Share

156. Strategi

Penulis: Raisaa
last update Tanggal publikasi: 2026-06-02 13:26:51

Alexis, Jax, dan Enel hampir tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar ucapan Dior. Ketiganya masih berusaha mencerna apakah pria di hadapan mereka benar-benar serius atau hanya sedang mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal seperti biasanya.

Sayangnya, mereka mengenal Dior dengan cukup baik. Itulah masalahnya. Dior tidak pernah bercanda saat membicarakan rencana.

Alexis akhirnya mengembuskan napas panjang. Ia mengusap wajahnya kasar sebelum kembali menatap sahabatnya itu.

"Apa kau yakin di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Sultan Balqis
haa haa haa
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
Alexis dekati siera aja dijamin perhatian Dior sepenuhnya akan tertuju padamu....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   447. Tidak semua orang musuh.

    Erick langsung menatap Dregory dengan wajah yang mulai menunjukkan ketidaksenangan. Ia tidak menyukai arah pembicaraan itu, terlebih ketika Dregory mulai mempertanyakan Irvin dan segala informasi yang dibawanya. Bagaimanapun juga, Irvin datang membawa perintah dari Kaisar, dan selama ini Erick menganggap keberadaan lelaki itu sebagai salah satu bentuk dukungan langsung dari istana.“Itu tidak benar, Duke.”Dregory menatapnya tanpa berkata apa-apa.“Kita kehilangan banyak prajurit karena jumlah mereka jauh lebih besar. Itu kenyataan yang tidak bisa kau abaikan hanya karena kau tidak menyukai cara perang ini berlangsung.” Erick melanjutkan, kali ini dengan nada yang lebih tegas. Dregory masih diam. Tatapannya tidak berubah sedikit pun, tetapi rahangnya terlihat mengeras.“Jumlah mereka memang lebih banyak,” katanya akhirnya. “Tapi itu bukan satu-satunya alasan.”Erick mengerutkan kening. “Lalu apa?”“Kesalahan.”“Kesalahan siapa?”Dregory mengalihkan pandangan kepada peta di atas meja.

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   446. Lebih banyak tahu daripada yang seharusnya.

    Ruangan langsung sunyi. Tidak ada satu pun jenderal yang bergerak. Erick menatap Dregory dengan wajah yang perlahan berubah serius, seolah mencoba memahami maksud dari ucapan lelaki itu."Perang terakhir?"Dregory mengangguk pelan. Ia berbalik dari jendela dan berjalan kembali menuju meja. Tatapannya jatuh pada peta yang penuh tanda merah di hadapannya."Ya. Entah kita yang mengakhirinya..." Dregory berhenti sejenak, matanya menyapu seluruh titik yang menandai wilayah peperangan. "...atau mereka yang akan mengakhirinya untuk kita."Erick tidak menjawab. Ia hanya menatap peta tersebut, sementara Dregory kemudian menunjuk beberapa titik yang selama ini menjadi garis pertahanan mereka."Bangunkan semua pasukan yang sedang beristirahat. Periksa kembali persenjataan. Pastikan tidak ada satu pun jalur masuk yang tidak dijaga."Seorang jenderal segera membungkuk. "Baik, Duke."Dregory kemudian menatapnya kembali. "Dan jangan kirim siapa pun keluar benteng malam ini."Jenderal itu sempat tert

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   445. Perang terakhir.

    Begitu keluar dari aula, Siera merasa lega. Udara di luar terasa lebih ringan dibandingkan suasana tegang di dalam. Para bangsawan mulai meninggalkan istana dan berjalan menuju kereta mereka.Yelian berjalan di samping Siera dengan tenang, seolah tidak terpengaruh oleh perdebatan tadi. Siera justru terus memperhatikannya."Kak."Yelian menoleh dan Siera masih terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan."Kau benar-benar bisa membuat Kaisar sampai seperti itu."Yelian mengernyit tipis. "Seperti apa?""Diam."Yelian tidak langsung menjawab.Siera menahan senyum kecil. "Biasanya dia selalu punya jawaban untuk semuanya. Bahkan ketika semua orang di aula menentangnya, dia masih bisa memutar keadaan seolah dirinya yang paling benar."Mereka terus berjalan menuju tangga istana. Yelian hanya memasukkan kedua tangannya ke balik mantel formalnya."Aku hanya mengatakan apa yang seharusnya dilakukan."Siera menatapnya."Menurutmu itu sederhana?""Memang tidak?"Siera menghela nap

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   444. Duke muda Elvorn

    Aula semakin sunyi setelah Yelian selesai berbicara. Tidak ada lagi suara bisikan seperti sebelumnya. Bahkan para bangsawan yang sejak awal bersikeras agar pajak mereka tidak disentuh kini hanya duduk diam, seolah masih mencoba mencerna seluruh usulan yang baru saja mereka dengar.Yelian tidak terburu-buru melanjutkan. Ia membiarkan semua orang memikirkan perkataannya terlebih dahulu. Tatapannya kemudian jatuh pada tumpukan dokumen yang berserakan di atas meja panjang di hadapan Kaisar."Yang Mulia," ujarnya akhirnya, "sebelum mencari sumber pemasukan baru, mungkin kita seharusnya melihat terlebih dahulu ke mana uang Kekaisaran selama ini digunakan."Beberapa pejabat langsung menegang. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi semua orang di ruangan tersebut memahami maksudnya.Kaisar tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya menatap Yelian dengan sorot mata yang semakin sulit dibaca. Yelian melanjutkan dengan suara tetap tenang."Anggaran perang memang besar. Namun semakin lama perang berlang

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   443. Antara rakyat dan bangsawan.

    Beberapa bangsawan langsung saling berpandangan. Yelian berdiri diam di samping Siera, tetapi ekspresinya berubah semakin dingin. Salah seorang anggota oposisi kembali mencoba berbicara."Namun jika rakyat tidak menerima keputusan ini—""Kalau mereka tidak menerima, maka mereka akan tetap membayar."Suara Kaisar terdengar begitu tenang hingga justru terasa lebih mengerikan.Siera menatap lelaki itu dari kejauhan. Ia tidak terlihat marah, tidak terlihat khawatir dan tidak pula menunjukkan sedikit pun keraguan. Seolah keberatan rakyat bukan sesuatu yang perlu dipikirkan."Yang Mulia," seorang pejabat lain mencoba menyela, "jika pajak dinaikkan setinggi ini, kemungkinan besar akan terjadi penolakan di beberapa wilayah.""Atasi.""Jika terjadi kerusuhan?""Atasi.""Jika para pedagang menghentikan perdagangan?"Kaisar menatapnya."Paksa mereka membuka kembali perdagangan."Ruangan kembali membeku.Siera merasakan sesuatu yang dingin menjalar di dalam dirinya. Ini bukan lagi seorang Kaisar

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   442. Bukan persetujuan.

    Gerakan Yelian terhenti. Ia menatap Siera beberapa saat, seolah berharap adiknya akan mengubah pikirannya setelah melihat ekspresi wajahnya. Namun Siera tetap berdiri di tempat, tidak menunjukkan sedikit pun tanda bahwa ia berniat mundur."Tidak."Siera mengangkat wajahnya. "Aku ikut.""Siera.""Aku sudah melihat keadaan di luar."Yelian menghela napas panjang. Ia tahu persis ke mana pembicaraan ini akan berakhir. "Justru karena itu kau sebaiknya tetap tinggal di kastil."Siera mengerutkan kening. "Kenapa?""Karena istana sedang tidak dalam keadaan yang baik untuk dikunjungi."Jawaban itu membuat Siera semakin yakin bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di sana. Ia melangkah mendekati kakaknya, lalu berhenti beberapa langkah di hadapannya."Dan menurutmu aku akan lebih aman hanya dengan duduk di kastil tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi?"Yelian tidak segera menjawab.Siera menatapnya lekat-lekat. "Aku tidak meminta untuk ikut campur. Aku hanya ingin mendengar apa yang mereka bi

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   1. Kembali hidup

    “Hah… hah…”Napas Siera memburu setelah berlari tanpa henti. Keringat mengalir di pelipisnya, sementara tangannya mencengkeram pinggir pintu balkon untuk menahan tubuhnya tetap berdiri.Sang ratu kekaisaran itu berusaha memahami apa yang baru saja terjadi. Semuanya terasa begitu cepat… begitu kacau

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   181. Saya tidak membutuhkan mereka.

    Roseth terlihat seperti ingin meledak saat itu juga. Sedangkan Clarisse masih berusaha mempertahankan ketenangannya meski senyum di wajahnya sudah lama menghilang.Lebih parah lagi Siera tampaknya sedang menikmati hal itu.Roseth menatap Siera dengan tatapan dingin yang semakin lama semakin sulit d

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   83. Gelar

    Hari telah berlalu sejak kepulangannya ke kastil, dan kini Siera berdiri di hadapan meja kayu besar di sebuah ruangan tersembunyi di sudut kota.Ruangan itu terlihat lebih baik dan cukup rapi sejak terakhir kali ia datang. Di seberangnya, Rex duduk sambil menatapnya dengan ekspresi yang su

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   53. Pasti menang.

    Siera mengalihkan pandangannya kembali ke luar jendela."Saya pasti menang hari ini."Nada suaranya tenang, tetapi ada keyakinan di dalamnya dan Dregory mengamatinya beberapa saat."Area berburu tidak bisa diprediksi."Siera menoleh lagi. "Bukankah ksatria Elvorn akan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status