Short
Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan

Penyesalan Calon Suami Mafia Setelah Membatalkan Pernikahan

By:  MaxCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku adalah putri paling misterius dari keluarga mafia di Liasa, Keluarga Randita. Untuk keselamatanku, identitasku dijaga ketat sejak lahir. Aku hidup dalam bayang-bayang dan membuat dunia luar sama sekali tidak tahu tentang kedudukanku yang sebenarnya. Pada hari pernikahanku, tunanganku yang seorang mafia membiarkan pengawal wanitanya untuk memasukkan pusaka keluarga kami ke mulut anjingnya. Dia mengejekku karena berasal dari keluarga kampungan dan berkata aku tidak pantas menjadi istrinya. Dia bahkan mengancam akan menghapus keluargaku dari peta. Melihat itu, aku pun menelepon seseorang. Beberapa saat kemudian, kendaraan berlapis baja menerobos gerbang kediaman. Penasihat senior dari keluarga kami berlutut padaku di hadapan kerumunan yang ketakutan dan berkata, "Tuan Putri, ayahmu mengirim kami untuk menjemputmu pulang." Pada saat itu, tunanganku yang sombong itu akhirnya mengerti. Wanita yang sudah dihinanya adalah satu-satunya pewaris Keluarga Randita yang menguasai perdagangan senjata di Eroda. Namun, penyesalannya sudah terlambat.

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku adalah putri paling misterius dari keluarga mafia di Liasa, Keluarga Randita. Untuk keselamatanku, identitasku dijaga ketat sejak lahir. Aku hidup dalam bayang-bayang dan membuat dunia luar sama sekali tidak tahu tentang kedudukanku yang sebenarnya. Sebagian besar waktuku, aku habiskan di benteng keluarga kami di pedalaman Liasa dan diam-diam mengurus urusan mafia di Eroda.

Saat aku mencapai usia dewasa, keluargaku mengatur pernikahan untukku dengan pewaris Keluarga Linggar, Matteo Linggar.

Keluarga Linggar adalah keluarga yang sedang naik daun di wilayah Napala dengan bisnis mulai dari penyelundupan di pelabuhan hingga kasino dan hotel. Namun sejujurnya, pengaruh keluarga ini sama seperti mainan anak-anak jika dibandingkan dengan Keluarga Randita.

Sesuai tradisi, pengantin pria harus bertemu langsung dengan pengantin wanita pada malam sebelum hari pernikahan. Pertemuan itu untuk membahas detail upacara dan menukar tanda perjanjian sebagai bentuk penghormatan.

Aku duduk di ruang tamu yang telah ditentukan dari matahari terbenam hingga tengah malam, tetapi Matteo Linggar tidak pernah muncul. Penghinaan secara terbuka ini membuat ekspresi para pengawal keluargaku menjadi muram karena marah.

Pintu baru terbuka menjelang tengah malam, tetapi yang masuk bukan Matteo. Itu adalah seorang wanita tinggi berambut pendek dan berwarna merah melangkah masuk. Dia menatapku dengan tanpa sopan santun dan tatapannya menilaiku seperti barang murahan.

Wanita itu berkata dengan angkuh, "Kamu Anita dari Liasa itu, 'kan? Pak Matteo sedang sibuk malam ini, nggak punya waktu untuk menemuimu. Dia menyuruhku menyampaikan soal untuk upacara besok, yang perlu kamu lakukan hanya datang tepat waktu. Mengerti?"

"Sesuai tradisi, dia seharusnya datang sendiri," kataku dengan tenang.

Wanita itu mendengus dan menatapku dengan tatapan meremehkan. "Tradisi? Di sini, perkataan Pak Matteo adalah tradisi. Dia menunjukku untuk mengurus semua tata cara pernikahan."

Wanita ini adalah Carla, pengawal pribadi Matteo sekaligus kekasih rahasianya. Dia melanjutkan, "Serahkan tanda perjanjian dari keluargamu. Matteo mendelegasikan ini padaku."

Saat sedang berbicara, pandangan Carla tertuju pada sepasang jam saku emas murni di tanganku, tanda perjanjian tertinggi yang dibuat para pengrajin Keluarga Randita selama setahun penuh. Mekanisme rumit di dalamnya menyimpan koordinat enkripsi untuk rute perdagangan senjata di masa depan.

Carla merampas jam saku itu dengan kasar dan menelitinya dengan penuh penghinaan, lalu mencibir, "Pantas saja kalian ini orang kampungan. Mau menikah dengan Keluarga Linggar, tapi hanya bawa tanda perjanjian kuno seperti ini."

Sebelum aku sempat bereaksi, Carla sudah melempar salah satu jam saku emas itu pada anjing yang berbaring di bawah kakinya.

Binatang itu langsung mencakar dan menggigit bingkai emas dari jam saku itu.

"Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan?" tanyaku dengan nada yang sangat dingin.

Carla menatapku, lalu menunjukkan senyuman sinis secara terang-terangan. Dia menggoyang-goyangkan jam saku lain di tangannya dan berkata, "Oh, maksudmu ini? Matteo bilang dia bebas memperlakukan tanda perjanjianmu sesuka hatinya. Dia merasa memakai sampah produksi massal dari keluarga desa sepertimu hanya akan mengundang ejekan."

Aku menekan amarahku. "Pernikahan ini adalah aliansi. Kamu seharusnya menunjukkan rasa hormat."

Carla tertawa, lalu mendekatiku sambil menatapku yang mengenakan gaun pengantin sederhana dari atas ke bawah. "Matteo bilang kalau wanita sepertimu berdiri di sisinya, hanya akan mempermalukan Keluarga Linggar. Wanita di sampingnya harus cukup kuat, seperti aku."

Aku hampir tertawa karena melihat keberanian Carla. Aku membalas dengan nada dingin, "Apa kamu benar-benar begitu bodoh? Bosmu harus bertanggung jawab atas kelakuan kasarmu."

Setelah itu, aku tidak menunggu jawaban Carla lagi. Aku mengeluarkan ponsel satelit dan langsung menelepon jalur aman Matteo, lalu berkata dengan tegas, "Matteo, karena kamu menghancurkan tanda perjanjian, kamu utang penjelasan padaku."

Pernikahanku dengan Matteo adalah hasil dari beberapa negosiasi tingkat tinggi antar keluarga. Jika keluargaku tahu bagaimana Keluarga Linggar memperlakukan tuan putri mereka, akibatnya akan sangat menghancurkan. Jika Matteo meminta maaf sekarang, mungkin masih ada ruang untuk memperbaiki keadaannya.

"Penjelasan?"

Suara Matteo terdengar serak karena mabuk dan nadanya penuh kesombongan. "Aku nggak perlu menjelaskan apa pun pada orang kampung sepertimu. Kamu seharusnya bersyukur karena aku mau menikahimu. Kamu nggak berhak mengaturku dan anggap saja ini sebuah kehormatan karena hadiah kecilmu itu masih pantas untuk jadi mainan anjingku."

Aku berkata dengan tenang dan menekankan tiap kata, "Aku adalah pengantin yang disetujui ayahmu. Apa yang kamu lakukan ini adalah penghinaan terhadapku dan keluargaku ...."

Sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku, aku sudah mendengar nada sibuk dari seberang telepon yang berarti Matteo sudah menutup teleponnya.

Carla sengaja menendang jam saku yang masih berada di bawah kaki anjing itu dengan ujung sepatu hak tingginya, lalu berkata, "Anita, aku sarankan kamu sebaiknya tahu diri. Diizinkan masuk ke Keluarga Linggar saja sudah termasuk kemurahan hati Matteo terhadap keluargamu."

Melihatku diam, Carla mengira aku takut dan menjadi makin lancang. "Lihat saja dirimu, polos sekali. Kamu mungkin belum pernah memegang senjata, 'kan? Matteo butuh wanita yang bisa membantunya menangani masalah, bukan beban yang harus dilindungi."

Aku melirik ke ujung lorong, tempat dua pria bersetelan hitam yang ditempatkan keluargaku berdiri.

Carla mengikuti arah pandanganku dengan tanpa rasa takut. "Anita, jangan bermimpi. Ini wilayah Keluarga Linggar. Kamu pikir dua anjing penjaga yang kamu bawa itu bisa keluar hidup-hidup dari sini? Matteo nggak akan menyalahkanku karena sudah membereskan orang nggak penting sepertimu."

Setelah berhenti sejenak, Carla melanjutkan, "Ini peringatan terakhirku. Entah kamu pergi sekarang atau ...."

Carla melirik anjing yang sedang mengunyah jam saku itu. "Aku akan membuatmu seperti jam saku itu, sampah rusak yang hanya pantas digigit anjing."

Sejak aku dewasa dan ikut menangani urusan keluarga, tidak pernah ada orang yang berani mengancamku secara langsung. Amarah di dadaku mendidih, tetapi ekspresiku tetap tenang dan berkata sambil menekankan setiap kata, "Aku pikir nggak akan begitu."

Beberapa pelayan dan anggota rendahan dari Keluarga Linggar yang berada di lorong itu tercengang.

"Dia gila ya? Berani bicara seperti itu pada Carla?"

"Pak Matteo jelas nggak peduli padanya ...."

"Berani-beraninya keluarga kampung itu menantang Carla."

Bisik-bisik dari orang di sekitar itu malah membuat Carla makin bersemangat. Dia mengangkat tangan dan hendak menampar wajahku, tetapi aku memiringkan kepala untuk menghindarinya. "Kamu dengar itu? Hiasan nggak berguna sepertimu masih ingin jadi Nyonya kami? Jangan bermimpi!"

Aku sama sekali tidak terusik oleh ejekan Carla dan berkata dengan dingin, "Carla, aku peringatkan kamu sekali lagi. Ambil jam itu, lalu enyah dari hadapanku."

"Wanita jalang!"

Emosi Carla akhirnya terpancing oleh sikapku. Dia memaki, lalu mencengkeram kerah bajuku dan melayangkan pukulan ke wajahku.

"Anjing Keluarga Linggar hanya bisa pakai tinju ya?" kataku sambil menahan lengan Carla dengan gerakan lincah.

Karena aku menepis beberapa serangannya dengan mudah, Carla merasa kesal dan mencabut belati dari pinggangnya. "Sialan! Berhenti bergerak! Kamu mau aku gores wajah cantikmu ini?"

Menghadapi belati yang diayunkan Carla, aku tidak melawan langsung dan hanya mundur menghindar. Saat itu, kata-kata penasihat kami langsung terngiang di telingaku, ini belum saatnya memperlihatkan kekuatanku.

Melihat aku terus bertahan tanpa menyerang, Carla mengira aku hanya menguasai sedikit jurus dasar dan menjadi makin berani.

Saat ujung belati Carla hampir menyentuh pakaianku, terdengar teriakan tidak sabar dari ujung lorong. "Berhenti! Ada ribut-ribut apa ini?"
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status