Share

Bab 49 Rob Cemburu

Penulis: Irbapiko
last update Tanggal publikasi: 2026-01-18 08:05:04

Suatu hari di kediaman Sonya, Arya merasa momen itu adalah saat yang tepat untuk memberikan sebuah kejutan kepada Sonya. Dia telah merencanakan ini dengan matang, dan hari ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya.

Pagi itu, Sonya sedang duduk di ruang keluarga, memeriksa beberapa dokumen perusahaan. Arya datang dengan senyuman lebar di wajahnya. Dia mendekati Sonya dengan perlahan, membawa sebuah kotak kecil berbingkai cantik.

"Bu Sonya, saya pun

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 492 Manipulasi di Balik Meja Direksi

    Kemunculan nama Arimbi Baskoro Senior pada draf saham rahasia kementerian luar negeri seketika membuat suhu di dalam ruang kendali turun drastis.Deggg...Sonya Baskoro melangkah mundur dengan wajah kaku berdarah dingin, jubah tidur melatinya bergetar hebat menahan hantaman psikologis dari masa lalu."Mbak Sonya... Ibu... Ibu beneran masih memegang hak veto mutlak atas seluruh jaringan kliring Singapura kita?" tanya Brian, suaranya parau dibanjiri keringat dingin.Jessy Baskoro bergerak satset, merampas kendali tetikus dari tangan Cindy untuk mengunci draf perpindahan modal internasional tersebut."Sialan, ini bukan masalah hak waris lagi, Brian, tapi manipulasi di balik meja direksi yang sengaja dirancang kurator bank pusat!" desis Jessy tajam.Aroma lavender dari tubuh Jessy mengencang pekat, mencoba menepis hawa pengap birokrasi yang mendadak membekukan seisi ruangan.Kini, lampu neon ruang direksi Kantor Kuningan berpenda

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 491 Memori Sanggahan Singapura

    Suara gemuruh puluhan mesin fuso luar yang mengepalkan seluruh perimeter dinding luar rumah besar Marunda bergetar kaku, mengoyak keheningan fajar.Deggg...Brian Baskoro mencengkeram pinggiran konsol utama pangkalan bawah, menatap nanar grafik penghapusan izin jalan yang berkedip merah."Mbak Sonya! Mas Arya! Sistem kliring Singapura beneran mengunci kuota distribusi kita berdasarkan putusan pengadilan sepihak!" jerit Brian panik.Sonya Baskoro berdiri tegap dengan jubah tidur sutra melatinya, sorot mata "CEO Galak" miliknya memancarkan aura kaku yang berdarah dingin."Brian, dilarang keras berteriak kaku seperti pecundang birokrasi di depan anak buah kita!" bentak Sonya, suaranya melengking kokoh mengunci rungu.Arya Baswira bergerak satset di sudut kubikal, memancarkan aroma maskulin panas bercampur kayu gaharu yang sangat dominan.Kini, Arya membalikkan postur tegapnya untuk memberikan instruksi operasional kepada Slamet

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 490 Gairah Muda Pemutus Panik

    "Waktu penundaan dua puluh empat jam Anda dibatalkan, kosongkan seluruh Marunda subuh ini juga!"Brakkkk…!Gema suara pengeras suara dari kurator bank pusat di pelataran luar merontokkan sisa ketenangan di koridor sayap mansion.Deggg...Brian Baskoro mematung di ambang pintu kamar tidur utama, gawai satelit di genggaman tangannya bergetar hebat menerima draf pembatalan kliring."Jess, ta-ta-tapi bagaimana mungkin otoritas perbankan internasional bisa melompati memo kementerian keuangan secepat ini?" tanya Brian gagap.Jessy Baskoro bergerak satset, menarik lengan suaminya masuk ke dalam kamar lalu membanting pintu jati hingga terkunci rapat."Sialan, kubu Arimbi Jogja beneran mengunci semua rekening jaminan trust anak kita lewat jalur siber luar negeri, Brian!" desis Jessy tajam.'Mampus, aset yayasan Kuningan bisa amblas total sebelum matahari terbit, reputasi politik bisnis saya beneran di ujung tand

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 489 Singgasana yang Goyah

    Ketukan kaku sebanyak tiga kali di pintu kamar tidur sayap mansion berbunyi nyaring, memutus total sisa kehangatan raga Brian dan Jessy.Deggg...Brian langsung meloncat dari sofa kulit dengan wajah pucat pasi, menatap nanar ke arah selasar luar yang mulai dimasuki bayangan sepatu bot."T-Tuan Brian! Tolong keluar sekarang, pangkalan utama Marunda Utara gawat!" teriak suara dari balik daun pintu kayu jati."Aa... anu, siapa di luar? Jangan bilang kalau kurator bank pusat beneran membawa draf penangkapan fisik Mbak Sonya," sahut Brian gagap.Jessy bergerak satset menarik jubah tidur lavendernya, mengunci koper hukum berisi berkas duplikasi kuota distribusi dengan sentakan cepat."Sialan, orang-orang Jogja ini beneran dilarang memberi kita waktu untuk sekadar menghela napas bebas!" umpat Jessy dengan rahang mengeras kaku.Ketika pintu dibuka, berdiri seorang pengawal logistik dengan pelipis dibanjiri keringat dingin akibat kepa

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 488 Duplikasi Kuota Distribusi

    Suara deru mesin rombongan minibus hitam di depan paviliun bawah semakin melengking kaku, mengunci seluruh akses keluar tim solid.Deggg...Napas Brian Baskoro kembali tercekat, jemarinya yang dingin gemetar hebat menggenggam tepian meja kayu arsip Kuningan."Jess, ta-ta-tapi bagaimana kalau draf penangkapan Mas Slamet ini beneran sudah diregistrasi oleh kejaksaan pusat?" tanya Brian gagap.Jessy Baskoro tidak membiarkan suaminya tenggelam dalam ketakutan, dia bergerak satset merampas folder hukum hitam di atas meja."Sialan, kubu Slevia sengaja melempar isu pidana biar kita dilarang fokus memeriksa draf akuisisi utang bodong ini, Brian!" desis Jessy tajam.Aroma lavender yang keluar dari ketegangan tubuh Jessy merayap pekat, memotong hawa pengap ruang administrasi forensik.Kini, pintu depan paviliun bawah digedor kaku dari luar oleh pengacara suruhan Slevia Jogja bersama dua kurator bank pusat.Brakkkk…!

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 487 Rayuan Mewah di Paviliun Bawah

    Brakkkk…!Benturan keras dari robohnya tiga fuso barikade akibat dihantam armada kontainer Arimbi Logistik langsung menggetarkan fondasi paviliun bawah pangkalan.Deggg...Cindy tersentak di dalam kamar paviliun yang remang, mendekap diska lepas terenkripsi berisi data forensik kementerian dengan jemari gemetar."Mas Slamet! Gerbang depan beneran jebol sepihak, para kurator Jogja itu sudah mengerumuni selasar kantor logistik!" jerit Cindy panik.Slamet melangkah masuk dari pintu belakang paviliun, mengunci slot besi dengan sentakan tangan kekarnya yang luar biasa kaku.Bau solar yang tegap dan pekat dari pakaian kerjanya langsung menguasai udara kamar, berbaur dengan hawa panas malam pelabuhan."Tetap di posisi belakangmu, Cindy, dilarang ada yang membuka pintu depan sebelum Tuan Arya turun memberikan instruksi operasional," perintah Slamet kaku.'Sialan, posisi tawar kita bisa hancur total malam ini ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status