Share

Bab 49 Rob Cemburu

Author: Irbapiko
last update publish date: 2026-01-18 08:05:04

Suatu hari di kediaman Sonya, Arya merasa momen itu adalah saat yang tepat untuk memberikan sebuah kejutan kepada Sonya. Dia telah merencanakan ini dengan matang, dan hari ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya.

Pagi itu, Sonya sedang duduk di ruang keluarga, memeriksa beberapa dokumen perusahaan. Arya datang dengan senyuman lebar di wajahnya. Dia mendekati Sonya dengan perlahan, membawa sebuah kotak kecil berbingkai cantik.

"Bu Sonya, saya pun

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Mohamad Romli
kosa katanya terlalu muter², jdi ngebosenin bacanya. terlalu bertele-tele....
goodnovel comment avatar
Hendry Anaada
mantap lanjut
goodnovel comment avatar
Epi Saripudin
bagus .cuman syg cerit nya banyk profesional nya ..hrs nya mndkat ke judul cerita nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 876 Pembersihan Duri di Pangkalan Pusat

    Matahari pagi menyinar terik deretan dua puluh truk trailer baru yang terparkir rapi di pangkalan pusat Marunda Fast.Aroma asap solar dan deru mesin diesel membahana, menyelimuti kesibukan ratusan supir dan mekanik pangkalan.Di lantai dua bangunan transit pangkalan pusat, Helena sedang terburu-buru memasukkan beberapa map dokumen penting ke dalam tas kulit mewahnya.Wajah wanita itu terlihat sangat cemas, kelopak matanya menghitam akibat tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam."Sialan! Kenapa semua rekening operasional konsultan atas namaku mendadak diblokir oleh kantor pusat?!" maki Helena menggeram pelan.Helena menyambar seikat berkas transaksi modal, berniat kabur meninggalkan pangkalan sebelum tim audit Marunda Fast datang.Namun sebelum jemari Helena sempat memutar gagang pintu, pintu kayu ruang transit itu didobrak dari luar.B

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 875 Penyelesaian Gairah Liar dan Eksklusif

    Gertakan berkas dokumen lama dari kerabat jauh keluarga Baskoro itu sama sekali tidak mengecilkan nyali Arya.Dengan tenang dan penuh wibawa, Arya melemparkan map audit keuangan hasil analisisnya ke atas meja rapat."Anda tidak usah membawa-bawa nama besar keluarga untuk menutupi kecurangan solar lima ratus juta rupiah ini!" pangkas Arya dingin."E-ehmm… M-maksudku, aku ini masih paman jauh dari pihak almarhum ayah Sonya!" tangkis pria paruh baya itu gagap.Sonya berdiri melipat tangannya di dada, menatap kerabat jauhnya itu dengan pandangan mata yang sangat dingin dan tajam."Di Marunda Fast, tidak ada keistimewaan untuk pencuri uang perusahaan!" tegas Sonya bersuara Ratu Besi."Cindy, panggil petugas keamanan dan serahkan bukti pemalsuan bon solar ini ke kepolisian!" perintah Sonya tanpa ragu.Pria itu pucat pasi saat dua petugas

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 874 Kepulangan Sang Pelindung

    Sinar mentari subuh mulai membias tipis merayapi halaman rumah mewah di kawasan Limo Depok.Mobil sedan hitam tak dikenal yang sempat berhenti di luar pagar mendadak tancap gas, meninggalkan kepulan asap tipis.Slamet dengan siaga memasang kunci gembok pagar utama, lalu menatap Arya yang sedang membopong Sonya."Waduhhh… Mobil siapa itu main kabur subuh-subuh begini, Pak Arya?!" cetus Slamet mengerutkan dahi."Paling mata-mata suruhan Helena atau Garuda Utama, Slamet… Biarkan saja mereka mengawasi," jawab Arya tenang.Arya melangkah tegap melintasi teras rumah, menurunkan pijakan kaki Sonya dengan lembut di dekat pintu utama.Sonya terbangun dari tidur ayamnya, mengusap kedua matanya yang masih terasa berat dan sedikit berkaca-kaca."Kita sudah sampai di rumah ya, Mas?" tanya Sonya berbisik serak."Sudah

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 873 Perjalanan Pulang Penuh Gejolak

    Deru mesin kapal feri penyeberangan bergetar halus menyatu dengan deru AC kabin Alphard yang dingin.Tirai hitam kabin belakang sudah tertutup rapat, memisahkan ruang privat Arya dan Sonya dari kursi pengemudi.Arya menyambar ponsel di saku kemejanya, menelepon Brian Baskoro yang sedang mengurus yayasan di Jakarta."Halo, Brian… Dengar baik-baik arahan saya malam ini," ujar Arya bersuara tegas dan profesional."Ehmm.. M-maksudku ada apa, Mas Arya?! Kenapa telepon malam-malam begini?!" sahut Brian terkejut dari balik telepon."Bekukan seluruh akses login dan rekening operasional atas nama Helena di Marunda Fast!" perintah Arya tanpa ragu."Wanita itu baru saja mencoba memeras dan menyabotase perizinan pangkalan Bakauheni," tambah Arya memperjelas."Sialan! Berani sekali dia main kotor!" maki Brian terdengar menggebrak meja kerja yay

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 872 Penolakan yang Telak

    Kehadiran Sonya di ambang pintu kamar suite bagaikan petir menyambar di malam hari.Arya tidak membuang waktu satu detik pun untuk ragu atau membela diri secara bertele-tele.Dengan satu gerakan menyentak yang sangat kuat, Arya menghempaskan kedua lengan Helena dari pinggangnya.Brugghh…!Helena terlempar ke samping hingga tubuh bergaun sutra tipis itu tersungkur tidak berdaya di atas lantai karpet."Aww! Sakit, Arya!" jerit Helena merintih memegangi siku tangannya yang memerah.Arya menatap Helena dari atas dengan tatapan mata sangat dingin, tajam, dan penuh rasa jijik."Sudah saya peringatkan berkali-kali, Bu Helena! Trik murahanmu tidak akan pernah mempan pada saya!" gertak Arya bernada berat.Arya melangkah tegap mendekati Sonya, menyodorkan map dokumen cokelat berstempel resmi yang berhasil direbutnya.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 871 Perangkap di Suite Hotel Transit

    Pengakuan jujur dari bos preman bertato naga di lahan Bakauheni membuat suasana malam itu makin memanas.Slamet dengan cekatan menyerahkan pimpinan preman yang sudah babak belur itu kepada aparat kepolisian lokal.Sonya melangkah mendekati Arya, menatap kemeja hitam suaminya yang berdebu dan bernoda keringat usai bertarung."Mas Arya… Jadi wanita gatal bernama Helena itu yang mengatur semua sabotase ini?!" tanya Sonya menyilangkan tangan di dada."Betul, Sonya… Dia sengaja memecah konsentrasi saya biar perizinan pangkalan ini tidak pernah terbit," jawab Arya tegas."Kurang ajar sekali wanita itu! Aku akan bikin dia mendekam di penjara malam ini juga!" seru Sonya dengan kelopak mata menyempit tajam.Ponsel di saku celana kerjanya bergetar kencang, memperlihatkan pesan singkat masuk dari nomor pribadi Helena.Pesan itu melampi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status