Home / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 79 Rekrutmen dan Perjamuan para Serigala

Share

Bab 79 Rekrutmen dan Perjamuan para Serigala

Author: Irbapiko
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-25 08:15:46

Setelah badai pembersihan dan momen panas di ruang kerja mereda, Arya dan Sonya kini dihadapkan pada kenyataan bahwa struktur organisasi Sonya Fast sedang pincang. Banyak posisi manajer yang kosong, dan operasional harus tetap berjalan tanpa hambatan.

"Ar, kita butuh orang-orang baru secepatnya," ucap Sonya sambil merapikan kembali pakaiannya yang sedikit kusut. Ia duduk di kursi kebesarannya, sementara Arya berdiri di depan jendela besar, menatap hiruk-pikuk Jakarta.

"

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Hendry Anaada
makin seru lanjut terus
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 786 Meja Kerja Manager Baru

    Suara derap langkah sepatu kulit Arya Baswira bergema lugas di sepanjang koridor lantai dua kantor pusat Marunda Fast Jakarta.Stelan kemeja putih berselaras jas abu-abu gelap membungkus ketat tubuh kekar bekas supir jalanan itu, memunculkan kesan maskulin yang amat berwibawa."Selamat pagi, Pak Arya! Berkas laporan keuangan pangkalan bulan lalu sudah kami rapikan di meja Bapak," sapa seorang staf akuntansi seraya membungkuk hormat."Terima kasih, taruh saja di meja dan langsung siapkan rekapitulasi bon solar minggu ini," balas Arya bersuara berat penuh ketegasan.Arya melangkah masuk ke dalam ruangan Manajer Keuangan yang letaknya terhubung langsung lewat pintu kaca buram dengan ruang Direktur Utama.'Memegang berkas laporan ratusan juta ini rasanya dilarang beda jauh dengan memegang setir Fuso muatan berat di jalur perbukitan,' batin Arya menyunggingkan senyum dominan.&

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 785 Kembali ke Singgasana Marunda

    Sonya Baskoro merebut map merah di tangan Cindy dengan gerakan satset, menyapu lembaran kertas lamaran di dalamnya memakai pandangan Ratu Besi yang dingin."Siska Amelia... lulusan akuntansi berpakaian ketat yang mau melamar jadi sekretaris manajer keuangan pusat?" gumam Sonya membaca nama calon staf baru itu dengan alis terangkat."I-iya, Bu Sonya! Dia bilang besok pagi mau datang langsung untuk wawancara kerja di ruang manajer," jawab Cindy bersuara kaku sedikit bergetar."Tolak lamarannya atau biarkan saya sendiri yang mewawancarainya besok pagi, Cindy," tegas Sonya mengembalikan map merah seraya bersedekap dada penuh wibawa.Arya Baswira terkekeh pelan seraya membendung pinggang Sonya, menggendong Anya Baswira yang sedang asyik memainkan kancing kemeja ayahnya."Baru saja pengumuman jabatan dibacakan, Ratu Marunda sudah memasang radar cemburu posesif," bisik Arya di samping t

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 784 Gairah Transit dan Keputusan Pulang

    "Pintu kamar privat ini sudah terkunci dari dalam, Sonya," bisik Arya Baswira membalikkan badan majikannya seraya menempelkan panggulnya ketat di depan pintu kayu.Sonya Baskoro mendesah halus seraya menyandarkan tengkuknya di dada bidang Arya, merasakan aura Alpha yang menguar begitu kuat dari tubuh supir pribadinya."Buktikan kata-katamu, Arya... buat majikanmu ini benar-benar pasrah menyerah di atas kasur transit ini," tantang Sonya bersuara serak basah memancing gairah.Arya menyunggingkan senyuman dominan seraya menyambar pinggang molek Sonya, mengangkat tubuh sang Ratu Besi satset dan merebahkannya di ranjang kayu empuk.Kancing kemeja sutra Sonya terlepas satu per satu di bawah jamahan kasar tangan kapalan bekas supir jalanan yang sangat dirindukannya.Ahhh…!Desahan nikmat terlepas dari bibir merah Sonya saat bibir tebal Arya mendarat

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 783 Tembus Kabut Jambi

    Arya Baswira melompat turun dari kabin Fuso nomor satu seraya menggenggam erat linggis baja, melangkah menembus kabut pekat kebun karet menuju papan petunjuk palsu.Seorang lelaki paruh baya bersarung kumal yang bersembunyi di semak-semak mendadak tersentak kaget melihat Arya mendekat."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Supir, saya cuma warga lokal yang berdiri di sini!" jerit calo jalanan itu panik seraya mundur ketakutan."Jangan bohongi supir lintas, kamu sengaja putar arah papan ini biar konvoi kami masuk ke jurang buang dan diperas kelompokmu!" bentak Arya bersuara berat menggelegar seraya menancapkan ujung linggis ke tanah merah.Slamet dan Badrun melompat turun dari armada belakang, mengepung sang calo dengan raut wajah garang."Ampun Bang Supir! Maksud saya cuma mau mengarahkan ke rumah makan rekanan kami!" rintih sang calo merangkak pasrah.Arya Baswi

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 782 Juna Tercebur Lumpur

    "Tahan rem angin dan pasang ganjal kayu di roda belakang Fuso nomor dua sekarang, Slamet!" teriak Arya Baswira dari jendela kabin seraya menghentikan laju kendaraan di ceruk tebing sawit saat hujan gerimis mulai mereda.Hujan deras yang mengguyur puncak tebing sawit perlahan menyisakan tanah merah licin dan kubangan air di parit tepi jalan.Slamet melompat turun membawa ganjal kayu balok tebal, menyangkutkannya tepat di belakang ban radial Fuso."Juna! Turun membawa kunci roda dan periksa seluruh baut velg Fuso nomor dua yang habis melibas jalur tebing!" bentak Slamet kaku memanggil kernetnya."Siap laksanakan, Kang Slamet! Jangan galak-galak, ini saya sudah melompat turun membawa kunci pas ukuran tiga puluh dua!" sahut Juna setengah berteriak seraya melangkah satset ke samping bak truk.Juna berjongkok di samping roda belakang Fuso nomor dua, memukulkan kunci pas ke baut pelat b

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 781 Jalur Tebing Rawan

    "Longsor di Kelok Sembilan dilarang bisa dibersihkan dalam waktu dua hari, Mbak Sonya!" tegas Arya Baswira seraya melangkah keluar dari teras paviliun menuju meja kayu warung kopi penginapan rimba saat fajar belum menyingsing.Sonya Baskoro berjalan anggun di sampingnya mengenakan blazer hitam rapi, menyembunyikan tanda merah di lehernya dengan selendang sutra.Di meja kayu warung kopi, Slamet, Juna, Badrun, dan seorang supir veteran lokal Jambi bernama Mbah Wo sudah berkumpul mengelilingi peta kertas Sumatra Barat."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, kalau kita maksa nunggu jalan utama dibuka, beras lima ton di bak belakang bisa membusuk kena embun!" celetuk Juna agak gagap panik seraya menyeruput kopi hitamnya."Makanya subuh ini kita musyawarah menentukan rute jalan pintas yang bisa dilalui tujuh Fuso Marunda, Juna," sahut Slamet kaku seraya menunjuk garis merah di atas peta.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status