Share

10. Tidak sempurna

last update publish date: 2026-03-11 10:47:42

Gadis menatap pasangan muda yang sedang berfoto bersama kedua anaknya. Dari apa yang terlihat oleh matanya, pasangan itu seusia dirinya dan Dipta. Melihat mereka bahagia dengan keluarga kecilnya entah kenapa ada perasaan iri dalam dirinya. Kenapa ia dan Dipta tidak bisa seperti itu? Terlebih sejak 5 bulan yang lalu saat ia dan Dipta datang ke dokter kandungan dan dokter kandungan mengatakan jika sel telurnya terlalu kecil untuk dibuahi. Ini membuatnya belum kunjung hamil hingga saat ini. Vitami
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • From Bully to Love Me   138. Kita Nikmati Bersama

    Gadis menarik bibirnya hingga ciuman brutalnya bersama Gavriel yang melibatkan lidah itu berakhir. Kini Gadis mulai menciumi sekitaran leher Gavriel hingga Gavriel mencengkeram pinggangnya cukup kuat malam ini. Gadis terus melakukan apa yang biasanya Gavriel lakukan kepadanya. Ia menyusuri setiap inci tubuh Gavriel dengan bibir dan lidahnya. Kali ini Gadis harus bersyukur karena ia melakukan ini ketika mereka sudah selesai mandi. Jika tidak entah apa ia akan mau melakukannya.Gadis menghentikan aktivitas menyusuri tubuh Gavriel ini ketika ia sampai di atas puncak salah satu gunung kembar Gavriel. Ia akan mencoba melakukan hal yang sama dan ternyata efeknya pun tidak jauh berbeda. Gavriel mendorong kepalanya mundur hingga membuat Gadis kembali berdiri dengan tegak. Belum sempat Gadis bertanya kenapa Gavriel memintanya untuk berhenti namun kini Gavriel sudah mengangkat tubuhnya laya

  • From Bully to Love Me   137. Tidak Sesuai Rencana

    Gavriel menyeka keringat yang membasahi dahinya sore ini setelah ia selesai mengepel lantai rumah. Gadis benar-benar keterlaluan padanya hari ini. Sudah ia katakan untuk cuek saja dengan kondisi rumahnya karena asisten rumah tangga yang seminggu datang empat kali sedang sakit sehingga kondisi rumah sedikit berantakan, tapi Gadis tetap saja tidak peduli dengan penjelasannya. Bukannya mengistirahatkan tubuh dan pikirannya weekend ini, yang ada Gavriel justru harus membabu bersama Gadis di rumahnya sendiri."Dis, mending udahin aja deh acara bersih-bersihnya. Ini sudah hampir jam lima sore. Mending kita mandi terus cari makan di luar.""Baru juga kita selesai ngepel, cuci piring sama lap kaca, Gav. Enggak bisa ah begitu. Aku belum nyetrika baju kamu yang numpuk itu di belakang."

  • From Bully to Love Me   136. Aku Pamit

    Gavriel memperhatikan Adit yang tampak tidak nyaman pagi ini saat mereka akan sarapan bersama-sama di halaman belakang rumah Hanna menggunakan daun pisang sebagai alasnya. Setelah memperhatikan Aditya, Gavriel mencoba memperhatikan Elang yang nyatanya tetap bisa nyaman duduk bersila di hadapannya meskipun ia datang dari latar belakang yang sama dengan Adit. Kini Gavriel menoleh dan ia bisa melihat Gadis yang sedang duduk sambil memangku Lender. Gadis terlihat sedang berusaha membuat Leander duduk dengan sabar dan tidak berlari-lari lagi."Le... nanti kita mau makan bersama-sama, Lean duduk di samping Bunda, ya?""Tapi aku enggak biasa makan pakai tangan, Bunda.""Okay, Bunda ambilkan sendok dan garpu ke dapur dulu."

  • From Bully to Love Me   135. Ayah sama Bunda lagi ngapain?

    Berada satu tenda dengan Gavriel dan Lean membuat Gadis bersyukur karena dua orang yang ia sayang ada di dekatnya malam ini. Ini adalah hari-hari terakhirnya untuk bisa menghabiskan waktu dengan dua orang ini. Senin pagi ia harus kembali ke Solo dan menyiapkan barang-barangnya sebelum acara travelling-nya selama beberapa bulan kedepan dimulai."Bunda ini sakit, ya?" tanya Lean sambil menunjuk bekas cacar air yang ada di wajah Gadis. "Ini sudah sembuh, Le, cuma tinggal bekasnya aja.""Maaf ya, Bunda... Lean enggak ikut ke Solo kemarin sama Ayah.""Kenapa kamarin enggak ikut ke Solo?" tanya Gadis sambil menatap Lean dengan wajah memelasnya.Gavriel yang

  • From Bully to Love Me   134. Camping di halaman

    Gadis memperhatikan mobil yang berjalan di depannya sambil menyedakapkan kedua tangannya di depan dada. Ia heran bagaimana bisa Hanna pergi begitu saja ketika acara di tempat Aditya belum selesai. Bahkan saat ia melewati ruang tengah, Aditya masih beramah tamah dengan para tamu undangan. Gavriel yang melihat bagaimana Gadis menatap mobil Hanna yang berjalan di depannya hanya bisa tersenyum."Kamu ini kenapa lihatin mobilnya si Hanna begitu?""Enggak, cuma heran aja kenapa Hanna kabur sebelum acara ultahnya Adit selesai? Padahal 'kan Adit pacar dia.""Iya mereka pacaran 15 tahun yang lalu, kalo sekarang sih enggak. Lebih tepatnya Adit yang ngejar-ngejar Hanna sekarang dan mereka enggak pacaran.""Why?""Nanti juga kamu tahu sendiri kenapa."

  • From Bully to Love Me   133. Ulang Tahun Aditya

    Elang tidak berhenti tertawa dibalik kemudi mobil. Ia masih tidak menyangka jika dirinya bahkan diminta melakukan tes mantoux oleh Aryanti dan Sudibyo kala sampai di ruang perawatan Gadis tadi. Meskipun bingung dan heran dengan permintaan kedua orangtua Gadis itu, namun ia tak kuasa menolaknya. Akhirnya Elang melakukan tes itu dan mau tidak mau beberapa hari lagi ia harus mengunjungi faskes untuk mengecek hasil testnya itu. Semoga saja hasilnya negatif. Saat ia sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke Jakarta, Elang baru bertanya kepada Gavriel alasan orangtua Gadis meminta dirinya melakukan hal itu. Meskipun Gavriel tidak menjelaskan secara gamblang namun Elang tahu apa yang membuat Gavriel dan Gadis meributkan masalah positif dan negatif.Elang bahkan tak pecaya jika Gavriel dan Gadis begitu solid bukan hanya menjadi pasangan, tapi juga sebagai partner

  • From Bully to Love Me   28. Dia Punya Rasa Sama Kamu

    Gavriel yang melihat Alena diam saja hanya bisa menghela napas panjang. Sejak tadi temannya itu tampak sedang berpikir keras. Entah apa yang Alena pikirkan, tapi Gavriel mengira jika itu karena ia kecewa dengan penerbangan kelas ekonomi yang dirinya

  • From Bully to Love Me   26. Akhirnya dia setuju

    Gavriel menoleh untuk melihat jam di sudut dinding kamar perawatan Gadis. Kala melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan Gadis juga tak kunjung menutup matanya, membuat Gavriel merasa sedikit khawatir.

  • From Bully to Love Me   24. Ternyata dia tak sejahat itu

    Hampir dua jam ini Gadis terus menerus berdoa dan berharap jika Gavriel akan berhasil mendapatkan bukti rekaman CCTV di rumahnya. Terlebih ia lupa memberi Gavriel kunci utama rumah. Semoga saja Gavriel dapat masuk ke rumah.

  • From Bully to Love Me   23. Lebih cepat satu langkah

    Alena memilih menyembunyikan wajahnya dibalik koran yang pura-pura sedang ia baca. Ia memilih memperhatikan Rachel dari jauh sejak ia akan memasuki kamar hotel setelah cek-in. Tidak ia sangka jika selingkuhan suami Gadis ini akan menginap d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status