Share

10. Tidak sempurna

last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-11 10:47:42

Gadis menatap pasangan muda yang sedang berfoto bersama kedua anaknya. Dari apa yang terlihat oleh matanya, pasangan itu seusia dirinya dan Dipta. Melihat mereka bahagia dengan keluarga kecilnya entah kenapa ada perasaan iri dalam dirinya. Kenapa ia dan Dipta tidak bisa seperti itu? Terlebih sejak 5 bulan yang lalu saat ia dan Dipta datang ke dokter kandungan dan dokter kandungan mengatakan jika sel telurnya terlalu kecil untuk dibuahi. Ini membuatnya belum kunjung hamil hingga saat ini. Vitami
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • From Bully to Love Me   142. Aku terima tawaran kamu

    Bukannya menuju ke rumah Gavriel, sore ini Gadis justru ada di rumah Alena. Ia curahkan semua yang ia alami siang hari ini di mall. Reaksi Alena tidak seperti biasanya yang selalu menggebu-gebu dan fasih mengeluarkan sumpah serapah dari bibir mungilnya. Perempuan ini hanya tersenyum dan banyak menghela napas panjang selama Gadis bercerita. Justru Gadis yang hari ini sewot dan sedikit tantrum. "Bayangin aja, Len... udah posisi muka gue lagi begini. Ketemu mantan suami yang udah dapat kerjaan baru, mau tunangan pula sama selingkuhannya. Sebenarnya kurang kejam apa gue balas dia kemarin? Kok bisa-bisanya dia tetap survive begitu hidupnya? Gue kira dia bakalan depresi terus langsung loncat dari atas gedung atau jembatan begitu.""Justru Tuhan enggak suka sama orang yang kelewat jahat. Apalagi lo berusaha untuk menutup j

  • From Bully to Love Me   141. Curhat pada Elang

    Gadis mengedarkan pandangannya ke segala penjuru playground yang ada di salah satu mall di Jakarta siang hari ini. Setelah Gavriel meninggalkan rumah untuk pergi ke gym, Gadis juga langsung mengorder taxi online untuk menyusul Leander dan Elang. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Gadis bisa menemukan Elang yang baru saja masuk ke playgorund bersama Lender. Setelah acara saling sapa yang singkat, Elang melepas Leander di dalam playground sedangkan ia dan Gadis menuju ke ruang tunggu playground. Mereka duduk bersebelahan di sofa panjang yang ada di sana bersama beberapa orangtua lain yang sedang menunggui anaknya bermain. Tanpa berbasa-basi, Gadis akhirnya langsung mengutarakan tujuannya datang menemui Elang siang hari ini.Elang menghela napas panjang kala Gadis sudah selesai menceritakan semua tentang rencana Gavriel

  • From Bully to Love Me   140. Tentang rencana usaha bersama

    Selesai sarapan bersama, Gavriel dan Gadis menikmati pagi ini dengan duduk di dekat jendela. Mereka menikmati aroma tanah yang baru pertama kali terkena hujan lagi setelah sekian lama terpapar sinar matahari karena musim kemarau."Perumahan ini bebas banjir enggak sih, Gav?" tanya Gadis yang kini tengah duduk sambil menyenderkan kepalanya di bahu Gavriel."Selama aku tinggal di sini baru sekali aja banjir dan untungnya enggak pernah sampai masuk ke rumah sih, Dis cuma sampai jalan depan aja. Memangnya kenapa?""Oh.. enggak. Kalo kiranya banjir, kamu bisa tinggal di apartemen aku aja. Sebentar lagi juga yang ngontrak bakalan balik ke negaranya.""Makasih tawarannya, tapi aku enggak mau nyusahin kamu. Mending kalo mau

  • From Bully to Love Me   139. Mencoba menerima dengan lapang dada

    Melihat Gadis yang sudah bangun, Gavriel segera berdiri. Kini ia tarik tubuh Gadis agar berdiri. Meskipun Gadis terlihat lemas dan belum terlalu bersemangat, Gavriel langsung menciumi Gadis tanpa ampun. Mulai dari bibir, pipi, leher hingga pundak. Gavriel seakan benar-benar meluapkan semua gairah yang ada di dalam dirinya tanpa bisa di bendung lagi. Kali ini Gadis hanya bisa pasrah menerima semua ini. Saat Gavriel memeluknya terlalu erat, Gadis mencoba memprotesnya dengan menepuk pelan punggung Gavriel sebanyak tiga kali. Seakan paham dengan maksud tepukan dipunggungnya, akhirnya Gavriel melonggarkan pelukannya.Gavriel menatap mata Gadis yang tampak sudah menatapnya dengan tatapan bingung. "Sorry, Dis." Setelah mengatakan itu, Gavriel mengurai pelukannya dan menghentikan semua yang ia lakukan kepada Gadis.Ia merasa

  • From Bully to Love Me   138. Kita Nikmati Bersama

    Gadis menarik bibirnya hingga ciuman brutalnya bersama Gavriel yang melibatkan lidah itu berakhir. Kini Gadis mulai menciumi sekitaran leher Gavriel hingga Gavriel mencengkeram pinggangnya cukup kuat malam ini. Gadis terus melakukan apa yang biasanya Gavriel lakukan kepadanya. Ia menyusuri setiap inci tubuh Gavriel dengan bibir dan lidahnya. Kali ini Gadis harus bersyukur karena ia melakukan ini ketika mereka sudah selesai mandi. Jika tidak entah apa ia akan mau melakukannya.Gadis menghentikan aktivitas menyusuri tubuh Gavriel ini ketika ia sampai di atas puncak salah satu gunung kembar Gavriel. Ia akan mencoba melakukan hal yang sama dan ternyata efeknya pun tidak jauh berbeda. Gavriel mendorong kepalanya mundur hingga membuat Gadis kembali berdiri dengan tegak. Belum sempat Gadis bertanya kenapa Gavriel memintanya untuk berhenti namun kini Gavriel sudah mengangkat tubuhnya laya

  • From Bully to Love Me   137. Tidak Sesuai Rencana

    Gavriel menyeka keringat yang membasahi dahinya sore ini setelah ia selesai mengepel lantai rumah. Gadis benar-benar keterlaluan padanya hari ini. Sudah ia katakan untuk cuek saja dengan kondisi rumahnya karena asisten rumah tangga yang seminggu datang empat kali sedang sakit sehingga kondisi rumah sedikit berantakan, tapi Gadis tetap saja tidak peduli dengan penjelasannya. Bukannya mengistirahatkan tubuh dan pikirannya weekend ini, yang ada Gavriel justru harus membabu bersama Gadis di rumahnya sendiri."Dis, mending udahin aja deh acara bersih-bersihnya. Ini sudah hampir jam lima sore. Mending kita mandi terus cari makan di luar.""Baru juga kita selesai ngepel, cuci piring sama lap kaca, Gav. Enggak bisa ah begitu. Aku belum nyetrika baju kamu yang numpuk itu di belakang."

  • From Bully to Love Me   28. Dia Punya Rasa Sama Kamu

    Gavriel yang melihat Alena diam saja hanya bisa menghela napas panjang. Sejak tadi temannya itu tampak sedang berpikir keras. Entah apa yang Alena pikirkan, tapi Gavriel mengira jika itu karena ia kecewa dengan penerbangan kelas ekonomi yang dirinya

  • From Bully to Love Me   26. Akhirnya dia setuju

    Gavriel menoleh untuk melihat jam di sudut dinding kamar perawatan Gadis. Kala melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan Gadis juga tak kunjung menutup matanya, membuat Gavriel merasa sedikit khawatir.

  • From Bully to Love Me   24. Ternyata dia tak sejahat itu

    Hampir dua jam ini Gadis terus menerus berdoa dan berharap jika Gavriel akan berhasil mendapatkan bukti rekaman CCTV di rumahnya. Terlebih ia lupa memberi Gavriel kunci utama rumah. Semoga saja Gavriel dapat masuk ke rumah.

  • From Bully to Love Me   23. Lebih cepat satu langkah

    Alena memilih menyembunyikan wajahnya dibalik koran yang pura-pura sedang ia baca. Ia memilih memperhatikan Rachel dari jauh sejak ia akan memasuki kamar hotel setelah cek-in. Tidak ia sangka jika selingkuhan suami Gadis ini akan menginap d

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status