Share

Bab 18

Author: Just Mommy
last update publish date: 2026-10-10 17:23:00

POV Author

Tak lama kemudian, seorang pria berjas sangat rapi dengan kacamata berbingkai tipis melangkah mendekati meja mereka.

Pria itu adalah Satria. Pengacara papan atas sekaligus kepala tim hukum pribadi Dewa yang kebetulan juga hadir sebagai tamu undangan VIP.

Dengan gayanya yang dingin dan tanpa basa-basi, Dewa mengarahkan pandangannya pada Satria.

"Ini Nona Clove. Mulai detik ini, kamu tangani kasus perceraiannya. Pastikan prosesnya selesai
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 50

    Reno salah tingkah. Dia malu karena ketahuan oleh Bima."Fara, Bim. Gaya hidupnya makin ke sini makin gak masuk akal," curhat Reno dengan raut wajah tertekan. "Barusan dia minta uang tiga puluh lima juta ke Gua.""Anjir! Tiga puluh lima juta?!" mata Bima terbelalak kaget. "Buat apa uang sebanyak itu?""Katanya buat bayar member pilates lima belas juta sebulan, sisanya dua puluh juta buat beli baju dan perlengkapan olahraga branded," jelas Reno frustrasi. "Dia bilang itu standar circle pertemanannya."Pria itu memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut pening. Penyesalan mendalam mulai menyusup halus di dadanya."Jujur ya, Bim, Fara itu beda banget sama Clove," aku Reno dengan suara melemah. "Selama gua nikah sama Clove, dia gak pernah sekalipun boros atau nuntut barang-barang mahal."Bima mendengarkan dalam diam, membiarkan sahabatnya meluapkan isi hatinya."Clove itu selalu ngenduku

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 49

    Jantung Clove berdegup kencang secara mendadak. Namun, ia dengan cepat menguasai raut wajahnya dan tersenyum sangat tenang."Ini surat rincian perkiraan anggaran buat bisnis baru kami, Mas," sahutnya lancar tanpa ragu sedikit pun. "Tadi aku minta Laras tolong print sebentar."Reno mengangguk-angguk percaya tanpa menaruh curiga sedikit pun. "Oh, begitu. Ya udah, ayo aku antar kamu pulang.""Gak usah, Mas," tolak Clove cepat seraya menepuk bahu suaminya lembut. "Aku naik taksi online aja. Kamu fokus aja ngurus restoran, aku gak mau ganggu kerjaan kamu."Reno tersenyum. “Kamu emang paling pengertian. Ya udah, hati-hati di jalan, ya! Kabarin kalau udah sampai rumah.”Clove pun bergegas melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut. Ia bernapas lega luar biasa saat berhasil lolos dan keluar dari area restoran.Tepat saat dirinya baru saja masuk ke taksi, Fara berjalan dari arah parkiran. Langkah kaki wanita itu

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 48

    Clove terperanjat mendengarnya. Jantungnya serasa berhenti berdetak saat mendengar keinginan Reno yang sangat gila itu. ‘Mana mungkin aku sudi punya anak dari pengkhianat kayak kamu?’ batinnya. Namun, dia berusaha keras menata raut wajahnya agar tetap tenang dan tidak menunjukkan penolakan. Ia tersenyum manis, berpura-pura menyambut hangat keinginan suaminya. ‘Gak apa-apa deh, sekarang aku jadi orang munafik. Yang penting semua rencanaku lancar,’ batinnya. ‘Asal kamu gak curiga sedikit pun, Mas,’ gumam wanita itu, seraya menyusun ide untuk menyelamatkan dirinya. "Aku setuju, Mas," sahut wanita itu dengan nada suara paling lembut. "Tapi, ada satu syarat." Dahi Reno berkerut halus. "Syarat apa, Sayang?" Clove yakin, sikapnya yang mesra ini akan membuat suaminya besar kepala. Bisa-bisa nanti malam pria itu meminta jatah. "Supaya bulan madu kita nanti bener-ben

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 47

    Wanita itu menghela napas dalam-dalam di depan pintu ruangan kerja suaminya. Ia menepuk pipinya pelan, mengatur raut wajahnya sebelum masuk.‘Aku harus akting seolah-olah gak pernah tau tentang perselingkuhan dia. Ini semua demi dapetin tanda tangan yang bisa ngebebasin hidupku.’Clove mendorong pintu kayu itu dan melangkah masuk dengan senyuman manis. "Siang! Lagi apa, Mas?"Reno yang sedang duduk sendirian di meja kerjanya seketika mendongak. Wajahnya yang semula tampak tegang dan gelisah mendadak berbinar cerah."Sayang?" panggil pria itu, kaget campur senang. Dia memang sedang dipusingkan oleh sikap istrinya yang belakangan ini sulit ditebak.Clove melangkah mendekat dengan gaya manja yang dulu sangat disukai Reno. Rasa mual yang menusuk perutnya ia tahan kuat-kuat di dalam hati."Kok sendirian aja?" tanya wanita itu polos seraya mengedarkan pandangan. "Mana Fara? Biasanya dia nempel terus di sini."Ren

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 46

    Jantung wanita itu berdebar cepat mendengar ancaman dari bosnya. Dia tahu Dewa sanggup melakukan hal tersebut.Clove mengetatkan genggamannya pada tas, lalu melangkah cepat keluar dari penthouse bernuansa dingin itu dengan perasaan yang bercampur aduk.‘Dasar psikopat!’ makinya dalam hati.Dari penthouse megah itu, Clove bergegas pergi menuju restoran miliknya. Ia bermaksud menemui Reno untuk mendapatkan tanda tangan yang sangat krusial itu.Sepanjang perjalanan di dalam taksi, dia terus melamun menatap jalanan kota. Pikirannya tak bisa terlepas dari bayang-bayang sikap Dewa yang menurutnya makin tidak masuk akal.‘Sebenernya dia mau apa, sih?’ batin wanita itu, seraya menghela napas panjang. Ia sama sekali tidak bisa menebak jalan pikiran sang miliarder.Setibanya di restoran, Clove melangkah masuk melewati pintu samping. Kehadirannya di sana seketika memicu kehebohan kecil di antara para staf dapur dan pelayan.

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 45

    Clove terkejut setengah mati mendengar pernyataan blak-blakan dari bibir pria itu. Jantungnya berdebar kencang, memukul dinding dadanya dengan keras.Namun, ia buru-buru menepis perasaan aneh yang mulai merayap di hatinya. Ia tidak ingin terlalu percaya diri atau terbawa perasaan.‘Mana mungkin penguasa sesempurna dan seangkuh Dewa menyukai perempuan biasa sepertiku?’ batinnya.‘Aku yakin seratus persen dia cuma lagi mau ngejebak aku, supaya aku makin malu di depannya,’ keluhnya dalam hati.Clove memilih untuk berpura-pura tidak mendengar bisikan berbahaya itu. Ia menarik tangannya pelan dari genggaman Dewa seraya mengalihkan pembicaraan."Pak, tadi saat di jalan, Pak Satria menghubungi saya," ujar Clove cepat dengan napas sedikit memburu.Dewa menaikkan sebelah alisnya, membiarkan wanita itu mengalihkan topik. "Pengacara itu? Ada apa lagi?""Beliau bilang akan segera mengirimkan surat-surat penting," teran

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status