Se connecterSebuah keluarga tidak mampu yang hidup serba kekurangan, akhirnya bertemu dengan keluarga yang baik hati, selalu memenuhi segala kebutuhannya. Namun, di balik itu semua ada suatu peristiwa pahit di masa lalu. Bagaimana kisah selanjutnya? Yuk simak
Voir plusPoV Bu Fika IISatu bulan setelah mengelola warisan dari papa, keadaan ekonomiku meningkat. Aku membeli sebuah rumah jaraknya cukup jauh dari rumah mertuaku. Rumahnya cukup besar, dan intinya aku tinggal terpisah dengan mertua dan iparku.Suamiku cukup telaten dalam mengelola perusahaan. Bahkan sebulan setelah mengelola perusahaan, keuangan perusahaan semakin meningkat.Ibu dan iparku selalu datang ke rumah, alasannya sih ingin melihat keadaan aku dan Mas Hermawan. Tapi ujung-ujungnya selalu tentang uang.Sampai sekarang pun aku tak pernah memberitahu perlakuan mereka pada suamiku. Aku tak ingin rumah tanggaku berantakan hanya karena masalah itu.Pernah suatu hari, ibu meminta uang dengan alasan untuk pergi berobat. Namun setelah ku transfer, tak lama iparku membuat sebuah status di aplikasi whatsapp bahwa mereka sedang makan malam di restaurant ternama. Tapi suamiku hanya berkata "biarkan saja, mungkin suami Mbak Dewi sudah mengirimkan uang." 
PoV Bu Fika#flashbackSetelah menikah, aku terpaksa tinggal dengan mertua juga iparku di rumah mereka, karena pekerjaan suamiku yang mengharuskannya pergi ke beberapa kota. Sebenarnya tak masalah bagiku, karena kini beliau adalah ibuku juga. Aku hanya harus beradaptasi saja.Mas Hermawan, adalah anak ke dua dari empat bersaudara. Mbak Dewi--kakak perempuannya sudah menikah, namun sama sepertiku suami Mbak Dewi sering bekerja di luar kota, sehingga lebih sering Mbak Dewi tinggal di rumah ini. Dua tahun menikah, namun Mbak Dewi masih belum dikaruniai seorang anak. Rinda, adik Mas Hermawan, Ia kuliah di Universitas ternama di kota ini. Mas Hermawan yang membiayai kuliah Rinda. Risa, adik bungsu Mas Hermawan masih duduk di bangku SMA, Mas Hermawan juga yang membiayai sekolah Risa.Seminggu setelah menikah, Mas Hermawan masih menjalani cuti, jadi Ia masih tinggal denganku di rumah mertuaku. Mereka sangat baik padaku, seriap hari aku tak diizinkan mengerjakan
Tanganku bergetar seketika saat menyentuh surat itu. Apa ini hanya mimpi?Rafli bertekuk lutut dihadapan suamiku."Saya mohon, supaya Bapak dan Ibu mau menerima semua ini. Tolong, keluarkan aku dari rasa bersalah ini."Sebenarnya aku tak menampik bahwa telah lama kami mengidamkan rumah yang lebih baik daripada rumah yang kami tempati selama ini. Tapi bukan begini caranya.Suamiku mengusap pucuk kepala Rafli. Punggung suamiku bergetar menahan tangis."Bangunlah nak, kamu tak perlu melakukan ini. Bapak sudah ikhlas menerima keadaan ini." tolak suamiku."Bapak tetap ikhlas menerima keadaan Bapak saat ini. Namun saya juga tetap ingin memberikan rumah ini untuk bapak. Jadi tolong terimalah!""Baiklah, bapak akan menerima semua ini. Tapi setelah ini, bapak tidak ingin menerima apapun lagi.""Setelah ini, saya masih ingin tetap memberikan uang kepada Bapak dan keluarga untuk biaya pendidikan dan biaya sehari-hari. Coba Bapak pikir
Sesosok wajah laki-laki muda terpampang jelas di layar ponsel Bu Fika. Siapa dia yang ingin berbicara denganku?"Assalamu'alaikum, Bu. Bagaimana sekarang keadaan Pak Rudi?" sapa laki-laki muda itu.Mengapa dia bertanya tentang suamiku? Apa jangan-jangan...."Saya Rafli. Tolong sampaikan ucapan terima kasih saya kepada Pak Rudi."Aku menatap nanar pada wajah itu. Seolah ingatanku kembali pada kejadian pahit beberapa tahun silam. Hatiku hancur, sebenarnya aku sudah memaafkan. Namun kejadian itu masih saja menghantuiku. Tak ada sepatah katapun terucap dari bibirku. Hanya air mata yang menjawab sapaan pemuda itu.Aku tahu, Rafli juga adalah korban. Dia sama sekali tak bersalah atas kejadian itu. Tapi andai saja kala itu Ia tak bermain sampai ke tengah jalan, mungkin suamiku tak akan seperti sekarang."Tak apa bila ibu tidak menjawabku. Tapi saya sangat bersyukur karena telah dipertemukan dengan Pak Rudi. Oh ya, lusa nanti saya akan pulang,
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Notes
commentairesPlus