Home / Young Adult / Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus / Bab. 75. Rencana (Arc : Tuan Jefery)

Share

Bab. 75. Rencana (Arc : Tuan Jefery)

Author: Kurnia
last update publish date: 2026-07-04 17:30:33

Setelah pertemuannya dengan Bibi Jane, keesokan harinya Qiqi menemui Arlo yang masih belum kembali ke kampus.

Dengan wajah berbinar, Qiqi menunjukkan sebuah piagam prestasi yang baru saja diperolehnya dari Menteri Pembangunan. Desain jembatan yang ia buat berhasil terpilih untuk menjadi bagian dari proyek pemerintah.

"Kak Arlo... Bangga, nggak?" tanya Qiqi, membutuhkan validasi dari Arlo.

Arlo menerima piagam itu dan membacanya dengan saksama. Senyum bangga langsung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 110. Identitas Telah Diketahui (Arc : Beni)

    Deria memberitahu Sarah di mana Beni diamankan ibunya. Tanpa buang-buang waktu, malam itu juga, Sarah meluncur ke tempat Beni. Sampainya di sana, bukannya menghajar habis-habisan Beni, Sarah justru mengajak lelaki itu mengobrol santai.Sarah berterima kasih atas pesta mewah nan megah yang telah disiapkan oleh Beni untuknya. Tapi ia memperingati Beni supaya bertingkah layaknya manusia normal. Sarah berjanji, jika Beni tidak berulah, maka ia akan memohon pada sang ayah untuk mengizinkan Beni kembali ke dunia hiburan.Sayangnya, Beni tidak berkenan mendengarkan atau menuruti perkataan Sarah."Asal kamu tahu, aku sudah tidak peduli dengan karierku. Sekarang, tujuan utamaku hanya satu. Membatalkan pertunanganmu," tandas Beni.Sarah mendengus. Ia tak habis pikir, mengapa ada kakak kandung yang ingin menghancurkan kebahagiaan adiknya? Apa karena Beni iri dengan kehidupan Sarah yang glamor sejak kecil?"Beni, aku menghormatimu karena kamu kakakku

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 109. Beni Keterlaluan! (Arc : Beni)

    Tuan David memerintahkan anak buahnya untuk memastikan bahwa semua orang yang menghadiri pesta tidak membawa bukti mengenai bobroknya Beni. Setelah seluruh tamu diperiksa, barulah mereka diperbolehkan meninggalkan tempat pesta.Sebenarnya, para tamu undangan tidak terima tas dan ponsel mereka diacak-acak tanda izin. Bagaimanapun juga, mereka bukan orang biasa, melainkan berasal dari kalangan atas. Di lain sisi, mereka juga memahami bahwa tindakan Tuan David semata-mata dilakukan untuk menjaga harga diri keluarganya.Pesta ulang tahun Sarah yang seharusnya menjadi kenangan terindah justru berubah menjadi luka memalukan bagi Sarah dan kedua orang tuanya.Begitu sampai di rumah, Tuan David yang masih dikuasai amarah langsung mengomeli Beni habis-habisan. Saking kesalnya, ia tak ragu melayangkan pukulan ke wajah kinclong putra keduanya itu.Nyonya Mayun bergerak cepat menghentikan aksi suaminya."Jangan pakai kekerasan!" teriak Nyonya Mayun,

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 108. Penyerangan Pertama (Arc : Beni)

    Berita tentang kematian Anya menggemparkan seisi negeri dan menjadi topik utama di berbagai kanal pemberitaan. Bukan hanya karena cara Anya mengakhiri hidup, tetapi juga karena alasan yang beredar di balik kematiannya, yakni bunuh diri akibat ditolak cintanya oleh Beni.Semua pemberitaan yang beredar telah diatur sedemikian rupa oleh Beni dengan bantuan CEO Zizilo Entertainment, seorang pria berusia lima puluh tahun yang memiliki pengaruh besar di industri hiburan.Pria itu sudah beristri dan memiliki empat orang anak yang hampir sebaya dengan Beni. Akan tetapi, hubungan antara dirinya dan Beni ternyata jauh lebih dari sekadar hubungan profesional.Mengetahui hal tersebut, Qiqi segera memberitahu Reno.Reno sebenarnya tidak peduli dengan hubungan pribadi keduanya. Baginya, siapa pun bebas menjalin hubungan dengan siapa saja. Namun, setelah mengetahui bahwa CEO Zizilo Entertainment telah menggunakan kekuasaannya untuk memutarbalikkan fakta dan menutupi sebuah kejahatan, Reno tidak bisa

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 107. Kematian Anya (Arc : Beni)

    Reno membanting tubuh Qiqi, kemudian menindihnya. Ia tersenyum lebar melihat Qiqi yang ketakutan."Nggak perlu nangis segala. Aku cuma godain kamu," bisik Reno, mengelus kening Qiqi yang berkeringat."Kak Reno, jangan godain aku," gumam Qiqi, mempertahankan ekspresi takut.Wajah Qiqi yang ketakutan justru terlihat semakin menggemaskan di mata Reno."Kak Reno, berat," ucap Qiqi, menepuk pelan pinggang Reno.Reno akhirnya berhenti menggoda Qiqi. Ia berpindah tempat dan berbaring di samping Qiqi."Tidur nyenyak, Kean."Hari berganti.Qiqi terbangun akibat ponselnya yang terus berbunyi. Dengan mata yang masih terasa berat, ia meraih ponsel tersebut. Napasnya mengembus pelan ketika melihat nama Beni terpampang di layar.Setelah membersihkan tubuh dan berganti pakaian rapi, Qiqi bergegas menemui Beni di kantor.Sesampainya di sana, Beni langsung memarahi Qiqi karena datang terlambat dan tidak mengang

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 106. Anya Digebukin! (Arc : Beni)

    Qiqi menanggapi pertanyaan Beni dengan sebuah cengiran, tanpa berniat mengucapkan sepatah kata pun. Namun, Beni sepertinya masih ingin terus menggoda asistennya itu. Ia bahkan meminta Qiqi untuk menggoda Arlo. Qiqi hanya menggelengkan kepala. Setelah pekerjaannya selesai, ia menghampiri Beni dan beralih memeriksa jadwal yang telah disusunnya dengan rapi di dalam tablet. Di tengah kefokusannya, tiba-tiba Beni menyentuh dagu Qiqi, memaksanya mengalihkan seluruh perhatian kepada pria itu. Untuk kedua kalinya, Beni menanyakan apakah Qiqi sadar bahwa dirinya cantik. "Iya, aku sadar kalau aku cantik. Tapi, aku 'kan laki-laki." Akhirnya Qiqi memberi jawaban. Beni melepaskan sentuhannya dari dagu Qiqi. Kemudian, ia mengungkapkan rasa irinya terhasap Qiqi yang memiliki wajah cantik sekaligus suara yang lembut. "Jika aku jadi kamu, dengan wajah secantik itu, aku pasti sudah meniduri Arlo," kelakar Beni. Beni memang terbuka mengenai orientasi seksualnya kepada orang-orang terdekat, te

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 105. Terungkap Kepalsuan Anya (Arc : Beni)

    Arlo melirik ke arah Qiqi yang menggeleng pelan, menandakan bahwa Arlo tidak boleh tertarik dengan apa pun yang ditawarkan Beni. Ia harus tetap menjalankan rencana mereka."Lakukan saja pekerjaanmu. Untuk urusan lain, aku tidak tertarik," tegas Arlo."Baiklah... Jika kamu ingin membatalkan pertunangan, hubungi aku."Sebenarnya Beni masih ingin mengobrol dengan Arlo, tetapi ia keburu diusir. Mau tak mau, Beni meninggalkan hotel.Qiqi tersenyum tipis. Ia kemudian memberitahu Arlo tentang rahasia kelam Beni yang ternyata penyuka sesama jenis. Dilihat dari tingkah lakunya saat berinteraksi dengan Arlo tadi, sangat terlihat bahwa Beni tertarik kepada Arlo."Jangan bicara begitu, aku geli," tegur Arlo sembari bergidik ngeri.Qiqi menyentuh dagunya, berlagak seperti orang yang sedang berpikir keras."Hm... Dulu Mayun suka mengadu domba ibuku, sampai ibuku dijauhi anggota lainnya. Karena ada kesempatan, kelakuannya harus dibalas," cerocosnm Qiqi, berkedip polos ke arah Arlo."Kamu ingin aku b

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 24. Gawat! Sans Tahu Identitasku! (Arc : Tuan Jefery)

    Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi Ella berhasil membujuk Nyonya Gea untuk melepaskan Aldo. Berkat itu, aku kini bisa menyembunyikannya sementara di sebuah ruko di tengah kota."Ella... Terima kasih," ucapku.Ella langsung mengangguk senang.Ia meraih lenganku, lalu berg

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 10. Menemui Aldo (Arc : Tuan Jefery)

    Dengan sedikit bingung, aku memperkenalkan Qila kepada Arlo. Akan tetapi, respons Arlo tidak seperti yang kuharapkan. Ia menatapku dengan tatapan aneh. Alisnya sedikit berkerut, sorot matanya dipenuhi tanda tanya. Seolah aku baru saja mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal.

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 08. Dua Kali Berulah, Dua Kali Kalah

    Amarahku memuncak saat melihat Reno memejamkan mata. Dadaku mendadak menegang. Reno, apakah dia pingsan? Atau...Sial! Pikiran burukku langsung kupotong.Aku mengatur napas, lalu memasang posisi siap bertarung.Di depanku, Aldo tertawa. Tatapannya yang merendahkan, meni

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 07. Kencan Di Gang Sempit

    Jantungku berdegup kencang saat tubuhku diseret mundur. Instingku langsung bekerja. Mataku bergerak cepat, menyapu setiap sudut gelap di gang sempit, mencari kemungkinan adanya rekan lain yang bersembunyi.Namun, kosong! Tidak ada siapa pun. Orang ini datang sendirian?Senyum tipis nyaris muncul. B

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status