Home / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 8 Bu Sonya yang Galak

Share

Bab 8 Bu Sonya yang Galak

Author: Irbapiko
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-21 08:05:43

Usai mendapatkan pengalaman pertama untuk bercinta dengan seorang perempuan, Arya benar-benar merasakan takjub luar biasa. Ia merasa benar-benar sebagai seorang lelaki perkasa di atas ranjang, sehingga sangat mungkin membuat Arya merasa pede untuk merasakannya kembali, entah dengan Mbak Tini ataupun suatu saat jika ia memiliki seorang pendamping hidup jika ia sudah mapan nantinya.

Usai mandi bareng dengan Mbak Tini, sejenak Arya rebahan kembali di kamarnya untuk menunggu pukul 14.00 menjemput m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Stanford Wowor
mantap ceritanya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 279 Antara Hidup dan Mati

    "Pompa lagi! Jangan sampai lepas!"Suara dokter bedah itu terdengar seperti guntur di telinga Cindy yang masih menempel di kaca ruang operasi. Di balik sana, pemandangan itu terasa seperti film bisu yang mengerikan. Tubuh Slamet melenting, jatuh, lalu diam. Garis di monitor itu masih lurus, mengeluarkan bunyi denging panjang yang seolah sedang menghitung mundur sisa napas terakhir sang supir pangkalan. Cindy sempat terhenti sejenak, menatap bayangan dirinya sendiri di kaca yang buram oleh uap napasnya, menyadari betapa hancur penampilannya—kerudung yang miring dan mata yang bengkak—sebelum akhirnya kesadarannya ditarik kembali oleh hentakan alat pacu jantung untuk yang kelima kalinya."Mas Slamet... nggih, Mas... bangun..." gumam Cindy, suaranya kini hanya berupa bisikan kering.Tiba-tiba, bunyi beeeeep yang panjang itu terputus. Garis lurus itu bergejolak, membentuk satu bukit kecil, lalu satu lagi. Lemah, sangat lemah, tapi itu adalah tand

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 278 Fitnah yang Membara

    "Den Arya! Layar ponselnya! Jangan sampai Cindy lihat!"Suara Brian memecah keheningan koridor rumah sakit, nyaris menyerupai desisan ular yang terdesak. Arya tersentak, tangannya yang masih memegang botol air mineral yang sudah tidak dingin lagi mendadak kaku. Ia sempat terhenti sejenak, menatap butiran embun yang merayap turun di dinding kaca ruang tunggu—sebuah distraksi psikologis yang tak relevan di tengah badai—sebelum matanya menangkap notifikasi video yang masuk serentak ke puluhan grup WhatsApp supir pangkalan."B-b-bajingan... mereka beneran sebarin itu sekarang?" Arya bergumam, suaranya parau, nyaris habis tertelan kegelisahan.Ia segera melangkah, nyaris berlari menuju Cindy yang masih terisak di lantai, mendekap koin seribu rupiah berdarah milik Slamet. Cindy tidak sadar bahwa ponselnya yang tergeletak di atas ubin putih dingin itu baru saja menyala, menampilkan cuplikan video hitam putih dengan kualitas rendah namun cukup jelas untuk me

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 277 Sumpah di Nisan

    "Mas, bangun! Jangan tinggalin aku di sini, Mas!"Jeritan Cindy membelah kesunyian area pemakaman yang baru saja ditinggalkan sebagian besar pelayat. Suaranya serak, pecah di udara yang lembap oleh sisa gerimis. Di depannya, tubuh Slamet melenting setiap kali kejut jantung dari alat defibrilator itu dihantamkan ke dadanya. Bunyi desis listrik berpadu dengan isak tangis yang tertahan dari Brian yang berdiri mematung. Slamet sempat terhenti dalam ketidaksadarannya—sebuah kilas balik tentang rasa permen karet yang ia kunyah saat pertama kali menginjakkan kaki di Marunda tiba-tiba melintas begitu saja—sebelum rasa sakit yang luar biasa kembali menyentak kesadarannya."Ritme jantung kembali! Cepat, dorong ke IGD Medistra!" teriak salah satu perawat.Ambulans itu menderu menjauh, meninggalkan jejak ban di atas rumput makam yang becek. Di belakangnya, pusara Pak Baskoro sudah tertutup tanah merah sempurna, menyisakan tumpukan bunga melati dan mawar yang mul

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 276 Pusara yang Menagih Janji

    "Mas Slamet! Angkat, Mas! Jangan bikin aku gila!"Suara Cindy yang melengking dari pelantang ponsel di atas lantai gudang yang berdebu itu terdengar seperti lonceng kematian yang beradu dengan deru napas Slamet yang kian pendek. Slamet terbatuk, cairan hangat berasa karat memenuhi rongga mulutnya, sementara pandangannya mulai digerogoti bintik-bintik hitam yang menari-nari. Ia sempat terhenti sejenak, menatap rembesan darah yang kian melebar di kemeja putihnya—kemeja yang harusnya ia pakai untuk mengantar Pak Baskoro ke peristirahatan terakhir—dan mendadak ia teringat bahwa ia belum membayar iuran kas pangkalan bulan ini. Distraksi konyol itu menghilang saat bayangan pria berjaket kulit—sang pengacara suruhan Sita—melangkah mendekat dengan kilatan logam di tangannya.Dor!Gema tembakan itu merobek kesunyian gudang, membuat kawanan burung gereja di atap seng terbang berhamburan."Ti-ti-tiarap, bajingan!" Suara serak Brian m

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 275 Pagi Yang Berdarah

    "Bajingan! Lihat ini, Met!"Suara Brian menggelegar di lorong rumah sakit yang biasanya sunyi senyap, memantul di antara dinding-dinding porselen yang dingin. Ia menyodorkan ponselnya tepat ke depan wajah Slamet yang masih kuyu karena terjaga semalaman. Slamet sempat terhenti sejenak, menatap butiran embun yang menempel di kaca jendela besar ICU—sebuah distraksi kecil yang tak relevan—sebelum matanya menangkap barisan judul berita di portal media nasional yang baru saja meledak.Skandal Korupsi Miliaran Rupiah: Direksi Perusahaan Logistik Diduga Bangun Perusahaan Cangkang."Data kita tembus, Mas Brian?" tanya Slamet pelan, suaranya parau karena debu ruko semalam masih terasa menyumbat tenggorokannya. Ia meraba saku celananya, mencari koin seribu rupiah kesayangannya, meremasnya kuat-alih-alih membalas antusiasme Brian."Bukan cuma tembus, Met! Hancur lebur itu rencana konferensi pers pengacaranya Sita. Barusan intel pangkalan lapor, s

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 274 Konfrontasi di Kantor Bayangan

    "Gila! Lo beneran bawa map itu keluar lewat lorong tikus, Met?"Suara Brian meledak di tengah sunyinya ruko tua di pinggiran Jakarta Selatan yang mereka sulap menjadi kantor bayangan. Brian tidak menunggu jawaban; ia langsung merenggut map hitam dari tangan Slamet yang masih kotor oleh tanah taman Kemang. Slamet tidak langsung menyahut. Ia lebih memilih menjatuhkan bokongnya di kursi plastik, napasnya masih memburu, sementara jemarinya yang lecet tanpa sadar meraba saku jaket—mencari sensasi dingin koin seribu rupiah yang entah bagaimana terasa seperti jangkar kewarasannya saat ini. Di sudut ruangan, kipas angin berderit berisik, memutar udara pengap yang berbau debu dan kabel terbakar."Bukan cuma map, Bri. Di luar tadi ada empat orang, kayaknya suruhan pengacara Sita. Kalau Slamet nggak tahu celah pagar belakang, mungkin sekarang kita sudah dikeroyok di teras Kemang," Arya menimpali, suaranya parau. Ia menyandarkan punggungnya di tembok kusam, matanya terpejam

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 28 Asmara Sebelum Sita Pulang

    Arya dan Sita masih terengah-engah nafasnya sambil tiduran terlentang bersebelahan di ranjang kamar penginapan Sita.“Terima kasih mas Arya, hari ini aku kembali merasakan nikmat tak terkira!” ucap Sita sambil membelai wajah Arya yang masih berpeluh keringat di keningnya.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 18 Ujian dari Bu Sonya

    Bu Sonya melangkah kembali ke dalam kamarnya namun ia sepertinya ia sengaja tidak menutup pintu kamarnya itu agar Arya sang sopir pribadinya itu bisa melihat aktivitasnya. Dalam hatinya Bu Sonya memang ingin menguji sejauh mana kekuatan hati Arya kala ia melihat bagaimana Sonya mencobai baju dale

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 16 Pesanan Kue Telah Sampai

    Arya pun menunggu di depan pintu rumah mewah milik Jessy. Ia merasa agak canggung dan tegang karena tadi ia sempat cukup lama mengintip aktivitas hot sang tuan rumah dengan tunangannya itu baik di kolam renang maupun di dalam rumah Jessy. Namun Arya juga sekaligus lega karena akhirnya bisa juga m

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 22 Kembali Kerja

    Esok harinya, suasana di kantor Sonya Fast kembali menjadi sibuk seperti biasa. Meskipun mereka telah menghabiskan waktu refreshing di resort, namun kembali ke pekerjaan adalah suatu keharusan. Bu Sonya sudah berada di mejanya sejak pagi, sibuk merencanakan agenda dan memeriksa laporan-laporan ya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status