Share

RAHASIA

Author: Parikesit70
last update publish date: 2026-08-22 20:53:33

Linda sampai di rumah dengan jantung berdebar kencang. Langkahnya terasa berat ketika ia membuka pintu rumah dan masuk dengan hati-hati. Udara dini hari begitu sunyi. Hanya suara detik jam yang terdengar samar dari ruang tengah. Dalam benaknya hanya ada satu pertanyaan.

Bagaimana kalau Krisna sudah pulang?

Linda takut suaminya bertanya ke mana ia pergi hingga dini hari. Ia sendiri tidak tahu harus memberikan alasan apa jika Krisna mendesaknya dengan berbagai pertanyaan. Ada sesuatu yang ingin d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Kenangan Indah

    Linda masih memandangi kursi kosong tempat Ambara tadi duduk, tangannya perlahan menyentuh kertas kecil yang bertuliskan kalimat sederhana itu.'Selamat menikmati makanan kesukaan kita. ❤️'Seketika, pikirannya seperti ditarik kembali bertahun-tahun ke masa lalu. Ke sebuah sore ketika dirinya dan Ambara masih bersama. Saat itu, hujan baru saja turun. Linda berdiri di depan sebuah kedai kecil sambil memeluk tasnya. Rambutnya sedikit basah karena ia lupa membawa payung. Ambara datang beberapa menit kemudian dengan napas terengah-engah. “Maaf, aku terlambat.”Linda memasang wajah kesal. “Kamu selalu begitu.”Ambara tertawa. “Kalau aku tidak terlambat, nanti kamu tidak punya alasan untuk marah kepadaku.”Linda mendengus, tetapi bibirnya tak mampu menahan senyum.Ambara kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya. “Ini.”Linda melihat sebuah bungkus makanan. Matanya langsung berbinar. “Otak-otak?”Ambara mengangguk. “Aku tahu kamu belum makan.”Linda menerima makanan itu dengan seny

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Makanan penuh cinta

    Linda sudah tahu bahwa Krisna telah berbohong kepadanya. Bukan sekali. Bukan dua kali. Ada terlalu banyak kejanggalan yang akhirnya membuat Linda berhenti percaya pada kata-kata suaminya. Namun, anehnya, semakin banyak yang ia ketahui, semakin sulit pula baginya untuk bertanya. Dulu, Linda selalu berani menatap mata Krisna dan menuntut sebuah penjelasan.‘Siapa Santi. Kenapa kamu menghubunginya. Di mana kamu sebenarnya?’ Bisik Linda dalam hati.Pertanyaan-pertanyaan itu dulu begitu mudah keluar dari bibirnya. Sekarang tidak. Linda sudah terlalu lelah mendengar jawaban yang tidak pernah benar-benar menjawab. Setiap kali ingin bertanya tentang Santi, ada sesuatu yang menahan lidahnya. Ia takut mendengar kebohongan berikutnya. Ia takut menemukan kenyataan yang jauh lebih menyakitkan daripada apa yang sudah ia ketahui. Maka Linda memilih diam. Tetapi diam bukan berarti tidak tahu. Diam justru membuat matanya semakin peka terhadap segala sesuatu yang terjadi di rumah.Siang itu, Linda baru

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   RAHASIA

    Linda sampai di rumah dengan jantung berdebar kencang. Langkahnya terasa berat ketika ia membuka pintu rumah dan masuk dengan hati-hati. Udara dini hari begitu sunyi. Hanya suara detik jam yang terdengar samar dari ruang tengah. Dalam benaknya hanya ada satu pertanyaan.Bagaimana kalau Krisna sudah pulang?Linda takut suaminya bertanya ke mana ia pergi hingga dini hari. Ia sendiri tidak tahu harus memberikan alasan apa jika Krisna mendesaknya dengan berbagai pertanyaan. Ada sesuatu yang ingin disembunyikannya rapat-rapat, sesuatu yang bahkan kepada sahabat terdekatnya pun belum sanggup ia ceritakan. Namun, ketika Linda melihat ke arah halaman, ia sedikit terkejut. Mobil Krisna tidak ada. Napas yang sejak tadi tertahan akhirnya terlepas."Syukurlah..." bisiknya.Ada perasaan lega yang begitu besar. Setidaknya untuk malam itu, ia tidak harus berhadapan langsung dengan Krisna. Tetapi rasa lega itu segera berubah menjadi kecurigaan. Kalau Krisna belum pulang, dia sebenarnya di mana?nLinda

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Perpisahan kedua

    Jam dinding di kamar hotel menunjukkan pukul dua dini hari ketika Linda perlahan membuka matanya. Untuk beberapa detik, ia tidak mengerti berada di mana. Pandangannya masih kabur, tetapi ketika kesadarannya kembali sepenuhnya, tubuhnya seketika menegang.Ambara berada di sampingnya. Laki-laki itu belum tidur. Ia hanya diam, memandangi Linda dengan tatapan yang begitu dalam, seolah-olah sedang berusaha mengabadikan wajah perempuan yang selama bertahun-tahun tidak pernah benar-benar hilang dari hatinya.Linda menatapnya sesaat. Kemudian air matanya jatuh. "Apa yang sudah kita lakukan?" bisiknya lirih.Ambara tidak menjawab.Linda menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dadanya terasa sesak. Rasa bersalah perlahan memenuhi seluruh pikirannya. Ia teringat Krisna, suaminya. Terbayang rumah mereka, kamar mereka, kehidupan yang selama ini mereka jalani bersama."Aku sudah menodai pernikahanku," ucap Linda dengan suara bergetar. "Aku tidak seharusnya melakukan ini."Ambara menarik napas panjang

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Malam Pertama Ambara dan Linda

    Pukul sembilan malam, suasana hotel bintang lima itu masih ramai. Lampu-lampu kristal memantul di lantai marmer, sementara alunan musik piano terdengar lembut dari sudut lobi. Di salah satu restoran terbesar di dalam hotel, para tamu masih menikmati makan malam.Linda duduk sendirian di sebuah meja dekat jendela. Malam itu ia sebenarnya tidak berniat berlama-lama. Ia hanya ingin bertemu Ambara sebentar setelah menghadiri rangkaian resepsi pernikahan yang sejak sore menyita waktunya.Tidak lama kemudian, Ambara muncul.Pria itu terlihat lelah. Jas yang dikenakannya masih rapi, tetapi wajahnya menunjukkan bahwa ia baru saja menjalani hari yang panjang. Sejak sore, ia memang berpindah dari satu acara resepsi ke resepsi lainnya. Namun begitu melihat Linda, ekspresi lelah itu seolah menghilang.“Maaf membuatmu menunggu,” katanya sambil menarik kursi.Linda tersenyum tipis.“Tidak apa-apa. Aku juga baru sampai.”Mereka kemudian berbicara tentang hal-hal ringan. Tentang resepsi yang mereka h

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Ajakan Ambara

    Linda pulang dengan perasaan yang sulit ia jelaskan usai menghadiri resepsi pernikahan Ambara, lelaki yang pernah mengisi bagian penting dalam hidupnya, baru saja selesai. Sejak meninggalkan gedung tempat resepsi berlangsung, pikirannya dipenuhi berbagai hal yang terjadi hari itu. Terlebih ketika Ambara sempat menariknya menuju sebuah kamar kosong dan mengungkapkan bahwa perasaannya kepada Linda ternyata belum benar-benar berakhir.Linda sudah berusaha menutup masa lalu. Ia datang ke pernikahan itu hanya karena undangan telah diterimanya dua minggu sebelumnya. Ia bahkan datang tanpa Krisna, karena suaminya sedang mengikuti kegiatan sepak bola di kantornya.Namun, pertemuan itu justru membuka kembali sesuatu yang selama ini berusaha ia kubur. Begitu sampai di rumah, Linda membuka pintu dengan hati-hati. Rumah itu tampak sunyi.Namun, tiba-tiba saja pembantu rumah tangganya keluar dari kamar anak-anaknya dan Tati sang pembantu menyambutnya,” Ibu sudah pulang?”Linda menjawab, “Iya baru

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Kesepakatan

    Seminggu kemudian, usai Rima bertemu dengan Krisna di restoran pada sebuah Mal besar, pada hari minggu pagi rekan kerja Linda menghubunginya. “Linda, aku mau ke rumahmu siang ini. Apa kamu ada di rumah?” tanya Rima. Linda yang sedang menikmati sarapan pagi, jelas terkejut mendengar siapa yang m

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Rahasia

    Usai Linda basa-basi dengan menanyakan keluarga sang mantan dan meletakkan secangkir teh yang dibawa oleh Tati, wanita cantik itu langsung menanyakan keperluan sang mantan bertemu dengannya. “Bara, ada keperluan apa kamu cari aku? Karena tidak mungkin kamu jauh-jauh mencari rumahku, kalau tidak a

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Tamu Tak Diundang

    Pikiran Linda yang kacau membuat wanita cantik itu terlelap di lantai permadani kamar anak keduanya usai ia melepaskan rasa sakit, gelisah pada sebuah bantal dan tertidur. Tanpa disadari, Krisna masuk ke kamar bayi. Lelaki itu meraih tubuh Linda, membopong dan membawa ke kamar mereka. Saat dibo

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Alat pengaman

    Mobil sedan berwarna hitam masuk ke sebuah halaman. Terlihat seorang wanita cantik dengan rambut sebahu menutup pintu pagar usai sebuah mobil berjenis sedan tahun lama masuk ke halaman rumah. Seorang lelaki berusia 35 tahun berkulit sawo matang keluar dari dalam mobil dengan membawa sebuah koper ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status