LOGIN"Leon, kamu disini? Aku baru aja mau jenguk Drake sama kak Clarissa."
"Ikut aku."
Leon segera menarik tangan Clarie kemudian membwanya pergi ke koridor rumah sakit yang sepi, dia melepaskan tangan Clarie dengan kasar membuat Clarie kebingungan. Dia menoleh ke belakang dimana mamanya masih menunggunya.
"Ada apa Leon?"
Leon menatap Clarie dengan tajam, dia mencengkeram lengan Calrie untuk menyalurkan rasa kesalnya. Clarie yang diperlakukan begitu kasar hanya bisa mer
Tok...tok.Ceklek.Pintu ruang rawat Clarissa terbuka, dua orang polwan dan satu orang polisi masuk ketika semua orang yang berada disana sedang mebereskan pakaian Clarissa. Clarissa terkejut saat melihat polisi masuk ke dalam ruangannya, dia lekas mendekati daddynya yang sedang berbicara dengan papanya."Selamat pagi."Cleo dan Fahmi bangkit dari duduknya, mereka sama terkejutnya seperti Clarissa saat melihat polisi itu masuk ke ruang rawat Clarissa. Cleo lekas menarik lengan Clarissa kemudian menyembunyikan Clarissa dibelakang tubuhnya."Selamat pagi pak." jawab Fahmi."Saya ke sini untuk membawa nona Clarissa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan atas kasus pelecehan seksual berencana.""Ini surat penangkapannya."Cleo menerima sebuah amplop dan mengeluarkan isinya yang dimana dalam surat itu adalah utusan penangkapan terhadap Clarissa."Tapi pak, putri saya baru saja sembuh." ucap Fahmi."Anda bisa
"Setelah pemeriksaan menyeluruh yang saya lakukan, Nozela terdeteksi mengalami trauma psikologis atas kejadian yang dia alami. Meski kejadian itu tak sampai merenggut kesuciannya dan dalam keadaan setengah sadar karena efek obat yang dia konsumsi, namun otaknya merekam jelas kejadian demi kejadian yang dialami. Hal itu menyebabkan Nozela terus mengingatnya dan memunculkan rasa trauma."Tiara tak bisa lagi menopang tubuhnya setelah mendengar penjelasan dari dokter, dia terduduk di sofa sambil menutup mulutnya sendiri. Air matanya menetes tanpa bisa dia bendung lagi, dia tak menyangka Nozela akan mengalami hal seperti ini."Apa bisa sembuh dok?" tanya Andito.Dokter mengangguk. "Tentu saja bisa tuan, dengan menjalani terapi dan dengan dukungan keluarga pasti Nozela akan cepat pulih. Namun semua pengobatannya membutuhkan proses yang sedikit panjang, jika Nozela bisa menerima dengan baik maka tak sampai menunggu lama dia akan segera pulih.""Tolong bantu putr
"Leon, kamu disini? Aku baru aja mau jenguk Drake sama kak Clarissa.""Ikut aku."Leon segera menarik tangan Clarie kemudian membwanya pergi ke koridor rumah sakit yang sepi, dia melepaskan tangan Clarie dengan kasar membuat Clarie kebingungan. Dia menoleh ke belakang dimana mamanya masih menunggunya."Ada apa Leon?"Leon menatap Clarie dengan tajam, dia mencengkeram lengan Calrie untuk menyalurkan rasa kesalnya. Clarie yang diperlakukan begitu kasar hanya bisa meringis kecil."Leon sakit.""Kamu tahu kan rencana Clarissa buat jebak Nozela sama Drake makanya kamu aku ajak pulang duluan?"Clarie mengerutkan keningnya. "Maksud kamu apa? Aku nggak paham sama sekali."Leon mendegus kasar. "Nggak usah belaga bodoh Clarie, aku tahu kamu sengaja bantuin kakak kamu karena kamu juga nggak suka sama Nozela kan?"Clarie merasa marah karena dituduh oleh Leon, dia akui dia memang membantu Clarissa namun dia tak tahu rencana kakaknya.
William mengendarai mobilnya menuju kantor polisi, dia mendapat kabar dari Thalia jika hari ini Fela mendapat surat panggilan untuk menjadi saksi kejadian kemarin malam. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di kantor polisi.Ckit.William menghentikan mobilnya tepat didepan kantor polisi, dia segera turun dari mobil kemudian masuk ke dalam. Sampai di dalam William mendekati Thalia yang sedang duduk sendiri di ruang tunggu."Tha."Thalia menoleh, dia lekas menggeser duduknya dan membiarkan William duduk disebelahnya."Akhirnya lo datang juga.""Gimana?""Kak Fela masih didalam, cuma dia satu-satunya saksi yang melihat seluruh kejadiannya. Pihak polisi juga udah cek sleuruh cctv di club itu."William menganggukkan kepalanya, dia sedikit bernafas lega saat kasus Nozela perlahan mulai diusut. Dia berharap para pelaku mendapat keadilan seadil-adilnya."Lo udah ke rumah sakit kan? Gimana kon
Plak!!"Pah, apa yang kamu lakukan?""Bajingan seperti dia memang bisanya hanya mempermalukan keluarga, apa yang ada dipikian kamu sampai melakuakn hal seperti ini Drake?" seru Thomas.Tangan Thomas kembali terangkat hendak memukul Drake namun Megan segera berdiri dihadapan suaminya membuat tangan Thomas menggantung diudara. Dia menatap istrinya dengan tajam kemudian menurunkan tangannya dengan kasar."Sudah cukup wajah Drake babak belur seperti ini pah, jangan kamu tambahin luka Drake. Kamu nggak kasihan sama anak kita?" Seru Megan."Begini lah jadinya kalau kamu terlalu memanjakan Drake, dia jadi pembangkang dan melakukan hal menjijikkan seperti ini."Drake yang terbaring diranjang hanya memutar bola matanya malas melihat dan mendengar pertengakaran kedua orang tuanya yang tak ada habisnya. Papanya selalu menjunjung tinggi nama baik keluarga, dan apapun yang dia lakukan selalu salah di mata papanya. Dia muak selalu diatur dan disetir papan
"Ayo cepat pah, aku khawatir banget sama Clarissa."Marissa berlari menyusuri koridor rumah sakit, dia sangat terkejut ketika mendapat kabar dari mantan suaminya jika putri mereka masuk rumah sakit. Dia bersama suaminya lekas pergi ke rumah sakit seketika itu juga, dia bagitu khawatir dengan keadaan Clarissa."Persimi sus, pasien atas nama Clarissa dimana ya?" tanya Marissa."Pasien sudah dipindahkan ke ruang rawat bangsal 12."Setelah mendapatkan nomor kamar Clarissa, Marissa pergi begitu saja."Terima kasih sus." ucap Fahmi.Sampai dibangsal 12, Marissa terkejut karena ada beberapa orang disana yang juga mengalami luka-luka, dia berdiri diambang pintu masuk ketika melihat beberapa polisi berjaga disana."Ada apa Risa?" tanya Fahmi.Marissa menoleh ke arah suaminya. "Ada polisi pah.""Apa polisi? Apa Clarissa kecelakaan?"Marissa mengglengkan kepalanya. "Aku juga nggak tahu.""Marissa Fahmi, mengapa kalian
"Emhhh...ah."William merebahkan tubuhnya ke ranjang setelah mneyelesaikan satu ronde bersama Clarissa pagi ini, dia memiringkan wajahnya untuk menatap wajah Clarissa yang memerah dengan nafas naik turun. Dia tersenyum lalu mengangkat tangannya untuk mengelap kening Clarissa yang berkering
Blam.William menutup pintu mobilnya dengan kencang, dia lekas memasang sabuk pengamannya kemudian melajukan mobilnya meninggalkan basement apartemen Clarissa. Dengan kecepatan tinggi William membawa mobilnya membelah jalanan yang sedikit padat.Dia terus menyalip mobil yang menghalangi jalannya, di
Ceklek."Hoam..."Nozela menguap sambil mneutup mulutnya dengan tangan kiri, di berjalan masuk ke dalam kamarnya lalu kembali merebahkan tubuhnya ke ranjang. Matanya masih terasa lengket meskipun sudah cuci muka di rumah William tadi, hari sudah petang, jika dia tak memiliki janji u
Drrtt..drrtt... William merogoh saku celananya saat merasakan ponselnya bergetar, dia menghentikan langkahnya kemudian mengambil ponselnya. Tertera nama Aluna dilayar ponselnya, dia pun segera mengangkat panggilan dari adiknya itu. "Halo Lun." "Halo kak, kakak dim







