Home / Romansa / GODAAN DI SEPERTIGA MALAM / 36. MEMPERTAHANKAN RONGSOKAN

Share

36. MEMPERTAHANKAN RONGSOKAN

Author: Mystique
last update publish date: 2026-08-07 17:00:29

Di dalam ruang kerjanya yang bernuansa serba hitam, Reyhan mengacak rambutnya kasar. Kata-kata tajam Zayn kemarin masih berulang kali terngiang di kepalanya seperti kaset rusak, meracuni pikirannya dengan rasa curiga yang teramat sangat.

Begitu pintu ruangannya terbuka dan Bella melangkah masuk dengan membawa tumpukan dokumen, mata Reyhan langsung menajam.

"Rapat direksi ditunda sampai jam dua siang, Pak," ujar Bella formal, bahkan tanpa sudi menatap wajah Reyhan. Wanita itu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   93. CANTIK DARI HATI

    Langkah kaki Valerie yang menghentak kaku di atas lantai pualam kediaman Nugraha menjadi saksi betapa hancur harga dirinya sebagai supermodel. Rasa malu dan tamparan kata-kata Nyonya Sofia masih menggema jelas di telinganya.Alih-alih sadar, dendam yang membakar justru melumpuhkan akal sehatnya. Bagi Valerie, menerima kekalahan dari wanita yang ia anggap "janda tak berharga" adalah kehinaan terbesar dalam hidupnya.Jika cara halus di depan keluarga gagal, maka cara kotor di ruang publik dan psikologis adalah jalan terakhir.Hanya dalam hitungan jam setelah keluar dari kediaman Nugraha, Valerie melakukan langkah selanjutnya. Ia membayar sebuah portal berita hiburan dan akun-akun gosip besar untuk menerbitkan artikel provokatif. Dalam sekejap, jagat maya dihebohkan oleh berita bertajuk Kisah Cinta Masa Lalu Zayn Nugraha dan Supermodel Valerie Suwandi.[GOSSIP HOT] Cinta Lama Belum Selesai? Zayn Nugraha Kedapatan 'Reuni' Bareng Supermodel Valerie Suwandi, Nasib Pemilik Kirana Flower Dipe

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   92. HATI YANG TULUS

    Gelas kristal di genggaman Valerie retak dalam diam, seiring mobil mewahnya yang melaju membelah malam Jakarta usai kekalahan telaknya di Gala Amal Outdoor. Rasa malu dan amarah yang membakar dada tak lantas membuat wanita itu kehabisan akal. Justru, reputasinya yang tercoreng di depan para tamu elit memicu insting liciknya untuk melancarkan serangan dari pintu yang jauh lebih menentukan: Keluarga Nugraha.Dalam benak Valerie, Kirana hanyalah orang luar yang tidak akan pernah punya panggung jika tak didukung oleh Nugraha Group. Dan kunci utama dari benteng pertahanan itu ada pada Nyonya Sofia, ibu kandung Zayn sekaligus ibu kandung Reyhan.Valerie tahu betul betapa Nyonya Sofia dahulunya sangat memanjakan dirinya. Bagi Valerie, wanita paruh baya itu masih memandangnya sebagai calon menantu idaman yang tak tergantikan. Valerie sangat yakin Nyonya Sofia belum mengetahui hubungan asmara antara Zayn dan Kirana, apalagi menyetujui seorang janda dari kakak kandung Zayn untuk bersanding deng

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   91. NILAI DIRI

    Langkah kaki Kirana menjauh dari tempat sampah dekoratif itu tanpa sedikit pun keraguan. Rasa puas mengalir hangat di dadanya saat melihat Valerie terpaku membisu di balik pilar ballroom. Keesokan harinya, berkat keberhasilan spektakuler Kirana mengubah krisis menjadi mahakarya Rustic Modern Elegance, reputasinya melambung tinggi. Pihak penyelenggara utama tidak hanya memberi bonus, tetapi juga secara khusus meminta Kirana Flower untuk menangani ulang seluruh dekorasi Gala Amal Outdoor yang digelar esok malamnya di taman eksklusif area perumahan elit Jakarta Selatan.Malam acara Gala Amal Outdoor pun tiba. Suasana taman bernuansa eksklusif itu disulap menjadi panggung megah berbalut cahaya lampu temaram yang hangat. Rangkaian bunga karya Kirana, perpaduan eksotis antara mawar segar berwarna soft blush dan untaian bunga kering keemasan yang menjuntai artistik menjadi pusat perhatian utama para tamu VIP, pengusaha papan atas, hingga awak media sosialita.Kirana hadir mendampingi Zayn N

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   90. KELUAR DARI JEBAKAN

    "Mbak Kirana! Ada pesanan masuk lewat pesan resmi! Jumlahnya besar sekali untuk acara gala dinner nanti malam!"Teriakan gembira Sisi memecah konsentrasi Kirana yang sedang merapikan vas di meja utama. Kirana melangkah mendekat, memperhatikan lembar rincian pesanan yang baru saja dicetak. Sebuah perusahaan atas nama PT Magenta Pratama meminta puluhan rangkaian bunga segar mewah untuk diantar sore ini ke ballroom hotel bintang lima di pusat kota. Pembayarannya bahkan sudah dilunasi secara penuh di depan tanpa menawar."Wah, nama Kirana Flower benar-benar makin melambung setelah masuk majalah bisnis ya, Mbak," puji Sisi dengan mata berbinar.Kirana tersenyum, meski ada sedikit getaran asing di hatinya. Pesanan mendadak dengan jumlah fantastis dan batas waktu yang sangat mepet selalu menyimpan risiko tinggi. Tetapi, sebagai pebisnis profesional, Kirana tak ingin membuang kesempatan emas ini. Tanpa menyadari bahwa di balik nama PT Magenta Pratama ada tangan dingin Valerie Suwandi yang sia

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   89. RENCANA SABOTASE

    "Awas durinya, Sisi! Mawar merah dari Cipanas ini masih sangat segar, batangnya keras!"Kirana berseru seraya memotong mawar lokal dengan gunting dahan di tangannya. Bunyi klik-klik tajam dari gunting besi memecah riuh pagi di toko. Di sekelilingnya, daun-daun hijau dan potongan batang berjatuhan ke dalam keranjang. Kirana mengelap keringat tipis di dahinya dengan lengan baju, lalu menepuk-nepuk lembut mahkota mawar yang baru saja ia tancapkan ke dalam vas air."Aroma sedap malamnya juga makin semerbak ya, Mbak," sahut Sisi sambil menyerahkan seikat krisan kuning yang langsung disambut Kirana dengan senyuman lebar.Perhatian Kirana mendadak teralihkan ketika layar ponselnya di atas meja bergetar hebat. Nama Zayn tertera di sana, menyala terang bersamaan dengan sebuah tautan artikel berita yang dikirimkan pria itu melalui pesan singkat.Kirana menekan tautan tersebut. Matanya membelalak takjub saat membaca judul utama yang bertengger di salah satu portal berita bisnis independen ternam

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   88. MATA-MATA VALERIE

    Aroma harum bunga mawar segar, krisan yang menenangkan, dan wangi khas dedaunan memenuhi setiap sudut toko bunga milik Kirana sejak pagi. Pengiriman pertama bunga segar dari kebun Pak Karya di Cipanas baru saja tiba beberapa jam lalu, dan kualitasnya benar-benar melebihi ekspektasi. Warna-warni kelopak yang mekar sempurna kini menghiasi vas-vas besar di area kerja.Kertas pembungkus aesthetic, pita-pita satin berbagai warna, dan tangkai-tangkai bunga berserakan rapi di atas meja kayu panjang. Kirana dan tiga orang karyawannya sedang fokus merangkai pesanan besar pertama mereka. Dekorasi bunga segar untuk pameran seni dan pesanan berkala dari perusahaan manajemen gedung yang mereka dapatkan kemarin."Mbak Kirana, krisan putihnya bagus banget! Batangnya tebal, jadi gampang banget diatur," seru Sisi, salah satu karyawan muda Kirana, dengan mata berbinar antusias seraya memotong pangkal batang bunga.Kirana tersenyum bahagia, jemarinya lincah memadukan mawar m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status