LOGINAku adalah penasihat terbaik Keluarga Hara, otak di balik semuanya. Hari ini, aku memutuskan untuk pergi, menyerahkan pembukuan dari semua bisnis legal yang selama ini aku kelola dan memutuskan ikatan terakhirku dengan mereka. Anak didikku tidak mengerti. "Kamu masa depan keluarga ini, Aurel. Kamu nggak bisa pergi begitu saja." Aku menggeleng dengan senyum getir. Mereka tidak tahu kalau aku sudah diam-diam menikah dengan sang bos mafia, Viktor Hara, selama tiga tahun. Aku kira penampilanku, kecerdasanku, dan semua yang sudah aku berikan kepadanya cukup untuk mendapatkan seluruh cintanya. Tiga bulan lalu, sebuah serangan di pelabuhan menunjukkan kenyataan yang sebenarnya. Aku tertembak. Keadaan sedang genting dan aku butuh dokter bedah keluarga, yang hanya bisa dipanggil dengan perintah langsung dari Viktor. Aku meneleponnya lebih dari belasan kali. Saat akhirnya dia mengangkat, yang kudengar justru suara lembut yang terengah-engah di seberang sana. "Viktor, kita belum memotong kue ulang tahunku. Kamu mau pegang tanganku dan memotongnya bersama?" Suara itu .... Itu sahabat terbaikku. Wanita yang dulu pernah disukai Viktor. Karina. Di rumah persembunyian, tubuhku melemah karena kehilangan banyak darah. Aku mencabut peluru itu sendiri, lalu menyuruh anak buahku membawaku ke klinik keluarga secepat mungkin. Tepat sebelum aku didorong masuk ke ruang operasi, Viktor menerobos masuk, sambil menggendong Karina. Pergelangan kakinya terkilir dan dia butuh dokter secepat mungkin. Dokter bedahku dibawa pergi. Antibiotik datang terlambat dan lukaku pun terinfeksi. Aku berjuang antara hidup dan mati selama seminggu. Saat akhirnya aku sadar, aku menatap ponselku. Tidak ada satu pun pesan. Air mataku pun akhirnya menetes. Aku mengerti sekarang. Aku hanyalah wanita yang terpaksa dia nikahi setelah dia dibius dan tidur denganku. Sebuah skandal yang harus ditutup. Yang dia pedulikan hanyalah nilai diriku dan reputasinya. Sedangkan aku? Putri rahasia Keluarga Suwandi, yang sudah mengorbankan segalanya untuk membangun kekuasaan suaminya. Semua itu menjadi sia-sia. Jadi, aku menyiapkan empat hadiah perpisahan. Sebuah perayaan atas kehancuran kami bersama. Setelah itu, dia tidak akan pernah melihatku lagi.
View MoreSudut pandang Aurel:Saat belati beracun Karina hendak menusuk arteriku, aku memejamkan mata dan siap untuk menghadapi akhir hidupku.Dor!Satu letusan yang memekakkan telinga bergema di seluruh ruang suci itu.Tubuh Karina tersentak ke belakang dan luka berdarah mengenai tepat di tengah dahinya. Matanya membelalak karena tidak percaya dan masih menatapku dengan penuh kebencian serta dendam. Darah memercik ke gaun pengantinku, lalu aku ambruk ke lantai. Racun, rasa terkejut, dan benturan, semua itu membuat kesadaranku terlempar ke dalam kegelapan."Aurel!"Terdengar suara Rinto seperti bergema dari jauh, makin lama makin samar-samar. Dengan sisa kesadaranku yang terakhir, aku melihat dia berlari ke arahku. Di balkon yang tinggi di atas organ, sebuah bayangan melepaskan diri dari kegelapan yang lebih pekat. Seorang profesional membongkar senapan runduknya dengan tenang karena pekerjaannya sudah selesai.Setelah itu, dunia seolah-olah menjadi sunyi.Saat bangun, aku sudah berada di kamar
Sudut pandang Aurel:Saat belati beracun Karina menempel di leherku, aku bisa merasakan racun itu perlahan-lahan meresap ke dalam darahku."Aku mau kamu dan Viktor mati bersama, kalian memang pantas sama-sama pergi ke neraka," bisik Karina di telingaku.Para tamu membeku karena ketakutan, tetapi aku bisa melihat Rinto perlahan-lahan mendekat."Karina, lepaskan dia. Apa pun yang kamu mau, lampiaskan saja padaku," kata Rinto dengan nada tenang sekaligus berbahaya.Karina tertawa seperti orang gila. "Padamu? Memangnya kamu ini siapa? Ini urusanku dengan mereka!"Dengan suara yang tak goyah dan tatapan terkunci padaku, Rinto berkata, "Kamu mau satu nyawa, 'kan? Ambil nyawaku. Aku rela mati seribu kali untuknya."Mendengar itu, hatiku terasa seperti dihantam dengan keras. Bahkan sekarang dan di saat berbahaya seperti ini, Rinto tetap hanya ingin melindungiku.Tepat saat itu, pintu samping katedral dibanting hingga terbuka. Viktor menerobos masuk dengan pakaian berantakan dan wajah berlumura
Sudut pandang Aurel:Terdengar suara Rinto dari telepon dengan nada main-main. "Suaramu terdengar gugup. Ada apa, tuan putriku?"Mendengar betapa santainya nada bicara Rinto, kecemasanku agak berkurang. Aku bertanya dengan suara yang masih bergetar, "Rumor itu ... kamu melihatnya?"Suara Rinto berubah menjadi lembut. "Aku melihatnya, seluruh Chilago sedang membicarakannya."Jantungku seolah-olah naik ke tenggorokan lagi. "Jadi kamu ...."Rinto langsung menyela dengan suara rendah, "Aku hanya merasa marah pada sampah itu saat melihat apa yang sudah kamu alami. Aurel, masa lalumu bukan sesuatu yang aku terima. Itu adalah bagian dari dirimu dan aku menerima seluruh dirimu."Air mata langsung mengaburkan penglihatanku. "Rinto ...."Suara Rinto tiba-tiba terdengar posesif. "Dan aku peringatkan kamu, jangan pernah berpikir untuk kabur lagi.""Aku nggak ...."Rinto menyela dengan yakin, "Kamu ada, aku bisa mendengar ketakutan dalam suaramu. Kamu takut aku akan meninggalkanmu, sama seperti sam
Sudut pandang Aurel:Viktor menunggu jawabanku, tetapi jawabanku tidak pernah begitu jelas. "Nggak."Satu kata sederhana itu membuat Viktor yang berada di ujung telepon langsung terdiam. Beberapa saat kemudian, kembali terdengar suaranya yang dibalut dengan suara tawa yang menjijikkan. Dia mengulang, "Nggak? Aurel, kamu benar-benar mau begitu tega?""Tega?"Aku mencibir, "Viktor, aku rasa kamu sudah salah paham dengan arti kata itu."Suara Viktor mulai terdengar tidak waras. "Baik, baik. Kalau kamu pilih untuk membenciku, ya sudah. Meskipun itu kebencian, aku juga akan buat kamu mengingatku seumur hidupmu."Setelah itu, suara Viktor terdengar makin gelisah. "Kamu nggak akan pernah bisa menyingkirkanku, Aurel. Nggak akan pernah."Kata-kata Viktor mendorongku melewati batasanku. Aku tertawa, lalu berkata dengan suara yang terdengar datar dan hampa, "Mengingatmu? Viktor, sepertinya kamu hidup dalam delusi dan berpikir kamu masih berarti.""Apa maksudmu?" tanya Viktor.Aku berjalan ke jend












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.