

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   646. Mimpipun tak akan bisa dimiliki

    Alis lelaki itu terangkat perlahan. Bukan terkejut lebih tepatnya tertarik.“Siapa?” tanyanya singkat.Viviene menyeringai tipis. Senyum yang tidak mengandung kehangatan, hanya keberanian yang dipaksakan.“Anda benar-benar menginginkannya?” balasnya, suaranya pelan namun penuh tekanan.Lelaki itu terdiam. Untuk sesaat, ruangan terasa semakin sempit. Ia tidak menjawab, namun tatapannya mengunci Viviene, menunggu kelanjutan dan itu sudah cukup sebagai jawaban.Viviene menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan nada hampir mengejek, “Seorang wanita yang bahkan dalam mimpi pun… tidak akan bisa Anda miliki.”Perubahan itu terjadi seketika.

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   645. Lebih dari milikku

    Bjorn menyandarkan sikunya ke meja kayu yang sudah lengket oleh tumpahan minuman, lalu menatap Lamina dengan sorot mata yang tidak sepenuhnya puas. “Tunggu,” katanya pelan namun serius. “Kau bilang tidak bertemu dalam waktu dekat. Jelaskan itu padaku. Seberapa jauh ‘tidak dekat’ yang kau maksud?”Lamina tidak langsung menjawab. Ia memejamkan mata sejenak, seolah memilah kata-kata yang tepat. Suara gelas beradu dan tawa keras dari meja sebelah terasa menjauh, seperti teredam oleh pikirannya sendiri.“Jika seseorang bertemu Viviene dalam satu atau dua hari terakhir,” ucapnya akhirnya, “jejaknya masih akan melekat. Tidak selalu kuat, tapi cukup untuk dikenali. Bahkan setelah mandi, berganti pakaian, atau berada di tempat ramai seperti ini.”Jay yang sejak tadi memperhatikan lelaki mabuk di seberang ruangan ikut angkat bicara. “Dan fakta bahwa kau tidak mencium apa pun,” katanya, nada suaranya rendah namun tegang, “berarti tidak ada kontak baru. Bukan hari ini. Bukan kemarin.”Bjorn menga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status