Home / Romansa / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 28 Asmara Sebelum Sita Pulang

Share

Bab 28 Asmara Sebelum Sita Pulang

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2026-01-08 08:05:14

Arya dan Sita masih terengah-engah nafasnya sambil tiduran terlentang bersebelahan di ranjang kamar penginapan Sita.

“Terima kasih mas Arya, hari ini aku kembali merasakan nikmat tak terkira!” ucap Sita sambil membelai wajah Arya yang masih berpeluh keringat di keningnya.

“Kamu sudah lama gak ditiduri suamimu ya?’ tanya Arya dengan wajah prihatin

“Hemm...iya mas...setelah perangai asli suamiku keluar, aku jadi ilfill mas kalo ingin dijamah dia!” timpal Sita dengan wajah sedih.

“Sudah berapa lama kamu tidak bercumbu dengan suamimu?” tanya Arya lagi yang nampaknya masih penasaran.

“Hampir 3 bulan ini mas!” kini Sita mulai nampak sedih lagi wajahnya.

“Hemmm...pantesan...tadi kamu maen bernafsu sekali!” timpal Arya kini juga sambil membelai rambut dan kepala Sita.

“Emangnya tadi kerasa gituh? Hihihi!” tanya Sita yang sekarang berbalik penasaran dan wajahny

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 30 Rencana Jahat Pak Jaka dkk

    Hari itu di sebuah kafe, Pak Jaka dan Pak Hadi duduk di sebuah meja, menunggu dua orang lainnya yang belum datang. Suasana yang tegang terasa di udara, seolah-olah ada sesuatu yang besar akan terjadi.Tak lama kemudian, dua sosok yang dikenal oleh Pak Jaka dan Pak Hadi datang menghampiri meja mereka. Mereka adalah mantan kepala unit cabang 4 dan 7 yang baru saja dipecat oleh Bu Sonya. Kehadiran mereka mengisyaratkan bahwa mereka memiliki rasa dendam terhadap Bu Sonya dan perusahaannya.Pak Jaka menyambut mereka dengan senyuman sinis, "Baiklah, mari kita mulai."Pak Hadi menambahkan, "Kita semua memiliki alasan yang sama untuk melakukan ini."Mantan kepala unit cabang 4 mengangguk, "Benar. Bu Sonya telah merusak karir kita dengan semena-mena. Kita harus memberinya pelajaran."Mantan kepala unit cabang 7 juga ikut angkat bicara, "Dan yang terpenting, kita akan menguasai perusahaan ini. Kami telah memiliki rencana untuk merusak citra perusahaan dan me

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 29 Bu Sonya Marah-Marah Lagi !

    Suasana kantor Sonya Fast hari itu kembali terasa tegang saat Bu Sonya, dengan ekspresi serius, berdiri di hadapan meja kerjanya dan di depannya ada kepala unit cabang ke 9 yang sedang gemetar. Arya, seperti biasa, berada di latar belakang, diam-diam menyaksikan adegan yang tengah berlangsung."Bagaimana ini bisa terjadi, Pak Hadi? Cabang ke 9 ini sudah beberapa kali membuat kesalahan dalam pengiriman barang. Pelanggan-pelanggan kita semakin banyak yang mengeluh!" ujar Bu Sonya dengan nada tegas.Kepala unit cabang ke 9, Pak Hadi, tampak berusaha menjelaskan dengan wajah yang cemas, "Maaf, Bu Sonya. Kami sedang berusaha memperbaiki sistem pengiriman dan menangani masalah ini."Bu Sonya tidak terima dengan penjelasan itu, "Ini bukan kali pertama, Pak Hadi. Masalah yang sama sudah terjadi berulang kali. Apa yang anda lakukan? Apa yang Jaka lakukan sebagai manajer keuangan? Apakah laporan keuangan cabang ini juga berantakan?"Mendengar nama Jaka disebut, mat

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 28 Asmara Sebelum Sita Pulang

    Arya dan Sita masih terengah-engah nafasnya sambil tiduran terlentang bersebelahan di ranjang kamar penginapan Sita.“Terima kasih mas Arya, hari ini aku kembali merasakan nikmat tak terkira!” ucap Sita sambil membelai wajah Arya yang masih berpeluh keringat di keningnya.“Kamu sudah lama gak ditiduri suamimu ya?’ tanya Arya dengan wajah prihatin“Hemm...iya mas...setelah perangai asli suamiku keluar, aku jadi ilfill mas kalo ingin dijamah dia!” timpal Sita dengan wajah sedih.“Sudah berapa lama kamu tidak bercumbu dengan suamimu?” tanya Arya lagi yang nampaknya masih penasaran.“Hampir 3 bulan ini mas!” kini Sita mulai nampak sedih lagi wajahnya.“Hemmm...pantesan...tadi kamu maen bernafsu sekali!” timpal Arya kini juga sambil membelai rambut dan kepala Sita.“Emangnya tadi kerasa gituh? Hihihi!” tanya Sita yang sekarang berbalik penasaran dan wajahny

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 27 Asmara di Kamar Penginapan

    Ditengah kekalutan Sita dalam menghadapi masalah rumah tangganya dengan bertemu Arya, ia seolah merasa menemukan kembali kehangatan dan kepedulian seorang laki-laki. Sita pun nampak sepenuh hati mencium dan memeluk tubuh Arya yang kini ada di bawahnya di kasur itu. Jantung Arya pun mulai berdegup kencang karena mulai terbakar birahi cinta lamanya.Setelah beberapa saat lamanya mereka berpelukan dan berciuman, dengan tubuh yang bergetar dan degup jantung makin terasa cepat Sita pun melepaskan tindihannya lalu ia berdiri di pinggir kasur. Arya yang masih rebahan di kasur hanya bisa menatap Sita yang teryata sedang membuka kancing-kancing bajunya serta rok dan kini dilihatnya Sita hanya memakai CD dan BH yang menutupi buah dadanya yang cukup besar menggantung meski sedikit terlihat kendur karena sudah sering dipake untuk menyusui anaknya ataupun sangat mungkin juga sudah sering dilahap oleh sang suami. Namun, tetap saja itu membuat Arya tertegun dan menelan salivanya menatap tub

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 26 Terjebak Romansa Lama

    Hari-hari berlalu, dan pertemuan antara Arya dan Sita semakin sering terjadi. Mereka berdua mulai membangun kembali kedekatan mereka. Arya mendengarkan cerita-cerita Sita tentang perjuangannya mencari pekerjaan dan mengatasi masalah rumah tangganya yang kacau. Sita juga berbagi tentang betapa ia menyesal meninggalkan Arya di masa lalu.Suatu hari, saat mereka duduk di taman dekat penginapan tempat Sita menginap, Sita tiba-tiba berbicara dengan nada penuh penyesalan, "Arya, aku ingin kau tahu bahwa selama ini, aku sangat menyesal telah meninggalkanmu. Aku tahu sekarang bahwa aku seharusnya lebih memilihmu daripada memenuhi harapan orangtuaku."Arya mendengarkan dengan hati terbuka, merasakan bahwa Sita benar-benar sedang mengungkapkan perasaannya. "Sita, aku juga punya penyesalan sendiri. Mungkin dulu aku tak cukup tegas dalam menjaga hubungan kita."Sita mengangguk, "Aku tidak pernah bisa melupakanmu, Arya. Setiap kali aku merasa terjepit, aku selalu mengingatmu

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 25 Ketemu Mantan

    Malam itu, setelah mengantarkan Bu Sonya ke rumah dan menyelesaikan tugasnya sebagai sopir pribadi, Arya merasa cukup lelah. Ia memutuskan untuk beristirahat di kamarnya, melepaskan segala penat dari seharian bekerja. Namun, ketika ia baru saja merasa nyaman dan hampir terlelap, ponselnya bergetar dan menyala. Arya mengambil ponselnya dan melihat panggilan masuk dari Sita, mantan kekasihnya.Tersentak, Arya merasa bingung dan ragu untuk menjawab panggilan tersebut. Meski begitu, ia akhirnya memutuskan untuk mengangkat telepon. "Halo, Sita. Ada apa?" tanya Arya dengan nada hati-hati.Sesaat terdengar suara tangisan lemah dari seberang telepon. "Arya... maaf mengganggu. Aku... aku tak tahu harus kemana lagi," gumam Sita sambil terisak.Khawatir, Arya berbicara lebih serius, "Sita, apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis?"Sita berusaha meredakan tangisnya, lalu bercerita dengan suara bergetar, "Arya, kehidupan rumah tanggaku... tak seperti yang kupikirkan. S

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status