مشاركة

BAB 254

مؤلف: Cassian Story
last update تاريخ النشر: 2026-03-04 14:05:06

Tepat saat Rion menyapu pandangan ke seluruh taman, ia menangkap satu sosok kecil di dekat air mancur.

Rambut hitam dengan gaun selutut berwarna biru lembut serta hiasan kecil berbentuk bunga biru yang tersemat di sisi rambutnya.

Rion mengenal hiasan itu. Ia yang membelinya untuk Luna.

Gadis kecil itu berdiri dengan kedua tangan bertaut di depan tubuhnya. Penampilannya jauh berbeda dari beberapa hari lalu.

Tidak lagi memakai pakaian yang usang dan sepatu yang robek. Rambutnya diikat satu deng
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (5)
goodnovel comment avatar
Cassian Story
siaaaaap...
goodnovel comment avatar
Cassian Story
author pun baper sendiri ......
goodnovel comment avatar
Chenlily678 Lily
iya kan kakk lucu lho wkwk suka liat nya
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 319

    Bandara malam itu dipenuhi lalu lalang penumpang. Namun di sudut khusus keberangkatan, suasana terasa lebih intim.Serena memeluk Luna dengan hati-hati, tangannya mengusap punggung menantunya penuh kasih. “Jaga diri baik-baik, ya. Jangan terlalu lelah,” ucapnya. Luna mengangguk patuh. “Iya, Bu.”Serena lalu menoleh ke arah Rion. Tatapannya berubah sedikit tegas, khas seorang ibu. “Kamu juga. Jangan terlalu keras kepala.”Rion mengangguk paham. “Iya, Bu.”Sementara itu, Steave berdiri di depan Leo yang sedang menggendong Azzura yang tidak bisa diam.“Awas kamu,” ujar Steve setengah mengancam, tapi dengan nada bercanda. “Kalau Azzura jatuh lagi dan terus menangis–”“Iya Ayah! Intruksi diterima!” Leo langsung panik. “Aku akan menjaga princess Whitmore dengan baik.”Steave mendengus, lalu mengusap kepala Azzura yang malah tertawa tanpa mengerti apa-apa. “Kamu bisa perintahkan apa saja pada Om-mu,” gumamnya pada sang cucu. Leo memutar mata kesal, kalau ayahnya tidak menjanjikan bahwa ia

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 318

    Beberapa hari setelah malam itu, suasana megah menyelimuti sebuah hotel bintang lima di pusat London.Resepsi pernikahan yang selama ini tertunda akhirnya digelar.Aula besar itu dipenuhi cahaya lampu kristal yang berkilauan, dihiasi bunga-bunga segar yang elegan. Tamu undangan datang dari berbagai kalangan pebisnis besar, relasi internasioal, hingga keluarga dekat. Jumlahnya bukan lagi kalanga, tapi hampir mencapai ribuan.Di atas pelaminan, Rion dan Luna berdiri berdampingan.Luna tampak begitu anggun dalam balutan gaun putih panjang yang menjuntai sempurna. Senyumnya tidak pernah lepas, dan matanya berbinar penuh kebahagiaan.Sementara di sampingnya, Rion berdiri tegap dengan setelan jas elegan. Wajahnya tetap tenang seperti biasa, tapi sesekali sudut bibirnya terangkat saat menatap istrinya.Tangannya tidak pernah lepas dari Luna.“Kamu capek?” tanya Rion sedikit menunduk ke arah Luna.Luna menggeleng sambil tersenyum. “Tidak. Aku sangat senang.”Rion menatapnya beberapa detik le

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 317

    Di ruang keluarga, Serena tampak duduk santai di sofa sambil memangku Azzura. Tangan wanita itu dengan sabar menggoyangkan mainan kecil, membuat balita mungil itu tertawa riang tanpa henti.“Pintarnya,” ujar Serena, matanya penuh kasih.Azzura merespons dengan suara celoteh yang belum jelas, tetapi cukup membuat Serena semakin gemas. Ia mengecup pipi kecil itu berkali-kali.Kemudian, ia mendengar langkah kaki yang mendekat, Serena menoleh, lalu mendapati Luna berdiri tidak jauh dari sana. Wajah menantunya itu tampak berbeda, dan sedikit gugup, bahkan cenderung malu.“Luna?” panggil Serena. “Ada yang kamu butuhkan?”Luna menggigit bibir bawahnya sebentar, ragu untuk berbicara. Tangannya saling menggenggam, terlihat sedang menahan rasa canggung.“Ibu…” suaranya sekecil mungkin. “Ya?” Serena tersenyum, menunggu dengan sabar.Luna menarik napas, lalu akhirnya memberanikan diri. “Malam ini… apakah Ibu bisa menjaga Azzura?”Serena terdiam sepersekian detik, lalu matanya langsung menyipit p

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 316

    Selesai makan malam, Luna mengganti lampu kamar dengan lampu tidur yang lebih gelap. Azzura akhirnya tertidur setelah cukup lama bermain lagi di atas tempat tidur. Napas kecilnya terdengar teratur, dan wajah mungilnya tampak damai. Luna mengelus kepala putrinya sebelum berdiri. Ia melangkah keluar kamar, menutup pintu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.Tubuhnya terasa lelah. Hari ini cukup panjang, jadi ia berniat mandi sebentar untuk merilekskan diri.Namun, baru saja ia tiba di dalam kamar mereka, dua tangan tiba-tiba melingkar dari belakang melingkupi pinggangnya.Luna tersentak dan tubuhnya sempat menegang. “Rion?!” ucapnya kaget.Napas hangat menyentuh lehernya. “Hemm.”Suara rendah itu langsung membuat tubuh Luna melemas. “Kamu ini,” gumamnya, tangannya menyentuh lengan Rion yang masih memeluknya erat.Rion semakin mendekat. Wajahnya bersandar di bahu istrinya. Ia benar-benar lelah.“Kapan pulang?” tanya Luna. “Dari tadi.”Luna tersenyum kecil. “Kenapa tidak bila

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 315

    Beberapa bulan kemudian…Suasana terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Rion membawa Luna dan anaknya untuk tinggal kembali di mansion karena Serena terus memohon, dan Rion tidak tega melihat ibunya. Tawa kecil bercampur teriakan riang memenuhi ruangan, membuat siapa pun yang ada di sana sulit untuk tidak ikut tersenyum.Di tengah ruang keluarga, seorang bocah kecil dengan langkah belum sempurna berlari ke sana kemari.“Azzura, pelan-pelan!” seru Leo yang sudah mulai kewalahan.Namun bocah perempuan itu sama sekali tidak berhenti.nKakinya yang mungil terus melangkah cepat, sesekali hampir tersandung karpet, lalu.. Bruk!Ia terjatuh.Semua orang refleks menoleh.Luna yang duduk di sofa langsung menegakkan tubuhnya, tapi belum sempat berdiri, Serena sudah lebih dulu menahan tangannya.“Biarkan saja,” ujar Serena lembut. “Tidak apa-apa.”Luna menggigit bibirnya menahan diri.Sementara itu, Azzura hanya diam satu detik lalu tertawa. Ia bangkit lagi, lalu kembali berlari.“Lihat kan?” gu

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 314

    Ruangan VIP yang ditempati Luna mulai di penuhi aroma makanan yang baru datang. Luna tengah bersandar lemah di ranjang dengan wajah pucat, tapi jauh lebih tenang dibanding beberapa jam lalu.Serena duduk di samping ranjang, memegang mangkuk sup. Dengan penuh perhatian, ia meniupnya sebelum menyuapkan ke arah Luna. “Pelan-pelan, saja,” ucapnya. Luna sempat ragu, matanya melirik ke arah Rion sekilas, seolah meminta izin. Rion yang berdiri tak jauh dari sana hanya mengangguk kecil tanpa mengalihkan pandangan dari tablet di tangannya. Bukannya apa, ia masih bingung harus bagaimana setelah status barunya di akui ibu mertuanya. “Buka mulutmu,” kata Serena.Luna akhirnya mengikuti, menerima suapan itu. “Terima kasih… Bu,” ucapnya malu-malu.“Kamu tidak perlu sungkan. Mulai sekarang, kamu bagian dari keluarga ini,” ujar Serena. Ucapan itu membuat dada Luna terasa hangat. Ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya, hampir membuatnya ingin menangis.Di sisi lain ruangan, Rion berdiri

  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 256

    Luna dan Theodore masih duduk di bangku depan paviliun. Buku gambar terbuka di pangkuan Luna, sementara Theodore menopang dagu dengan tangan, mendengarkan cerita Luna tentang bunga yang ia tanam pagi tadi.“Di sini sepi, ya?” ujar Theodore. Luna terdiam sebentar. “Tidak juga…”“Rion pasti sibuk te

    last updateآخر تحديث : 2026-04-03
  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 249

    Perjalanan menuju sekolah terasa seperti mimpi buruk yang bergerak terlalu cepat.Serena duduk di samping Steave, jari-jarinya saling menggenggam erat di atas pangkuan. Sementara Leo sudah dititipkan kembali ke mansion. Sekarang hanya ada mereka berdua dan kecemasan yang terus menekan dada.Mobil b

    last updateآخر تحديث : 2026-04-03
  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 240 - Aku Akan Mencarinya

    Serena berdiri terpaku di ambang pintu mansion.Tatapannya tampak kosong menembus deretan mobil hitam yang terparkir rapi di halaman depan.Mesin-mesin kendaraan itu sudah menyala, dan siap berangkat kapan saja. Para sopir pun berdiri tegap di samping pintu masing-masing.Semuanya terasa seperti ad

    last updateآخر تحديث : 2026-04-02
  • Gairah Membara Paman Tunanganku   BAB 244 - EP 2

    Mobil berhenti di depan gedung perusahaan saat langit mulai berubah jingga.Serena sempat singgah membeli beberapa makanan ringan dan kopi. Pekerjaannya masih banyak dan Ia ingin menyelesaikan beberapa berkas sebelum malam benar-benar tiba.Saat ia melewati lobi. Para karyawan memberi salam hormat

    last updateآخر تحديث : 2026-04-02
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status