Short
Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku

Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku

By:  FrydaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
22Chapters
30views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada peringatan satu tahun rujuk kembali dalam pernikahan mereka, Helena Paramita membawa bunga dan hadiah, bersiap pergi ke hotel tempat suaminya, Jazli Ruslan, menginap untuk perjalanan dinas, dengan niat memberi kejutan. Namun di tengah perjalanan, dia mengalami kecelakaan mobil. Dokter kemudian memberikan pemberitahuan ancaman keguguran, "Bu Helen, kamu pernah mengalami keguguran sekali dan kamu juga telah kehilangan satu ginjal. Kehamilan kali ini akan cukup berat." Helen tertegun. "Dokter salah ambil laporan nggak? Ini kehamilan pertamaku dan aku juga nggak pernah menjalani operasi ginjal." "Nggak mungkin salah. Ini adalah catatan medismu sebelumnya, lengkap dengan tanda tangan persetujuan operasi dari suamimu." Sekilas, Helen langsung melihat tanggal yang tertera di dokumen itu adalah tanggal dari kecelakaan mobil yang dialaminya setengah tahun lalu. "Saat itu kamu masih dalam kondisi koma. Suamimu yang menandatangani dokumen donor ginjal atas namamu. Bahkan demi bisa menjalani operasi tersebut, kehamilan saat itu sengaja dihentikan. Kamu nggak tahu tentang ini ...?" Kata-kata selanjutnya tak satu pun terdengar jelas oleh Helen. Tatapannya terpaku pada tanda tangan yang tertoreh dengan tegas di dokumen itu. Setiap goresannya terlihat begitu familier.

View More

Chapter 1

Bab 1

Pada peringatan satu tahun rujuk kembali dalam pernikahan mereka, Helena Paramita membawa bunga dan hadiah, bersiap pergi ke hotel tempat suaminya, Jazli Ruslan, menginap untuk perjalanan dinas, dengan niat memberi kejutan. Namun di tengah perjalanan, dia mengalami kecelakaan mobil.

Dokter kemudian memberikan pemberitahuan ancaman keguguran, "Bu Helena, kamu pernah mengalami keguguran sekali dan kamu juga telah kehilangan satu ginjal. Kehamilan kali ini akan cukup berat."

Helena tertegun. "Dokter salah ambil laporan nggak? Ini kehamilan pertamaku dan aku juga nggak pernah menjalani operasi ginjal."

"Nggak mungkin salah. Ini adalah catatan medismu sebelumnya, lengkap dengan tanda tangan persetujuan operasi dari suamimu."

Sekilas, Helena langsung melihat tanggal yang tertera di dokumen itu adalah tanggal dari kecelakaan mobil yang dialaminya setengah tahun lalu.

"Saat itu kamu masih dalam kondisi koma. Suamimu yang menandatangani dokumen donor ginjal atas namamu. Bahkan demi bisa menjalani operasi tersebut, kehamilan saat itu sengaja dihentikan. Kamu nggak tahu tentang ini ...?"

Kata-kata selanjutnya tak satu pun terdengar jelas oleh Helena.

Tatapannya terpaku pada tanda tangan yang tertoreh dengan tegas di dokumen itu. Setiap goresannya terlihat begitu familier.

Bahkan, dia merasa luka mengerikan di pinggang kanan belakangnya kembali memunculkan rasa nyeri semu yang menjalar ke seluruh tubuh. Padahal, Jazli dulu jelas mengatakan bahwa itu hanyalah bekas luka yang tertinggal sejak kecelakaan mobil dulu.

Helena mendengar suaranya sendiri yang serak saat bertanya, "Siapa penerima donor itu?"

Dokter membolak-balik berkas dan menjawab, "Veronica Kartono."

Kepala Helena berdengung hebat, pandangannya mendadak kosong sesaat.

Semua orang tahu, dialah wanita yang berhasil dinikahi Jazli setelah pria itu merendahkan diri dan mengejarnya sampai dua kali. Sementara itu, Veronica adalah cinta pertama Jazli di masa muda, sekaligus pemicu perceraian pertama antara dia dan Jazli.

Ponselnya tiba-tiba bergetar dua kali. Sebuah video laporan masuk dari Jazli.

[ Lagi rapat. Kangen kamu, Sayang. ]

Menatap pesan itu, air mata Helena tiba-tiba jatuh begitu saja. Dia teringat pertemuan pertamanya dengan Jazli.

Saat itu, Jazli adalah Presdir Grup Ruslan dan dosen tamu yang diundang kampus, sementara dia adalah mahasiswa tingkat tiga Universitas Rockford, sekaligus asistennya.

Setelah kelas selesai hari itu, Jazli memanggilnya. Jazli melepas jasnya dan melilitkannya di pinggang Helena, menyelamatkannya dari rasa canggung karena datang bulan secara tiba-tiba.

Kemudian, setelah Helena mencuci bersih pakaiannya dan mengantarkannya kembali, dia kebetulan mendapati Jazli sedang demam dan tidak enak badan. Pria itu menarik tangannya dan tidak membiarkannya pergi.

Sejak kejadian itu, Jazli mulai mendekatinya dengan penuh semangat.

Saat itu, Helena memang tahu perbedaan status mereka terlalu jauh. Helena datang dari kota kecil terpencil. Dia berhasil masuk Universitas Rockford dengan kemampuannya sendiri, bahkan memperoleh rekomendasi pascasarjana. Jadi, harga dirinya juga sangat tinggi.

Dia membiarkan Jazli mengejarnya selama setahun penuh sebelum akhirnya menyetujui menjadi pacarnya.

Selama tiga tahun berpacaran, Jazli memperlakukannya bak mutiara berharga. Saat Helena memuji sebuah kalung yang terlihat cantik, keesokan harinya perhiasan bernilai puluhan miliar langsung sampai di tangannya.

Saat Helena kesakitan karena datang bulan, Jazli rela meninggalkan proyek bernilai ratusan miliar untuk pulang dan merebus air gula merah untuknya, menyuapinya seteguk demi seteguk. Di awal hubungan mereka, saat terbawa perasaan, Jazli terkadang mencengkeram pinggang Helena sambil memanggilnya "sayang" dan mengatakan bahwa dia benar-benar tidak mampu menahan hasrat terhadap Helena.

Setelah itu, Jazli selalu memanggilnya "sayang" dan berkata, "Sayang, kamu pantas mendapatkan semua yang terbaik dan paling berharga."

Saat Helena lulus pascasarjana, Jazli berlutut di depan aula leluhur selama tiga hari tiga malam dan menerima 99 cambukan hukuman keluarga demi menikahinya. Darah mengalir memenuhi lantai, tetapi Jazli tetap tersenyum sambil menenangkannya.

Saat itu Helena merasa, Jazli mencintainya dengan mempertaruhkan nyawanya. Pria itu pantas membuatnya melepaskan cita-cita dan ambisi untuk menjadi istrinya.

Ketika semua orang berkata bahwa dia berhasil menikah ke keluarga konglomerat, hanya Helena sendiri yang tahu bahwa dia berhasil menikahi cintanya.

Setahun setelah menikah, untuk pertama kalinya dia mendengar bahwa Jazli memiliki cinta pertama dan mengetahui bahwa dirinya hanyalah pengganti cinta pertama itu. Saat melihat Jazli makan malam romantis diterangi lilin bersama wanita tersebut, dia pun merancang agar Jazli menandatangani perjanjian perceraian, lalu pergi jauh.

Helena tidak bisa menoleransi kesalahan sedikit pun.

Baru tiga bulan dia pergi, Jazli sudah muncul di bawah apartemennya dengan tubuh yang kurus kering dan berkata bahwa hidup tanpa dirinya lebih buruk daripada kematian.

Jazli bahkan tidak lagi pergi ke kantor. Dia hanya berjaga di bawah apartemennya setiap hari, berulang kali bersumpah bahwa dia tidak memiliki hubungan apa pun dengan Veronica dan mengatakan Helena sama sekali bukan pengganti siapa pun.

Pada masa itu, pekerjaan Helena sangat berantakan. Ayahnya juga didiagnosis kanker. Dia kelelahan secara fisik dan mental hingga bermalam-malam tidak bisa tidur.

Jazli, seorang tuan muda yang sejak kecil hidup nyaman, setiap hari hanya berjaga di rumah sakit dan merawat ayahnya tanpa mengeluh sama sekali.

Saat ayah Helena berada di ambang ajal, Jazli berlutut di sisi ranjang dan berkata bahwa dia pasti akan menjaga Helena dengan baik, agar sang ayah tidak perlu mengkhawatirkan apa pun.

Hari itu, ayahnya meletakkan tangan Helena ke tangan Jazli, barulah dia menutup mata dengan tenang.

Setelah Jazli mengurus pemakaman ayahnya untuknya, Helena pun setuju untuk rujuk kembali. Selama setahun setelah rujuk, Jazli mengirim belasan pesan laporan setiap hari demi membuatnya merasa aman.

Namun, apa hasilnya?

Pria itu malah diam-diam membuatnya mendonorkan ginjal untuk cinta pertamanya, bahkan tidak ragu mengorbankan anak mereka!

Helena menangis hingga seluruh tubuhnya gemetar. Dalam keadaan linglung, dia berlari keluar dan langsung menuju hotel tempat Jazli menginap saat dinas luar kota.

Di sudut aula perjamuan, dia melihat Jazli merangkul Veronica. Dia memakaikan mahkota ulang tahun bertabur berlian di kepalanya, menghadiahkan gelang pusaka Keluarga Ruslan sebagai hadiah, lalu menyuapinya kue ulang tahun dengan tangannya sendiri.

Dia berkata, "Veronica, meski aku nggak bisa memberimu pernikahan, kamu akan selalu menjadi orang terpenting di hatiku, istri sejati dalam hidupku."

Para sahabat Jazli mengelilingi mereka sambil memberi selamat, membicarakan betapa sulitnya perjuangan Jazli.

"Iya, Kak Veronica, kalau saja dulu ginjal Helena tidak kebetulan cocok denganmu, Kak Jazli juga nggak perlu bersusah payah mengejarnya kembali. Bukankah karena hanya dengan status suami dia bisa mewakili Helena menandatangani persetujuan donor ginjal?"

"Benar, waktu kamu baru didiagnosis sakit, Kak Jazli seperti orang gila. Dalam sebulan, berat badannya turun lebih dari lima kilo, kami yang melihat saja ikut takut."

"Dulu Kak Jazli menciptakan kecelakaan mobil untuk menyelamatkanmu, bahkan sampai mengorbankan anaknya sendiri demi operasi itu. Kak Veronica, Kak Jazli benar-benar sangat mencintaimu."

Helena berdiri diam di sudut dengan terpaku.

Ketika Veronica pergi ke toilet, Jazli baru mengeluarkan ponselnya. Tak lama kemudian, ponsel Helena bergetar dua kali. Barulah Helena menggerakkan anggota tubuhnya yang dingin dan kaku, lalu mengeluarkan ponsel.

[ Maaf, sayang. Hari ini ada kendala di rapat, aku nggak bisa pulang. Kamu istirahat dulu, besok aku pulang dan akan menebusnya. ]

Dia tersenyum.

Jantungnya terasa seperti dicungkil paksa, rasa sakitnya mencapai puncak hingga dia bahkan tidak mampu meneteskan air mata.

Salah seorang sahabat mendekat dan berkata, "Kak Jazli, masih saja menghibur Helena? Kenapa nggak sekalian jujur saja dan bercerai, lalu menikah dengan Kak Veronica?"

"Iya, toh sejak awal kamu melihat Helena agak mirip dengan Kak Veronica dan menjadikannya pengganti."

"Apalagi kamu juga aktif merencanakan kehamilan, sampai membuatnya hamil."

Jazli melirik beberapa orang itu sekilas, lalu menenggak habis anggur merah di gelasnya. "Helena nggak pernah menjadi pengganti siapa pun."

"Mungkin di awal memang ada niat menjadikannya pengganti, tapi kemudian aku benar-benar jatuh cinta padanya. Hanya saja, aku juga nggak bisa melepaskan Veronica."

"Anak Helena adalah utangku padanya. Lagi pula, tubuh Veronica nggak bagus dan nggak bisa melahirkan. Keluarga Ruslan juga seharusnya punya penerus."

"Masalahnya, sifat Helena yang lebih baik hancur daripada menoleransi kesalahan ... kalau dia tahu, dia pasti akan pergi."

Jazli menatap mereka dengan peringatan tegas. "Kalau begitu, tutup mulut kalian semua. Jangan biarkan dia tahu seumur hidup!"

Mendengar ucapannya, langkah Helena yang semula hendak pergi mendadak terhenti. Dia mengusap perutnya. Bayi berusia lima bulan itu, menyentuh telapak tangan Helena melalui dinding perutnya.

Sekali, lalu sekali lagi, seperti sedang bermain.

Tiba-tiba, Helena berlari terbirit-birit keluar lewat pintu samping. Setelah berlari cukup jauh, dia baru bersandar pada dinding dan menangis tersedu-sedu, seakan jantungnya tercabik-cabik.

Helena tidak tidur semalaman.

Keesokan harinya, dia bangun pagi-pagi dan keluar rumah untuk melakukan tiga hal ....
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status