LOGINSosok pemuda berambut merah keluar dari dalam Busur Matahari milik Bara Sena. Sukma Geni, Gandi, Yao Ling dan Raksa Geni menatap tak berkedip kearah sosok tersebut.Tekanan kekuatan saat Nara Soka muncul membuat semua yang ada disana langsung berlutut saat itu juga kecuali Bara Sena seorang."Sungguh kekuatan yang mengerikan...Siapa orang ini...?" batin Sukma Geni sambil berusaha bertahan agar tidak sampai bersujud. Gandi dan yang lainnya pun sama-sama bertahan sekuat tenaga. Raksa Geni yang hampir saja tumbang segera menggunakan Pedang Maharaja miliknya untuk menahan tubuhnya dari tekanan kuat tersebut."Kekuatan ini...Sepertinya bukan Ranah Alam Semesta...!" batin Gandi."Memang bukan! Itu adalah Ranah Alam Nirwana bocah! Kekuatannya sampai masuk ke dalam Alam Jiwa milikmu ini!" sahut Ki Ageng Samudra Biru di dalam tubuh Gandi. "Kekuatan jiwa yang sangat mengerikan seperti ini, bagaimana bisa bocah Iblis itu memilikinya?" tanya Empu Jagat Martapura.Namun tak ada jawaban karena Gan
Dewi Saros tertegun setelah lima jarinya yang berniat menjebol tubuh Sukma Geni malah hancur berantakan setelah menghantam tubuh wanita bergelar Ratu Jagat tersebut. Matanya menatap nanar kearah lima jarinya yang patah berantakan."Apa yang terjadi...? Seranganku...Tidak mempan pada tubuhnya? Mustahil..." batinnya.Hanya itu yang sempat terpikir olehnya. Karena sedetik kemudian, tinju kanan Sukma Geni telah menghajar dagunya dengan keras hingga membuat tubuh wanita itu mencelat dan menghantam pilar raksasa.Dum!Setelah menghantam pilar raksasa tersebut, tubuh Saros melayang jatuh ke lantai dengan keras. Bruk!Darah mengucur dari luka parah yang menghancurkan dagunya. Bara dan tiga orang lainnya menatap takjub kearah Sukma Geni."Wah...Kekuatanmu sangat mengerikan Sukma..." ucap Bara tak menyangka putri Batara Geni itu bisa membuat Dewi Saros sekarat hanya dengan sekali pukulan.Sukma Geni tak menyahut. Kedua matanya masih menatap kearah Dewi Saros yang telungkup dilantai dengan waja
Kilat hitam terus menyambar ke arah Sukma Geni yang berkelit kesana kemari menghindari serangan. Sesekali wanita itu harus bertahan saat dirinya bergerak lebih lambat dari kilat hitam tersebut. Namun pertahanan yang dia ciptakan seolah tidak begitu berguna saat kilat hitam tersebut menyambarnya.Sukma Geni menjadi teringat pada Kaisar Iblis Hati yang ada di dalam Kerajaan Jiwa Batara Geni ayahnya. "Kekuatan petir hitam ini sangat mirip dengannya...Apakah mereka tahu kelemahanku?" batin Sukma Geni.Setelah cukup lama tak ada kemajuan karena serangan cepat dari dua sosok hitam itu, akhirnya Sukma Geni teringat dengan kemampuan baru yang dia dapatkan dari Tarak Sang Dewa Emas Sejati. Dia menjadi bersemangat untuk menjajal kemampuan baru miliknya.Kilat hitam kembali menyambar dengan ganas. Sukma Geni berteriak keras mengerahkan kekuatan Tinju Dewa Emas yang baru saja dia miliki. Cahaya terang menyilaukan mata disusul suara ledakan dahsyat yang menggelegar tercipta setelah tinju wanita i
Sukma Geni terkejut luar biasa ketika tiba-tiba merasakan sesuatu menyelinap ke dalam dirinya, cahaya terang yang menyeruak dengan cepat dan mengalir melalui permukaan dahinya. Dia meraba jidatnya sendiri dengan tangan gemetar, berusaha mencari tahu apa yang baru saja terjadi, seolah-olah mencari jejak dari fenomena aneh tersebut. Peristiwa ini membuatnya berpikir dalam-dalam, mencoba memahami arti dan dampak dari cahaya misterius yang baru saja dialaminya.. "Tak perlu khawatir, itu adalah kemampuan milikku yang sudah berpindah ke tubuhmu. Kau tak perlu mempelajarinya, karena semua yang ada di dalam gulungan emas telah masuk ke dalam dirimu, termasuk cara untuk menyalakan jurus Tinju Tiga Penjuru yang aku miliku," kata Tarak. "Oh, ternyata begitu. Bagaimana cara menggunakannya? Aku sendiri belum tahu, apa yang harus aku lakukan meski cahaya itu sudah masuk ke dalam tubuhku," Tanya Sukma Geni. "Kau cukup membayangkan kekuatan dari Tinju Emas. Kau bisa membayangkan wajahku, atau tinj
Akhirnya setelah menunggu beberapa saat, Sukma Geni melihat kepala dari Tubuh Dewa Emas Tiga Penjuru itu berputar. Kali ini wajahnya berubah menjadi putih kebiruan. Dan mendadak hawa di sekitar terasa sangat dingin membeku. Bahkan area di sekitar tubuh makhluk raksasa itu berubah menjadi es. Kedua mata Sukma Geni menatap tak berkedip."Kekuatan Es...? Kekuatanya setara dengan milik Bara Sena..." batinnya.Sosok Tarak bangkit berdiri kembali dengan tubuh yang sudah berubah warna. Kini tubuhnya menjadi warna putih kebiruan sama seperti tubuh Dewa Emas Tiga Penjuru miliknya. Nampak uap dingin menyeruak dari tubuhnya. Dia menatap kearah Sukma Geni lalu tersenyum."Hebat, kau sudah mengalahkan dua perubahan wujud tubuh Dewa milikku. Tapi sekarang, kau akan merasakan kekuatan yang lebih dahsyat dari sebelumnya, gadis kecil." kata Tarak lalu bersiap untuk menyerang."Kekuatan es miliknya sangat berbahaya...Aku yang sudah menggunakan Tubuh Brahmastra saja masih bisa merasakan hawa dingin dari
Kedua pukulan dahsyat itu saling bertemu di udara. Karena dua kekuatan yang luar biasa dahsyat, udara di sekelilingnya pun berubah menjadi pecahan ruang. Barulah kemudian disusul ledakan yang sangat besar hingga membentuk bola api raksasa.Sukma Geni tak bergeming di tempatnya. Sementara Tarak yang berada di bawah sana mulai merasakan tekanan dahsyat dari ledakan tersebut."Tubuh Brahmastra adalah tubuh terkuat di jaman Kuno...Bagaimana bisa darah langka itu diwariskan kepada gadis kecil ini?" batin Tarak yang bertahan sekuat tenaga dari tekanan tersebut.Sukma Geni mengangkat tangan kanannya ke atas. Kedua matanya menyala merah. Saat itu juga, dari dalam tanah muncul raksasa dengan seribu tangan yang mekar bagaikan ekor merak. Itu adalah wujud dari Tubuh Dewa milik Sukma Geni. Yakni Dewi Seribu Tangan.Setelah ledakan berlalu, Takar segera terbang ke udara dan melayang di atas asap hitam tebal. Di beberapa bagian tubuhnya nampak luka akibat ledakan tersebut. Matanya menatap tajam kea
Dewi Suci Geni yang merupakan anak dari Dewi Utari datang berkunjung ke tempat tinggal Bara Sena selama dia berada di Kerajaan Probo Lintang untuk mengikuti acara besar turnamen 100 tahun sekali. Kunjungan itu membuat Bara sedikit banyak mendapatkan berita mengenai anak-anak Jaka Geni dan beberapa
Semua mata menatap tercengang kearah langit dimana Formasi Hukuman Langit milik Zhou Yin telah dinyalakan. Tidak semua orang tahu kehebatan jurus milik Dewi Zhou tersebut. Namun semua anggota keluarga Gnei tahu dengan kekuatan yang bisa mendatangkan kehancuran itu.Maha Putri yang terluka menatap k
Bara Sena dan Gandi sama-sama duduk di tempatnya kembali. Lian Xie dan Kahiyang Dewi serta Xue Ruo pun kembali duduk di tempat para penonton. Di tengah arena sana, Raya Geni dan Tatsuka tengah melakukan pertarungan sengit.Raya Geni sempat merasa tenang karena melawan Tatsuka yang kemampuannya belu
Semua orang menatap kearah arena dimana telah terjadi sesuatu yang sangat cepat yang tak terlihat oleh mata. Kojiro telah menyerang Hua Tian dengan kecepatan luar biasa mengerikan. Serangan tersebut tak mampu ditangkis oleh putra Dewi Song Hua sehingga dengan mudah Pedang Kusanagi menebas tubuh kak







