Share

Bab 14

Author: Just Mommy
last update publish date: 2026-10-09 14:40:38

POV Author

Keringat dingin membasahi telapak tangan Clove. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga rasanya mau melompat keluar dari dada.

‘Sial! Kenapa harus dia?!’ batinnya.

Kakinya yang masih lemas akibat pergulatan intim beberapa saat lalu serasa hendak luluh ketika menyadari siapa sosok 'pengusaha nomor satu' yang dimaksud Reno.

Pria jangkung di hadapannya ini baru saja menindihnya, menggagahinya di atas ranjang presidential suite, dan menandai tubuhnya tanpa belas kasihan.

Dewa berdiri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 15

    POV AuthorSindiran tajam dan tawaran gila dari Dewa meluncur begitu tenang, membuat Clove membelalakkan mata.Reno tidak kalah terkejut. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Punggungnya mendadak kaku. Dadanya bergemuruh menahan gejolak panas yang membakar hingga ke ubun-ubun. Kalimat Dewa yang dilontarkan di depan umum itu jelas-jelas sebuah penghinaan telak terhadap harga dirinya sebagai seorang suami. Namun, melihat Dewa berdiri tegak di hadapannya, nyali Reno menciut hingga tak berbekas. ‘Bangsat! Mentang-mentang berkuasa, dia ngomong seenaknya!’ makinya dalam hati.Ia mengepalkan tangan di samping tubuhnya. Menelan saliva yang terasa sepahit empedu. Dengan susah payah, Reno memaksakan sebuah tawa garing yang terdengar sangat memprihatinkan."A-ah, Pak Dewa ini bisa saja bercandanya," tawanya sumbang, berusaha keras menjaga kesopanannya meski wajahnya sudah sepucat kertas. "Mana mungkin saya membiarkan istri saya mendampingi pria lain, Pak."Dewa tidak ikut tertawa. Pria

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 14

    POV AuthorKeringat dingin membasahi telapak tangan Clove. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga rasanya mau melompat keluar dari dada. ‘Sial! Kenapa harus dia?!’ batinnya.Kakinya yang masih lemas akibat pergulatan intim beberapa saat lalu serasa hendak luluh ketika menyadari siapa sosok 'pengusaha nomor satu' yang dimaksud Reno. Pria jangkung di hadapannya ini baru saja menindihnya, menggagahinya di atas ranjang presidential suite, dan menandai tubuhnya tanpa belas kasihan.Dewa berdiri tegak, memegang gelas champagne dengan tenang. Tatapan matanya yang pekat merayapi wajah Clove, melirik sekilas ke arah gaun burgundy yang melekat sempurna di tubuh wanita itu.Bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang misterius. Senyum yang hanya dipahami oleh mereka berdua.Clove salah tingkah setengah mati. Bayangan erangan, bisikan vulgar, dan hentakan tanpa pengaman di kamar atas mendadak berputar liar di otaknya.Sementara itu, Reno yang sama sekali tidak menyadari “badai” di depan matany

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 13

    POV AuthorClove menggigit bibirnya. Rasa penasaran itu membuat dadanya sesak.Namun ia sadar, ia tidak memiliki cukup keberanian untuk mempertanyakan hal itu pada sosok dominan seperti Dewa.Clove masih mengumpulkan kesadarannya yang tersisa. Tubuhnya terasa begitu lemas, seolah seluruh tenaganya baru saja dikuras habis. Meski begitu, berada di kamar itu lebih lama membuatnya semakin tidak nyaman. Bayangan pergulatan panas yang baru saja terjadi di atas ranjang dan di depan cermin besar itu terus berputar di kepalanya.“Sial! Kenapa aku harus inget itu terus, sih?!” keluh wanita itu. Wajahnya sampai panas karena malu.Ia memaksakan diri turun dari tempat tidur. Namun, begitu kedua kakinya menapak lantai, rasa perih yang tajam di area sensitifnya langsung menjalar, membuat langkahnya terhenti seketika.‘Ck! Buas banget, sih,’ maki Clove dalam hati.Padahal ia bukan lagi seorang perawan. Namun hentakan dan dominasi Dewa tadi terasa jauh lebih menyiksa sekaligus intens daripada malam

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 12

    POV AuthorClove membeku. Pintu kamar mandi yang tertutup menyisakan gema kalimat terakhir Dewa yang masih memantul di kepalanya.“Setiap hari?” gumam wanita itu sambil mengerutkan keningnya.Clove menelan saliva dengan susah payah. Pernyataan itu meluncur dari bibir Dewa begitu santai.Pria itu seolah baru saja mengajaknya bermain tenis atau membahas jadwal rapat mingguan. Bukan membicarakan hubungan intim.Berbagai pertanyaan langsung berjejalan di otaknya. Kenapa konglomerat nomor satu yang dikelilingi ribuan wanita cantik dan berstatus sosial tinggi justru memilih dirinya? Wanita yang saat ini masih berstatus istri orang lain, baru saja dipermalukan di depan umum, dan sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.Selain itu, keberadaan Dewa di kamar ini sejak awal sangat membingungkan. Aldo adalah sahabat dekatnya sejak kuliah. Aldo tidak mungkin begitu ceroboh hingga memberikan akses kamar yang sudah dihuni oleh tamu VIP sekelas Dewa.Garis wajah tegas pria itu, sorot mata in

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 11

    POV AuthorBelum sempat Clove meneteralkan keterkejutannya, tiba-tiba pria itu mengambil handuk kecil dan membuka pintu kamar mandi dengan begitu mudah.“Kamu?” Wanita itu hendak protes.Namun pria itu tidak memberinya kesempatan untuk melayangkan protes lebih jauh. Dewa langsung mengangkat tubuh wanitanya.Ia melangkah keluar dari kamar mandi sambil menggendong Clove. Kedua kaki wanita itu masih melingkar erat di pinggangnya, sementara tubuh mereka belum terpisah sedikit pun. Setiap langkah Dewa memberikan sensasi gesekan halus yang membuat Clove terpejam sampai napasnya bergetar.Pria itu tersenyum dan berhenti di depan cermin besar. Dia berbisik nakal, “Lihat ke samping.”Clove refleks menoleh. Dia terkejut saat mendapati bayangan tubuh mereka yang masih menyatu terpampang dengan begitu nyata. Jantungnya kembali berdebar cepat. Ia salah tingkah, tetapi tidak bisa berbuat banyak.“Sempurna, bukan?” tanya pria itu, nakal.“Pak, tolong jangan seperti itu,” keluh wanita itu, memelas.

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 10

    POV AuthorBibir Clove ternganga. Dia menatap Dewa sambil mengerutkan keningnya. Namun pria itu malah menarik tangannya dan mengarahkannya ke benda yang sudah berdiri tegak di balik handuknya.Bola mata wanita itu hampir melompat ketika merasakan benda keras, panjang dan berurat. Jantungnya terasa hampir meledak saat benda hangat itu tiba-tiba bergerak singkat.“PAK!” protes wanita itu, sambil menarik cepat tangannya.“Saya juga lelaki normal,” desis Dewa, telak. “Kamu menyerahkan diri seperti ini, bohong jika saya tidak terangsang,” sambung pria itu.“T-tapi—”Dewa menggelengkan kepala. “Kamu harus tanggungjawab!” tegasnya. Saat wanita itu hendak protes, Dewa menarik tengkuknya dan langsung mendaratkan bibir untuk membungkamnya.Awalnya Clove ingin berontak. Namun pengaruh obat, kelembutan bibir, aroma napas dan tubuh pria itu seolah menghipnotisnya. Terlebih tatapan mata elangnya yang begitu tajam,Alih-alih mendorongnya untuk menjauh, ia malah memejamkan mata. Membiarkan lidah pr

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status