Home / Romansa / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 1 Profesi Baru Bos Baru (1)

Share

Gairah Sopir dan Majikan
Gairah Sopir dan Majikan
Author: Irbapiko

Bab 1 Profesi Baru Bos Baru (1)

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2025-11-06 21:17:27

“Heiii...kamu mo ngapain berdiri disitu? Kamu mo merampok ya?” bentak seorang pria gagah di balik pagar hitam yang tinggi itu.

Si pemuda di balik pagar itu seketika memundurkan badannya dari pagar hitam itu karena kaget dengan bentakan bapak-bapak yang ada di balik pagar.

“Gak pak! Ehmmm..anu pak...saya mo ketemu ibu Sonya!” jawab Arya yang juga memundurkan wajahnya dari pagar besar itu dengan suara gemetaran karena lumayan takut melihat pria bertubuh kekar dan besar di balik pagar itu.

Tak lama kemudian pintu pagar hitam itu pun terbuka sedikit dan menyembulkan kepala pria kekar tadi.

“Gimana mas? Tadi saya kurang dengar!” ucap pria itu yang sekilas kalo dilihat sangat mirip dengan artis pemeran film laga tempo dulu yaitu Advent Bangun. Terlihat otot-otot lengan yang besar milik pria itu sangatlah menonjol juga dengan dada sixpacknya karena sang pria hanya menggunakan celana panjang yang digulung hingga dengkulnya. Tangannya terlihat membawa linggis besi. Hal itu membuat Arya makin ketakutan melihatnya.

“Aa...aanu pak....sesss..sssaya mo ketemu ibu Sonya!” ucap Arya mengulangi ucapannya tadi.

“Ada perlu apa dengan ibu Sonya?”

“Saya mo melamar jadi sopir pak!” jawab Arya sambil agak membungkukkan tubuhnya untuk sedikit memberi hormat kepada pria besar itu.

“Kamu sudah ada janji dengan beliau?” tanya pria itu lagi.

“Ehmm...sudah pak!” jawab Arya sambil sedikit melirik sebagian penampakan bagian depan rumah besar itu.

“Tunggu disini!” balas sang pria. Pria itu pun memencet sebuah tombol di dekat pintu pagar semacam interkom untuk menghubungi seseorang.

“Halo bu Sonya, ini ada laki-laki muda datang katanya mo melamar jadi sopir!”

“Owh suruh masuk aja pak Dirman!” terdengar suara perempuan di Interkom itu yang mungkin saja itu ibu Sonya yang ingin ditemui Arya sore itu.

“Baik bu!” ucap pria kekar itu yang terdengar dipanggil dengan nama Dirman.

“Ok mas, masnya disuruh masuk!”

“Terima kasih pak!”

Arya pun diantar masuk sampe ke teras halaman depan rumah itu dan Arya tebelalak melihat interior bagian depan rumah itu yang ternyata itu benar-benar rumah mewah yang seluruh bentuk interiornya bagaikan istana raja-raja yang suka Arya liat di buku-buku dongeng kala kecil dahulu. Terlihat taman yang sangat indah dan juga kolam ikan yang cukup lebar terhampar di bagian depan rumah mewah itu. Belum lagi tanaman-tanaman yang berwarna warni yang kayaknya itu tanaman berharga mahal yang menghiasi halaman depan rumah besar itu.

“Nama mas siapa ya?” kali ini suara pria besar itu intonasinya menurun tidak seperti awal jumpa di pagar tadi.

“Arya pak!” jawab Arya sambil mulai berani tersenyum ke arah pria besar yang mirip Advent Bangun itu.

“Mohon tunggu ibu Sonya turun. Mas duduk disini saja dulu ya!” perintah pria kekar itu sambil berlalu kembali ke taman depan yang nampaknya ia akan melanjutkan pekerjaannya lagi untuk menggali tanah di bagian taman itu.

“Baik pak. Sekali lagi terima kasih pak Dirman!” ucap Arya sambil melihat punggung pria kekar itu terlihat berjalan ke arah taman.

Tiba-tiba laki-laki kekar itu berbalik badan dan berjalan kembali ke arah Arya di teras itu. Arya kaget dan nampak ketakutan lagi.

“Ehhh....tadi koq mas Arya tau nama saya?” tanya pria kekar mirip Advent Bangun itu.

“Ehmm...anu pak. Kan tadi saya dengar saat pak Dirman ngobrol dengan ibu Sonya di depan alat itu di dekat pagar depan!” balas Arya sambil tersenyum meski masih rada takut dengan penampilan pak Dirman itu.

“Owh gitu toh...yayaya...yo wis dilanjutkan ya mas nunggunya!” ujar pak Dirman yang kembali berjalan ke arah taman.

Cukup lama Arya duduk di bagian teras rumah mewah itu. Saking lamanya Arya mencoba membuka kembali sosmed i*******mnya untuk mengecek kembali percakapan DM Arya dengan ibu Sonya. Adapun Arya bisa sampe di tempat ini karena secara tidak sengaja menemukan akun i*******m ibu Sonya dan membaca salah satu postingan ibu Sonya itu kalo ada info lowongan pekerjaan sebagai sopir di rumah ini. Arya kembali membuka-buka beberapa postingan ibu Sonya yang sekilas nampak sangat cantik dengan topi lebarnya. Di beberapa postingan Arya melihat ibu Sonya ini sering berada di lokasi-lokasi yang eksotis seperti pantai dan juga hotel-hotel mewah yang dekat dengan lautan.

Setelah menunggu kurang lebih setengah jam lamanya akhirnya pintu besar di bagian depan rumah mewah itu sedikit terbuka dan muncul seorang perempuan sekira-kira umuran 35 tahun kulit sawo matang berwajah manis dengan tubuh yang cukup ideal untuk mempersilakan Arya masuk ke dalam untuk duduk di ruang tengah rumah mewah itu.

“Dengan mas Arya ya?” tanya sang perempuan itu.

“Iya betul mbak,” jawab Arya dengan sopan sambil tersenyum

“Ayo masuk ke dalam mas Arya!”

Arya pun mengikuti kemana si perempuan itu berjalan. Arya makin terbengong-bengong melihat seluruh isi rumah besar dan mewah itu.

“Monggo silakan mas Arya duduk dulu disini, karena ibu Sonya masih di lantai atas,” ucap perempuan itu dengan senyum manisnya.

Arya pun duduk sambil tetap menatap kagum dengan seluruh isi dan interior rumah mewah itu. Ia pun melihat ada tangga putih yang cukup lebar anak tangga tersebut dengan warna putih meliuk sampe ke atas. Tebakan Arya mungkin kamar ibu Sonya itu ada di atas tangga itu.

“Oiya, mas Arya mo minum apa?” tanya si perempuan yang nampak memakai baju semacam kebaya dengan belahan dada cukup rendah sehingga agak terlihat belahan dadanya yang cukup membuat mata Arya terkesiap melihatnya.

“Apa aja mbak, maaf merepotkan!” ucap Arya sambil tersenyum lagi

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 20 Refreshing Semalam

    Pulang dari kantor dengan perasaan yang masih terasa tegang setelah rapat evaluasi, Bu Sonya merasa bahwa dirinya dan timnya membutuhkan waktu untuk melepaskan diri sejenak dari rutinitas kerja yang menguras energi. Dia punya ide untuk menginap semalam di Putri Duyung Resort di Ancol, tempat yang menawarkan suasana pantai yang indah dan sejuk.Akhirnya sesuai janjian sebelumnya malam itu Arya membawa laju mobil sang majikan menuju arah utara Jakarta yaitu kawasan Ancol. Tiba di resort, mereka berdua, Bu Sonya dan Cindy, merasakan hembusan angin laut yang menyegarkan saat mereka memasuki lobby. Mereka memesan tiga kamar, satu untuk Bu Sonya dan Cindy, satu lagi untuk Jodi, pacar Cindy yang juga bekerja di kantor Bu Sonya, dan yang terakhir untuk Arya.Setelah mengambil kunci kamar mereka, mereka berpisah untuk menuju ke kamar masing-masing dan bersiap untuk refreshing. Bu Sonya membuka pintu kamar dengan perasaan harap-harap cemas tentang apa yang menantinya. Namun, ket

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 19 Rapat Ketat dan Rencana Refreshing

    Hari itu, suasana di kantor Sonya Fast terasa berbeda. Para kepala unit cabang dan manajer berkumpul di ruang rapat yang besar, menunggu kehadiran Bu Sonya. Arya berada di luar ruang rapat, tetapi ia bisa merasakan ketegangan di udara. Ia tahu bahwa rapat kali ini adalah rapat evaluasi yang penting.Setelah beberapa saat, pintu ruang rapat terbuka, dan Bu Sonya masuk dengan langkah mantap yang didampingi oleh sang sekretaris canntiknya yang keturuna Belanda yaitu Cindy dengan tampilan menawan serta sekisnya. Pada saat itu, semua mata tertuju pada kedua wanita tersebut. Lalu, dalam balutan pakaian bisnis yang elegan, Bu Sonya tampak sebagai sosok yang penuh wibawa."Apa kabar, semua?" sapa Bu Sonya dengan suara yang tenang namun tegas."Baik, Bu Sonya," jawab para peserta rapat dengan serempak.Bu Sonya duduk di ujung meja, mengambil posisi sebagai pemimpin rapat. Sementara, di sebelahnya sang sekretaris sibuk mencatat semua hal yang perlu ia catat sebagai

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 18 Ujian dari Bu Sonya

    Bu Sonya melangkah kembali ke dalam kamarnya namun ia sepertinya ia sengaja tidak menutup pintu kamarnya itu agar Arya sang sopir pribadinya itu bisa melihat aktivitasnya. Dalam hatinya Bu Sonya memang ingin menguji sejauh mana kekuatan hati Arya kala ia melihat bagaimana Sonya mencobai baju daleman yang baru saja ia beli di mal mewah tadi.Sementara disisi lain Arya masih berdegup-degup jantungnya menunggu apa yang akan dilakukan sang majikan di kamarnya itu. Jantung Arya makin berdegup kencang dan jakunnya turun naek karena kini ia mellihat dengan sangat jelas bagaimana bu Sonya membuka baju daleman yang disebut lingerie itu di hadapannya. Mata Arya kali ini benar-benar terbelalak karena baru sekali ini ia melihat langsung bagaimana bu Sonya berganti baju daleman di hadapannya. Posisi bu Sonya saat itu sedang menghadap ke arah kaca lemarinya yang berukuran besar di dalam kamarnya yang mewah itu. Sehingga Arya menatap tubuh indah sang majikan dari arah belakang

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 17 Daleman Bu Sonya

    Setelah menunggu cukup lama, Sore itu, sekitar pukul 16, setelah Arya mengantar pulang Bu Sonya dari kantornya, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Arya. Ia membaca pesan tersebut dengan seksama. Ternyata, pesan itu berasal dari Bu Sonya. Dalam pesan tersebut, Bu Sonya memintanya untuk bersiap-siap karena mereka akan pergi ke sebuah mal mewah di Jakarta untuk membeli beberapa pakaian dalam buat bu Sonya sendiri.Dengan cepat, Arya menyiapkan mobilnya dan menjemput Bu Sonya di depan rumahnya. Bu Sonya keluar dengan pakaian yang kembali begitu rapi dan anggun serta cukup memperlihatkan lekuk tubuh indahnya itu yang tinggi semampai. Agak berbeda dengan sang adik, Jesy yang lebih pendek dibanding bu Sonya meski Jesy pun juga berwajah cantik dan mulus kulitnya.Perjalanan menuju mal mewah itu berlangsung dalam suasana yang nyaman. Kali ini, mereka tidak terlibat dalam percakapan panjang, karena Bu Sonya tampaknya sedang sibuk dengan pikiran-pikirannya sendiri. Arya fokus

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 16 Pesanan Kue Telah Sampai

    Arya pun menunggu di depan pintu rumah mewah milik Jessy. Ia merasa agak canggung dan tegang karena tadi ia sempat cukup lama mengintip aktivitas hot sang tuan rumah dengan tunangannya itu baik di kolam renang maupun di dalam rumah Jessy. Namun Arya juga sekaligus lega karena akhirnya bisa juga menjalankan tugas yang diberikan oleh bosnya yang terkenal galak, Bu Sonya. Tugas itu adalah mengantarkan kue istimewa untuk Jessy, adik Bu Sonya, yang pesanannya diberikan saat tadi pagi sedang mengantar bu Sonya menuju kantornya.Arya mencoba menjaga ketenangan dan profesionalismenya. Ia tahu bahwa tugas ini adalah tanggung jawabnya sebagai sopir pribadi Bu Sonya, dan ia harus melakukannya dengan baik. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa cemas mulai mengganggu pikirannya. Ia bertanya-tanya apakah pesanan ini akan benar-benar disambut dengan baik oleh Jessy dan apakah semuanya akan berjalan lancar.Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pintu rumah itu terbuka perlahan, da

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 15 Akhirnya Jebol Juga

    Jessy kini dalam posisi agak terombang-ambing antara siap dan tidak siap menerima ‘terjangan’ yang sesaat lagi akan ia terima dari sang tunangan. Namun, deru nafsu terlalu besar membakar seluruh tubuh bugilnya saat ini dan itu dikarenakan dengan dahsyatnya rangsangan Dave kepada dirinya. Lagipula Jessy merasa yakin bahwa Dave akan bertanggung jawab dengan tetap menikahinya segara sesuai jadwal yang sudah mereka tetapkan sebelumnya.Dave yang kini sudah ikut bugil pun seketika sudah menindih tubuh Jessy dan mengajak untuk berciuman lagi. Setelah berciuman saat yang mendebarkan bagi Jessy pun akhirnya datang. Dilihatnya Dave sedang mecoba mengarahkan kepala timunnya ke pintu lubang Jessy. Dan saking takutnya, Jessy pun masih mencoba untuk mengingatkan sang kekasih untuk tidak terlalu buru-buru.“Dave....pelan-pelan yahhhh!” Ucap Jessy sambil menatap lelaki pujaannya itu.“Iya sayang, mungkin awalnya agak sakit, tapi selanjutnya kamu a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status