หน้าหลัก / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 79 Rekrutmen dan Perjamuan para Serigala

แชร์

Bab 79 Rekrutmen dan Perjamuan para Serigala

ผู้เขียน: Irbapiko
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-25 08:15:46

Setelah badai pembersihan dan momen panas di ruang kerja mereda, Arya dan Sonya kini dihadapkan pada kenyataan bahwa struktur organisasi Sonya Fast sedang pincang. Banyak posisi manajer yang kosong, dan operasional harus tetap berjalan tanpa hambatan.

"Ar, kita butuh orang-orang baru secepatnya," ucap Sonya sambil merapikan kembali pakaiannya yang sedikit kusut. Ia duduk di kursi kebesarannya, sementara Arya berdiri di depan jendela besar, menatap hiruk-pikuk Jakarta.

"

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Hendry Anaada
makin seru lanjut terus
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 852 Bisikan Ketaatan di Bawah Cahaya Remang

    Arya menatap bayangan wajah anggun Sonya yang terpantul lembut di bawah cahaya remang lampu kamar utama.Tangan tegap bekas supir pangkalan itu memegang erat kedua pinggul mulus istrinya, menahan gerakan Sonya yang makin pasrah."Jangan terburu-buru, Nyonya… Supirmu belum selesai memberikan pelajaran ketaatan," bisik Arya bersuara berat dan dalam."E-ehmm… Mas Arya… Maksudmu pelajaran ketaatan apa lagi?" tanya Sonya terbata-bata dengan napas tersengal.Arya menyunggingkan senyum dominan, menarik tubuh molek Sonya hingga rapat menempel pada dada bidangnya yang berpeluh.Jemari kasar bekas supir itu menelusuri tulang punggung Sonya, memancing getaran halus yang membakar seluruh syarafnya."Nyonya harus berjanji dulu… Di kantor Nyonya boleh jadi Ratu Besi, tapi di sini Nyonya milik supir sepenuhnya," pangkas Arya.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 851 Penyerahan Diri Sang Ratu Besi

    "Nyonya benar-benar mau menguji daya tahan supir pribadi Nyonya pagi ini?" bisik Arya bersuara berat dan dalam.Sonya tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan meremas bahu kekar Arya lalu menarik wajah suaminya makin dekat.Bibir merekah Ratu Besi itu menyambar bibir tegas Arya, meluapkan gairah menuntut yang tak lagi bisa ditahan.Arya menyunggingkan senyum dominan, menyambut ciuman panas istrinya sembari membalikkan posisi dengan cepat.Kedua tangan berotot Arya mengunci pinggul mulus Sonya di atas kasur king size yang sangat empuk."Jangan menyesal kalau supirmu bertindak terlalu jauh, Nyonya Baskoro," ancam Arya dengan tatapan mata Alpha."A-aku tidak akan menyesal, Mas… Tunjukkan padaku siapa penguasa sejati kamar ini," tantang Sonya bersuara serak.Arya tidak memberi ruang sedikit pun bagi keangkuhan Direktur Utama Marunda

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 850 Awal Penaklukan di Kamar Utama

    "Slamet! Tahan dulu investor itu sampai jam kantor resmi buka!" perintahkan Arya bersuara tegap via telepon."T-te-tetapi Pak Arya, mereka sudah bawa pengacara kantor hukum terkenal!" sahut Slamet panik dari pangkalan."Biar pengacara mereka tunggu di lobi pangkalan! Saya tangani setelah urusan privat selesai!" pangkas Arya menutup telepon.Arya meletakkan kembali ponselnya di meja nakas, mematikan daya agar tidak ada gangguan lain.Sonya yang masih bersandar di bantal empuk menatap Arya dengan iris mata cokelat yang berbinar pasrah."Ada masalah besar di pangkalan peninggalan almarhum Ayah, Mas?" tanya Sonya halus memegangi lengan tegap Arya."Cuma gertakan kecil investor pangkalan, Nyonya… Sekarang fokus saya cuma menaklukkan majikan saya," jawab Arya tegas.Pipi Ratu Besi Marunda Fast itu mendadak merah merona, merasakan aura Al

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 849 Hukuman Manis untuk Sang Ratu Besi

    "Lakukan sesukamu, Mas… Aku milikmu sepenuhnya malam ini," cicit Sonya pasrah dengan bibir gemetar.Arya melangkah mendekat, memotong jarak hingga tubuh tegapnya menaungi Ratu Besi yang terpojok di kasur.Aroma lilin aromaterapi yang menenangkan menyebar lembut, memperhangat suasana kamar tidur utama rumah mewah mereka.Arya mengulurkan tangan kapalannya, menyentuh dagu mulus Sonya lalu mendongakkannya secara perlahan."Masih ingat keputusan angkuh Nyonya saat rapat anggaran Marunda Fast minggu lalu?" bisik Arya bersuara berat."E-ehmm… Maksudmu soal pemotongan dana operasional pangkalan?" tanya Sonya terbata-bata menahan debaran dada."Betul sekali, Nyonya… Nyonya memotong anggaran pangkalan tanpa persetujuan Manajer Keuangan," jawab Arya tegas."Te-tetapi… Aku kan Direktur Utama Marunda Fast, Mas," balas Sony

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 848 Syukuran Yayasan dan Penegasan Cinta Brian-Jessy

    "E-ehmm… Benar Suster, saya Sonya Baskoro," sahut Sonya cepat, membenahi letak kerah gaun kerjanya.Arya berdiri tegap di sebelah Sonya, menyunggingkan senyum tenang untuk menutupi rasa canggung di lorong."Kunci kamarnya sudah siap di meja resepsionis VIP, Bu Sonya," ucap suster itu melempar senyum ramah."Terima kasih Suster, tapi sepertinya kami tunda dulu. Kami ada urusan mendadak," pangkas Sonya berwibawa.Suster senior itu mengangguk sopan lalu berlalu meninggalkan mereka berdua di lorong sepi dekat lift privat.Sonya bernapas lega, menoleh menatap Arya dengan wajah merona merah menahan malu yang membakar pipi."Hampir saja reputasi Ratu Besi Marunda Fast hancur di depan suster," bisik Sonya mengelus dadanya."Makanya, Nyonya jangan suka minta yang aneh-aneh di tempat umum," goda Arya menepuk pelan pinggul istrinya.&n

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 847 Tangis Bahagia di Ruang Rawat VVIP

    "Ada mobil tidak dikenal di depan garasi rumah?!" seru Sonya panik, memotong kebahagiaan di ruang bersalin.Arya menyambar ponsel di tangan istrinya, memasang mode pengeras suara dengan raut wajah tegap."Bi Bik! Tenang dulu! Coba lihat nomor pelat mobilnya dari balik jendela!" perintah Arya bersuara berat."Ehmm.. Maksud saya pelat nomornya B 1982 PGL, Pak Arya!" jawab pengasuh Anya dari balik telepon.Slamet yang sedang memeluk bayinya langsung menepuk jidatnya sendiri saat mendengar deretan angka tersebut."Waduhhh… Maaf Pak Arya! Itu kan mobil pikap pangkalan yang saya suruh antar baju bayi ke rumah Bapak!" cetus Slamet meringis malu.Sonya menarik napas panjang, mengelus dadanya yang sempat berdegup kencan akibat kepanikan mendadak."Slamet! Kamu ini bikin orang rumah senut-senut saja!" omel Sonya melayangkan tatapan tajam Ratu Besi."Maaf Bu Sonya… Tadi saya keburu panik waktu Cindy mau melahirkan," kilih Sl

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status