Share

Bab 41

Penulis: Just Mommy
last update Tanggal publikasi: 2026-10-18 20:38:00

Reno terbelalak kaget melihat tangisan Fara. Saat pria itu baru saja membuka mulutnya untuk bicara, Clove dengan cepat menyelaknya.

"Tidak usah sok teraniaya!" ucap wanita itu tajam. Matanya menatap Fara tanpa ampun.

"Aku masak pagi ini cuma buat suamiku!" tegas Clove seraya menunjuk Reno. "Bukan buat orang asing yang gak punya malu kayak kamu!"

Fara mematung dengan bibir gemetar. Air mata buayanya mengalir kian deras.

"Harusnya kamu itu tau diri!"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 41

    Reno terbelalak kaget melihat tangisan Fara. Saat pria itu baru saja membuka mulutnya untuk bicara, Clove dengan cepat menyelaknya."Tidak usah sok teraniaya!" ucap wanita itu tajam. Matanya menatap Fara tanpa ampun."Aku masak pagi ini cuma buat suamiku!" tegas Clove seraya menunjuk Reno. "Bukan buat orang asing yang gak punya malu kayak kamu!"Fara mematung dengan bibir gemetar. Air mata buayanya mengalir kian deras."Harusnya kamu itu tau diri!" sembur Clove lagi. "Udah diberi tumpangan tinggal gratis di rumah orang, sekarang mau makan gratis juga?!"Clove menyilangkan tangan di depan dada. Pendar matanya sangat mengintimidasi."Kamu pikir masak itu gak capek?" cibirnya pedas. "Kalau kamu mau makan, masak saja sendiri sana! Oh iya, bahan-bahannya juga beli pakai uangmu sendiri, jangan pernah sentuh barang-barang yang aku beli!"Fara memegang lengan Reno. Ia menangis terisak, berharap mendapat

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 40

    Selesai mandi dan berganti pakaian, wanita itu melangkah menuju dapur. Ia mulai menyiapkan bahan-bahan segar untuk memasak menu favorit suaminya.Reno yang sedang duduk di ruang tamu seketika mengendus aroma lezat tersebut. Semangatnya membuncah karena sudah beberapa hari perutnya merindukan masakan sang istri.‘Duh! Akhirnya bisa makan enak lagi. Bahaya banget, sih. Kalau udah biasa makan masakan dia, rasanya masakan orang lain gak ada yang enak,’ batin pria itu.Ia beranjak dari sofa dan berjalan setengah berlari ke dapur. Wajahnya berbinar-binar mendapati istrinya yang sedang sibuk di depan kompor."Wah, aromanya harum banget, Sayang!" puji Reno berapi-api seraya melangkah mendekati Clove.Pria itu merangkul pinggang istrinya dari belakang secara mendadak. Reno menyandarkan dagunya di bahu sang istri, bertingkah bagai suami yang sangat mencintai pasangannya."Aku kangen momen-momen kayak gini," bisik Reno mesra ser

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 39

    Clove merasa gugup setengah mati. Ia takut dering ponselnya mengganggu kenyamanan Dewa yang sedang menikmati sarapan.Dengan cepat, ia menekan tombol merah untuk menolak panggilan tersebut. Namun, ponsel itu kembali bergetar tanpa henti.Reno terus-menerus menghubunginya tanpa kenal lelah. Clove menolak panggilan itu untuk kedua kalinya dengan wajah panik.Dewa yang merasa terganggu meletakkan sendoknya perlahan. Rahangnya mengeras menatap wanita itu."Jawab saja," titahpria itu dingin. "Berisik sekali."Sebenarnya, Dewa penasaran setengah mati. Ia ingin tahu apa yang hendak dikatakan oleh pria tidak tahu diri itu kepada Clove pagi ini.Dengan ragu, wanita itu beranjak berdiri dari kursinya. "Maaf, Pak Dewa. Saya izin angkat sebentar."Clove melangkah cepat mencari tempat yang agak jauh. Ia bersembunyi di balik pilar besar dekat area ruang tamu agar suaranya tidak terdengar jelas.Dewa memicingka

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 38

    Wanita itu terperanjat kaget oleh sentuhan mendadak tersebut. Ia pasrah ditarik menjauh oleh bosnya sebelum sempat menjelaskan kebenarannya.Dewa sengaja melakukan hal itu karena hatinya merasa sangat senang saat staf tadi menganggapnya sebagai suami Clove.Bahkan saat melintasi konter, Dewa diam-diam merogoh kantong celananya. Ia menaruh selembar uang kertas bernilai 100 Dolar AS ke atas konter timbangan staf tadi.Staf timbangan itu terbelalak kaget mendapati uang Dolar di hadapannya. "L-Lho, Pak?!"Tanpa memedulikan kekagetannya, Dewa hanya menyunggingkan senyum tipis dan terus berjalan santai menyusul Clove. Uang tip fantastis itu diberikan murni karena rasa bahagianya pagi ini.“Maaf, Pak. Tadi kenapa Bapak tidak protes?” tanya Clove, bingung. “Nanti kalau dia salah paham, gimana?” keluhnya.“Saya hanya tidak suka menjelaskan hal yang tidak penting,” jawab Dewa, tanpa beban.“Lagipula, sebe

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 37

    Dewa mengacungkan kertas itu ke hadapan Liam. Tulisan di kertas itu berbunyi, “Suruh dia lanjut belanja. Katakan kamu sedang jogging di area sana dan akan menyusul membawa kartu belanja.”Liam membaca tulisan itu seraya menahan senyum di bibirnya. Bosnya ini benar-benar penuh akal jika berhubungan dengan Clove."Nona, silakan Nona lanjut berbelanja saja," petunjuk Liam mengikuti instruksi di kertas. "Kebetulan saya sedang jogging di area sekitar sana. Nanti saya akan menyusul ke dalam membawa kartu belanja khusus.""Oh, begitu? Baik, Pak. Terima kasih banyak," sahut Clove tanpa rasa curiga sedikit pun.Sambungan telepon pun terputus. Wanita itu mengambil troli belanjaan dan mulai menyusuri lorong-lorong swalayan yang luas itu.Ia memilih sayuran segar, daging kualitas terbaik, serta bumbu-bumbu dapur dengan sangat teliti.Beberapa menit berlalu, Clove berdiri di depan sebuah rak tinggi yang mem

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 36

    Reno terperanjat. Kalimat istrinya membuatnya salah tingkah.Namun, seperti biasa, ia tidak akan membiarkan dirinya kalah begitu saja. Taktik manipulatif andalannya langsung dioperasikan untuk membalikkan keadaan."Clove! Tolong ya, jaga bicaramu!" bentak pria itu seraya memasang raut wajah sangat terluka dan tersakiti. "Kenapa kamu terus-terusan fitnah suamimu sendiri sama tuduhan menjijikan itu, sih? Emang kamu gak capek? Itu terus yang dibahas!""Pikir aja pakai otakmu!" Wanita itu tersenyum getir."Kamu yang harusnya berpikir jernih!" balas Reno menggebu-gebu, berpura-pura frustrasi seraya memegangi pangkal hidungnya. "Aku ini berjuang mati-matian untuk kamu! Aku kerja keras sampai kelelahan, tapi balasanmu malah nuduh aku selingkuh terus?!""Kamu sengaja kan melontarkan tuduhan gila ini cuma buat alasan karena gak mau ngelayanin suami?" tuduh pria itu, membalikkan fakta. "Kamu sengaja bik

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status