Mag-log inSetelah badai pembersihan dan momen panas di ruang kerja mereda, Arya dan Sonya kini dihadapkan pada kenyataan bahwa struktur organisasi Sonya Fast sedang pincang. Banyak posisi manajer yang kosong, dan operasional harus tetap berjalan tanpa hambatan.
"Ar, kita butuh orang-orang baru secepatnya," ucap Sonya sambil merapikan kembali pakaiannya yang sedikit kusut. Ia duduk di kursi kebesarannya, sementara Arya berdiri di depan jendela besar, menatap hiruk-pikuk Jakarta.
"
Kedipan lampu indikator merah kaku pada panel sekuritas luar segera dipotong oleh gerakan cepat jemari Cindy di atas papan ketik terenkripsi Kuningan.Deggg..."Abaikan dulu ancaman penahanan fisik dari kejaksaan agung lama itu, Mas Slamet, ketelitian administrasi saya berhasil menembus manifes logistik Sektor Barat!" seru Cindy lantang.Selembar draf kertas kerja komparatif hasil cetak manual langsung disentakkan Cindy ke atas meja bundar ruang tengah, memecah kepanikan tim solid Marunda.Karisma ketelitian administratif asisten utama itu terpancar presisi fajar ini, siap membongkar rekayasa kuota distribusi nasional yang selama ini disembunyikan Slevia Jogja."Sialan, dokumen ini beneran bom atom untuk menghancurkan balik legalitas arbitrase internasional Singapura, Mbak Sonya!" ucap Jessy Baskoro agresif.Jubah lavendernya berkelebat taktis saat dia menyambar lembar audit forensik tersebut dengan rahang mengeras kaku menahan amar
Dokumen diplomatik berpita hitam dari kementerian Singapura yang baru saja dijatuhkan di pelataran luar segera disambar oleh Arya Baswira, lalu dia menarik paksa lengan Sonya Baskoro masuk ke dalam kamar utama Marunda sembari mengunci pintu besi ganda.Deggg..."Persetan dengan pembatalan hak veto oleh Singapura, fajar ini otakmu beneran bisa meledak jika dilarang mengistirahatkan urat saraf, Sonya!" seru Arya rendah dominan.Aura maskulin panas bercemain kayu gaharu dari tubuh tegap Arya langsung mengepung seluruh penjuru kamar beralas sutra abu-abu tersebut.Topeng kaku "CEO Galak" yang melekat pada wajah matang Sonya tampak goyah, didera kelelahan mental yang luar biasa akibat sengketa kuota distribusi.'Sialan, ketegangan politik kantor dari subuh beneran membuat seluruh sendi raga saya kaku sedingin es balok,' keluh Sonya dalam batinnya yang didera overthinking.Rembesan keringat dingin mengalir lambat di leher sensualnya, memb
Cairan pelumas berwarna ungu pekat yang mengalir konstan di lantai beton langsung ditinggalkan oleh Brian Baskoro, dia melangkah satset menuju kedai kopi premium di sudut perimeter luar pangkalan.Deggg...Lima orang ketua wilayah asosiasi truk jalur pantura sudah duduk melingkar, wajah mereka tampak kaku menanti kepastian draf kuota distribusi nasional."Tuan-Tuan Ketua, mari kita bicarakan masa depan marwah logistik lokal di atas cangkir kopi hangat ini tanpa campur tangan asing," buka Brian ramah namun menekan.Aroma bubuk robusta mendadak bercampur pekat dengan ketegangan politik bisnis, menciptakan atmosfer lobi meja makan yang sangat taktis.'Sialan, lima ketua wilayah ini beneran tipe orang lapangan yang keras kepala, batin saya harus bekerja satset menawarkan draf izin operasional terpadu yang menggiurkan,' keluh Brian dalam hati penuh overthinking.Rembesan keringat dingin sempat membasahi kerah kemeja necis Brian, namun wi
Jeritan Cindy mengenai raibnya seluruh dana abadi trust Baskoro Junior seketika membekukan gerakan tangan Sonya Baskoro yang hendak melipat kembali draf kepabeanan lama.Deggg...Sonya berdiri dari kursi kebesarannya, menggebrak meja jati dengan sentakan yang memancarkan kemarahan besar seorang pemimpin tertinggi."Panggil seluruh manajer logistik ke ruang tengah fajar ini, dilarang ada satu orang pun yang bersembunyi di balik alasan gangguan siber!" bentak Sonya kokoh berdarah dingin.Aura kaku "CEO Galak" miliknya kembali menyengat pekat, memimpin langsung rapat internal darurat guna menepis isu pembekuan izin operasional terpadu Marunda.'Sialan, akun privat Kalila di Singapura beneran menyedot sisa jaminan modal kita tanpa meninggalkan jejak administrasi yang bersih,' geram Sonya dalam batin penuh overthinking.Brian Baskoro langsung menyeka rembesan keringat dingin di dahinya, melangkah kaku mendekati barisan lemari arsip baja
Hantaman keras yang menjebol paksa gerbang otomatis pelataran luar seketika menguapkan sisa ketenangan di dalam kubikal administrasi Marunda.Deggg...Slamet bergerak secepat kilat melompati meja panel baja, memosisikan raga kekarnya tepat di depan pintu masuk guna menghalangi serbuan fisik luar."Tuan Arya, supir senior sudah mengunci barikade kontainer lapis dua, dilarang ada penyusup Jogja yang bisa menembus selasar tengah!" teriak Slamet kaku.Arya Baswira tidak menjawab dengan kepanikan verbal, dia justru membetulkan letak kopel taktisnya sembari memancarkan aroma maskulin panas bercampur kayu gaharu.Wibawa seorang kepala keamanan operasional dikerahkan penuh fajar ini, melayangkan tatapan predator dominan yang menolak tunduk pada sabotase birokrasi Sektor Barat."Brian, amankan brankas kertas kerja forensik sekarang, biarkan regu pengamanan saya yang meratakan posisi tawar mereka di aspal pelataran!" perintah Arya tegap domin
Loncatan pendar lampu warna jingga kaku pada instalasi panel siber langsung direspons oleh langkah tegap Arya Baswira yang melompat turun menuju lantai beton dermaga Sektor Utara.Deggg...Slamet mengayunkan senter taktisnya satset, membuntuti pergerakan dominan sang kepala keamanan operasional menembus kepulan uap bensin hanggar bawah."Tuan Arya, bayangan di dekat tangki generator itu beneran bukan supir senior kita, dilarang ada mekanis Marunda yang memakai jaket Sektor Barat!" bisik Slamet kaku.Aura maskulin panas bercampur kayu gaharu dari raga tegap Arya terpancar penuh intimidasi, mengunci bayangan mencurigakan yang sedang memotong kabel sekring darurat.Dengan satu gerakan taktis yang sangat agresif, Arya menerjang maju dan mencengkeram kerah jaket intelijen luar tersebut hingga membentur dinding baja.Brughhh…!"Sialan, lepaskan saya! Draf penyitaan fisik atas pangkalan ini sudah ditandatangani oleh