Short
Empat Hadiah Perpisahan, Merayakan Kehancuran

Empat Hadiah Perpisahan, Merayakan Kehancuran

By:  PeachyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
24Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku adalah penasihat terbaik Keluarga Hara, otak di balik semuanya. Hari ini, aku memutuskan untuk pergi, menyerahkan pembukuan dari semua bisnis legal yang selama ini aku kelola dan memutuskan ikatan terakhirku dengan mereka. Anak didikku tidak mengerti. "Kamu masa depan keluarga ini, Aurel. Kamu nggak bisa pergi begitu saja." Aku menggeleng dengan senyum getir. Mereka tidak tahu kalau aku sudah diam-diam menikah dengan sang bos mafia, Viktor Hara, selama tiga tahun. Aku kira penampilanku, kecerdasanku, dan semua yang sudah aku berikan kepadanya cukup untuk mendapatkan seluruh cintanya. Tiga bulan lalu, sebuah serangan di pelabuhan menunjukkan kenyataan yang sebenarnya. Aku tertembak. Keadaan sedang genting dan aku butuh dokter bedah keluarga, yang hanya bisa dipanggil dengan perintah langsung dari Viktor. Aku meneleponnya lebih dari belasan kali. Saat akhirnya dia mengangkat, yang kudengar justru suara lembut yang terengah-engah di seberang sana. "Viktor, kita belum memotong kue ulang tahunku. Kamu mau pegang tanganku dan memotongnya bersama?" Suara itu .... Itu sahabat terbaikku. Wanita yang dulu pernah disukai Viktor. Karina. Di rumah persembunyian, tubuhku melemah karena kehilangan banyak darah. Aku mencabut peluru itu sendiri, lalu menyuruh anak buahku membawaku ke klinik keluarga secepat mungkin. Tepat sebelum aku didorong masuk ke ruang operasi, Viktor menerobos masuk, sambil menggendong Karina. Pergelangan kakinya terkilir dan dia butuh dokter secepat mungkin. Dokter bedahku dibawa pergi. Antibiotik datang terlambat dan lukaku pun terinfeksi. Aku berjuang antara hidup dan mati selama seminggu. Saat akhirnya aku sadar, aku menatap ponselku. Tidak ada satu pun pesan. Air mataku pun akhirnya menetes. Aku mengerti sekarang. Aku hanyalah wanita yang terpaksa dia nikahi setelah dia dibius dan tidur denganku. Sebuah skandal yang harus ditutup. Yang dia pedulikan hanyalah nilai diriku dan reputasinya. Sedangkan aku? Putri rahasia Keluarga Suwandi, yang sudah mengorbankan segalanya untuk membangun kekuasaan suaminya. Semua itu menjadi sia-sia. Jadi, aku menyiapkan empat hadiah perpisahan. Sebuah perayaan atas kehancuran kami bersama. Setelah itu, dia tidak akan pernah melihatku lagi.

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat aku tahu suami rahasiaku, Viktor, sang bos mafia, tidur dengan sahabatku sendiri, Karina, aku memutuskan untuk meninggalkannya.

Aku mendorong pintu ruang kerjanya sambil memegang berkas perceraian. Viktor ada di sana, sedang menggosok sebuah batu safir dengan lembut. Tampak ada kelembutan di matanya, tatapan yang bahkan tidak pernah sekali pun dia berikan padaku.

Dadaku terasa sesak.

Viktor bukan tipe pria romantis. Dua tahun lalu, di sebuah lelang, dia pernah mengejek seorang miliarder bidang teknologi yang menawar kalung berlian untuk istrinya.

"Batu seperti ini adalah aset," katanya meremehkan. "Alat tukar. Tapi kalau dijadikan hadiah untuk wanita? Nggak ada gunanya."

Sekarang, dia memperlakukan batu itu seperti benda paling berharga di dunia.

Yang benar-benar membuatku sakit hati adalah sebuah ingatan tentang postingan Instagram Karina yang terbaru. Dia bilang bahwa siapa pun yang memberikan safir padparadscha kepadanya, akan langsung dia nikahi tanpa berpikir dua kali.

Rasanya seperti ditinju tepat di perut.

Tiga tahun. Dia bahkan tidak pernah membelikanku perhiasan murah sekalipun. Bahkan cincin pernikahan kami, aku yang membelinya sendiri. Diam-diam.

Viktor berdiri dan meletakkan batu itu dengan hati-hati di atas kain beludru saat melihatku.

"Soal tiga bulan lalu ...." Akhirnya dia menoleh padaku, nadanya santai sampai terasa menyebalkan. "Aku nggak tahu kondisinya separah itu. Karina, dia itu lemah. Dia menangis. Aku panik."

Jari-jariku mulai gemetar.

"Lagian, kamu selalu bisa mengurus dirimu sendiri," tambahnya sambil mengangkat bahu. "Kamu itu kuat. Anak dari daerah kumuh pasti sudah terbiasa melihat darah."

Daerah kumuh. Kata-kata terasa sangat menyakitkan.

Bagaimana kalau dia tahu aku adalah putri Keluarga Suwandi, organisasi tertua di Chilago? Bagaimana kalau dia mengetahui segala status, keamanan, dan kehormatan yang aku tinggalkan demi dia? Apa dia masih akan bicara padaku seperti ini?

Namun, dia tidak akan pernah tahu.

Dia tidak pernah peduli pada masa laluku, perasaanku, atau apa pun tentangku. Dia percaya saja semua yang aku katakan, karena aku tidak cukup penting untuk membuatnya mencari tahu lebih jauh.

"Hei, lihat desain ini." Viktor mendorong sebuah sketsa ke hadapanku, suaranya penuh kebanggaan. "Aku kerja sama dengan seorang ahli perhiasan. Ini mahakaryanya."

Aku menunduk. Dunia terasa hening.

[ Untuk Karina tersayangku. ]

Namanya tertulis dengan huruf-huruf yang elegan di bagian atas. Setiap hurufnya seperti mentertawakan kebodohanku.

Jadi, seperti inilah bentuk cinta. Penuh perhatian. Dipersiapkan dengan penuh harap. Bahkan desainnya pun harus dia setujui sendiri.

Sedangkan aku? Selama tiga tahun, dia bahkan tidak bisa mengingat ulang tahunku.

Rasa nyeri tiba-tiba menusuk kepalaku, efek yang tersisa dari luka tembak. Aku terhuyung, kehilangan keseimbangan, lalu menghantam sudut meja dengan keras. Luka di sisi tubuhku yang belum sepenuhnya sembuh kembali robek. Rasa perih yang tajam membuat wajahku pucat seketika.

"Sial!" Viktor melangkah mendekat, sekilas kepanikan nyata terlihat di matanya.

Namun, tatapannya langsung tertuju pada sketsa desain yang meluncur jatuh dari meja. Dia berbalik cepat dan menangkapnya sebelum menyentuh lantai. Dia memeriksanya dengan panik, lalu mengembuskan napas panjang. "Syukurlah, nggak kenapa-kenapa ...."

Setelah meletakkan sketsa itu kembali dengan aman di atas meja, dia baru menoleh padaku dengan alis berkerut. Nada suaranya tidak sabar, menutupi kepanikan sesaat tadi. "Kenapa kamu nggak bisa lebih hati-hati? Kamu menumpahkan kopiku."

Aku hanya berdiri di sana, menatapnya, merasakan hatiku hancur sedikit demi sedikit.

Darah merembes dari lukaku, menodai karpet, tetapi dia justru mengkhawatirkan selembar kertas.

Inilah pria yang membuatku rela mengorbankan segalanya.

"Tanda tangan." Aku menarik setumpuk dokumen dari mapku dan meletakkannya di depannya. Di bagian atas ada dokumen persetujuan pengiriman barang di pelabuhan yang bersifat mendesak.

Viktor mengernyit, seolah-olah baru menyadari ada yang tidak beres. "Luka tembak itu cukup parah. Kamu bisa istirahat. Nggak perlu terlalu fokus dengan urusan keluarga."

Kata-katanya terdengar seperti perhatian, tetapi terasa dingin. Seperti pertanyaan rutin pada seorang bawahan yang terluka.

Dia menunduk untuk melihat dokumen-dokumen itu, tetapi ponselnya berdering.

[ Sayangku ]

Nama di layar itu seakan memutar pisau yang telah tertancap di hatiku.

Aku tahu nama kontakku di ponselnya. "Penasihat". Dingin, profesional, dan tidak bersifat pribadi sama sekali.

"Viktor?" Suara lembut Karina terdengar dari ponsel, manja dan sedikit bergetar. "Kapan kamu ke sini? Aku mau kamu lihat aku cobain kalungnya ...."

"Sebentar lagi, Sayang. Bentar lagi aku ke sana." Suara Viktor begitu lembut.

Sambil mendengarkan, dia membolak-balikkan dokumen itu dengan asal. Dia melihat tulisan tanganku yang sudah dia kenal, format yang biasa. Tanpa berpikir panjang, dia langsung menandatangani setiap lembar.

Termasuk berkas perceraian yang aku selipkan di tengah-tengah dokumen lainnya.

"Aku nggak pulang makan malam hari ini," katanya setelah menyelesaikan tanda tangan terakhir dan berjalan menuju pintu.

Dia berhenti di ambang pintu, menoleh padaku yang masih berdiri di tempat. Nada suaranya terdengar kesal. "Ada lagi?"

"Nggak." Aku mendengar suaraku sendiri terdengar hampa, seperti gema. "Mulai sekarang, nggak bakal ada apa-apa lagi."

Viktor mengernyit, jelas menganggap ucapanku aneh. "Terserah. Selagi kamu di sini, rapikan berkas-berkasku. Buku catatan rahasia. Cuma kamu yang aku percayai untuk urus hal itu."

Pintu tertutup dengan bunyi klik.

Aku berdiri sendirian di ruangan kosong itu, mendengarkan suara hatiku yang hancur. Itulah satu-satunya saat aku merasa "spesial". Saat aku menangani rahasia-rahasianya. Menyedihkan sekali.

Aku berjalan ke brankasnya dan memasukkan nomor kombinasinya. Jari-jariku gemetar, tetapi aku memaksa diri untuk tetap tenang. Di dalamnya, seharusnya ada foto kami, yang diambil diam-diam setelah kami menikah. Malam mabuk ketika aku akhirnya berani memintanya menyimpannya di sini. Aku pikir itu akan memberiku tempat di hatinya. Aku pikir suatu hari dia akan mencintaiku.

Namun, foto itu sudah tidak ada.

Sebagai gantinya, ada foto Karina seorang diri. Dia mengenakan gaun putih, tersenyum seperti malaikat. Seperti cahaya abadi dalam hidupnya.

Aku menemukan foto kami terselip di sudut gelap, pinggirannya sudah tertekuk dan menguning.

Tiga tahun pernikahan, dibuang begitu saja di pojokan.

Aku merobek foto itu hingga berkeping-keping. Potongan-potongan itu jatuh berhamburan, seperti pecahan hatiku.

Aku menghubungi nomor terenkripsi saat kembali ke kamar.

"Aku nggak nyangka putri kecil Keluarga Suwandi bakal meneleponku sendiri." Di seberang sana, suara Rinto rendah dan terdengar berbahaya, tetapi aku bisa mendengar kekhawatiran di baliknya. "Apa yang terjadi?"

Aku menatap diriku di cermin. Noda darah menyebar seperti bunga gelap yang mekar di kemeja putihku. Wajahku pucat seperti hantu.

"Rinto, kamu pernah bilang mau menikah denganku, 'kan? Aku akan bercerai dalam 30 hari. Aku terima tawaranmu itu."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
24 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status