Mag-log inBagaimana mungkin Alexa yang polos itu tiba-tiba berada di sebuah ranjang hotel, lebih parah lagi disebelahnya adalah seorang aktor tampan bersama Sang Jian, aktor keturunan tiongkok yang menetap di indonesia. Dia sangat didambakan oleh banyak orang. "Kamu siapa?" "Eh.." Seketika sadar dengan posisi mereka dan Sang Jian langsung melotot kearah Alexa. "Apa yang kamu lakukan di ranjangku?" Pintu terbuka dan tiba-tiba banyak media yang meliput mereka. Sang Aktor yang kini malah terkena skandal karena tidur dengan seorang wanita. Bagimana nasib Sang Jian dan Alexa? kenapa mereka bisa ada di ranjang yang sama?
view moreMalam yang begitu panas di mana Alexa merasa pusing di kepalanya dan mencari kamar tempat dirinya untuk beristirahat setelah pesta bersama dengan teman-temannya.
Tiba-tiba ada sebuah pintu terbuka dan orang itu menariknya dengan cepat. Alexa terhuyung dengan begitu saja, tidak menyadari siapa yang menarik dirinya. Dia merasa pusing tidak tertahan. Tiba-tiba ada yang mencium bibirnya dengan lembut. "Tolong aku." Suara serak dan begitu lembut ditelinga Alexa membuat dia malah terbuai. "Kamu mirip aktor favoritku," kata Alexa sambil memegangi dada laki-laki tersebut dan kembali fokus ke wajahnya. Sang Jian yang sudah tidak tahan pun akhirnya mendorong Alex keranjangnya dan dia melepaskan kain yang digunakan. Pada malam itu, mereka melakukan hal yang memang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dalam keadaan yang memang tidak sabar. *** Sampai pada pagi kemudian, Alexa memegangi kepalanya yang sedikit pusing. Dia tidak ingat dengan apa yang sudah terjadi semalam. Dia kemarin terlalu banyak minum dan akhirnya dia kembali istirahat di kamar hotelnya. Sampai matanya melihat kearah samping dan dia dikejutkan dengan sosok yang tengah terlelap dengan tidak menggunakan baju dia sebelahnya. Hanya balutan selimut yang digunakan. "Apa? Kenapa ada pria disebelah ku?" Alexa terlihat sedikit panik, dia berusaha untuk melihat laki-laki tersebut dan memastikan sendiri. Sampai dia menutup mulutnya dengan tidak percaya. Rasanya memang tidak mungkin ketika dia melihat seorang aktor yang memang menjadi idola dirinya ada disampingnya. "Gila, ini benaran Sang Jian!" Alexa sedikit berteriak karena tidak percaya dengan yang dia lihat sekarang. Rasanya memang seperti mimpi di pagi buta. Teriakan dari Alexa rupanya mampu membangunkan pria yang ada disampingnya. Dia merasa sedikit tidak nyaman karena ada pergerakan disampingnya. "Sang Jian." Sang Jian menyadari ada orang yang ada disampingnya, dia langsung melotot dengan tajam ketika melihat orang tersebut. "Siapa kamu dan apa yang kamu lakukan hah!" marah Sang Jian. Dia menyadari bajunya sudah berserakan sekarang. Apalagi dengan kondisi dirinya bersama dengan orang yang tidak dia kenal. Dia yakin kalau ini semuanya jebakan wanita itu. "Aku... Tidak tahu," jawab Alexa dengan sedikit gugup ketika hendak akan menjawab pertanyaan dari Sang Jian. Sejujurnya Alexa juga terkejut, bahkan rasanya seperti mimpi. Bagaimana mungkin dirinya bisa tidur di ranjang seorang Aktor. Lebih parah lagi itu adalah aktor favorit dirinya dalam serial drama. Sang Jian tiba-tiba mencekik leher Alexa sebagai sebuah ancaman pada wanita itu. Sang Jian tidak pernah percaya dengan seorang wanita, apalagi sekarang dalam keadaan tidak menggunakan apapun. "Katakan, kenapa kamu melakukan ini? Kamu ingin uang." "Aku ti..dak tahu... Itu aku.." Alexa kesusahan berbicara karena Sang Jian mencekik dirinya. Napasnya sedikit tercekat dan tidak tahu harus menjawab apa sekarang. "Le..pas..kan." Sang Jian melepaskan cekikan tersebut sambil membuat Alexa berbatuk. "Uhuk...uhuk..." "Jika kamu tidak mau menjawabnya aku akan melaporkan ini ke pihak kepolisian!" "Aku tidak tahu sama sekali, aku mabuk semalam!" Alexa berusaha untuk membela dirinya karena dia juha tidak ingat dengan apa yang sudah terjadi semalam dengan Sang Jian. "Sialan!" Sang Jian mengumpat, tetapi kemudian pintu hotel tiba-tiba terbuka dan muncul beberapa awak media yang meliput dirinya. "Aktor Sang Jian tidur bersama wanita." Sang Jian terkejut ketika melihat ada beberapa wartawan yang datang menghampiri dirinya. Dia sama sekali tidak tahu kalau hal ini akan terjadi. "Pergi kalian!" usir Sang Jian pada wartawan yang tiba-tiba mengambil fotonya. "Hei..hei... Kalian keluar dari sini!" ujar asisten Sang Jian. Bernama Juna tetapi dia adalah seorang banci dan ingin selalu disebut Junay. "Seorang aktor tampan tidur bersama dengan perempuan. Ini akan menjadi berita hot panas," kata salah satu wartawan. "Kalian pergi sana!" Junay berusaha untuk mengusir wartawan dari sini. Dia sedikit panik dan menatap kearah Sang Jian. "Jian, kamu butuh penjelasan. Aku akan urus para awak media dulu." Junay mengatakan itu dan langsung pergi dengan begitu saja. Sang Jian merasa kesal sendiri, bagaimana mungkin sekarang dia malah terlihat dalam skandal. Lalu dia menatap kearah Alexa yang tengah memakai bajunya dan hendak akan pergi dari sini. "Mau ke mana kamu hah!" marah Jian ketika melihat Alexa hendak akan pergi dari sini. "Aku akan pergi, anggap saja semuanya tidak pernah terjadi," jawab Alexa yang sebenarnya merasa sangat malu. Ini adalah hal gila yang pernah dia lakukan, bagaimana mungkin bisa tidur bersama dengan aktor tampan favorit dirinya. Walaupun tadi nyawa dia hampir melayang karena pria itu rupanya sedikit kasar. Berbeda dengan sikapnya yang selalu dipertontonkan di televisi. "Kamu dengan mudah kabur begitu saja setelah membuat skandal?" "Kan aku sudah bilang kalau itu bukan salahku!" bela Alexa. "Nggak, kamu tetap bersalah, aku yakin kalau kamu pergi sudah merencanakan semuanya bukan." "Kamu jangan asal tuduh kalau tidak punya bukti, mentang-mentang kamu adalah aktor, jadi kamu menyalahkan aku begitu," bela Alexa. "Kamu tahu aku adalah Aktor, kamu pasti memanfaatkan keadaan!" "Jangan asal bicara, mana mungkin aku melakukan itu," bela Alexa. "Iya siapa tahu, kamu melakukan itu karena suka padaku." "Dengar yah, kalau pun aku suka padamu, aku tidak akan menggunakan rencana licik untuk menjeratmu seperti ini!" Marah Alexa tidak terima dengan tuduhan Sang Jian. Sang Jian melihat ekspresi wajah dari wanita itu yang sepertinya jujur. Tetapi dia tidak akan tertipu dengan begitu saja. Dia akan mengawasi wanita itu berada di dekat dirinya, pasti dia akan menemukan bukti tentang siapa yang sudah menjebak dirinya. "Kalau begitu, tidak ada pilihan lain. Kamu harus tinggal bersama denganku sebagai jaminan kalau kamu tidak akan kabur. Setidaknya sampai ada bukti kalau kejadian ini hanya jebakan seseorang bukan rencana dari kamu," kata Jian pada Alexa. Alexa langsung menerima tantangan tersebut, kapan lagi dia bisa tinggal bersama dengan aktor tampan ini. Sekalian dia mencaritahu siapa orang yang sudah menjebak didinya. Dia akan mencari buktinya nanti. "Baik, aku setuju." Jian kembali menatap sinis kearah Alexa. "Ingat yah, jangan berharap apapun, apalagi menggodaku seperti ini lagi. Sampai kamu ketahuan dinyatakan bersalah. Aku tidak akan segan memasukan kamu ke penjara." "Aku tidak takut!" balas Alexa karena dia merasa tidak bersalah sama sekali. "Kemasi barang-barangmu dan nanti asistenku yang akan mengurusnya!" Jian mengatakan itu dan dia langsung pergi dengan begitu saja. Alexa mendengus setelah melihat kepergian dari Sang Jian. benar-benar berbeda 180° derajat dari yang dia lihat dia televisi. "Sialan Sang Jian." "Sebenarnya apa yang terjadi semalam?" BERSAMBUNGAcara Penghargaan Sang Jian datang ditemani oleh Alexa dan menjadi pusat perhatian banyak orang. Apalagi dengan penampilan mereka di depan publik membuat semua orang tahu kalau Sang Jian orang yang cinta dengan istrinya. Membuat semua para fansnya menerima Alexa dengan lapang dada karena sebelumnya Sang Jian sudah mengirim hal-hal romantis di akun sosial miliknya. "Wah itu Sang Jian dengan istrinya.""Ayo potret mereka."Sang Jian dan Alexa hanya tersenyum dan memberikan beberapa ruang pada mereka untuk mengabadikan momen tersenyum. Setelah sesi foto tersebut, Sang Jian dengan mesra langsung menggandeng tangan Alexa. "Ayo sayang kita ke sana," ajak Sang Jian dengan mesra. Mereka sudah disiapkan tempat duduk berdampingan khusus oleh membuat acara. "Baiklah."Alexa dengan anggun baju yang dia gunakan sekarang. Berjalan menuju kearah tempat duduk bersama dengan para tamu undangan lagi. Pada saat yang bersamaan, Nico juga datang bersama dengan Amira. Tentu saja sebagai pasangannya
Rian sudah ditangkap oleh pihak kepolisian sekarang. Arjuna merasa lega karena semuanya sudah berjalan dengan baik. "Akhirnya tertangkap juga," kata Sang Jian. Alexa memeluk Sang Jian dengan erat, dia sudah melalui banyak hal yang dilakukan oleh pria itu. Dia sungguh dia mengetahui semuanya. "Kalian malah bermesraan," kata Arjuna. "Iya kamu juga bisa kali kalau ingin," kata Sang Jian. Alexa tertawa setelah mendengar hal itu. Lalu dia melirik kearah Amira dan Nico yang nampak berdua. "Kita pulang sekarang," kata Nico. "Bagaimana dengan kondisi ibuku?" tanya Amira dengan khawatir. Alexa yang tadi diam akhirnya kembali berbicara. Apalagi dia sudah melakukan hal yang baik. Semuanya sudah dia rencanakan. "Dia bersama dengan Luna," kata Alexa. "Kalau begitu kita sebaiknya cepat pulang karena aku juga ingin bertemu dengan ibuku," ujar Amira dengan jujur. "Iya kita pulang sekarang. Nico dan Amira masuk ke dalam mobilku saja, kita sekalian ke rumah sakit," ajak Arjuna. Nico setuju
Amira senang karena orang-orang jahat itu sudah diamankan. Hanya saja Rian yang menjadi dalang dibalik semuanya tidak terlihat. Apa laki-laki itu sudah memilih pergi? Dia tidak tahu tentang hal ini, tetapi dia berusaha untuk melakukan semuanya dengan baik. "Bagaimana kamu bisa diculik dan di mana Nico dan Sang Jian?" tanya orang yang menolong Amira. "Mohon maaf, soal itu saya kurang tahu.""Kamu yakin tidak sedang berbohong?" tanya orang itu.Amira menggelengkan kepalanya, dia berkata jujur kepada orang-orang yang menolong dirinya. Setidaknya semuanya demi keselamatan dirinya. "Iya, aku juga ini diculik, mungkin Nico akan ke sini dan menyelamatkan aku," jelas Amira. Semua orang sudah mulai paham, dan tak lama kemudian semua orang jadi heboh ketika mengetahui kalau ada mobil milik Sang Jian datang ke sini. Mereka semuanya tersenyum bahagia menyambut kedatangannya dari pria itu. "Itu Sang Jian dengan istrinya.""Iya kamu benar, ayo kita ke sana."Semua orang kini mulai berjalan me
Rian tengah tenang sambil menyesap kopinya, dia menunggu keputusan dari Arjuna. Tentu saja dia ingin ayahnya menandatangani surat wasiat miliknya. Dia tidak akan mudah untuk melakukan sesuatu, apalagi dengan tangan yang kosong. "Belum ada kabar dari mereka," gumam Rian. Sampai tak lama kemudian, ada seseorang yang kini datang menghampiri Rian dan dia hendak akan mengatakan sesuatu sekarang. "Permisi Tuan.""Ada apa?" tanya Rian pada orang yang kini menghampiri dirinya. "Di bawa terlihat banyak sekali warga yang berfoto. Mereka terlihat ramai-ramai datang ke sini," kata orang tersebut memberitahu Rian. "Untuk apa mereka ke sini?" tanya Rian yang sedikit panik. "Kami juga tidak tahu, mereka semuanya katanya ingin bertemu dengan Sang Jian dan Nico.""Apa? Kamu tidak mencegahnya. Memangnya mereka akan ke sini?" tanya Rian langsung panik. Dia khawatir kalau sampai persembunyian dirinya ketahuan. "Mereka semuanya memaksa ingin bertemu," kata orang itu pada Rian. "Kamu tidak becus,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.