LOGINBu Sonya melangkah kembali ke dalam kamarnya namun ia sepertinya ia sengaja tidak menutup pintu kamarnya itu agar Arya sang sopir pribadinya itu bisa melihat aktivitasnya. Dalam hatinya Bu Sonya memang ingin menguji sejauh mana kekuatan hati Arya kala ia melihat bagaimana Sonya mencobai baju daleman yang baru saja ia beli di mal mewah tadi.Sementara disisi lain Arya masih berdegup-degup jantungnya menunggu apa yang akan dilakukan sang majikan di kamarnya itu. Jantung Arya makin berdegup kencang dan jakunnya turun naek karena kini ia mellihat dengan sangat jelas bagaimana bu Sonya membuka baju daleman yang disebut lingerie itu di hadapannya. Mata Arya kali ini benar-benar terbelalak karena baru sekali ini ia melihat langsung bagaimana bu Sonya berganti baju daleman di hadapannya. Posisi bu Sonya saat itu sedang menghadap ke arah kaca lemarinya yang berukuran besar di dalam kamarnya yang mewah itu. Sehingga Arya menatap tubuh indah sang majikan dari arah belakang
Setelah menunggu cukup lama, Sore itu, sekitar pukul 16, setelah Arya mengantar pulang Bu Sonya dari kantornya, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Arya. Ia membaca pesan tersebut dengan seksama. Ternyata, pesan itu berasal dari Bu Sonya. Dalam pesan tersebut, Bu Sonya memintanya untuk bersiap-siap karena mereka akan pergi ke sebuah mal mewah di Jakarta untuk membeli beberapa pakaian dalam buat bu Sonya sendiri.Dengan cepat, Arya menyiapkan mobilnya dan menjemput Bu Sonya di depan rumahnya. Bu Sonya keluar dengan pakaian yang kembali begitu rapi dan anggun serta cukup memperlihatkan lekuk tubuh indahnya itu yang tinggi semampai. Agak berbeda dengan sang adik, Jesy yang lebih pendek dibanding bu Sonya meski Jesy pun juga berwajah cantik dan mulus kulitnya.Perjalanan menuju mal mewah itu berlangsung dalam suasana yang nyaman. Kali ini, mereka tidak terlibat dalam percakapan panjang, karena Bu Sonya tampaknya sedang sibuk dengan pikiran-pikirannya sendiri. Arya fokus
Arya pun menunggu di depan pintu rumah mewah milik Jessy. Ia merasa agak canggung dan tegang karena tadi ia sempat cukup lama mengintip aktivitas hot sang tuan rumah dengan tunangannya itu baik di kolam renang maupun di dalam rumah Jessy. Namun Arya juga sekaligus lega karena akhirnya bisa juga menjalankan tugas yang diberikan oleh bosnya yang terkenal galak, Bu Sonya. Tugas itu adalah mengantarkan kue istimewa untuk Jessy, adik Bu Sonya, yang pesanannya diberikan saat tadi pagi sedang mengantar bu Sonya menuju kantornya.Arya mencoba menjaga ketenangan dan profesionalismenya. Ia tahu bahwa tugas ini adalah tanggung jawabnya sebagai sopir pribadi Bu Sonya, dan ia harus melakukannya dengan baik. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa cemas mulai mengganggu pikirannya. Ia bertanya-tanya apakah pesanan ini akan benar-benar disambut dengan baik oleh Jessy dan apakah semuanya akan berjalan lancar.Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pintu rumah itu terbuka perlahan, da
Jessy kini dalam posisi agak terombang-ambing antara siap dan tidak siap menerima ‘terjangan’ yang sesaat lagi akan ia terima dari sang tunangan. Namun, deru nafsu terlalu besar membakar seluruh tubuh bugilnya saat ini dan itu dikarenakan dengan dahsyatnya rangsangan Dave kepada dirinya. Lagipula Jessy merasa yakin bahwa Dave akan bertanggung jawab dengan tetap menikahinya segara sesuai jadwal yang sudah mereka tetapkan sebelumnya.Dave yang kini sudah ikut bugil pun seketika sudah menindih tubuh Jessy dan mengajak untuk berciuman lagi. Setelah berciuman saat yang mendebarkan bagi Jessy pun akhirnya datang. Dilihatnya Dave sedang mecoba mengarahkan kepala timunnya ke pintu lubang Jessy. Dan saking takutnya, Jessy pun masih mencoba untuk mengingatkan sang kekasih untuk tidak terlalu buru-buru.“Dave....pelan-pelan yahhhh!” Ucap Jessy sambil menatap lelaki pujaannya itu.“Iya sayang, mungkin awalnya agak sakit, tapi selanjutnya kamu a
“Dave...sudahhh yahhh...jangan diterusin sabar ya sayangg!”ucapan Jessy terdengar menolak tapi nada suaranya sudah mengarah ke mendesah tanda Jessy sudah terangsang dan terbawa arus permainan Dave.“rasakan terus sayang, nanti bakalan nikmat deh!” timpal Dave yang langsung melulmat lubang inti milik Jessy.“Cuppp...slerppp......ceppp....arghhhh...!” suara permainan bibir dan lidah Dave makin mengganas hingga sepasanga mata milik Arya yang sedang mengintip bisa mendengar permainan Dave itu di sekitar selangkangan perempuan montok setengah telanjang itu.“Ahhhh...ahhhh...eshhh...Dave...!” kedua tangan Jessy kembali memegang kepala dan rambut Dave dengan maksud menahan serangan Dave, namun apa daya gerakan dan desakan goyangan lidah dan bibir Dave telah memporak-porandakan pertahanan Jessy saat itu. Wajah Jessy berungkali mendongak ke atas dan ke bawah menahan nikmatnya permainan sang tunangan.Sesaat Dave meng
Arya masih bersembuyi di balik rimbunya taman di sebelah kolam renang pribadi milik Jessy itu. Ia masih tak berani memunculkan dirinya di tempat itu karena sang tuan rumah yaitu Jessy nampak sedang indehoy denga tunangannya, Dave. Arya tak mungkin untuk mengganggu akitvitas mereka sekaligus ini pengalaman yang kedua kalinya bagi Arya menyaksikan dua manusia berjenis kelamin berbeda sedang memadu kasih. Dimana sebelumnya ia sempat juga mengintip percumbuan antara mbak Tini dengan pak Dirman. Jantung Arya terus berdegup kencang dan jakunnya turun naek menelan ludahnya karena mulai terangsang oleh aktivitas yang kini sedang ada dii depan matanya.“Jess, aku cinta sama kamu, rasanya tak ingin kulepaskan dekapan ini sayangku!” ucap Dave di kolam renang itu sambil berpelukan dengan sang kekasih, Jessy.“Aku juga Dave, rasanya gak sabar aku pengen segera menyelesaikan prosesi pernikahan kita ya sayang!’ balas Jessy yang disambut kemudian dengan c







