Home / Romansa / Gairah Liar Sang Aktor / Bab 2 Jadi Heboh

Share

Bab 2 Jadi Heboh

Author: Manila Z
last update Last Updated: 2025-08-29 21:29:22

Skandal tentang Jian yang tidur bersama dengan seorang wanita kini sudah terdengar sampai telinga kedua orangtuanya. Mereka tidak menyangka sama sekali kalau anaknya akan tidur bersama dengan seorang wanita.

"Apa ini mah?"

"Aku tidak tahu, kenapa anak itu malah tidur dengan wanita."

"Hubungi dia seorang!" perintah ayahnya.

Mei Linda atau sering dipanggil Mei itu adalah ibunya Sang Jian. Dia langsung menghubungi anaknya.

"Hello Sang Jian."

"Kenapa mah?"

"Apa kamu sudah melihat televisi, semuanya membicarakan tentang kamu. Kenapa kamu sampai ceroboh sampai tidur bersama dengan wanita!"

"Iya setidaknya aku tidur bersama dengan wanita bukan laki-laki," jawab Sang Jian santai.

"Sang Jian, mamah serius."

"Iya, aku juga tidak tahu kalau bisa ada di tempat tidur bersama dengan wanita itu."

"Apa dia menjebak kamu?" tanya Mei dengan pandangan yang sedikit curiga.

"Aku tidak tahu, tetapi aku akan berusaha untuk menyelidikinya."

Tiba-tiba ayahnya yang bernama Utomo langsung mengambil ponsel istrinya. "Ini sudah menjadi aib Jian. Lebih baik kamu menikah dengan wanita itu."

"Aku tidak setuju, kita tidak kenal dengan wanita itu. Bagaimana kalau wanita itu sengaja menjebak anak kita untuk melakukan ini," kata Mei.

"Benar kata mamah, aku tidak akan menikah."

"Lalu bagaimana dengan rumor tersebut, karir kamu akan hancur Sang Jian."

"Aku akan menyuruh dia pura-pura jadi pacarku dan tinggal bersama denganku. Sekalian aku akan mengawasi dia. Tetapi aku tidak akan menikah dengan dia!" kata Jian.

Tentu saja dia tidak mau menikah dengan orang yang tidak dia kenal. Apalagi orang itu malah ada di ranjang tidurnya. Benar-benar sedikit memalukan dan membuat aib.

Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi, apalagi Jian tengah mencaritahu dalang dibalik semuanya.

"Baiklah Sang Jian. Lakukan yang terbaik."

"Iya, awasi dia. Kalau sampai benar dia pelakunya. Aku tidak akan tinggal diam nanti. Aku ingin bertemu dengan wanita itu. Nanti bawa dia ke rumah."

"Baik mah."

"Yaudah kalau begitu kita tutup dulu."

Mei akhirnya menutup sambungan teleponnya. Dia memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing karena tingkah anaknya.

****

Sementara itu di apartemen Sang Jian.

Dia menaruh kembali ponselnya. Dia yakin kalau semalam ini hanya sebuah jebakan semata. Tetapi siapa yang sudah berani menjebak dirinya. Kata kuncinya pasti ada pada wanita itu.

"Permisi."

"Iya, masuk!"

Junay asisten dari Sang Jian akhirnya masuk ke dalam. Dia datang bersama dengan Alexa yang membawa kopernya.

"Ini aku membawa Alexa," ujar Junay.

"Baiklah," jawab Sang Jian sambil menatap kearah Alexa.

Alexa diam-diam memperhatikan apartemen milik Sang Jian. Begitu sangat luas dan menarik, apalagi terlihat sangat nyaman.

"Nama kamu siapa?" tanya Sang Jian.

Sudah dari kemarin dia belum sempat menanyakan nama dari wanita yang tidur dengan dirinya.

"Aku Alexandria Ivana, bisa dipanggil Alexa," jawab Alexa santai.

"Bagaimana bisa awalnya kamu di tempat tidurku?" tanya Sang Jian seperti interogasi.

Junay hanya memperhatikan orang yang ada dihadapannya saja. Sebenarnya dia sedikit merasa curiga dengan Alexa. Bisa saja Alexa hanya memanfaatkan ketenaran dari Sang Jian. 

"Awalnya aku melakukan pesta bersama dengan para teman-temanku menyambut hari kelahiran salah satu dari mereka. Aku mabuk dan kebetulan sudah pesan kamar hotel. Aku tidak ingat, sebelum sampai ke sana, ada yang menarik tanganku. Itu kamu kan?" tanya Alexa.

Sang Jian mencoba mengingatnya, dia juga kemarin tengah mengadakan pertemuan dengan beberapa kolega bisnis dan sponsor. Dia merasa pusing dan langsung pergi ke kamarnya.

"Bagaimana dengan CCTV Junay, apa kamu menemukan sesuatu?"

"CCTV depan ketika melakukan pertemuan bisnis itu tidak ada, seperti di hapus. Sedangkan CCTV tentang depan hotel kamu, memang benar ini terlihat Alexa sempoyongan dan tiba-tiba kamu yang menarik," jelas Junay. 

Jian tidak percaya dan dia langsung melihat sendiri, dia memastikan sendiri apa yang dilihatnya. Memang di sini salah dirinya yang menarik tangan Alexa.

"Ini bukti tidak kuat, bisa saja kalau kamu juga berkomplot dengan orang yang menjebak ku."

Alexa melotot tajam ketika lagi-lagi Jian malah menuduh dirinya. Padahal itu CCTV sudah paling valid.

"Jangan asal tuduh."

"Tidak mau mengaku juga kamu rupanya."

"Karena aku tidak melakukan itu!" balas Alexa tidak terima.

"Sudah-sudah kalian jangan pada ribut. Jian, kamu harus melakukan konferensi pers agar semua orang tidak menghujat kamu. Apalagi kamu sudah ketahuan tidur dengan wanita," lerai Junay.

"Okeh besok adakan konferensi pers, aku ingin memperbaiki namaku di media," jelas Jian.

"Nah gitu dong. Aku akan mengaturnya besok."

"Satu lagi, mulai besok dia harus mengikutiku ke manapun aku pergi, termasuk ke lokasi syuting dan ketika acara pemotretan," kata Jian dengan tegas.

Alexa yang mendengar itu pun melotot tajam, bagaimana mungkin dia harus mengikuti kemana pun laki-laki itu pergi.

"Aku tidak mau! Kurang kerjaan banget aku harus mengikuti ke mana pun kamu pergi," balas Alexa dengan nada engan.

"Terserah kalau kamu tidak mau, maka aku akan menyebarkan ke semua media kalau kamu yang merayuku, mereka akan percaya dan nanti pasti akan menghujat kamu," ancam Jian.

Nasib buruk, jangan sampai hal itu terjadi padanya. Apalagi kalau banyak sekali netizen yang benci dengan dirinya karena kesalahpahaman ini.

"Kamu menyebalkan Jian!" umpat Alexa.

Jian tersenyum dengan puas ketika melihat ekspresi wajah dari Alexa. "Kamu tidak akan memang Alexa. Lihat saja, aku pasti akan membongkar kebusukan kamu."

"Sudah Alexa, lebih baik kamu menuruti keinginan dari Jian saja. Kapan lagi bukan bisa bertemu dengan aktor tampan tiap hari," jelas Junay.

"Baiklah, aku akan mengikuti kamu."

"Good girl," kata Jian.

Dia tersenyum dengan penuh arti, jika dia dekat dengan Alexa. Maka itu akan memancing orang yang sudah menjebak dirinya muncul.

BERSAMBUNG

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 103 Acara Penghargaan (TAMAT)

    Acara Penghargaan Sang Jian datang ditemani oleh Alexa dan menjadi pusat perhatian banyak orang. Apalagi dengan penampilan mereka di depan publik membuat semua orang tahu kalau Sang Jian orang yang cinta dengan istrinya. Membuat semua para fansnya menerima Alexa dengan lapang dada karena sebelumnya Sang Jian sudah mengirim hal-hal romantis di akun sosial miliknya. "Wah itu Sang Jian dengan istrinya.""Ayo potret mereka."Sang Jian dan Alexa hanya tersenyum dan memberikan beberapa ruang pada mereka untuk mengabadikan momen tersenyum. Setelah sesi foto tersebut, Sang Jian dengan mesra langsung menggandeng tangan Alexa. "Ayo sayang kita ke sana," ajak Sang Jian dengan mesra. Mereka sudah disiapkan tempat duduk berdampingan khusus oleh membuat acara. "Baiklah."Alexa dengan anggun baju yang dia gunakan sekarang. Berjalan menuju kearah tempat duduk bersama dengan para tamu undangan lagi. Pada saat yang bersamaan, Nico juga datang bersama dengan Amira. Tentu saja sebagai pasangannya

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 102 Selesai Semuanya.

    Rian sudah ditangkap oleh pihak kepolisian sekarang. Arjuna merasa lega karena semuanya sudah berjalan dengan baik. "Akhirnya tertangkap juga," kata Sang Jian. Alexa memeluk Sang Jian dengan erat, dia sudah melalui banyak hal yang dilakukan oleh pria itu. Dia sungguh dia mengetahui semuanya. "Kalian malah bermesraan," kata Arjuna. "Iya kamu juga bisa kali kalau ingin," kata Sang Jian. Alexa tertawa setelah mendengar hal itu. Lalu dia melirik kearah Amira dan Nico yang nampak berdua. "Kita pulang sekarang," kata Nico. "Bagaimana dengan kondisi ibuku?" tanya Amira dengan khawatir. Alexa yang tadi diam akhirnya kembali berbicara. Apalagi dia sudah melakukan hal yang baik. Semuanya sudah dia rencanakan. "Dia bersama dengan Luna," kata Alexa. "Kalau begitu kita sebaiknya cepat pulang karena aku juga ingin bertemu dengan ibuku," ujar Amira dengan jujur. "Iya kita pulang sekarang. Nico dan Amira masuk ke dalam mobilku saja, kita sekalian ke rumah sakit," ajak Arjuna. Nico setuju

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 101 Apa Nico Tertembak?

    Amira senang karena orang-orang jahat itu sudah diamankan. Hanya saja Rian yang menjadi dalang dibalik semuanya tidak terlihat. Apa laki-laki itu sudah memilih pergi? Dia tidak tahu tentang hal ini, tetapi dia berusaha untuk melakukan semuanya dengan baik. "Bagaimana kamu bisa diculik dan di mana Nico dan Sang Jian?" tanya orang yang menolong Amira. "Mohon maaf, soal itu saya kurang tahu.""Kamu yakin tidak sedang berbohong?" tanya orang itu.Amira menggelengkan kepalanya, dia berkata jujur kepada orang-orang yang menolong dirinya. Setidaknya semuanya demi keselamatan dirinya. "Iya, aku juga ini diculik, mungkin Nico akan ke sini dan menyelamatkan aku," jelas Amira. Semua orang sudah mulai paham, dan tak lama kemudian semua orang jadi heboh ketika mengetahui kalau ada mobil milik Sang Jian datang ke sini. Mereka semuanya tersenyum bahagia menyambut kedatangannya dari pria itu. "Itu Sang Jian dengan istrinya.""Iya kamu benar, ayo kita ke sana."Semua orang kini mulai berjalan me

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 100 Misi Penyelamatan Amira

    Rian tengah tenang sambil menyesap kopinya, dia menunggu keputusan dari Arjuna. Tentu saja dia ingin ayahnya menandatangani surat wasiat miliknya. Dia tidak akan mudah untuk melakukan sesuatu, apalagi dengan tangan yang kosong. "Belum ada kabar dari mereka," gumam Rian. Sampai tak lama kemudian, ada seseorang yang kini datang menghampiri Rian dan dia hendak akan mengatakan sesuatu sekarang. "Permisi Tuan.""Ada apa?" tanya Rian pada orang yang kini menghampiri dirinya. "Di bawa terlihat banyak sekali warga yang berfoto. Mereka terlihat ramai-ramai datang ke sini," kata orang tersebut memberitahu Rian. "Untuk apa mereka ke sini?" tanya Rian yang sedikit panik. "Kami juga tidak tahu, mereka semuanya katanya ingin bertemu dengan Sang Jian dan Nico.""Apa? Kamu tidak mencegahnya. Memangnya mereka akan ke sini?" tanya Rian langsung panik. Dia khawatir kalau sampai persembunyian dirinya ketahuan. "Mereka semuanya memaksa ingin bertemu," kata orang itu pada Rian. "Kamu tidak becus,

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 99 Mencari Amira

    Nico sudah berada di tempat tersebut dan mencari keberadaan dari Rian, tetapi dia tidak menemukan jejak dari laki-laki itu. Alexa berkeliling rumah itu untuk memastikan sesuatu, tetapi dia juga tidak menemukan apapun. "Sepertinya memang tidak ada," kata Alexa. "Padahal aku yakin disekitar sini," ujar Nico memastikan semuanya. "Kita cari ke tempat lain saja," kata Sang Jian yang sudah menyerah. Dia tidak menemukan kebenaran Rian. Kalau pun ada, pasti tempat ini sudah dijaga dengan ketat karena tidak ingin ada yang menerobosnya."Yaudah kalau begitu kita ke mobil lagi saja," kata Nico.Alexa dan Sang Jian setuju, sampai akhirnya mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil. Sang Jian menyalakan mesin mobilnya, sedang-kan Alexa berusaha untuk melacak keberadaan Amira sekarang. Sampai ponsel milik Nico tiba-tiba berdering tanda ada yang menghubunginya. "Siapa?" tanya Sang Jian. "Arjuna, dia menelepon," kata Nico. "Kalau begitu angkat saja, siapa tahu memang penting," kata Sang Jia

  • Gairah Liar Sang Aktor   Bab 98 Ancaman Rian

    Sang Jian sudah menghubungi Nico dan mereka akan bertemu di tengah jalan. Kebetulan Nico tadi masih berada di rumah sakit. "Nico lama sekali," umpat Alexa. "Kamu tidak usah khawatir, kita pasti akan menemukan dia," kata Sang Jian. Alexa hanya mengangguk saja sambil memandangi tablet miliknya. Dia berusaha untuk melacak keberadaan seseorang. "Kita tidak menemukan jejaknya," kata Alexa sambil melihat layar. Sang Jian menoleh kearah Alexa kembali, dia tahu apa yang ada dalam pikiran wanita itu sekarang. "Rian tidak mungkin membawa Amira ke dalam rumahnya bukan?""Harusnya seperti itu, kita harus tanya ke anak buahnya yang sudah kita tangkap, mungkin saja dia tahu markas Rian."Sang Jian setuju dengan usulan yang diberikan oleh Alexa padanya. "Kamu benar sayang. Aku akan mengirim pesan pada Arjuna untuk mengintrogasi dia."Alexa hanya mengangguk saja, sampai tak lama kemudian, ada mobil yang menghampiri mereka berdua sekarang.Orang dalam mobil itu langsung turun dan menghampiri Ale

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status