Home / Young Adult / From Bully to Love Me / 38. First Meet with Aditya

Share

38. First Meet with Aditya

last update publish date: 2026-04-01 15:11:35

Suasana di dalam mobil yang hanya berisi Gavriel dan Gadis sudah sesepi kuburan pada malam hari. Tidak ada yang berniat membuka percakapan lebih dulu sepanjang perjalanan menuju ke daerah Jakarta Selatan ini. Deringan telepon Gadis membuat Gavriel menoleh ke arah perempuan itu sekilas lalu fokus pada jalanan yang ada di depannya lagi.

"Hallo, Mas."

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • From Bully to Love Me   59. Mama Ingin Bertemu, Dis.

    Gadis menatap penampilannya di depan cermin besar yang ada di dalam kamarnya. Ia perhatikan penampilannya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Rasanya ia puas dengan pakaian yang ia pilih bernuansa merah kali ini. Setidaknya ia harus terlihat 'cetar' kala menghadiri sidang perceraiannya. Jika perlu Pradipta harus sadar jika dirinya telah membuang batu berlian hanya untuk memungut batu kali. Demi terlihat sempurna, Gadis bahkan melengkapi penampilannya dengan set perhiasan berlian milik sang Mama. Ini juga permintaan sang Mama hingga Mamanya memintanya menenteng tas hermes. Meskipun ini bukan style-nya yang selalu menenteng barang-barang branded, tetapi demi mengintimidasi Pradipta, Gadis rela melakukannya.Saat melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, Gadis segera turun ke bawah. Saat sampai di ruang makan, Mama dan Papanya sudah menunggunya di sana untuk

  • From Bully to Love Me   58. Kemarahan Gavriel

    "Cukup atlet anggar sama reporter aja yang enggak bisa bersatu, lo sama Gavriel harus bersatu." Komentar Alena saat Gadis selesai menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dan Gavriel."Ck... Lo tahu 'kan, Len kalo status gue masih abu-abu saat ini."Alena memutar kedua bola matanya dengan malas. Ia lalu mengulurkan handphone miliknya. Ia biarkan Gadis melihat hasil rekaman video yang ia ambil. Gadis hanya bisa diam dengan mulut sedikit terbuka."Lo lihat sendiri 'kan kalo laki lo aja bisa begini. Ngapain lo harus tolak-tolak Gavriel sedemikian kuat? Asal lo tahu aja ya, Dis banyak lho cewek-cewek di kantor yang masih single itu berharap Gavriel ngelirik mereka. Tapi buat karyawan lama kaya gue ini pasti tahu, bahwa satu-satunya perempuan yang sering d

  • From Bully to Love Me   57. Aku belum bisa menerimamu

    "Gimana, Dis?" Tanya Gavriel kala melihat Gadis tampak menggigit ujung kuku jarinya setelah menelepon Alena."Alena belum balik. Kamu kasih tugas apaan sih di kantor?""Kenapa mesti tanya kalo kamu sendiri tahu apa yang dia kerjakan.""Iya-iya, aku paham, tapi kalo dia setiap hari lembur begini, kapan dia bakalan dapat jodoh?""Memangnya penting punya pasangan kalo cewek itu sudah mandiri secara finansial?""Tergantung individunya.""Kalo kamu?""Aku?"Gavriel menganggukkan kepalanya. Ia bisa mel

  • From Bully to Love Me   56. Menguntit Rachel

    Alena menatap rumah dengan pagar tinggi berwarna hitam yang ada di seberang jalan. Ia mendapatkan alamat rumah ini dari Banyu. Entah darimana Banyu tahu tentang alamat rumah Rachel. Yang bisa Alena lihat adalah rumah itu cukup ramai karena ada beberapa mobil box yang keluar masuk dari rumah itu."Si Dipta pakai pelet apaan, ya? Dibuang sama Gadis masih bisa dapat Rachel yang punya usaha besar begini," Kata Alena pelan dibalik kemudi mobilnya.Sebagai seorang amatiran, Alena masih bingung tentang apa yang harus ia lakukan di tempat ini. Namun saat sebuah mobil sedan keluar dari halaman rumah, Alena memilih mengikutinya. Entah kenapa Alena yakin jika ini adalah mobil milik Rachel. Dengan menjaga jarak aman, Alena mengikuti mobil berwarna merah ini hingga akhirnya memasuki sebuah mall. Saat pengemudi itu keluar dari mobil untuk

  • From Bully to Love Me   55. Jadi saksi perceraianku, ya?

    Gadis membuka kedua matanya kala merasakan sebuah bibir yang sejak satu menitan yang lalu menempel kuat di bibirnya hingga mereka bermain lidah bersama akhirnya terlepas. Pemandangan wajah Gavriel yang berjarak kurang dari sejengkal di depannya membuat Gadis berkedip. Nyatakah ini? Ia berbagi saliva bahkan bermain lidah bersama mantan musuh bebuyutannya sendiri. Goblognya ia justru menikmati semua itu, bahkan membalas ciuman Gavriel dengan tidak kalah antusiasnya.Bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, Gadis memilih langsung berdiri. Bukannya bertanya tentang alasan Gavriel melakukan itu, Gadis justru langsung berjalan ke arah dapur begitu saja. Ia baru berhenti berjalan kala sudah berada di depan tempat cuci piring. Saat melihat ada beberapa piring dan gelas yang kotor, Gadis langsung mencucinya. Setidaknya ini jauh lebih baik daripada ia harus menghadapi Gavriel

  • From Bully to Love Me   54. Karena kamu bisa menghadapinya sendiri

    Gadis memasuki rumah Pak RT yang ternyata sudah cukup penuh dengan para ibu-ibu yang sedang duduk lesehan di teras rumah. Mereka tampak sedang memperhatikan Gadis dengan tatapan ingin tahunya."Permisi, Bu RT," Ucap Suminah sambil mulai mengajak Gadis untuk duduk. Ia baru melepaskan cekalannya pada tangan Gadis saat mereka sudah duduk di karpet."Ya, Sum. Ini siapa?""Katanya Mbaknya ini temannya pak Gavriel. Tapi saya enggak percaya, Bu RT masa teman bawa koper waktu datang kaya mau pindahan aja."Sialan...Harga diri Gadis sebagai seorang wanita terasa ternodai dengan kata-kata Suminah ini. Dirinya selama ini selalu berusaha menjaga kehormatannya dengan baik. Jangankan untuk tinggal serumah tanpa ika

  • From Bully to Love Me   53. Tetangga kepo

    Gadis menghela napas panjang setelah ia berhasil mendarat di Jakarta kembali siang ini. Penerbangan selama satu jam sudah ia lalui bersama Angela. Kini ia memilih berpisah dengan pengacaranya itu yang langsung dijemput oleh supir kantor. Gadis sendi

  • From Bully to Love Me   52. Zonk!

    Pukul tiga sore ini Gadis sudah berhasil memarkirkan mobilnya di depan pagar rumahnya. Rumah yang tampak sepi tak berpenghuni ini benar-benar membangkitkan kenangannya tentang kejadian Pradipta yang hampir membunuhnya beberapa waktu lalu. Angela yan

  • From Bully to Love Me   51. Langkah menghapus Dipta

    Suara deringan handphone milik Gavriel yang sejak tadi mengalun dan menyapa indra pendengaran Elang membuatnya mau tidak mau segera bangun. Sumpah, rasanya ia ingin membantingnya jika tidak mengingat harga handphone ini masih cukup mahal di pasaran

  • From Bully to Love Me   50. Sorry, Gav

    Malam ini Gadis merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar apartemen ini. Ia memikirkan kehidupannya yang ternyata kadang jauh dari rencananya. Iaharus secepatnya pulang ke Solo, namun ia harus menunggu Angela yang akan datang ke t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status