Share

Gairah Sahabatku
Gairah Sahabatku
Author: Addarayuli

bab 1

Author: Addarayuli
last update publish date: 2025-11-12 19:53:51

"Kak Liam lama banget sih kak, Luna udah laper nih." Gerutu Luna.

"Sabar elah, baru juga lima menit matiin teleponnya."

Brigita Nozela, gadis cantik yang memiliki rambut sebatas bahu saat ini sedang duduk disofa bersama seorang gadis remaja yang kini tengah mengerucutkan bibirnya karena kelaparan menunggu sang kakak.

Aluna kembali menidurkan kepalanya di paha Nozela, dia kembali menonton film itu meski perutnya terasa lapar. Nozela sebenarnya merasa kasihan pada Luna, tapi dari pada terjadi kebakaran dapur di rumah mewah ini lebih baik dia menunggu William saja.

"Nih makan."

Aluna membuka mulutnya saat Nozela menyuapinya keripik kentang, mereka lebih cocok menjadi kakak adik jika dibandingkan dengan William.

"Kenapa yang jadi pacar kak Liam bukan kak Ojel aja sih, kenapa harus nenek lampir itu."

Uhuk..uhuk

Aluna segera bangkit dari posisi tidurannya lalu mengambil segelas jus dan memberikannya pada Nozela.

"Minum dulu kak."

Nozela dengan cepat menenggak jus itu. Setelah merasa baikan, dia meletakkan kembali gelasnya ke meja.

"Lun, jangan asal ngomong ya. Gue sama abang lo udah sahabatan dari jaman lo belum dicetak, enak aja main suruh kita pacaran."

Aluna meringis kecil. "Tapi Luna lebih suka kak Ojel dari pada kak Clarissa, dia itu judes banget nggak kaya kak Ojel."

Seketika Nozela merasa kepalanya mulai membesar karena dipuji adik dari sahabatnya. Dia mengibaskan rambut sebahunya kebelakang dengan gaya centilnya.

"Gue emang sebaik itu dek Luna."

Luna mencebikkan bibirnya melihat kepedan Nozela yang dianggapnya sebagai kakak kedua itu.

"Minusnya jomblo aja sih. Hahaha."

Nozela menatap Luna tajam. "Berani banget lo ngatain gue jomblo ya bocah kemarin sore."

"Hahaha, ampun kak. Geli. Hahaha."

Luna tertawa terbahak-bahak saat Nozela mengelitiki perutnya. Tanpa mereka berdua sadari, sejak tadi William sudah berdiri di ambang pintu. Dia tersenyum melihat dua gadis beda generasi itu saling bercanda.

"Ehem."

Nozela menghentikan gelitikannya pada perut Lun saat mendegar suara deheman dari belakang. Dia tersenyum saat melihat William datang membawa dua kantong kresek makanan pesanan mereka.

"Ya Tuhan, Luna hampir aja mati kelaparan."

William mencubit bibir adiknya sebelum meletakkan bawaannya ke atas meja.

"Mulutnya." Ucap William.

Nozela mengambil martabak manis pesanannya, dia tersenyum saat aroma manis dan wangi dari martabak itu menguar saat dia membuka bungkusnya.

"Kak Ojel sisain, Luna juga mau." Ucap Luna.

"Belum juga gue makan." Ucap Nozela.

Nozela mengambil satu potong lalu memakannya, dia melirik William yang hanya diam saja sambil memainkan ponselnya. Dengan iseng, Nozela mengarahkan martabak itu ke mulut William.

William menggigitnya dengan ukuran besar membuat Nozela membelakan matanya.

"Tck, gede banget gigitnya." Decak Nozela.

William meletakkan ponselnya, dia menahan tangan Nozela lalu berusaha memakan lagi martabak di tangan Nozela.

"Liam awas. Woyyyy tangan gue kena ludah lo anjir."

Luna tertawa melihat kakaknya yang berebut martabak, sebuah ide muncul dikepalanya. Dia mengambil ponselnya lalu memfoto kedua orang itu.

"Bagi dikit Jel."

"Lepasin dulu Liam."

William melepaskan tangan Nozela, dia menatap wajah cantik sahabatnya yang nampak memerah.

Brigita Nozela, gadis cantik berambut lurus sebahu merupakan mahasiswa semester dua jurusan manajemen di salah satu universitas bergengsi di kota Jakarta Selatan. Nozela atau yang biasa dipanggil Ojel itu memiliki mata yang tajam, dia memiliki sahabat bernama Thalia dan William.

William merupakan sahabatnya sejak kecil, namun saat menginjak sekolah menengah hingga sekolah menengah akhir, William pindah ke luar negeri mengikuti orang tuanya dan baru kembali ke tanah air saat memasuki jenjang perkuliahan. Nozela sendiri merupakan anak tunggal, sedangkan William memilki adik perempuan yang baru SMA kelas 10.

Sedangkan bersama Thalia, dia berteman sejak masuk kuliah. Kebetulan mereka berada dijurusan yang sama dan Nozela yang mudah bergaul langsung mengajak Thalia berteman.

"Belepotan banget."

William mengambil tissue kemudian mengelap mulut adiknya yang sedikit kotor, dia tersenyum saat melihat Aluna makan dengan lahap.

"Oh iya."

William menoleh ke arah Nozela saat gadis itu berbicara.

"Malam ini gue jadi nginep disini." sambung Nozela.

"Oke nggak papa. Tapi sebenernya misalnya lo nggak jadi nginep juga nggak papa Jel, takut lo ada acara apa gitu."

Nozela menggelengkan kepalanya. "Enggak kok, gue free malam ini."

Willian menganggukkan kepalanya, dia menatap tangan Nozela yang masih memgang martabak kemudian meraihnya lalu memakannya.

"Liam." protes Nozela.

William hanya tersenyum sambil menyeka mulutnya.

Disamping mereka, ada Aluna yang sejak tadi memperhatikan keduanya sambil tersenyum. Dia merasa senang diatas rasa sedihnya karena harus ditinggal kedua orang tuanya yang sedang pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.

"Cocok banget sih, sayang cuma sahabatan doang." gumam Aluna.

Pukul sepuluh malam, ketiga orang itu masuk ke kamar masing-masing, Aluna yang sudah mengeluh mengantuk mengajak Nozela pergi ke kamar untuk istirahat. 

"Luna tidur dulu ya kak, selamat malam."

"Malam Lun."

Nozela tidur terlentang sambil melihat ke arah plafon kamar Aluna, matanya mengedip-ngedip karena rasa kantuk tak kunjung datang.

"Lun, lo udah tidur?" tanya Nozela.

Tak ada jawaban.

Nozela menoleh ke samping dan tak lama mendengar suara dengkuran halus dari Aluna, dia menghela nafas pajang saat tahu Aluna sudah tidur.

"Kok gue nggak bisa tidur ya?" 

Nozela menyibak selimutnya lalu bangkit dari ranjang, dia mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja nakas kemudian melangkah pelan keluar dari kamar Aluna.

Klek.

"Belum tidur?"

"Astaga."

Nozela berjengit terkejut saat suara William tiba-tiba terdengar dibelakang tubuhnya, dia lekas berbalik badan dan mendapati William sedang menahan tawanya.

"Lo ngagetin tahu."

Plak.

Nozela memukul lengan William saking kesalnya, hampir saja jantungnya berpindah tempat karena ulah sahabatnya.

"Sorry Jel. Lo kenapa keluar? Nggak bisa tidur?" 

Nozela mengangguk sebagai jawaban. "Lebih tepatnya belum ngantuk sih?"

"Mau ikut gue?"

Nozela mengerutkan keningnya. "Kemana?"

Greb.

Nozela menatap pergelangan tangannya yang digenggam oleh William, dan tak lama setelah itu William menarik tangannya dan mengajaknya masuk ke dalam lift.

"Liam mau ajak gue kemana sih?" batin Nozela.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Asmawati
bagaimana cara membacanya pakai earphone
goodnovel comment avatar
Dian Heru
Liam nama temenku tapi sih bagus banget
goodnovel comment avatar
Rna 1122
bagus ceritanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Sahabatku   Note!

    Halo semua pembaca setia novel Gairah Sahabatku, gimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat ya.Kisah NOZELLA x WILLIAM akan dilanjut di novel selanjutnya ya, judulnya "Pengasuh Polos untuk CEO Dingin" dengan mereka yang akan muncul di pertengahan cerita + mengambil porsi besar di sana.Buat teman-teman yang sudah mendukung novel ini, author mau ucapin banyak terima kasih buat kalian. Dan maaf kalau novel dan endingnya nggak sesuai sama selera atau keinginan kalian.Kisah ini memang fokus di tokoh lain, tapi Nozella dan William akan ambil peran besar karena mereka juga jadi tokoh sampingan di sana. Author sudah nulis naskahnya sampai bab 20 dan Nozella sudah muncul di sana, kok ~^Jadi, stay tune ya, mereka bakal happy ending, kok ~Terima kasih.....

  • Gairah Sahabatku   Extra Chapter

    Bruk!Nozela menatap tumpukan kertas pada mejanya, dia menghela nafas panajang sambil menatap sekretarisnya dengan datar."Maafkan saya nona, ini dari tuan Andito."Ctak!Nozela meletakan pulpennya dengan kasar ke meja kerjanya, dia melepaskan kacamatanya kemudian menyandarkan tubuhnya ke kursi. Seharian ini dia sangat tak bisa menikamati waktunya karena terus berkerja, bahkan untuk makan siang saja dia berada diruanganya karena saking banyaknya pekerjaan.Ana, sekretaris Nozela merasa kasihan pada bosnya yang terus-terusan bekerja tanpa henti selama seminggu ini. Mereka bahkan sampai lembur karena harus segera menyelesaikan berkas yang harus diberikan pada Andito."Nona mau saya belikan kopi?" tanya Ana.Nozela menggelengkan kepalanya, dia memejamkan matanya sebentar lalu menghela nafasnya kasar dan berdiri dari duduknya."Anda mau kemana nona?""Jangan halangi aku Ana, aku mau menghadap tuan Andito yang terhormat itu." jawab Nozela sambil berjalan keluar dari ruanganya."Tapi nona, t

  • Gairah Sahabatku   bab 250

    1 Tahun kemudian..."Enghh."Nozela membuka matanya, dia terkejut dan seketika bangkit dari tidurnya. Dia menatap jam di ponselnya yang sudah menunjukkan hampir jam tujuh pagi. Nozel membelakan matanya, dia lekas menyingkap selimutnya kemudian turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.Nozela mandi dengan cepat lalu masuk ke walk-in closet lalu memakai baju yang sudah dari semalam dia siapkan. Nozela memakainya dengan cepat lalu segera keluar dari ruangan itu dan mulai mengeringkan rambutnya. Dia melakukan semuanya dengan buru-buru karena waktu terus berjalan, di tak ingin terlambat di acara penting ini.Selesai mengeringkan rabutnya, Nozela kemudian merias wajahnya dan mencatok rambutnya yang sudah panjang. Selesai merias wajahnya dia tersenyum menatap pantulan wajahnya yang di depan cermin, Nozela berdiri dari duduknya kemudian berputar-butar untuk mengecek penampilannya."Selesai."Nozela tampak cantik dengan balutan d

  • Gairah Sahabatku   bab 249

    "Selamat sore Nozela, gimana perasaan kamu hari ini?""Sore dok, saya seharian ini agak nggak mood dok." jawab Nozela."Loh, kenapa? Ada sesuatu yang menganggu kamu?"Nozela melemahkan bahunya. "Saya pengen kuliah lagi dok, saya jenuh dan bosen di rumah terus. Saya kangen main sama temen-temen, padahal saya udah baik-baik aja dok saya juga udah bisa bersentuhan lagi sama orang-orang." jelas Nozela.Dokter perempuan yang memiliki name tag bernama Teresa itu tersenyum, dia pun tiba-tiba menyentuh tangan Nozela membuat Nozela menoleh ke arahnya."Bagaimana ketika saya menyentuh kamu tiba-tiba?"Nozela menggelengkan kepalanya. "Saya tidak merasakan apa-apa lagi dok.""Benarkah?" tanya dokter dengan senyum merekah."Iya dok, itu berarti saya sudah sembuh kan dok?"Dokter melepaskan cekalan tangannya dari tangan Nozela, dia merasa senang karena salah satu pasiennya sudah sembuh. Dia pun segera menuliskan resep o

  • Gairah Sahabatku   bab 248

    "Menyatakan terdakwa, saudara Drake Alexander dan saudari Naomi Clarissa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pelecehan seksual berencana sebagaimana dalam dakwaan primair."Tok!Tok!Tok!Palu diketuk tiga kali setelah putusan hakim selesai diucapkan, sidang dinyatakan selesai.Cleo, Marisa dan Fahmi segera menghampiri Clarissa yang sedang m

  • Gairah Sahabatku   bab 247

    "Hari ini sidang putusan atas kasus Nozela akan dilaksanakan, apa kamu mau datang?" tanya Jimmy pada putranya.William mengelengkan kepalanya pelan. "Tidak, selesai kualiah nanti Liam mau nemenin Ojel terapi, kebetulan hari ini jadwal dia terapi.""Baiklah, nanti biar Robi yang urus semuanya."William menganggukkan kepalanya, alasan dia tak mau hadir disana adalah tak ingin melihat para pelaku yang sudah menyebabkan Nozela trauma. Dia takut kehilangan kendali saat melihat mereka apa lagi ada Clarissa juga disana.Meski Clarissa sudah melakukan kesalahan yang fatal, namun mereka sudah bersama cukup lama hingga tak mudah begitu saja dia melupakan kenangan itu. Masih ada sedikit rasa iba dihati William jika dia melihat Clarissa di persidangan, dan itu bisa membuatnya ragu.Sambil menghabiskan makanannya, Jimmy melihat wajah putaranya yang tampak murung, dia melirik istrinya yang juga saat ini sedang menatap ke arahnya."Mau tambah lagi?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status