Share

Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku
Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku
Author: Fryda

Bab 1

Author: Fryda
Pada peringatan satu tahun rujuk kembali dalam pernikahan mereka, Helena Paramita membawa bunga dan hadiah, bersiap pergi ke hotel tempat suaminya, Jazli Ruslan, menginap untuk perjalanan dinas, dengan niat memberi kejutan. Namun di tengah perjalanan, dia mengalami kecelakaan mobil.

Dokter kemudian memberikan pemberitahuan ancaman keguguran, "Bu Helena, kamu pernah mengalami keguguran sekali dan kamu juga telah kehilangan satu ginjal. Kehamilan kali ini akan cukup berat."

Helena tertegun. "Dokter salah ambil laporan nggak? Ini kehamilan pertamaku dan aku juga nggak pernah menjalani operasi ginjal."

"Nggak mungkin salah. Ini adalah catatan medismu sebelumnya, lengkap dengan tanda tangan persetujuan operasi dari suamimu."

Sekilas, Helena langsung melihat tanggal yang tertera di dokumen itu adalah tanggal dari kecelakaan mobil yang dialaminya setengah tahun lalu.

"Saat itu kamu masih dalam kondisi koma. Suamimu yang menandatangani dokumen donor ginjal atas namamu. Bahkan demi bisa menjalani operasi tersebut, kehamilan saat itu sengaja dihentikan. Kamu nggak tahu tentang ini ...?"

Kata-kata selanjutnya tak satu pun terdengar jelas oleh Helena.

Tatapannya terpaku pada tanda tangan yang tertoreh dengan tegas di dokumen itu. Setiap goresannya terlihat begitu familier.

Bahkan, dia merasa luka mengerikan di pinggang kanan belakangnya kembali memunculkan rasa nyeri semu yang menjalar ke seluruh tubuh. Padahal, Jazli dulu jelas mengatakan bahwa itu hanyalah bekas luka yang tertinggal sejak kecelakaan mobil dulu.

Helena mendengar suaranya sendiri yang serak saat bertanya, "Siapa penerima donor itu?"

Dokter membolak-balik berkas dan menjawab, "Veronica Kartono."

Kepala Helena berdengung hebat, pandangannya mendadak kosong sesaat.

Semua orang tahu, dialah wanita yang berhasil dinikahi Jazli setelah pria itu merendahkan diri dan mengejarnya sampai dua kali. Sementara itu, Veronica adalah cinta pertama Jazli di masa muda, sekaligus pemicu perceraian pertama antara dia dan Jazli.

Ponselnya tiba-tiba bergetar dua kali. Sebuah video laporan masuk dari Jazli.

[ Lagi rapat. Kangen kamu, Sayang. ]

Menatap pesan itu, air mata Helena tiba-tiba jatuh begitu saja. Dia teringat pertemuan pertamanya dengan Jazli.

Saat itu, Jazli adalah Presdir Grup Ruslan dan dosen tamu yang diundang kampus, sementara dia adalah mahasiswa tingkat tiga Universitas Rockford, sekaligus asistennya.

Setelah kelas selesai hari itu, Jazli memanggilnya. Jazli melepas jasnya dan melilitkannya di pinggang Helena, menyelamatkannya dari rasa canggung karena datang bulan secara tiba-tiba.

Kemudian, setelah Helena mencuci bersih pakaiannya dan mengantarkannya kembali, dia kebetulan mendapati Jazli sedang demam dan tidak enak badan. Pria itu menarik tangannya dan tidak membiarkannya pergi.

Sejak kejadian itu, Jazli mulai mendekatinya dengan penuh semangat.

Saat itu, Helena memang tahu perbedaan status mereka terlalu jauh. Helena datang dari kota kecil terpencil. Dia berhasil masuk Universitas Rockford dengan kemampuannya sendiri, bahkan memperoleh rekomendasi pascasarjana. Jadi, harga dirinya juga sangat tinggi.

Dia membiarkan Jazli mengejarnya selama setahun penuh sebelum akhirnya menyetujui menjadi pacarnya.

Selama tiga tahun berpacaran, Jazli memperlakukannya bak mutiara berharga. Saat Helena memuji sebuah kalung yang terlihat cantik, keesokan harinya perhiasan bernilai puluhan miliar langsung sampai di tangannya.

Saat Helena kesakitan karena datang bulan, Jazli rela meninggalkan proyek bernilai ratusan miliar untuk pulang dan merebus air gula merah untuknya, menyuapinya seteguk demi seteguk. Di awal hubungan mereka, saat terbawa perasaan, Jazli terkadang mencengkeram pinggang Helena sambil memanggilnya "sayang" dan mengatakan bahwa dia benar-benar tidak mampu menahan hasrat terhadap Helena.

Setelah itu, Jazli selalu memanggilnya "sayang" dan berkata, "Sayang, kamu pantas mendapatkan semua yang terbaik dan paling berharga."

Saat Helena lulus pascasarjana, Jazli berlutut di depan aula leluhur selama tiga hari tiga malam dan menerima 99 cambukan hukuman keluarga demi menikahinya. Darah mengalir memenuhi lantai, tetapi Jazli tetap tersenyum sambil menenangkannya.

Saat itu Helena merasa, Jazli mencintainya dengan mempertaruhkan nyawanya. Pria itu pantas membuatnya melepaskan cita-cita dan ambisi untuk menjadi istrinya.

Ketika semua orang berkata bahwa dia berhasil menikah ke keluarga konglomerat, hanya Helena sendiri yang tahu bahwa dia berhasil menikahi cintanya.

Setahun setelah menikah, untuk pertama kalinya dia mendengar bahwa Jazli memiliki cinta pertama dan mengetahui bahwa dirinya hanyalah pengganti cinta pertama itu. Saat melihat Jazli makan malam romantis diterangi lilin bersama wanita tersebut, dia pun merancang agar Jazli menandatangani perjanjian perceraian, lalu pergi jauh.

Helena tidak bisa menoleransi kesalahan sedikit pun.

Baru tiga bulan dia pergi, Jazli sudah muncul di bawah apartemennya dengan tubuh yang kurus kering dan berkata bahwa hidup tanpa dirinya lebih buruk daripada kematian.

Jazli bahkan tidak lagi pergi ke kantor. Dia hanya berjaga di bawah apartemennya setiap hari, berulang kali bersumpah bahwa dia tidak memiliki hubungan apa pun dengan Veronica dan mengatakan Helena sama sekali bukan pengganti siapa pun.

Pada masa itu, pekerjaan Helena sangat berantakan. Ayahnya juga didiagnosis kanker. Dia kelelahan secara fisik dan mental hingga bermalam-malam tidak bisa tidur.

Jazli, seorang tuan muda yang sejak kecil hidup nyaman, setiap hari hanya berjaga di rumah sakit dan merawat ayahnya tanpa mengeluh sama sekali.

Saat ayah Helena berada di ambang ajal, Jazli berlutut di sisi ranjang dan berkata bahwa dia pasti akan menjaga Helena dengan baik, agar sang ayah tidak perlu mengkhawatirkan apa pun.

Hari itu, ayahnya meletakkan tangan Helena ke tangan Jazli, barulah dia menutup mata dengan tenang.

Setelah Jazli mengurus pemakaman ayahnya untuknya, Helena pun setuju untuk rujuk kembali. Selama setahun setelah rujuk, Jazli mengirim belasan pesan laporan setiap hari demi membuatnya merasa aman.

Namun, apa hasilnya?

Pria itu malah diam-diam membuatnya mendonorkan ginjal untuk cinta pertamanya, bahkan tidak ragu mengorbankan anak mereka!

Helena menangis hingga seluruh tubuhnya gemetar. Dalam keadaan linglung, dia berlari keluar dan langsung menuju hotel tempat Jazli menginap saat dinas luar kota.

Di sudut aula perjamuan, dia melihat Jazli merangkul Veronica. Dia memakaikan mahkota ulang tahun bertabur berlian di kepalanya, menghadiahkan gelang pusaka Keluarga Ruslan sebagai hadiah, lalu menyuapinya kue ulang tahun dengan tangannya sendiri.

Dia berkata, "Veronica, meski aku nggak bisa memberimu pernikahan, kamu akan selalu menjadi orang terpenting di hatiku, istri sejati dalam hidupku."

Para sahabat Jazli mengelilingi mereka sambil memberi selamat, membicarakan betapa sulitnya perjuangan Jazli.

"Iya, Kak Veronica, kalau saja dulu ginjal Helena tidak kebetulan cocok denganmu, Kak Jazli juga nggak perlu bersusah payah mengejarnya kembali. Bukankah karena hanya dengan status suami dia bisa mewakili Helena menandatangani persetujuan donor ginjal?"

"Benar, waktu kamu baru didiagnosis sakit, Kak Jazli seperti orang gila. Dalam sebulan, berat badannya turun lebih dari lima kilo, kami yang melihat saja ikut takut."

"Dulu Kak Jazli menciptakan kecelakaan mobil untuk menyelamatkanmu, bahkan sampai mengorbankan anaknya sendiri demi operasi itu. Kak Veronica, Kak Jazli benar-benar sangat mencintaimu."

Helena berdiri diam di sudut dengan terpaku.

Ketika Veronica pergi ke toilet, Jazli baru mengeluarkan ponselnya. Tak lama kemudian, ponsel Helena bergetar dua kali. Barulah Helena menggerakkan anggota tubuhnya yang dingin dan kaku, lalu mengeluarkan ponsel.

[ Maaf, sayang. Hari ini ada kendala di rapat, aku nggak bisa pulang. Kamu istirahat dulu, besok aku pulang dan akan menebusnya. ]

Dia tersenyum.

Jantungnya terasa seperti dicungkil paksa, rasa sakitnya mencapai puncak hingga dia bahkan tidak mampu meneteskan air mata.

Salah seorang sahabat mendekat dan berkata, "Kak Jazli, masih saja menghibur Helena? Kenapa nggak sekalian jujur saja dan bercerai, lalu menikah dengan Kak Veronica?"

"Iya, toh sejak awal kamu melihat Helena agak mirip dengan Kak Veronica dan menjadikannya pengganti."

"Apalagi kamu juga aktif merencanakan kehamilan, sampai membuatnya hamil."

Jazli melirik beberapa orang itu sekilas, lalu menenggak habis anggur merah di gelasnya. "Helena nggak pernah menjadi pengganti siapa pun."

"Mungkin di awal memang ada niat menjadikannya pengganti, tapi kemudian aku benar-benar jatuh cinta padanya. Hanya saja, aku juga nggak bisa melepaskan Veronica."

"Anak Helena adalah utangku padanya. Lagi pula, tubuh Veronica nggak bagus dan nggak bisa melahirkan. Keluarga Ruslan juga seharusnya punya penerus."

"Masalahnya, sifat Helena yang lebih baik hancur daripada menoleransi kesalahan ... kalau dia tahu, dia pasti akan pergi."

Jazli menatap mereka dengan peringatan tegas. "Kalau begitu, tutup mulut kalian semua. Jangan biarkan dia tahu seumur hidup!"

Mendengar ucapannya, langkah Helena yang semula hendak pergi mendadak terhenti. Dia mengusap perutnya. Bayi berusia lima bulan itu, menyentuh telapak tangan Helena melalui dinding perutnya.

Sekali, lalu sekali lagi, seperti sedang bermain.

Tiba-tiba, Helena berlari terbirit-birit keluar lewat pintu samping. Setelah berlari cukup jauh, dia baru bersandar pada dinding dan menangis tersedu-sedu, seakan jantungnya tercabik-cabik.

Helena tidak tidur semalaman.

Keesokan harinya, dia bangun pagi-pagi dan keluar rumah untuk melakukan tiga hal ....
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku   Bab 22

    Hati Jazli menegang. Dia segera teringat kejadian beberapa hari lalu ketika dia berkelahi dengan Adrian di depan klinik hingga masuk berita. Besar kemungkinan Veronica melihat berita itu dan berniat membalas dendam pada Helena!Sementara itu, Veronica telah tiba di bandara Kota Bridge. Wajahnya tertutup masker, rambutnya kering dan menguning. Dia mengenakan celana panjang dan atasan lengan panjang biasa, menutupi tubuhnya rapat-rapat, tetapi tetap terlihat kurus kerempeng.Saat dia membungkuk memungut tas yang terjatuh, terlihat jelas memar di pergelangan tangannya.Tatapannya suram dan penuh kebencian. Dia naik taksi dan langsung menuju klinik tempat Helena bekerja.Di perjalanan, dia terus mengingat potongan-potongan hidupnya selama tiga tahun terakhir. Keluarga Kartono bangkrut, ayahnya meloncat bunuh diri, ibunya hidup miskin melarat, sementara dirinya dikurung di rumah sakit jiwa dan disiksa siang malam.Kondisi mentalnya sudah lama tidak normal. Satu-satunya hal yang menopangnya

  • Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku   Bab 21

    Kedua pria itu berdiri di depan pintu mobil.Adrian menyerahkan secangkir kopi kepadanya. "Jazli, aku harap kamu nggak muncul di hadapan Helena lagi."Wajah Jazli menggelap. Dia menepis tangan Adrian dengan kasar. Kopi pun tumpah ke tanah. "Kamu punya hak apa?"Matanya memerah. Kedua tangannya mengepal. "Helena itu milikku! Dia hanya belum memaafkanku! Kami menjalani hubungan delapan tahun! Cepat atau lambat, dia pasti akan kembali ke sisiku!"Jazli berbicara sendiri, seolah-olah sedang meyakinkan dirinya. "Helena mencintaiku! Cepat atau lambat, dia pasti akan memaafkanku!"Adrian hanya menatapnya dalam diam. Baru setelah Jazli selesai berbicara, dia membuka mulut. "Saat Helena meninggalkanmu dulu, dia menderita depresi berat. Setelah itu dia pernah mencoba bunuh diri dan aku yang menyelamatkannya."Wajah Jazli langsung pucat pasi. Dia tiba-tiba teringat kejadian ketika Helena mencabut bunga mawar di taman. Saat menggendongnya, Jazli menyadari berat badannya turun banyak. Namun, saat i

  • Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku   Bab 20

    "Aku yang menyuruhmu mencariku?" tanya Helena dengan suara dingin, lalu menyunggingkan senyuman sinis. "Jazli, kamu melakukan semua ini untuk diperlihatkan ke siapa?""Kita sudah lama cerai. Aku sudah mengatakan dengan sangat jelas agar kamu benar-benar enyah dari duniaku! Kenapa kamu masih muncul di hadapanku untuk membuatku muak?""Kamu nggak merasa sikapmu ini disebut cinta yang dalam, 'kan? Ini namanya merendahkan diri!"Mendengar kata-kata Helena, kepala Jazli terasa berdengung hebat. Dia tidak menyangka Helena memandangnya seperti ini, membuat tiga tahun pencariannya tampak seperti lelucon.Suaranya tercekat sedikit. "Helena, karena kamu, rambutku memutih dalam semalam ...."Pandangan Helena berhenti dua detik pada rambut putihnya dan tubuhnya yang kurus kering, lalu dia kembali mencibir dingin. "Itu akibat dari perbuatanmu sendiri."Jazli menatap ekspresi sinisnya. Hatinya seakan-akan disobek. Suaranya bergetar menahan sakit. "Helena, jangan perlakukan aku seperti ini. Aku menci

  • Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku   Bab 19

    Saat itu, Helena baru saja meninggalkan tanah air. Pertama-tama, dia naik kapal pesiar ke Jepang, lalu berkeliling hingga sampai ke Eropa.Dia memiliki aset yang cukup, tetapi telah kehilangan tujuan hidup. Dia berkelana ke beberapa negara di Eropa, hingga perlahan tiba di Finlandia. Sebuah negara yang indah dan romantis, tetapi juga sangat menyesakkan hati.Helena menyewa sebuah homestay. Setiap hari dia duduk di depan jendela memandangi salju dan aurora. Pikirannya terus dipenuhi bayangan anaknya yang telah tiada, pernikahan yang gagal dan penuh tipu daya, serta ayahnya yang telah tiada. Hidupnya kehilangan jangkar. Dia benar-benar kehilangan dorongan untuk melangkah.Suatu kali setelah selesai melihat aurora, Helena tiba-tiba berdiri dan berjalan menuju danau yang membeku. Saat air sedingin es perlahan menenggelamkan kepalanya, tiba-tiba seseorang melompat ke dalam air, menariknya dengan kuat ke arah daratan.Dia meronta dengan keras, tetapi orang itu menggenggamnya erat, tak mau me

  • Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku   Bab 18

    "Helena." Dengan mata memerah, Jazli memanggil pelan dengan suara tercekat.Perempuan yang semula menampilkan senyuman profesional itu seketika memasang ekspresi dingin. Dalam sekejap, semua kenangan yang sengaja dia bekukan menyeruak ke benaknya.Meskipun sudah menerima terapi psikologis berkali-kali, emosi Helena tetap bergolak saat ini. Namun, profesionalisme sebagai seorang dokter membuatnya menekan paksa seluruh emosinya.Hanya dalam sesaat, dia kembali mengenakan topeng profesional. "Silakan duduk, Pak Jazli. Konsultasi di bidang apa yang ingin Bapak lakukan?"Sikap memperlakukannya seperti pasien asing itu bagaikan pisau yang menusuk keras jantung Jazli. Nada suaranya sedikit bergetar. "Helena, aku mencarimu selama tiga tahun ...."Helena melirik jam tangannya. "Pak Jazli, kalau nggak ada masalah psikologis untuk dikonsultasikan, silakan pergi. Aku sebentar lagi ada janji dengan pasien lain."Mata Jazli semakin memerah. "Helena, beri aku beberapa menit saja ...."Helena menekan

  • Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku   Bab 17

    Di hadapannya adalah wajah yang asing.Jazli tertegun. Itu hanyalah seorang perempuan dengan punggung yang mirip.Suami perempuan itu berjalan di sampingnya. Melihat Jazli tak mau melepaskan tangannya, dia maju dan mendorong Jazli dengan keras. "Kamu mau apa?"Seolah-olah kehilangan tenaga, Jazli terdorong olehnya. Seluruh tubuhnya terguling menuruni anak tangga batu dan jatuh menghantam tanah dengan keras.Dia terbaring di tanah dengan tubuh berlumuran darah. Matanya menatap langit dengan tatapan kosong.Di detik-detik sebelum pingsan, di benaknya hanya ada satu pikiran. 'Helena, sebenarnya kamu di mana ....'Jazli mengalami gegar otak berat, dengan banyak patah tulang dan memar di sekujur tubuh. Dia masih ingin memaksakan diri untuk mencari Helena, tetapi orang tuanya yang datang segera memaksanya pulang.Ibunya memeluknya sambil menangis tersedu-sedu. "Jazli, lihat dirimu sekarang seperti mayat hidup. Apa kamu mau menghancurkan hidupmu demi Helena? Sudah tiga bulan! Kamu harus kemba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status