Beranda / Male Adult / Gairah Liar Sang Presdir / Bab 8. Wanita Muda Di Mall

Share

Bab 8. Wanita Muda Di Mall

Penulis: Andy Lorenza
last update Tanggal publikasi: 2026-10-16 00:03:03
Sekitar jam 8 pagi Bobby terbangun dari tidurnya di ranjang di kamar hotel tempat ia menginap dan bercinta dengan Dina tadi malam, dengan hanya mengenakan celana pendek ia berjalan menuju kamar mandi. Setelah menyalakan air hangat ke dalam bathtup yang tersedia di kamar mandi itu, Bobby pun merendam tubuhnya berbaring di bathtup itu dengan sesekali memejamkan mata.

Air hangat di bathtup itu benar-benar membuat tubuhnya nyaman dan terasa segar kembali, cukup lama ia berada di sana hingga akhirnya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Liar Sang Presdir   Bab 9. Rasa Sakit Diselingkuhi

    Bobby merasa sedikit lega saat henyakan pantatnya di sofa empuk di ruangan yang terhubung langsung dengan teras di lantai atas rumah mewah milik sahabatnya itu, hatinya sejak di mall tadi seakan terbakar karena melihat sosok wanita yang dia anggap telah menghancurkan hidupnya.Tak beberapa lama Bobby duduk, wanita setengah baya yang tadi mengantarnya ke ruangan itu datang kembali membawa dua gelas kopi hangat dan beberapa potong jenis kue basah di piring lalu menaruhnya di atas meja depan sofa di mana Bobby duduk dengan sahabatnya itu.“Silahkan diminum dan dicicipi Tuan,” tawar wanita setengah baya itu.“Makasih Bi Asih,” ucap Bobby diiringi senyum ramahnya, wanita setengah baya yang dipanggil Bi Asih itu balas tersenyum kemudian pamitan untuk kembali ke lantai bawah untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai pembantu di rumah mewah itu.“Emangnya tadi dari rumah kamu rencananya mau ke mana Bob?” tanya pria yang duduk di samping Bobby itu.“Aku nggak dari rumah Ray melainkan dari hotel,

  • Gairah Liar Sang Presdir   Bab 8. Wanita Muda Di Mall

    Sekitar jam 8 pagi Bobby terbangun dari tidurnya di ranjang di kamar hotel tempat ia menginap dan bercinta dengan Dina tadi malam, dengan hanya mengenakan celana pendek ia berjalan menuju kamar mandi. Setelah menyalakan air hangat ke dalam bathtup yang tersedia di kamar mandi itu, Bobby pun merendam tubuhnya berbaring di bathtup itu dengan sesekali memejamkan mata.Air hangat di bathtup itu benar-benar membuat tubuhnya nyaman dan terasa segar kembali, cukup lama ia berada di sana hingga akhirnya menyudahi mandinya dan mengenakan pakaian ganti yang telah ia persiapkan dari rumah kemarin sebelum ke kantor dan menginap di hotel itu.Bobby meraih ponselnya yang ada di meja di sisi ranjang lalu melakukan panggilan, seseorang yang dihubungi itu langsung mengangkatnya.“Hallo, selamat pagi Pak.”“Pagi, jemput aku sekarang ya?” pinta Bobby.“Baik Pak, saya akan segera ke sana,” ujar sosok yang dihubungi itu lalu Bobby mengakhiri panggilan di ponselnya.Tak beberapa lama setelah chek out dan be

  • Gairah Liar Sang Presdir   Bab 7. Wanita 500 Ribuan

    Sekitar jam 10 malam sebuah mobil mewah jenis Alphard memasuki halaman sebuah hotel di kawasan Kota Jakarta, sosok pria tampan bertubuh atletis turun kemudian mobil mewah itupun memutar balik meninggalkan kawasan hotel itu.Pria tampan itu melangkah ke lobi lalu masuk menghampiri resepsionis memesan sebuah kamar, setelah menerima key card ia pun menuju kamar yang dipesan. Langkah kakinya sedikit sempoyongan dan sesekali pria itu nampak meraba kepalanya sendiri yang terasa agak berat.Sepertinya pria itu sebelum menuju hotel meneguk minuman beralkohol di sebuah bar, atau tempat yang juga menyediakan minuman-minuman mengandung alkohol lainnya. Begitu masuk ke kamar ia langsung merebahkan diri di ranjang, entah sadar atau memang sengaja sepatu yang ia kenakan tak dibukanya terlebih dahulu.Tak berselang lama ponsel di saku celananya berbunyi, pria yang berbaring di ranjang kamar hotel itupun mengangkatnya.“Hallo Dina, kamu udah nyampai di hotel ini ya?”“Udah Om, nih aku di depan pintu

  • Gairah Liar Sang Presdir   Bab 6. Muncul Keraguan

    “Tapi usiaku dan Mas Bobby terpaut sangat jauh, apakah nanti tak jadi masalah bagi Papi dan Mami? Karena siapa tahu saja akan dipandang tidak baik oleh para tamu undangan, di hari pernikahan kami nanti.”Pak Haris dan Bu Widya sama-sama tersenyum mendengar perkataan Aulia itu, Pak Haris memberi isyarat pada istrinya agar dia saja yang menanggapi.“Aulia, Mami dan Papimu sudah tahu sebelumnya bahwa Bobby saat ini telah berusia 38 tahun sementara kamu tahun ini genap 23 tahun. Akan tetapi menurut pandangan kami Bobby masih kelihatan muda, orang-orang pasti takan menyangka usianya hampir 40 tahun. Bukankah begitu Mas?”Pak Haris mengangguk saat diminta tanggapan oleh Bu Widya.“Benar Aulia, kalaupun nanti ada yang kurang setuju atas perbedaan usia kalian takan berparuh bagi Papi. Justru kami berpandangan sosok Bobby yang jauh lebih dewasa akan dapat membimbingmu dalam berumah tangga nantinya, sekarang yang ingin kami dengar keputusan dari kamu bersedia tidaknya dijodohkan dengannya?”Pak

  • Gairah Liar Sang Presdir   Bab 5. Perjodohan

    “Untuk mempererat hubungan keluarga besar kita, maka kami memutuskan akan menjodohkan Bobby dengan Aulia.”Terperanjatlah Bobby begitu pula Aulia mendengar penuturan dari Pak Haris itu, mereka berdua tentu saja tak menyangka jika kedua orang tua mereka telah memiliki rencana sebelumnya untuk menjodohkan mereka.Baik Bobby maupun Aulia tak berani bersuara meskipun mereka sama-sama ingin menyampaikan sesuatu atas pernyataan dari Pak Haris itu, karena tak satupun di antara mereka menanggapi Pak Azhar kemudian bicara.“Benar apa yang dikatakan Haris, dengan dijodohkannya Bobby dengan Aulia maka hubungan kekeluargaan kita semakin erat. Bagaimana menurutmu Bobby?”Ditanya seperti itu Bobby pun tersentak dan tak tahu harus menjawab bagaimana, ia kemudian berucap sekenanya saja.“Terserah Papa dan Om Haris, aku ngikut aja.”Pak Azhar pun tersenyum mendengar jawaban dari putranya, lalu ia alihkan pandangan seraya bertanya pada Aulia.“Bagaimana dengan kamu, Aulia?”Aulia tak menjawab, ia arahk

  • Gairah Liar Sang Presdir   Bab 4. Tak Bisa Move On

    Setelah dirasa cukup tenang dengan menarik napasnya, Bobby pun bersuara.“Aku memang sedang ada masalah Ma, tapi masalah yang terjadi itu bukan di tempat kerja melainkan dengan Friska..”Bobby hentikan bicaranya, hal itu tentu membuat Bu Andini makin penasaran.“Masalah dengan Friska?!”Bobby mengangguk lemah, tatapannya jauh mengarah ke depan teras penuh kehampaan.“Coba ceritakan sama Mama, ada masalah apa kamu dengan Friska?”Pinta Bu Andini, kembali Bobby menarik napasnya dalam-dalam.“Aku dikhianati Friska Ma, dia kabur menikah dengan pria lain..”Bu Andini sangat terkejut tak percaya lalu memotong bicaranya Bobby.“Apa..? Friska menikah dengan pria lain?! Nggak mungkin, bukankah selama ini hubungan kalian baik-baik saja?”Bobby terdengar mendengus napasnya yang terasa berat, ia melanjutkan bicaranya dengan tatapan masih ke arah depan.“Kenyataan yang terjadi memang begitu Ma, tadi siang saat aku ingin mengajaknya makan siang bareng dan menelponnya nomornya nggak aktif. Lalu aku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status