MasukSetelah suamiku meninggal, aku hidup sendiri dengan kedua anakku. Demi mendapatkan promosi, aku memaksakan diri berendam dalam bak es, lalu menyerahkan diriku ke kantor manajer. Namun, di luar dugaan, meskipun aku sudah "menyerahkan diri", dia menolak menyentuhku di kantor. Saat aku mengira promosi itu sudah gagal, dia justru membawaku yang berpakaian minim ke jalan raya yang ramai dengan mobil lalu-lalang. "Kita lakukan saja di sini," ujarnya.
Lihat lebih banyakSetelah Orlando dibawa pergi, aku juga dibawa ke rumah sakit. Tubuhku telah disuntik cairan dan aku harus melewatinya sendiri agar bisa sembuh sepenuhnya.Saat dirawat di rumah sakit, Yuri datang menjengukku. Sebenarnya, dia adalah adik perempuan dari suamiku.Yuri menatapku dengan penuh kekhawatiran, "Lihat dirimu ini, kenapa harus mempertaruhkan diri sendiri? Kamu hampir dihancurkan olehnya." Aku tersenyum lemah, "Kalau bukan dengan cara ini, aku nggak akan bisa menyeretnya ke penjara."Selama lebih dari setahun, aku menyusun rencana balas dendam. Aku tahu Orlando adalah psikopat dan pria yang sangat cerdas.Selain itu, keluarganya memiliki latar belakang yang kuat. Jika kami berhadapan di pengadilan, aku pasti akan kalah. Jadi aku menyusun rencana balas dendam secara menyeluruh, berdasarkan sifat dan kebiasaannya.Aku sengaja tidak mengganti nama agar Orlando mengenaliku, membuatnya lengah dan mengira hanya aku yang mencarinya untuk balas dendam.Pada saat yang sama, Yuri berpura-pu
Aku sama sekali tak menyangka bahwa dia ternyata mengenaliku. Saat suamiku masih hidup, dia tak pernah memberitahuku bahwa dia dan Orlando pernah membahas hal ini. Jadi, aku selalu berpikir bahwa Orlando tidak mengenalku sama sekali.Aku berjuang sekuat tenaga, mencubit paha dengan tanganku agar tetap sadar."Kalau begitu, kenapa kamu nggak langsung membunuhku dan malah memutar balik sejauh ini?"Mendengar ucapanku, dia tertawa sinis sambil menggesekkan jarum suntik ke kulitku. "Karena kulitmu yang bagus ini. Begitu lembut, begitu putih. Aku sudah menyentuh banyak wanita, tapi nggak ada yang sebaik dirimu.""Aku cuma mau main sama kamu, melihatmu menangis, melihat wajah bodohmu yang nggak tahu apa-apa, berpikir bisa membalaskan dendam untuk suamimu itu. Itu membuatku puas." Dia mendesah di telingaku, napasnya begitu panas.Seluruh tubuhku bergetar, nyaris tak bisa menahan diri."Jadi, pria yang kamu kirim waktu itu juga untuk mempermalukanku?""Ya. Kalau saja kamu nggak melawan, hari i
"Setelah kusuntik ini, kamu akan merasa setengah mati. Kamu mau pakai nggak?" tanyanya dengan senyuman licik.Hatiku langsung merasa ketakutan. Kukira dia hanya ingin sedikit bermain denganku. Tak kusangka, dia malah mau menyuntikkan obat padaku!"Pak Orlando, aku nggak mau ini. Kumohon jangan pakai ini," bujukku dengan ketakutan.Namun, dia malah mencengkeram bahuku dan menekanku di kursi. "Sudah terlambat kamu nyesal sekarang. Kamu sendiri yang bilang mau datang. Hanya saja, kamu entah bisa bertahan sampai alat keberapa."Pada detik ini, aku baru menyadari bahwa aku telah masuk ke sarang harimau. Aku tak bisa lagi menahan tangisanku. "Ja ... jangan perlakukan aku begin."Orlando tertawa terbahak-bahak. "Menangislah! Semakin kamu menangis, aku semakin bersemangat! Aku akan buat kamu merasakan kesenangan yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya!"Di saat dia baru saja hendak menyuntikkan jarum tersebut, pintu ruang bawah tanah ditendang seseorang hingga terbuka."Polisi! Jangan berger
Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Orlando tertawa puas, lalu pergi setelah melihatku lemah tak berdaya. Dia bilang, dia masih ingin mengujiku sebelum membawaku ke rumahnya dan memberiku promosi.Namun, aku terlalu ingin segera naik jabatan, jadi aku harus mencari cara lain.Keesokan paginya, aku berendam dalam air es seperti biasa, lalu memakai baju yang diberikan Orlando di dalam, dan mengenakan jaket di luar. Sebelum keluar rumah, aku sengaja memposting selfie yang memperlihatkan sedikit baju di dalam.Aku menuliskan keterangan.[ Baju hari ini benar-benar cantik. ]Tak lama kemudian, Orlando langsung memberikan like. Aku tahu, dia pasti tidak akan bisa menahan dirinya.Setibanya di kantor, aku berkeliling dengan sengaja memakai sepatu hak tinggi.Saat makan siang, aku sengaja berkata, "Panas sekali, ya." Lalu aku membuka jaketku, memperlihatkan baju di dalam. Memang ini musim panas, jadi tubuhku dipenuhi keringat. Ditambah dengan baju ketat itu, tubuhku ter
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.