مشاركة

10. Tidak sempurna

مؤلف: Kristiana0909
last update تاريخ النشر: 2026-03-11 10:47:42

Gadis menatap pasangan muda yang sedang berfoto bersama kedua anaknya. Dari apa yang terlihat oleh matanya, pasangan itu seusia dirinya dan Dipta. Melihat mereka bahagia dengan keluarga kecilnya entah kenapa ada perasaan iri dalam dirinya. Kenapa ia dan Dipta tidak bisa seperti itu? Terlebih sejak 5 bulan yang lalu saat ia dan Dipta datang ke dokter kandungan dan dokter kandungan mengatakan jika sel telurnya terlalu kecil untuk dibuahi. Ini membuatnya belum kunjung hamil hingga saat ini. Vitami
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • From Bully to Love Me   140. Tentang rencana usaha bersama

    Selesai sarapan bersama, Gavriel dan Gadis menikmati pagi ini dengan duduk di dekat jendela. Mereka menikmati aroma tanah yang baru pertama kali terkena hujan lagi setelah sekian lama terpapar sinar matahari karena musim kemarau."Perumahan ini bebas banjir enggak sih, Gav?" tanya Gadis yang kini tengah duduk sambil menyenderkan kepalanya di bahu Gavriel."Selama aku tinggal di sini baru sekali aja banjir dan untungnya enggak pernah sampai masuk ke rumah sih, Dis cuma sampai jalan depan aja. Memangnya kenapa?""Oh.. enggak. Kalo kiranya banjir, kamu bisa tinggal di apartemen aku aja. Sebentar lagi juga yang ngontrak bakalan balik ke negaranya.""Makasih tawarannya, tapi aku enggak mau nyusahin kamu. Mending kalo mau

  • From Bully to Love Me   139. Mencoba menerima dengan lapang dada

    Melihat Gadis yang sudah bangun, Gavriel segera berdiri. Kini ia tarik tubuh Gadis agar berdiri. Meskipun Gadis terlihat lemas dan belum terlalu bersemangat, Gavriel langsung menciumi Gadis tanpa ampun. Mulai dari bibir, pipi, leher hingga pundak. Gavriel seakan benar-benar meluapkan semua gairah yang ada di dalam dirinya tanpa bisa di bendung lagi. Kali ini Gadis hanya bisa pasrah menerima semua ini. Saat Gavriel memeluknya terlalu erat, Gadis mencoba memprotesnya dengan menepuk pelan punggung Gavriel sebanyak tiga kali. Seakan paham dengan maksud tepukan dipunggungnya, akhirnya Gavriel melonggarkan pelukannya.Gavriel menatap mata Gadis yang tampak sudah menatapnya dengan tatapan bingung. "Sorry, Dis." Setelah mengatakan itu, Gavriel mengurai pelukannya dan menghentikan semua yang ia lakukan kepada Gadis.Ia merasa

  • From Bully to Love Me   138. Kita Nikmati Bersama

    Gadis menarik bibirnya hingga ciuman brutalnya bersama Gavriel yang melibatkan lidah itu berakhir. Kini Gadis mulai menciumi sekitaran leher Gavriel hingga Gavriel mencengkeram pinggangnya cukup kuat malam ini. Gadis terus melakukan apa yang biasanya Gavriel lakukan kepadanya. Ia menyusuri setiap inci tubuh Gavriel dengan bibir dan lidahnya. Kali ini Gadis harus bersyukur karena ia melakukan ini ketika mereka sudah selesai mandi. Jika tidak entah apa ia akan mau melakukannya.Gadis menghentikan aktivitas menyusuri tubuh Gavriel ini ketika ia sampai di atas puncak salah satu gunung kembar Gavriel. Ia akan mencoba melakukan hal yang sama dan ternyata efeknya pun tidak jauh berbeda. Gavriel mendorong kepalanya mundur hingga membuat Gadis kembali berdiri dengan tegak. Belum sempat Gadis bertanya kenapa Gavriel memintanya untuk berhenti namun kini Gavriel sudah mengangkat tubuhnya laya

  • From Bully to Love Me   137. Tidak Sesuai Rencana

    Gavriel menyeka keringat yang membasahi dahinya sore ini setelah ia selesai mengepel lantai rumah. Gadis benar-benar keterlaluan padanya hari ini. Sudah ia katakan untuk cuek saja dengan kondisi rumahnya karena asisten rumah tangga yang seminggu datang empat kali sedang sakit sehingga kondisi rumah sedikit berantakan, tapi Gadis tetap saja tidak peduli dengan penjelasannya. Bukannya mengistirahatkan tubuh dan pikirannya weekend ini, yang ada Gavriel justru harus membabu bersama Gadis di rumahnya sendiri."Dis, mending udahin aja deh acara bersih-bersihnya. Ini sudah hampir jam lima sore. Mending kita mandi terus cari makan di luar.""Baru juga kita selesai ngepel, cuci piring sama lap kaca, Gav. Enggak bisa ah begitu. Aku belum nyetrika baju kamu yang numpuk itu di belakang."

  • From Bully to Love Me   136. Aku Pamit

    Gavriel memperhatikan Adit yang tampak tidak nyaman pagi ini saat mereka akan sarapan bersama-sama di halaman belakang rumah Hanna menggunakan daun pisang sebagai alasnya. Setelah memperhatikan Aditya, Gavriel mencoba memperhatikan Elang yang nyatanya tetap bisa nyaman duduk bersila di hadapannya meskipun ia datang dari latar belakang yang sama dengan Adit. Kini Gavriel menoleh dan ia bisa melihat Gadis yang sedang duduk sambil memangku Lender. Gadis terlihat sedang berusaha membuat Leander duduk dengan sabar dan tidak berlari-lari lagi."Le... nanti kita mau makan bersama-sama, Lean duduk di samping Bunda, ya?""Tapi aku enggak biasa makan pakai tangan, Bunda.""Okay, Bunda ambilkan sendok dan garpu ke dapur dulu."

  • From Bully to Love Me   135. Ayah sama Bunda lagi ngapain?

    Berada satu tenda dengan Gavriel dan Lean membuat Gadis bersyukur karena dua orang yang ia sayang ada di dekatnya malam ini. Ini adalah hari-hari terakhirnya untuk bisa menghabiskan waktu dengan dua orang ini. Senin pagi ia harus kembali ke Solo dan menyiapkan barang-barangnya sebelum acara travelling-nya selama beberapa bulan kedepan dimulai."Bunda ini sakit, ya?" tanya Lean sambil menunjuk bekas cacar air yang ada di wajah Gadis. "Ini sudah sembuh, Le, cuma tinggal bekasnya aja.""Maaf ya, Bunda... Lean enggak ikut ke Solo kemarin sama Ayah.""Kenapa kamarin enggak ikut ke Solo?" tanya Gadis sambil menatap Lean dengan wajah memelasnya.Gavriel yang

  • From Bully to Love Me   12. Lunch

    Gadis : Gue sekarang jadi tahanan.Alena : ketangkap kasus apa lo? ada di Polsek mana?Gadis : kasus dibodohi dan dimanipulasi oleh keluarga Dipta. Bukan polsek tapi rumah orangtua gue.Alena : lo belum jadi pergi ke tempat Dipta buat cek langsung?Gadis : maunya hari ini tapi gue sudah terlanjur j

  • From Bully to Love Me   28. Dia Punya Rasa Sama Kamu

    Gavriel yang melihat Alena diam saja hanya bisa menghela napas panjang. Sejak tadi temannya itu tampak sedang berpikir keras. Entah apa yang Alena pikirkan, tapi Gavriel mengira jika itu karena ia kecewa dengan penerbangan kelas ekonomi yang dirinya

  • From Bully to Love Me   26. Akhirnya dia setuju

    Gavriel menoleh untuk melihat jam di sudut dinding kamar perawatan Gadis. Kala melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan Gadis juga tak kunjung menutup matanya, membuat Gavriel merasa sedikit khawatir.

  • From Bully to Love Me   24. Ternyata dia tak sejahat itu

    Hampir dua jam ini Gadis terus menerus berdoa dan berharap jika Gavriel akan berhasil mendapatkan bukti rekaman CCTV di rumahnya. Terlebih ia lupa memberi Gavriel kunci utama rumah. Semoga saja Gavriel dapat masuk ke rumah.

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status