Home / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 366 Pengantinnya Menghilang?! 

Share

Bab 366 Pengantinnya Menghilang?! 

Author: Cynta
last update Last Updated: 2026-03-09 23:09:54

Denzel yang mendengar laporan itu segera mengedarkan pandangan ke sekeliling gedung ballroom dengan tatapan tajam. “Sial! Kemana Trustin dan Sarah!” geramnya.

Aksa segera mencari di setiap layar CCTV beberapa menit yang lalu. Tiba-tiba ia menatap sebuah gambar yang membuat suara tawa kecilnya terdengar dari seberang.

[Tenang, Aiden. Aku baru saja memeriksa kamera koridor di lantai empat. Papamu sepertinya tidak sabar menunggu pesta selesai. Dia membawa Sarah kabur ke kamar pengantin melalui
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 366 Pengantinnya Menghilang?! 

    Denzel yang mendengar laporan itu segera mengedarkan pandangan ke sekeliling gedung ballroom dengan tatapan tajam. “Sial! Kemana Trustin dan Sarah!” geramnya. Aksa segera mencari di setiap layar CCTV beberapa menit yang lalu. Tiba-tiba ia menatap sebuah gambar yang membuat suara tawa kecilnya terdengar dari seberang. [Tenang, Aiden. Aku baru saja memeriksa kamera koridor di lantai empat. Papamu sepertinya tidak sabar menunggu pesta selesai. Dia membawa Sarah kabur ke kamar pengantin melalui lift darurat di bawah panggung.] ​Aiden membelalakkan mata. [Apa?! Pesta baru berjalan setengah dan dia meninggalkan tamu-tamunya?! Astaga, Papa membuatku hampir meledak karena mencemaskannya!] kesal Aiden sambil mendengus pelan. ​Denzel yang mendengar itu hanya bisa memilih pelipisnya. "Dasar Trustin... Dia tidak berubah. Dia selalu lebih mementingkan gairahnya daripada protokol keamanan yang dia bangun sendiri.." “Halah.. Itupun sama denganmu, Denzel!” sahut Audrey sambil tersenyum geli.

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 365 Ketegangan di Pesta Pernikahan

    Aiden bangun lebih pagi dari biasanya karena rasa tidak tenang sejak semalam. Setelah bersiap dan mengenakan setelan jas hitam yang sudah disiapkan, ia segera turun ke basement, melihat tim Aksa yang sudah siap melakukan apel terakhir. ​"Dengar!" suara Aiden menggelegar di ruangan yang dingin itu. "Hari ini adalah hari besar orang tuaku. Kalau aku melihat ada satu orang asing yang mendekati perimeter hotel tanpa izin, jangan tanya lagi. Tembak di tempat! Aku tidak mau ada drama di dalam Ballroom." ​"SIAP, TUAN MUDA!" ​Aiden menyambar senjatanya, menyelipkannya di balik jasnya. Ia menoleh ke arah Aksa yang sedang memantau layar CCTV hotel yang mulai ramai oleh tim dekorasi. ​"Aksa, pastikan jalur Elena sudah steril," kata Aiden dingin. ​"Semua sudah siap, Aiden. Kamu fokuslah menjadi pendamping pengantin. Biarkan aku yang menjadi mata di sekitar ballroom," sahut Aksa. ​Aiden kembali ke atas, menjemput Elena yang sedang dirias. Ia menatap istrinya yang tampak sangat cantik dengan

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 364 Gairah Sebelum Hari bahagia.

    Malam di mansion baru itu terasa begitu sunyi, namun di dalam kamar yang ditempati Trustin dan Sarah, suhu udara seolah naik beberapa derajat. Sarah berdiri di dekat jendela, memandangi kerlip lampu taman dengan bahu yang masih sedikit gemetar. Pikirannya masih terbayang pada kartu emas ancaman yang mereka terima di meja makan tadi.​Trustin melangkah pelan, mendekat dari belakang. Ia melingkarkan lengannya yang kokoh di pinggang Sarah, menarik punggung wanita itu agar menempel pada dadanya. Ia bisa merasakan jantung Sarah yang berdegup kencang.​"Berhenti memikirkannya, Sarah," bisik Trustin tepat di telinga Sarah. Suaranya rendah, serak, dan penuh otoritas yang menenangkan. "Aku tidak akan membiarkan seujung kuku pun dari mereka menyentuhmu. Kamu milikku sekarang."​Sarah berbalik dalam pelukan Trustin. Matanya berkaca-kaca menatap wajah pria yang selama puluhan tahun ia cintai dalam diam. "Aku hanya takut kehilanganmu lagi, Trustin. Kita baru saja kembali bersama. Aku tidak mau mat

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 363 Pengamanan Berlapis

    ​Suasana di ruang makan yang tadinya penuh tawa kini berubah menjadi ruang rapat darurat yang dingin. Kartu ucapan berwarna emas itu tergeletak di tengah meja, tampak kontras dengan piring-piring sarapan yang masih penuh. Aiden mencengkram pinggiran meja hingga kuku jarinya memutih, sementara Elena hanya bisa terdiam, merasakan remasan tangan suaminya yang sangat kuat di bawah meja. ​"Aksa, kumpulkan semua kepala tim di ruang komando sekarang!" perintah Denzel dengan suara tegas yang menggelegar. "Trustin, ikut aku. Kita harus memeriksa lagi siapa saja tamu yang sudah mengkonfirmasi kehadirannya." ​Aksa mengangguk cepat. Ia tidak lagi memegang garpu, melainkan tablet yang layarnya terus berkedip menunjukkan denah digital hotel berbintang yang akan digunakan sebagai lokasi pernikahan. "Siap, Denzel. Aku sudah memerintahkan tim siber untuk melacak asal cetakan kartu ini. Tekstur kertasnya bukan sembarangan, ini kualitas premium." ​Aiden berdiri, menarik Elena agar ikut berdiri bersam

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 362 Gairah Pagi yang Menggoda

    Elena terbangun karena wajahnya terkena sinar matahari yang masuk melalui cela gorden, ia tampak sangat segar meskipun ada lingkaran hitam tipis di bawah matanya. Elena terbangun karena suara tawa yang sangat keras dari lantai bawah.​"Itu seperti suara Papa Trustin," gumam Elena sambil tersenyum.​Ia mencoba duduk, dan rasanya sedikit tidak nyaman di bagian bawah tubuhnya. Elena teringat kejadian semalam dan wajahnya langsung memerah padam. Aiden benar-benar tidak memberinya ampun meskipun ia sedang dalam masa pemulihan.Elena menoleh ke sisi lain ranjang, Aiden sudah tidak ada. ‘Kemana dia?’ batin Elena, tidak lama ia mendengar suara Aiden yang sedang berteriak di balkon kamarnya.​"APA?! SALAH UKURAN?! BAGAIMANA BISA VENDOR SEKELAS KALIAN SALAH MEMBACA DATA?! JAS ITU HARUS SIAP SORE INI ATAU AKU AKAN MEMBELI PERUSAHAAN KALIAN DAN MEMECAT SEMUANYA!"​Elena tertawa kecil mendengar omelan suaminya. Aiden memang paling tidak bisa mentoleransi kesalahan kecil karena kelalaian, apalagi k

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 361 Berebut 'Jatah' Malam

    ​Denzel menyandarkan punggungnya, ia menoleh ke arah sofa di seberangnya. "Sepertinya kita menang, tapi kita juga kehilangan sesuatu."​Aiden, Trustin, dan Aksa mengikuti arah pandangan Denzel. Di sana, di atas sofa panjang yang melingkar, keempat wanita mereka sudah jatuh tertidur karena kelelahan menunggu.​Elena tampak meringkuk dengan kepala bersandar di bahu Audrey. Sarah tertidur di ujung sofa dengan bantal kecil, sementara Fiona menyandarkan kepalanya di meja makan kecil di dekat mereka. Wajah mereka tampak begitu damai di bawah cahaya lampu ruang tengah yang mulai redup.​Aiden berdiri dan berjalan mendekati Elena. Ia menatap wajah istrinya yang cantik dengan tatapan yang sangat dalam. Hasrat yang tadi sempat membuncah di dalam dirinya kini bercampur dengan rasa haru yang luar biasa.​"Tidur di sofa seperti ini... Mereka pasti akan sakit leher besok pagi," bisik Aiden pelan.​Trustin mendekati Sarah, ia mengusap pipi calon istrinya itu dengan penuh kasih sayang. "Dia pasti san

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status