Home / Romansa / ENAK, PAK DOSEN! / 187. Demi Kebaikan

Share

187. Demi Kebaikan

Author: OTHOR CENTIL
last update publish date: 2025-10-20 13:00:49
Percakapan itu pun berlanjut saat sesi latihan telah usai, dan Shanum belum juga dijemput oleh pengasuh atau orang tuanya. Raline memanfaatkan jeda waktu itu dengan sempurna.

Raline duduk di tepi lantai dansa, sengaja menyeka keringat Shanum dengan handuk.

Kini, Raline semakin mendekati Shanum dan memulai pertanyaan yang menusuk langsung ke inti kerentanan Shanum.

"Oh, jadi ayahmu jarang perhatian denganmu, ya?" tanya Raline dengan nada bersimpati yang dibuat-buat. Ia menoleh ke kanan kiri d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Bundanya Khaliza
kak bukan nya di session ke 2 kemarin damar slalu posesif terhadap shanum.. Dan sosok ayah yang baik
goodnovel comment avatar
OTHOR CENTIL
Halo, Kak. part Alex Shanum akan dibuatkan buku baru nanti, ya? Soalnya ternyata tidak boleh dilanjutkan S2. Mohon maaf ya, Kak...... Jadi, Part Alex tidak bisa lanjut. Sedih banget.
goodnovel comment avatar
OTHOR CENTIL
Halo, Kak. part Alex Shanum akan dibuatkan buku baru nanti, ya? Soalnya ternyata tidak boleh dilanjutkan S2. Mohon maaf ya, Kak......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • ENAK, PAK DOSEN!   585. Akhir Yang Bahagia (TAMAT)

    Damar menarik senyum tipis di wajahnya. Melihat sorot mata anak-anaknya yang begitu serius menyimak, ia tahu bahwa mereka bukan lagi anak kecil yang hanya bisa diberi perintah. Mereka sudah dewasa, dan di balik diamnya mereka, pastilah tersimpan banyak pertanyaan tentang bagaimana menavigasi masa depan mereka sendiri. “Kalian pasti bertanya-tanya, apakah semua ini semudah yang kami bicarakan, ‘kan?” tanya Damar seolah bisa membaca pikiran ketiga anaknya. Ia bersandar di kursinya, memandang cahaya lampu yang memantul pada cairan minuman di dalam gelas yang ia pegangi. “Kenyataannya, tidak ada resep yang benar-benar instan. Ayah dan Bunda pun pernah berada di titik di mana kami nyaris menyerah. Tapi, saat kalian melihat ke samping dan menyadari bahwa orang di sebelah kalian adalah satu-satunya orang yang paling mengerti perjuangan kalian dari nol, maka di situlah kalian akan menemukan alasan untuk bertahan.” Shanum dan Sagara mengangguk paham. Mereka mulai menyadari bahwasanya tida

  • ENAK, PAK DOSEN!   584. Resep Pernikahan Harmonis

    Biasanya, Damar akan langsung memasang wajah galak atau memberikan kuliah singkat tentang pentingnya mengelola keuangan pada anak-anaknya. Namun malam ini, ia hanya menanggapi dengan nada tenang yang tak terduga.“Hm, Ayah belum pikun, kok. Kalian tenang saja,” sahut Damar singkat sembari mengusap bahu Diana. Respon yang begitu santai itu justru membuat Sagara dan Darrel saling lirik kebingungan, seolah tidak percaya ayah mereka bisa se-presisi itu dalam memberi lampu hijau.“Kalau gitu, ayo duduk dulu di sana,” ajak Shanum pada semua orang. Ia menunjuk satu meja bundar besar di sudut ruangan yang memang sengaja belum dibereskan oleh staf hotel atas permintaan khusus. “Sejak sibuk dengan urusan masing-masing akhir-akhir ini, kita semua jarang berkumpul dan makan satu meja dalam suasana tenang begini.”“Ayo!” Darrel menyahut dengan semangat, langsung menarik kursi untuk bundanya.Mereka berlima akhirnya duduk melingkar di meja t

  • ENAK, PAK DOSEN!   583. Cincin Berlian Mewah

    Perlahan, pelukan itu terlepas satu sama lain. Diana, yang wajahnya masih basah oleh air mata haru, kini dikerumuni oleh anak-anaknya yang tampak begitu protektif dan menyayanginya.Sedangkan Sagara yang sejak tadi terlihat lebih tenang dibandingkan kedua saudaranya, merogoh kantong jasnya dengan gerakan mantap. Ia mengeluarkan sebuah benda, lalu berjalan ke dekat sang ayah dan menyodorkannya.“Yah, ambil ini. Kasih ke Bunda,” ucap Sagara pendek namun penuh arti.Damar tertegun saat telapak tangannya menerima sebuah kotak beludru kecil berwarna biru navy. Ketika ia membukanya, sebuah cincin berlian dengan potongan yang sangat indah berkilau tertimpa lampu ballroom. Sebagai orang yang paham barang mewah, Damar tahu persis bahwa cincin itu memiliki nilai yang fantastis.Damar hendak menolaknya karena merasa tak enak hati pada anak-anaknya. “Saga, apa maksudmu beli ini? Kamu bisa-bisanya menghamburkan uang sebanyak ini untuk membe

  • ENAK, PAK DOSEN!   582. Surprise Dari Anak-anak

    Damar justru semakin merapatkan dekapannya di pinggang sang istri untuk menjaga keseimbangan mereka.“Nggak masalah kali, Yang. Kejepit berulang kali aja aku nggak marah, apalagi cuma keinjek gini. Ya, nggak?” goda Damar dengan kerlingan nakal yang membuat Diana langsung mencubit pelan lengan suaminya.Diana cemberut, meski tak bisa menyembunyikan senyum yang tertahan. “Di saat-saat seperti ini, bisa-bisanya kamu mesum, Mas. Ingat umur, ingat cucu!”Tapi setelahnya, suasana berubah menjadi lebih teduh. Diana perlahan mengalungkan lengannya ke leher Damar, sementara Damar merapatkan tangannya di pinggang sang istri, membawa tubuh mereka bergerak dalam ayunan yang lebih harmonis.Lagu A Thousand Years masih mengalun lirih dari sisa playlist yang belum sempat dimatikan oleh operator suara. Di bawah temaram lampu ballroom yang mulai meredup, dunia seolah berhenti berputar hanya untuk mereka berdua. Mereka kembali menyatukan bibir, memagut lembut, dan benar-benar tak mempedulikan apa pun

  • ENAK, PAK DOSEN!   581. Terinjak dan Terjepit

    Damar ikut menimbrung pembicaraan antara Shanum dan Kim dengan binar mata yang mendadak jenaka, seolah baru saja menemukan sekutu untuk urusan yang satu ini. “Wah, cocok tuh! Shanum ini memang butuh laki-laki yang lebih muda biar hidupnya tidak terlalu serius, Jeng Kim,” celetuknya tanpa beban, yang langsung dihadiahi pelototan tajam dari putri sulungnya itu.Kim semakin bersemangat, ia merapatkan posisi duduknya lalu memegang telapak tangan Shanum dengan gerakan akrab seolah mereka sudah saling mengenal bertahun-tahun. “Tuh, ‘kan? Ayah kamu saja sudah setuju. Jadi, kapan nih kita agendakan besanan lagi? Biar enak kalau mengunjungi cucu, rumahnya pasti nggak jauhan dari kami nenek kakeknya,” todongnya dengan nada bicara yang penuh antusiasme seorang ibu-ibu pemburu menantu.Shanum hanya bisa meringis canggung, otot-otot wajahnya terasa kaku karena harus mempertahankan senyum sopan di tengah tekanan batin yang luar biasa. “Mungkin bisa kita pikirkan sambil jalan saja, Tante. Lagian,

  • ENAK, PAK DOSEN!   580. Jadilah Menantuku

    “Adik?”Damar, yang baru bergabung di meja keluarganya memekik cukup kencang. Ia mendengar sang putra berbicara mengenai adik untuk Gallen.Lalu ia dengan tegas memberitahu, “Tidak ada adik sampai beberapa tahun kedepan. Pokoknya, kami akan mengatur agar kalian tidak memproduksi anak terus setiap tahun!”Sagara mencebikkan bibirnya, sedikit cemberut sebab ia dilarang memberikan adik untuk Baby Gallen dalam waktu dekat. “Yah, Yah. Kok gak seru gitu, sih. Padahal enak loh kalau ngerawat anak dua. Gedenya bareng, ngurusnya enak. Ya gak?” Setelahnya, Sagara menaikkan turunkan alisnya ke arah sang ayah, dan alhasil, ia mendapat cubitan keras sekali dari damar yang berada tepat di sisinya.“Aaawh! Ayah kejam bener, deh!” gerutunya sembari mengusap paha yang panas akibat capitan keras tadi dari Damar.Saat Sagara menanggapi santai, Damar justru semakin emosi. “Kamu tuh ya! Apa di otak kamu gak ada yang lain selain buat itu? Apa kamu gak mikir konsekuensinya, huh? Ara baru aja habis SC, piki

  • ENAK, PAK DOSEN!   99. Terungkap

    Menjalin hubungan dengan laki-laki yang berusia 6 tahun lebih muda darinya sama sekali tidak pernah ada di kamus Diana. Yang sudah dewasa saja masih bisa bersikap kekanak-kanakan. Apa lagi, anak muda seperti Yudha? Dia pasti akan malah di repotkan dengan sikap Yudha yang

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • ENAK, PAK DOSEN!   103. Membusuklah Di Penjara!

    “Memang! Aku memang munafik, kuakui itu. Aku tidak menyukaimu sejak dulu. Kau tahu, aku terpaksa menerimamu. Aku terpaksa membohongi diriku sendiri. Aku tak rela berbagi. Dan sialnya, Damar malah memujamu bak seorang Dewi. Sementara aku? Aku harus mengemis cinta oadanya sejak dulu! Selama bertahu

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • ENAK, PAK DOSEN!   115. Manjalita

    Rintik hujan mengguyur sejak sore tadi. Damar dan Diana terduduk di ruang tamu, sibuk dengan isi kepala masing-masing. Pria berhidung mancung yang sedang mengerjakan tugas di laptopnya tersebut kemudian melirik ke arah Yudha, Mina, Halima dan juga Yanti sambil memberi kode. "Mbak, aku ke dalam d

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • ENAK, PAK DOSEN!   111. Manusia Pendek Akal

    "Lo pikir di sini bisa cari pertolongan? Gak semudah itu, Wanita Munafik. Lo disini bukan siapa-siapa!" Seru Ellie sambil mengusap wajah Caroline yang terasa sangat halus. Tentu saja dia berpikir Carol pasti melakukan perawatan mahal seharga ratusan juta setiap bulannya."Aku akan membal

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status