LOGINClaire was tagged as a wolfless and weak Alpha and with this name, she was unable to live the life she wanted. One day, in a party for only high ranked werewolves, Claire finds her mate. She sees this as an opportunity to leave the life she's always hated. She goes with Alpha Nathan but he doesn't turn out to be exactly who she thought he was. He traps Claire and makes her life very miserable. Causing her pain and punishing her for the sin of her mother. She get's Enslaved To A Ruthless Alpha
View MoreSekilas tentang latar belakang cerita
Gunung Kemukus sendiri berada di wilayah sabuk hijau Waduk Kedungombo. Gunung tersebut masuk ke wilayah Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen—Jawa Tengah.Ritual seks bebas untuk mencari kekayaan di Gunung Kemukus sudah menjadi rahasia umum.Kabarnya, setiap pengunjung harus berziarah ke makam Pangeran Samudra sebanyak tujuh kali pada Kamis Pahing atau Kamis Wage atau pada hari-hari, dan bulan yang diyakini baik.Para peziarah pencari pesugihan melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya. Kemudian pasangan pelaku ritual bertukar kontak nomor telepon dan info pribadi.Mereka melakukan perjanjian bertemu kembali di tempat lain untuk berhubungan seks setiap tiga puluh lima hari. Hal tersebut mereka lakukan selama tujuh kali berturut-turut untuk menyelesaikan ritual.Jika sudah berhasil lalu melakukan selamatan dan syukuran di Gunung Kemukus. Namun, ritual ini tak bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai weton ganjil.Cerita ditulis berdasar kisah nyata yang difiksikan agar indah untuk dibaca. Semoga bisa jadi pembelajaran bersama. Ritual pesugihan jenis apa pun adalah salah satu bentuk kemusyrikan karena memohon kepada Jin selain kepada Tuhan Yang Maha Esa."Kekayaan, umur, dan popularitas itu seperti minum dari air lautan yang asin. Makin kau minum, makin haus yang kamu dapatkan."-Shaykh Ahmad Musa Jibril-•••¤•°•¤•°••••"Eh, Ibu-Ibu! Tuh liatin si Saimah mau ke mari. Pasti pada diborong dagangan Yu Tun ama dia.”“Perasaan dia ndak pernah kerja, suaminya pun sama-sama nguli kayak suamiku. Kadang rame kadang sepi.Heran, ya! Hampir tiap bulan beli perhiasan. Uang dari mana coba?”“Jangan suudzon Ibu-ibu. Bisa jadi Mbak Saimah habis dapat warisan dari orang tuanya,” jawab Yu Tun untuk meredam ghibah para ibu-ibu pelanggan sayur di gerobaknya.Ia tak ingin sayur dagangannya jadi korban gara-gara ada pelanggan bertengkar sampai aksi jambak-jambakan karena ghibah. Saimah semakin mendekat ke arah gerobak Yu Tun dengan ditingkahi bisik-bisik usil ibu-ibu yang memang ahli menggosip.“Sst ...! Dia udah dekat. Liat dompetnya tebel dan kalungnya udah ganti lagi.”“Iya, lo. Kakinya sekarang dikasih gelang juga. Makin kaya dia.”“Ssst! Udah Ibu-ibu! Bukan urusan kita, uang dia sendiri buat beli,” ucap Yu Tun berusaha meredakan sifat sok tahu para pelanggannya.Saimah akhirnya sudah di dekat dengan ibu-ibu yang lain. Ia tersenyum dan menyapa Yu Tun dan juga yang lain. Wanita berkulit bersih ini mulai memilah-milah sayur dan ikan di atas gerobak.“Mau masak apa, Im? Tumben beli bumbu lengkap?” tanya Bu Sobir yang kebetulan tetangga sebelah rumah Saimah.Kebetulan pula suami mereka adalah sesama tukang bangunan di sebuah proyek yang sama. Namun, sekitar setahun terakhir ini kehidupan keluarga Saimah telah melejit mengalahkan keluarga Bu Sobir.Oleh sebab itu wanita berperawakan gemuk ini sedikit banyak menaruh rasa iri. Secara memang, suami mereka sama hal soal jumlah gaji dan juga tak ada usaha sampingan. “Eh, Bu Sobir. Ini, Mas Parman ingin dimasakin rendang," jawab Saimah yang membawa bumbu rendang di tangan kanannya."Wah, perasaan gajian masih seminggu lagi. Kamu sudah bisa beli daging? Kita-kita aja pada ngirit bener, beli tempe dan kerupuk biar bisa sampe gajian," cerocos Bu Sobir.Saimah hanya menanggapinya dengan senyum lalu wanita berdaster bunga-bunga ini segera membayar semua total barang belanjaan dan segera berlalu meninggalkan ibu-ibu tukang ghibah."Eh, jangan-jangan, si Saimah dan suaminya itu ngepet. Masa tiap hari makan enak mulu. Banyak duit mereka. Parman itu diajakin suamiku, mana mungkin gajinya lebih gede?”Bu Sobir memulai gosip lagi dan langsung dibumbui ibu-ibu yang lain. Sedangkan Yu Tun banyak mampu menggeleng dan segera berpamitan akan keliling ke gang lain.“Ibu-ibu maaf, saya lanjut keliling dulu. Permisi!”Yu Tun berpamitan yang ditanggapi senyuman oleh para ibu kang ghibah. Mereka lebih asik menggosip daripada berbelanja.“Loh, Yu Tuun! Wah udah jauh dia. Belanjaanku belum lengkap, udah pergi.”“Makanya kalo mau ngobrol tenang, lengkapi dulu belanjaan, Bu,” sahut Bu Sobir yang sudah bersiap memberi sekilas info gosip lagi."Bener, bisa jadi si Parman itu mencuri bahan material di proyek. Nggak mungkin, kan, hasil dari kerja. Masa gaji suami aku yang lebih gede hanya mampu beli daging sebulan sekali. Ini cincin aja mas kawin dulu, gelang pun dapat dari arisan dua tahun lalu, gak ganti-ganti, " ucap Bu Sobir semakin bersemangat.Kemudian bahasan baru itu mendengung menjadi topik utama pagi itu. Dari balik pintu rumah di depan para penghibah, Kesi mendengar semua obrolan ibu-ibu itu.Kesi adalah janda tanpa anak, yang tinggal sendiri di lingkungan tersebut dan sukses menjadi sasaran empuk biang gosip. Sama halnya dengan Saimah, janda hitam manis ini dalam waktu setahun telah berhasil merenovasi rumah peninggalan orang tuanya menjadi rumah mewah di kampung tersebut.***"Mau ke mana, Mas?" tanya Saimah saat melihat Parman mengenakan jaketnya."Ada orang boyongan di kampung sebelah. Lumayan upah borongan," jawab Parman dengan senyum mengembang."Pulangnya jam berapa? Kok, berangkatnya dadakan begini?"Saimah melihat jam dinding yang sudah menunjuk angka delapan malam."Barusan dapat WA, butuh tambahan tukang bongkar. Banyak muatan. Gak sampai Subuh, udah pulang," jawab Parman sambil berpamitan.Setelah sang suami pergi, Saimah segera menelepon seseorang. Sebuah nomor kontak diberi nama Parmiati berhasil dihubungi.“Ya, Sayang! Gimana?”Terdengar sahutan seorang pria dari seberang telepon. Tampak keduanya sudah saling mengenal sangat akrab.“Mas, bisa malam ini. Gak usah nunggu minggu depan. Ritual terakhir, kan?”“Iya, Sayang! Entar Mas ajak kamu saat pasang sajen.”“Emang’e gak ngajak istri?”“Enggak perlu amat. Kan, Mas yang lakuin ritual dengan kamu.”“Aku cuma bantuin doang, Mas. Coba wetonku genap, udah kaya dari kemarin.”“Jangan bilang gitu, Sayang. Bukannya tiap aku ada duit, pasti kirim ke kamu. Habis pasang sajen, Mas beliin kamu rumah.”“Beneran? Makasih, Mas. Semakin cinta sama kamu. Tapi istrimu gak tau, kan?”“Ya, taulah! Dia yang suruh ke Kemukus. Cuma dia gak bisa ikutan karena sakit rematik. Akhirnya, aku sendirian tuntaskan ritual.”“Yodah, jemput aku di tempat biasa. Aku barusan pesan taksi online turun di sana.”“Okey, Sayang. Muach!”Saimah segera mematikan ponsel lalu bersiap-siap ganti baju. Malam ini ia akan membantu salah seorang pelanggan menyelesaikan ritual terakhir syarat dari pesugihan Gunung Kemukus.Profesi pasangan ritual ini telah ia jalani selama 14 bulan dengan empat pelanggan. Sekarang tinggal satu pelanggan barusan yang harus ia bantu tuntaskan ritual. Ya, ia bersama pelanggan ini akan melakukan hubungan intim sebanyak tujuh kali di setiap tiga puluh lima hari.Akhirnya, karena mereka sering berhubungan secara fisik hati pun ikut bicara. Itu kata semua pelanggan yang telah memakai jasa Saimah dan berhasil kaya karena ritual dituntaskan dengan baik.Namun, Saimah hanya mencintai pria barusan dengan hati, sedangkan yang lain hanya pemanis bibir semata agar hubungan langgeng dan duit semakin lancar terkirim ke nomor rekening wanita bersuami ini.Parman yang lugu tak pernah tahu perbuatan Saimah ini karena sang wanita begitu lihai mengatur waktu. Kalau pun sekarang, Saimah selalu pegang duit banyak, wanita ini selalu berkilah kalau itu adalah hasil berjualan skin care yang lagi ngetren saat ini.Bisnis lancar, selingkuhan dengan pria idaman semakin mesra, dan duit mengalir dari empat pelanggan yang satu persatu semakin sukses menjadi orang kaya.Drrrtt! Drrrrtt!“Ngapain Kesi telepon?” tanya Saimah sambil ngedumel sambil mengusap layar ponsel untuk menerima panggilan.“Ya, halo?”“Im, besok ikut aku, ya?”“Ikut ke mana?”“Diajakin ketemuan dengan istri Mas Win.”“Bukannya dia udah tau kalo kalian pasangan ritual udah lama?”“Iya. Aku mau dinikahin Mas Win, jadi istri kedua.”“Kamu mau?”“Enggaklah! Bisa tutup buku rekening kalo aku nikah dengan dia.”“Kalo dicukupi sama dia. Udah kaya tuh! Warung bakso dia udah banyak cabang.”“Enggak enak, Im. Cuma dapat duit dari dia.”Akhirnya, Saimah terpaksa mengakhiri pembicaraan karena harus segera pergi.•••¤•°•¤•••¤•°•¤•••Chapter 109 - Love's Path UnfoldsWith the joyous celebration of their wedding still lingering in the air, Claire and Nathan found themselves already dreaming of their next chapter together. As they sat in the comfort of their shared space, surrounded by soft candlelight and the gentle melodies of their love, they began to plan their honeymoon - a journey that would be the embodiment of their love and the start of their life as a married couple.They both yearned for a destination that would captivate their senses, a place where they could immerse themselves in the beauty of nature and create memories that would last a lifetime. Their hearts were set on a secluded island nestled in the crystal-clear waters of the tropics. Its shores boasted pristine white sand that glistened under the golden sun, while lush palm trees swayed gently in the ocean breeze.Their vision of paradise unfolded before their eyes as they explored brochures and travel websites, their fingers tracing the vibrant i
- Love's Path UnfoldsWith the joyous celebration of their wedding still lingering in the air, Claire and Nathan found themselves already dreaming of their next chapter together. As they sat in the comfort of their shared space, surrounded by soft candlelight and the gentle melodies of their love, they began to plan their honeymoon - a journey that would be the embodiment of their love and the start of their life as a married couple.With the colors of the setting sun painting the sky, Harrison led Amelia to a secluded spot, their hands entwined, their hearts beating in sync. The air was thick with anticipation as Harrison's voice, tinged with a mix of nervousness and excitement, broke the silence."Hold on a second, Amelia," Harrison said, his voice filled with a mixture of anticipation and love. He reached into his pocket, his hand trembling ever so slightly, and retrieved a small velvet box. Opening it slowly, he revealed a dazzling ring that sparkled in the fading light.Amelia's
A Day of Uniting HeartsThe morning sun cast its warm glow upon the verdant landscape, heralding the arrival of a momentous day. It was the day that Claire and Nathan, two souls bound by fate and love, would exchange their vows and pledge their lives to one another. The air was charged with an electric anticipation, and the scent of blooming flowers wafted through the air, as if nature itself was celebrating this union.As the sunlight filtered through the windows of the grand hall, casting dancing patterns on the polished marble floor, Claire stood before a sea of loved ones, her heart aflutter with a mixture of excitement and nervousness. She wore a gown that shimmered like moonlight, its intricate lace and delicate beadwork an exquisite testament to the craftsmanship that had gone into its creation. Her hair cascaded in loose curls, adorned with a crown of delicate blossoms that added an ethereal touch to her radiant beauty.Nathan, resplendent in a tailored suit that accentuated h
With the wedding day fast approaching, Nathan's heart pulsed with a mix of excitement and nervousness. He busied himself with meticulous preparations, ensuring that every detail would be perfect for their special day. Time felt like a fleeting ally, urging him to make the necessary arrangements swiftly. He understood the significance of this moment, the importance of solidifying their bond in the presence of their pack and the wider world. Nathan's unwavering determination fueled his actions as he strived to create a wedding that would serve as a lasting testament to their love and commitment.With a mixture of nerves and determination coursing through his veins, Nathan embarked on the arduous journey back to Claire's father's pack. The weight of his purpose hung heavy on his shoulders, causing a surge of adrenaline to course through his body. A voice in his mind whispered doubts and fears, but he pushed them aside, focusing on the love that burned bright within his heart.As he neare
Amelia's footsteps echoed softly against the polished wooden floor as she made her way through the dimly lit hallway. The flickering candlelight cast dancing shadows along the walls, adding an air of mystery and anticipation to her journey. The sound of her racing heartbeat reverberated in her ears,
Harrison sat on the edge of the hospital bed, his fingers entwined tightly with Amelia's, their hands providing solace and reassurance in the face of uncertainty. The room, bathed in the soft glow of dawn's early light, seemed to hold its breath in anticipation of Amelia's awakening. The faint scent
Chapter 106One month later, the anticipated day arrived when Claire's father returned to the pack. Amidst the jubilant atmosphere, Claire stood beside Nathan, her heart fluttering with a mix of excitement and apprehension.As the pack settled into a respectful silence, Claire's father addressed the c
The path they traversed was lined with vibrant wildflowers, their colors spanning the spectrum from fiery reds to soft pastels. Each step stirred the petals, releasing a symphony of delicate fragrances that danced on the gentle breeze. Bees buzzed and butterflies fluttered, drawn to the blossoms lik






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore