Masukครูเอ๋ยกับหมอมาร์ค อดีตคนรัก ที่ต้องเลิกราเพราะความเข้าใจผิดเล็กน้อย โคจรมาเจอกันอีกครั้ง... โดยมีดอกเหมยหลานสาวตัวน้อยเป็นสื่อรักชักนำพา ครูสาวที่กำลังคบหากับชายคนใหม่.. หมอหนุ่มที่เดินหน้าง้อเต็มที่... ชายใดจะชนะใจครูเอ๋ยกันนะ..
Lihat lebih banyak“AAAOOOOO…”
Lolongan panjang terdengar di sana. Suaranya melengking dan juga keras, begitu memekakkan telinga serta memecahkan kesunyian di tengah malam. Suara gemerisik dari dahan pohon yang bergoyang ikut terdengar, bau anyir darah yang pekat juga menambah rasa seram dan membuat bulu kuduk siapapun bisa berdiri karena ngeri.
Pemandangan itu mirip seperti pemandangan horor yang mencekam.
“AAHH…. TOLONG…! JANGAN BUNUH DIRIKU…!” Seorang laki-laki yang tubuhnya bersimbah darah memohon untuk tidak dibunuh. Wajah pria itu pucat pasi, darah yang mengucur hebat dari kening membasahi area pipi kanannya. Ia kehilangan banyak darah, akan tetapi karena keinginannya untuk tetap hidup membuat pria itu terus bergerak, menjauh dari bahaya yang ada di depan mata.
Sang pria terus merayap, kaki kanannya yang putus memaksanya untuk bergerak menggunakan kedua tangan. Ia mencoba untuk pergi menjauh, membuat jarak dirinya dengan bahaya yang mengancam itu bertambah jauh. Pergerakan sang pria terbatas, kedua matanya terbelalak lebar, mulutnya yang terbuka dan menutup untuk mendapatkan pasokan oksigen pun kini ikut ternganga.
Seraya merayap mundur dengan kedua sikunya, sang pria beberapa kali menatap ke depan, ke arah monster berambut lebat dan bertubuh tinggi yang tengah membelakangi cahaya rembulan di belakang sana. Monster itu tinggi dan besar —hampir tiga meter tingginya. Kedua telinga besarnya berdiri tegak di atas kepala itu bergerak-gerak sesaat mengamati pergerakan sang pria, lalu mulut di bawah moncong besarnya terbuka lebar, memperlihatkan dua deret gigi bertaring yang sangat mengerikan.
“AAAOOO…!!!” Si manusia serigala menengadahkan kepalanya ke atas. Dia membuka lebar mulutnya, lalu melolong sekeras-kerasnya.
“AAAAOOOOO!!!!”
“AAAOOO…”
“AAAAOOOOO!!!”
Sambutan demi sambutan pun menggelegar di sana. Lolongan dari manusia serigala yang mengarah ke bulan disambut oleh lolongan dari manusia serigala lainnya. Pesta berdarah yang dikuasai oleh kengerian pun dimulai, dan sang pria yang merangkak penuh ketakutan pun menjadi satu-satunya saksi biksu yang masih hidup di tempat itu.
“AAAKKHH!!!” teriak sang pria penuh kesakitan. Ia menurunkan matanya, di sana ia melihat empat cakar besar yang tajam menusuk dadanya dari belakang sampai tembus ke depan. Rasa sakit menghantamnya dengan kekuatan penuh. Kedua matanya terbelalak lebar, dan si pria membawa kedua tangannya yang bergetar untuk menyentuh area luka besar yang ada di dadanya.
Darah segar menyembur hebat dari luka yang menganga di dada. Sang pria juga memuntahkan darah dari mulutnya. Kedua mata pria itu berkunang-kunang sekaligus kabur, dan napas terakhirnya pun menghilang kala cakar tajam yang menusuknya dari belakang ditarik dari tubuhnya. Tidak lama kemudian, manusia serigala yang menyerang pria itu langsung menggigit lehernya, mengoyak daging dan kulit dengan brutal, lalu melahapnya. Begitu rakus. Sangat menakutkan.
BRUK…
Tubuh itu jatuh menghantam tanah karena tidak ada yang menopangnya, tepat di antara mayat-mayat yang termutilasi dan tergeletak di atas tanah hutan. Manusia serigala yang berjumlah lebih dari sepuluh orang pun menikmati aroma darah dan daging besar dari manusia yang mereka bantai. Mereka kembali melolong ke udara, menyerukan kegembiraan karena ‘pesta’ yang terjadi di sana.
“AAAAOOOOO!!!”
Pemandangan seram itu adalah apa yang Orion lihat ketika ia membuka matanya untuk yang pertama kalinya. Dia berdesis, menahan rasa sakit luar biasa yang dirasakannya. Sebelum Orion bisa mengetahui apa yang terjadi di tempat itu, tubuhnya yang sudah terluka parah kini mulai merasakan lemah dan membuatnya hampir melayang serta kehilangan kesadaran.
Mata Orion menggelap, ia ingin pingsan karena tubuhnya yang kehilangan banyak darah. Akan tetapi, instingnya untuk bertahan hidup yang telah terasah oleh marabahaya pun memaksanya untuk tetap terjaga. Dengan bersusah payah Orion bangkit dari posisi tidurannya, ia menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu mengedarkan pandangannya untuk melihat ada di mana dirinya berada sekarang ini.
Pepohonan besar tumbuh tinggi menjulang ke atas, dedaunannya yang tumbuh di dahan pohon-pohon itu sangat rindang, menutupi langit di atas sana sampai membuat Orion kesulitan untuk melihat apakah sekarang ini siang atau malam. Di sana Orion melihat ada banyak tubuh manusia tergeletak di atas lantai hutan sampai area altar tempatnya berada. Warna merah darah menjadi warna dominan dan membentuk genangan yang menyeramkan, aroma darah yang anyir mendominasi area itu.
Pemandangan yang tersaji di depan matanya sangat menyeramkan, mampu membuat bulu kuduk orang yang melihatnya berdiri hebat. Sayangnya, ekspresi Orion tidak berubah sedikit pun ketika ia menemukan dirinya berbaring di antara para mayat yang termutilasi. Dia masih tenang, bahkan keningnya juga tidak berkerut ngeri, serta kedua matanya masih mengisyaratkan kekaleman seperti apa yang tersaji di sana bukanlah hal yang menyeramkan.
Dengan tubuh yang telah mencapai batas karena luka parah yang dideritanya, Orion pun beringsut ke samping, menghindari serangan telak yang berasal dari depan. Setelah itu Orion berguling beberapa kali dan kemudian menggunakan satu lutut untuk bertumpu setelah berhenti. Orion melihat seekor manusia serigala yang berbulu lebat rupanya menyadari kalau dirinya tidak mati, sang manusia serigala yang murka itu pun langsung menyerang Orion dengan mengibaskan cakaran tajam tangannya pada pemuda itu. Beruntung sekali Orion yang memiliki insting tajam bisa menghindar, sehingga dia bisa selamat dari serangan tersebut.
“Wow, kalau aku tidak segera menghindar pastinya aku sudah menjadi daging cincang di tanganmu,” ungkap Orion. Lidahnya berdecak kecil, mencemooh sang manusia serigala yang barusan gagal mengeksekusi dirinya. Meskipun tubuhnya begitu lemah, Orion masih memiliki energi untuk mengatakan hal itu.
Tahu kalau Orion tengah mengolok-olok kegagalannya, si manusia serigala yang tubuhnya diselimuti oleh rambut keabu-abuan itu menggeretakkan gigi-gigi besarnya. Ia menggeram. Seraya bertumpu pada kedua lutut besarnya, si manusia serigala pun melompat tinggi. Dia begitu cepat, dua tangannya dengan kuku-kuku tajam mengarah pada Orion, siap mencabik tubuh pemuda itu tanpa ampun.
Kurang dari satu detik kemudian, si manusia serigala sudah berada di atas Orion, dia akan menerkam tubuh ringkih Orion.
Orion meludahkan darah yang menggumpal dalam mulut. Dia mengambil sebuah belati perak dari ruang kosong yang tak kasat mata. Dengan belati perak di tangan, Orion menghalau serangan tajam manusia serigala yang dilayangkan padanya. Meskipun tubuh Orion jauh lebih kecil bila dibandingkan ukuran si manusia serigala, pemuda itu terlihat tidak kesulitan ketika menahan serangan yang diberikan padanya, terutama dengan tubuhnya yang bisa dikatakan tidak fit karena luka berat yang dimilikinya.
Ketika serangan mereka bertemu, Orion tidak membuang banyak waktu untuk mendorong musuhnya menggunakan belati —mengibaskan si manusia serigala darinya.
Detik berikutnya, Orion bergerak begitu cepat dan cekatan. Ia muncul di belakang tubuh besar si manusia serigala lalu menebas leher monster itu menggunakan belati perak di tangannya. Begitu tebasan itu dilayangkan, tubuh dan kepala manusia serigala terpisah. Darah segar dalam jumlah banyak muncrat ke udara, Orion melompat di udara sebelum mendarat beberapa meter dari manusia serigala yang dibunuhnya.
BUAGH…
Suara tubuh besar yang terjatuh terdengar cukup keras. Suara itu dan juga aroma darah yang pekat di udara menarik perhatian manusia serigala lainnya yang ada di tempat itu.
“Grrrr…. AAAAOOOOO!!!” Manusia serigala terdekat dengan tempat Orion bergegas berlari ke arahnya, ia geram karena melihat anggota klannya terbunuh di tangan ‘binatang berkaki dua’ —manusia— rendahan seperti Orion.
Orion melesat ke belakang, ia menghindari serangan yang dilayangkan bertubi-tubi oleh si manusia serigala kedua. Setelah menghindari serangan untuk kedua kalinya, Orion menendang sisi samping tubuh si manusia serigala. Tendangan yang terlihat lemah namun memiliki kekuatan yang besar itu membuat si manusia serigala terpental sejauh empat meter dari Orion.
Pemuda itu menoleh ke samping. Dua manusia serigala lainnya yang bertubuh besar menyerangnya dari dua arah yang berlawanan secara bersamaan. Orion mengendikkan kedua bahu, lalu sosoknya menghilang dari kepungan dua manusia serigala. Orion melesat ke udara, dengan kecepatan yang tinggi dan sukar untuk dilihat oleh mata telanjang, dengan cepat ia kembali memenggal kepala kedua manusia serigala sebelum mendarat di atas dahan pohon yang besar dan kokoh tidak jauh dari sana.
“Monster di sini tidak terlalu kuat, namun anehnya mereka bisa membunuh banyak orang termasuk pemilik tubuh ini,” gumam Orion. Ia melihat ke bawah, matanya yang begitu tenang sibuk mengawasi pergerakan monster yang ada di bawah sana.
“Apa orang-orang yang tinggal di tempat ini sangat lemah?” tanyanya lagi kepada diri sendiri.
Termasuk tiga manusia serigala yang berhasil ia bunuh tadi, Orion menghitung jumlah monster yang ada di tempat ini tidak lebih dari sepuluh banyaknya. Pemuda itu menarik napas dalam-dalam, ia menggunakan persepsi untuk menyembunyikan keberadaannya agar tidak dideteksi oleh kawanan manusia serigala yang ada di bawah sana.
“Open.”
Begitu kalimat itu meluncur dari mulutnya, sebuah layar dengan garis biru di tepiannya muncul di hadapan Orion. Layar virtual itu memiliki nama “System: Infinity Abyss”. Nama itu tidak terdengar asing bagi pemain Infinity Abyss seperti Orion. Hanya mereka yang terhubung dengan sistemnya lah yang bisa melihat layar masing-masing.
“Sistemku anehnya masih bekerja, padahal aku ingat sebelum meninggalkan Paradis aku sudah menghancurkan otak utama dari sistem ini,” gumam Orion kepada dirinya sendiri.
Mata Orion menelisik apa yang terpasang di layar virtual di depannya. Di sana terdapat empat bagian yang bisa diseleksi, mereka adalah: ruang portabel, sistem mall, sistem trading, dan forum.
Dan di bagian paling bawah layar tertera jumlah poin yang Orion miliki adalah 9999999999+, poin itu sama persis dengan jumlah poin yang Orion miliki ketika dia berada di Paradis. Terutama setelah Orion berhasil keluar sebagai pemenang, ia mendapatkan banyak poin tambahan yang kini terakumulasi menjadi satu dengan poin sebelumnya.
Apabila Orion kembali ke Paradis, ia akan menjadi orang terkaya dalam permainan Infinity Abyss dengan jumlah poin sebanyak itu dalam genggamannya. Dan pemain lainnya tentu akan merasa iri dengannya.
“Ada yang berbeda dari sistem ini. Di sini tidak ada informasi umum dan langsung mengarah pada sistem mall,” gumam Orion lagi. Jarinya mengarah pada ruang portabel, di sana terdapat berbagai macam barang serta senjata yang Orion miliki dan tersimpan rapi pada sistem virtual tersebut.
Lalu Orion mengeklik sistem mall di samping ruang portabel. Dalam sistem mall itu Orion melihat ada berbagai macam barang yang dijual di sana, mulai dari barang sederhana seperti makanan, pakaian, sampai mata uang dari berbagai negara yang belum pernah Orion lihat sebelumnya. Di sistem mall juga menjual barang-barang bernilai tinggi seperti ramuan khusus, batu rune, senjata dalam kelas E sampai legendaris dan mistik, serta masih banyak lagi. Asalkan memiliki poin, mereka bisa membeli barang apapun dalam sistem mall.
Beruntungnya semua harga yang tertera pada barang di sistem mall masih berada dalam rentang harga yang bisa Orion beli menggunakan poin.
Orion mengarahkan jarinya pada sistem trading yang ada di bagian paling bawah. Di area sistem trading Orion tidak melihat apapun di sana, layar virtualnya masih bersih dan kosong.
“AAAAOOOOO!!!!” Lolongan super keras dari kawanan manusia serigala kembali terdengar. Suaranya menyebar ke seluruh penjuru area hutan, memaksa perhatian Orion yang ingin melihat area forum pada layar virtual sistemnya untuk kembali mengarah pada kawanan monster tersebut.
“Mempelajari sistem ini bisa dilakukan nanti. Yang terpenting sekarang adalah mengeliminasi monster di tempat ini.”
Tanpa melihat ke arah layar, jari tangan Orion mengarah pada sistem mall dan ia membeli dua botol ramuan penyembuh seharga dua poin per botolnya. Tubuh yang Orion gunakan bukanlah tubuhnya sendiri, dia tidak melihat ada kemampuan regenerasi cepat dalam tubuh ini, sehingga Orion membutuhkan ramuan penyembuh untuk membuat semua luka di tubuhnya sembuh sebelum ia menghadapi sisa monster yang ada di bawah sana.
30. The end You’re my world. Mark talksคุณเคยรักใครสักคนไหม? รักมากจนคิดไม่ออกเลยว่าถ้าขาดเธอหรือเขาคนนั้นไปจะมีชีวิตอยู่ได้อย่างไร ในช่วงเวลาที่ผมมีเธอ ผมไม่เคยมานั่งนึกนั่งจินตนาการเรื่องอะไรแบบนี้หรอก จนกระทั่งวันที่เธอจากผมไป แค่คิดว่าชีวิตนี้ไม่มีเธออีกแล้ว หัวใจของผมก็บีบรัดแน่นจนเจ็บ เจ็บจนหายใจไม่ออกและไม่อยากมีชีวิตอยู่บนโลกสีเทาๆนี้ต่อไป โชคยังดีที่ผมยังมีเพื่อนๆอย่าง หมอมิกกี้ หมอปาล์มและหมอเป้ ที่อยู่ข้างๆในวันที่ไม่มีใคร ผมเพียรพยายามตามหาเธอในที่ๆคิดว่าเธอจะอยู่ บ้านที่ผมเคยไปเธอเมื่อครั้งเราคบหากันก็ประกาศขาย เอ๋ยทิ้งผมไปโดยที่ผมไม่มีโอกาสแก้ตัวอะไรเลย ผมใช้ชีวิตอยู่แบบไร้วิญญาณอยู่เกือบสี่ปี จนกระทั่งวันหนึ่ง..“มาร์คอยู่เวรแทนกูด้วยนะเพื่อน วันนี้แม่กูมา” ไอ้หมอมิกถึงกับยกมือไหว้ แม่ที่ว่าก็คงไม่แคล้วแม่ทูนหัวอย่างแน่นอน ผมกำลังจะอ้าปากปฏิเสธเพราะเพิ่งจะออกจากเวรวอร์ดเมื่อเช้า ถึงจิตใจจะทนไหวแต่ร่างกายที่พร้อมจะหลับอยู่ทุกเมื่อมันเริ่มประท้วงว่าผมควรจะนอนยาวๆสักที“ขออีกวันนะมาร์คเพื่อนรัก วันนี้คงไม่เยินหรอก ก
Ep. 29“วันนี้หมอมาร์คจะเซอร์ไพรซ์อะไรน้า” คำถามของมะปรางทำให้ฉันอดนึกถึงเหตุการณ์วันวาเลนไทน์เมื่อหกปีที่แล้วอย่างเสียไม่ได้ มันเป็นครั้งแรกที่เรามีความสัมพันธ์ลึกซึ้ง คืนพิเศษฉันโดนสามีหนุ่มหลอกล่อว่าไปเอาของขวัญที่คอนโดของเขา จนถึงวันนี้ยังไม่รู้เลยว่าของขวัญที่ว่าคืออะไรแถมหลังจากผ่านเรื่องอย่างว่าฉันก็เป็นไข้จนไม่ได้ไปเรียนถึงสองวันและเหตุการณ์นั้นทำให้มะปรางพูดแซวอยู่นาน..“อาจจะเซอร์ไพร้ซ์ด้วยการไม่ว่างก็ได้นะ หมอนะจ้ะเผื่อติดเคสด่วนไรงี้” ฉันพูดไปตามความจริงแต่ถามว่ามาร์คติดงานแล้วฉันจะต้องงอนหรือน้อยใจ ฉันก็ไม่ใช่สาวใสวัยรุ่นแล้วถ้าไม่ว่างวันนี้ก็ไปกินข้าวกันวันอื่นก็ได้เพราะอาชีพแพทย์เอาเวลาแน่นอนนักไม่ได้“แล้วนี่ถามจริงท้องจริงรึเปล่า ทำไมหน้าท้องแบนราบอย่างนั้น บอกมานะหนูน้อยซ่อนตัวอยู่ที่ไหน?” มือเล็กๆของมะปรางลูบไปตามหน้าท้องที่แบนราบยิ่งกว่าตอนไม่ท้องเพราะช่วงแรกฉันแพ้ท้องมาก แทบจะกอดโถชักโครกนอน แต่มาร์คก็ช่วยหาของเปรี้ยวๆขนมปังกรอบชิ้นเล็กๆหรือลูกอมให้ฉันกินตลอดและเขาก็คือคนที่ช่วยให้ฉันผ่านช่วงทรมานนั้นมาได้ ถ้าฉันคลื่นไส้จนนอนไม่ได้เขาก็จะนั่งลูบหลังใช้ผ้าชุบน้ำเช็
Ep. 28“เอ๋ย สวัสดี” แก๊งคุณหมอเพื่อนสนิทของมาร์ค ซึ่งมีคุณหมอมิกกี้ คุณหมอปาล์มและคุณหมอเป้เดินเข้ามาในบ้านใหม่ที่เราเพิ่งเข้าอยู่ได้เพียงอาทิตย์กว่าๆ เพียงเพราะสามีหนุ่มเห็นว่าบ้านหลังเดิมไม่มีพื้นที่หน้าบ้านกว้างๆให้ลูกๆได้วิ่งเล่น ส่วนบ้านหลังเดิมที่ฉันซื้อดาวน์ไว้ มาร์คก็จัดการใช้เงินก้อนปิดงวดทั้งหมดและเตรียมปล่อยขาย“สวัสดีค่ะ” ฉันส่งยิ้มให้แขกผู้มาเยือนพลางเชื้อเชิญให้ทุกคนนั่งพักที่โซฟาห้องรับแขก“ดอกเหมย สวัสดีเพื่อนๆคุณพ่อสิลูก” หนูน้อยเงยขึ้นจากกิจกรรมวาดภาพระบายสี ลุกจากโต๊ะเขียนหนังสือตรงมายังกลุ่มคุณลุงหมอแล้วยกมือไหว้พร้อมกับยิ้มจนตาหยีจนเห็นฟันทุกซี่“ดอกเหมยน่ารักน่าชังจังเลยลูก คุณลุงซื้อตุ๊กตามาฝากด้วย” คุณหมอมิกกี้ส่งกล่องของเล่นให้ดอกเหมย มือหนาลูบไปตามเส้นผมเด็กน้อยด้วยความเอ็นดู“ขอบคุณค่ะ ของคุณลุงคนนี้กับคนนี้ไม่มีเหรอคะ?” เด็กน้อยถามพาซื่อไปตามประสาเด็กที่คิดว่าทุกคนที่มาเยี่ยมต้องมีของฝาก เรียกเสียงหัวเราะให้กับแก๊งคุณหมอ“เหมยไม่ถามแบบนั้นนะคะ ถ้าคุณลุงจะให้คงจะให้เอง” ฉันเอ็ดลูกสาวแกมสั่งสอนไปในตัว เหมยยังเด็กมากเพิ่งจะพูดรู้ความระบบความคิดบางอย่างอาจยังไ
Ep. 27Aey and Mark the first time (2)ฉันมองผู้ชายตรงหน้าด้วยแววตาที่สับสนปนความอยากรู้อยากลอง“เอ๋ย เป็นของมาร์คได้ไหม?”“..............” ฉันกลืนน้ำลายหนืดๆลงคอเมื่อต้องอยู่ในสถานการณ์ที่แอบทำใจไว้ก่อนแล้วแต่ไม่คิดว่าวันที่ต้องมีสัมพันธ์ลึกซึ้งจะมาถึงเร็วกว่าที่กำหนดไว้..“เอ๋ย รังเกียจมาร์คเหรอ?” ใบหน้าหล่อเหลาตามแบบฉบับหนุ่มตี๋งอง้ำคล้ายจะผิดหวังที่ฉันนิ่งเงียบ จนฉันรีบโบกมือปฏิเสธ“ไม่ใช่แบบนั้นนะมาร์ค คือว่าเอ๋ย..เอ๋ย..” คือฉันไม่ได้รังเกียจมาร์คเหมือนที่ชายหนุ่มเข้าใจ แต่ฉันยังไม่พร้อมจะมีอะไรกับเขาต่างหาก“ถ้าไม่รังเกียจมาร์ค มาร์คทำต่อได้ไหม..” พอพูดจบเขาก็แตะริมฝีปากไล่ไปสันกรามเรื่อยลงมาจนถึงซอกคอทั้งสองข้าง ความรู้สึกประหลาดจู่โจมเข้ามาอีกครั้งใจนึกอยากจะปัดป้องแต่กลับไร้เรี่ยวแรงเหมือนคนเป็นอัมพาตชั่วคราว อากาศในห้องนอนเย็นเยียบแม้ไม่ได้เปิดเครื่องปรับอากาศ หากแต่อยู่ในช่วงกุมภาพันธ์สภาพอากาศยังคงเย็นสบายในช่วงกลางคืน ทว่าอุณหภูมิร่างกายกลับพุ่งสูงตามอารมณ์อย่างว่าที่เริ่มก่อตัวขึ้น ว่าที่คุณหมอค่อยๆรั้งชุดเดรสของฉันขึ้นมาเหนืออกและถอดมันออกจนเหลือแต่บราเซียสีหวานกับแพนตี
Ep. 7“เอ๋ย..แกจะไปไหน” ขณะที่ฉันกำลังจะเปิดประตูรถยนต์เสียงเรียกของมะปรางดังขึ้น..“ก็ไปรับดอกเหมยแล้วก็กลับบ้านไง” ตอนนี้ได้เวลาเลิกเรียนแล้ว..ฉันจึงเก็บกระเป๋าข้าวของเพื่อจะไปรับหลานสาว..“แกไม่ได้อ่านไลน์กลุ่มเหรอ? ประชุมเกี่ยวกับการประเมินโรงเรียนด่วน..” จริงสิ..พอสอนเสร็จฉันก็ยังไม่ได้จับโทรศ
Ep. 3พอสอนคาบสุดท้ายเสร็จได้เวลาเลิกเรียน..ฉันต้องรีบไปรับดอกเหมยที่โรงเรียนอนุบาลประจำจังหวัด..พอเดินมาถึงโรงรถปรากฏว่า..ล้อหลังแบนสนิทแถมยังมีตะปูเสียบโชว์เป็นหลักฐานชั้นดีว่าทำไมล้อถึงแฟ่บได้ขนาดนั้น..ฉันดูเวลาในนาฬิกาข้อมือ..ตอนนี้หลานรักคงกำลังยืนรออยู่ที่หน้าโรงเรียนแน่ๆ..“ครูเอ๋ย..มีอะไรรึ
Ep. 2Mark talksสี่ปีที่แล้ว....เป็นช่วงที่เอ๋ยซึ่งเรียนครุศาสตร์ซึ่งเธอฝึกสอนครบหนึ่งปีแล้ว..และเตรียมสอบบรรจุแต่งตั้งเพื่อรับราชการครู..ส่วนผมจบปีห้าและกำลังจะเป็นหมอเอ็กเทิร์นปีหก..วันนั้นผมพาเพื่อนมาฉลองที่คอนโด..แอลกอฮอล์ของมึนเมาจัดเต็มเหมือนเป็นการปลดปล่อยจากการสอบที่เคร่งเครียด..ผมดื่มหนั
Ep. 1“น้าเอ๋ย...เหมยปวดท้อง..ฮือ..” เสียงร้องโอดโอยของหลานสาวตัวน้อย..ปลุกฉันให้ตื่นขึ้นในกลางดึก..มือเล็กๆขาวๆของดอกเหมยกุมมือฉันไว้แน่น..ใบหน้าขาวนวลเนียนที่มีเลือดฝาดอยู่เป็นนิจ..กลับซีดเผือดจนน่าตกใจ..“เหมย..เดี๋ยวน้าเอ๋ยจะพาไปโรงพยาบาลนะ..” ด้วยอารามตกใจฉันอุ้มร่างเล็กไว้แนบอก..คว้ากุญแจรถวิ





