Share

bab 245

Author: Addarayuli
last update publish date: 2026-04-22 20:00:44

Sepatu berwarna hitam melangkah masuk ke dalam sebiah lift, sepasang kaki jenjang itu berdiri dan tubuhnya bersandar pada dinding lift. Jari tangan panjang itu menekan lantai tertinggi pada gedung itu dan lak lama pintu lift tertutup.

Dia mengetuk-ngetukkan jarinya pada dinding lift, matanya menatap datar lurus ke depan. Sesekali dia menghela nafas panjang. Dia mengangkat tangannya dan melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangannya.

Ting.

Pintu lift terbuka, pria t

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Arj Sure
nah Iya... biasanya Kalo di luar negeri begitu... Mereka gak menyulitkan korbannya...
goodnovel comment avatar
Arj Sure
masa korban pelecehan & sampai trauma psikologis gitu harus datang ke kantor polisi... Diluar negeri udah lumrah polisi yg datang ke korban yg kesulitan datang ke kantor polisi karena trauma psikologis (korban perkosaan dll)... Apalagi ojel anak orang Kaya... Masa kayak gitu...
goodnovel comment avatar
Red Girl
Klo biasanya q liat di CSI ntah itu CSI Miami, CSI New York, dsb, korban dg trauma psikis kek Ojel malah didatangi polwan khusus yg untuk kasus dg korban dg trauma psikis. Mereka akan lebih nyaman klo sesama cewek, apalagi di rumah sendiri interogasinya, bukan di kantor polisi yg banyak orang asing.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Sahabatku   bab 250

    1 Tahun kemudian..."Enghh."Nozela membuka matanya, dia terkejut dan seketika bangkit dari tidurnya. Dia menatap jam di ponselnya yang sudah menunjukkan hampir jam tujuh pagi. Nozel membelakan matanya, dia lekas menyingkap selimutnya kemudian turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.Nozela mandi dengan cepat lalu masuk ke walk-in closet lalu memakai baju yang sudah dari semalam dia siapkan. Nozela memakainya dengan cepat lalu segera keluar dari ruangan itu dan mulai mengeringkan rambutnya. Dia melakukan semuanya dengan buru-buru karena waktu terus berjalan, di tak ingin terlambat di acara penting ini.Selesai mengeringkan rabutnya, Nozela kemudian merias wajahnya dan mencatok rambutnya yang sudah panjang. Selesai merias wajahnya dia tersenyum menatap pantulan wajahnya yang di depan cermin, Nozela berdiri dari duduknya kemudian berputar-butar untuk mengecek penampilannya."Selesai."Nozela tampak cantik dengan balutan d

  • Gairah Sahabatku   bab 249

    "Selamat sore Nozela, gimana perasaan kamu hari ini?""Sore dok, saya seharian ini agak nggak mood dok." jawab Nozela."Loh, kenapa? Ada sesuatu yang menganggu kamu?"Nozela melemahkan bahunya. "Saya pengen kuliah lagi dok, saya jenuh dan bosen di rumah terus. Saya kangen main sama temen-temen, padahal saya udah baik-baik aja dok saya juga udah bisa bersentuhan lagi sama orang-orang." jelas Nozela.Dokter perempuan yang memiliki name tag bernama Teresa itu tersenyum, dia pun tiba-tiba menyentuh tangan Nozela membuat Nozela menoleh ke arahnya."Bagaimana ketika saya menyentuh kamu tiba-tiba?"Nozela menggelengkan kepalanya. "Saya tidak merasakan apa-apa lagi dok.""Benarkah?" tanya dokter dengan senyum merekah."Iya dok, itu berarti saya sudah sembuh kan dok?"Dokter melepaskan cekalan tangannya dari tangan Nozela, dia merasa senang karena salah satu pasiennya sudah sembuh. Dia pun segera menuliskan resep o

  • Gairah Sahabatku   bab 248

    "Menyatakan terdakwa, saudara Drake Alexander dan saudari Naomi Clarissa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pelecehan seksual berencana sebagaimana dalam dakwaan primair."Tok!Tok!Tok!Palu diketuk tiga kali setelah putusan hakim selesai diucapkan, sidang dinyatakan selesai.Cleo, Marisa dan Fahmi segera menghampiri Clarissa yang sedang m

  • Gairah Sahabatku   bab 247

    "Hari ini sidang putusan atas kasus Nozela akan dilaksanakan, apa kamu mau datang?" tanya Jimmy pada putranya.William mengelengkan kepalanya pelan. "Tidak, selesai kualiah nanti Liam mau nemenin Ojel terapi, kebetulan hari ini jadwal dia terapi.""Baiklah, nanti biar Robi yang urus semuanya."William menganggukkan kepalanya, alasan dia tak mau hadir disana adalah tak ingin melihat para pelaku yang sudah menyebabkan Nozela trauma. Dia takut kehilangan kendali saat melihat mereka apa lagi ada Clarissa juga disana.Meski Clarissa sudah melakukan kesalahan yang fatal, namun mereka sudah bersama cukup lama hingga tak mudah begitu saja dia melupakan kenangan itu. Masih ada sedikit rasa iba dihati William jika dia melihat Clarissa di persidangan, dan itu bisa membuatnya ragu.Sambil menghabiskan makanannya, Jimmy melihat wajah putaranya yang tampak murung, dia melirik istrinya yang juga saat ini sedang menatap ke arahnya."Mau tambah lagi?"

  • Gairah Sahabatku   bab 246

    Nozela meremas tanganya sendiri ketika berada di ruangan yang cukup luas namun terasa menyesakkan dada, dia mendongak menatap lampu yang menerangi ruangan itu dengan tatapan takut. Pandangannya kembali menatap kesembarang arah, dia sendirian di ruangan itu dengan penerangan yang cukup minim.Kriet.Pintu ruangan terbuka, muncul lah dua orang yang langsung duduk dihadapan Nozela dan satu orang berdiri disampingnya. Jantung Nozela semakin berdetak kecang saat dua orang itu menatapnya dengan intens, dia merasaka keringat menetes melewati lehernya. Kedua tangannya sudah basah karena keringat dingin."Selamat siang." ucap polisi.Nozela tersentak dari lamunannya, matanya bergerak gelisah ke kanan kiri."Anda tidak perlu takut nona, kami hanya akan meminta sedikit keterangan dari anda." ucap polwan yang berdiri disamping polisi.Gluk.Nozela menelan ludahnya kasar. "B-Baik.""Baik, bisa kita mulai?"Nozela menganggukkan kepala

  • Gairah Sahabatku   bab 245

    Sepatu berwarna hitam melangkah masuk ke dalam sebiah lift, sepasang kaki jenjang itu berdiri dan tubuhnya bersandar pada dinding lift. Jari tangan panjang itu menekan lantai tertinggi pada gedung itu dan lak lama pintu lift tertutup.Dia mengetuk-ngetukkan jarinya pada dinding lift, matanya menatap datar lurus ke depan. Sesekali dia menghela nafas panjang. Dia mengangkat tangannya dan melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangannya.Ting.Pintu lift terbuka, pria tampan dengan tinggi 185cm itu keluar dari lift dengan wajah datarnya."Selamat siang tuan muda." ucap seorang sekretaris, dia berdiri dari duduknya sambil membungkukkan badannya."Papa ada?""Tuan Jimmy ada di dalam tuan muda."William mengangukkan keplanya, dia segera berjalan menuju ruangan papanya dan tak lupa mengetuk pintunya terlebih dahulu sebelum masuk."Akhirnya kamu datang.""Maaf Liam telat pah."Jimmi mengangguk. "Tidak papa, ayo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status