MasukSetelah drama pendek di dapur akhirnya mereka bertiga makan malam dengan tenang, tapi tidak setenang itu saat bel dari arah gerbang berbunyi."Siapa tu?" tanya Cassandra."Palingan Jason." Benar saja saat mengecek kamera depan, sebuah mobil kuning terparkir di depan pintu pagar."Masuk aja Jas, pintunya belum di kunci.""Selamat malam! wah semua dosen aku lagi ngumpul nih.""Ayo makan malam bareng, sebentar ya Miss ambilkan piring." Deborah berdiri akan mengambilkan Jason piring namun Caroline menahannya."Biar dia ambil sendiri Ra, dia tau tempatnya.""Hehehehe iya Miss, aku ambil sendiri saja." Jason nyelonong ke dapur mengambil piring.Setelah mengambil piring Jason duduk dengan tenang, Deborah mendorong nasi ke depan Jason sedangkan Cassandra mengambilkan Jason sepotong ikan dan mendorong semangkok besar sup iga."Eeeh terima kasih Miss.""Iya makan yang banyak ya besok temani kami." "Kemana Miss?" Jason menatap Cassandra penuh tanya."Ke toko Herbal green.""Buat apa?" tanya Ja
"Pulang nanti kalian ikut saja kerumah." "Siap!" Jawab Cassandra. Sedangkan Deborah menatap mereka berdua tak yakin. "Cass, gimana kabar ibumu? apa dia menelponmu akhir - akhir ini?" tanya Caroline, karena ibunya Cassandra tinggal di luar kota bersama ayah dan adiknya. "Semalam dia menelponku, ibuku meminta maaf karena membuatku kesulitan. Aku mengatakan semua sudah selesai jadi tak perlu khawatir. Sekarang ibuku sudah pasrah tak lagi menjodohkanku." "Wah itu berita baik, selamat ya hidupmu jadi tenang." Caroline menepuk pelan bahu Cassandra. 14.00 Kelas berakhir, mereka bertiga masuk ke mobil merah Caroline. "Kita mampir supermarket dulu ya, dirumah stok makanan habis." "Oke." Jawab Cassandra. Caroline membelokkan mobilnya ke suoermarket terbesar di kota mereka, begitu masuk Caroline mengambil troli belanja. "Ayo kalian pilih aja cemilan yang kalian suka, biar Momy Caroline belikan." "Asyiiik Caroline traktirin." Seru Cassandra girang, berbanding terbalik dengan
Mereka bertiga memesan makanan, lalu membawa nampan duduk di sudut yang agak sepi. Caroline dan Cassandra duduk di depan Deborah yang tidak bersemangat seperti biasanya. Padahal kantin adalah tempat favoritnya di kampus. "Ra, ayo makan dulu baru kamu bercerita." Cassandra mendorong semangkok sup ayam.Deborah hanya memandangi mangkok sup itu tanpa berusaha untuk mengambilnya."Aneh banget kamu, biasanya selalu semangat. Aku tak senang melihat kamu lesu gini. Ya kan Cass?""Iyaa niih, Ra coba kamu cerita ada apa sebenarnya? aku punya pengalaman yang ku sesali karena tidak dari awal bercerita. Saat aku bercerita dan Caroline membantu, ternyata masalah ku selesai. Andai dari awal.""Masalahmu apa? Masalahku sepertinya tidak bisa kalian bantu." Desis Deborah lemah."Kamu belum cerita gimana kami bisa bantu atau nggak?" Timpal Caroline."Baiklah aku akan bercerita terlebih dahulu, agar kamu bisa menilai masalahku,.." Akhirnya Cassandra bercerita tentang apa yang sudah dia lalui, demi mem
Jason menatap Caroline tak percaya. "Miss kamu kenapa? kamu tidak mengenalku?" Caroline menggeleng. "Pamaaan pamaaan, siapa saja." Jason bergegas keluar mencari dokter. Tak lama terdengar langkah kaki mendekat. "Apa maksudmu J?" "Itu gadis yang ku bawa kesini tidak mengenaliku paman. Apa, - apa dia amnesia?" "Jangan sembarangan bicara." Dokter Marco lalu memeriksa Caroline dengan seksama. "Pamaan gimana?" Paman Marco mengerutkan kening lalu pergi untuk mengatur ct scan. Tanpa menjawab pertanyaan Jason. "Miss, kamu tidak mengingatku? aku Jason mahasiswamu." "Bwaaaahaaaaa haaahahaha, Jas! Aku hanya bercanda, lucu sekali wajahmu." "KAMUU!" Jasan lalu memeluk Caroline dengan erat. "Jangan melakukannya lagi Miss, aku sangat khawatir." "Iyaa ,yaa sudah. Aku lapar sekali." "Kamu mau makan apa? Miss Cassandra sedang di kantin, sekalian aja pesan makanan." Malam itu mereka bertiga bermalam di rumah sakit dan besok pagi - pagi bersiap pulang. "Line, terima kasih banyak kamu sud
Selesai mengikat tangan dan kaki Peter, Jason memeriksa ponselnya mencari video sebagai bukti. Dan tadaa, di ponsel Peter bukan hanya video Cassandra, tapi banyak video serupa dengan para wanita berbeda. "Miss, sebaiknya kita lapor polisi. Ini akan jadi bukti yang kuat." Cassandra duduk dipinggir tempat tidur, di samping Caroline yang masih belum sadar. "Sebaiknya, kita bawa dulu Caroline kerumah sakit. Takut kenapa - napa." Setelah menelpon polisi Jason dan Cassandra membawa Caroline ke rumah sakit. "Miss, tenang saja urusan polisi serahkan padaku. Aku akan berusaha namamu tidak di publikasikan." Ujar Jasin di perjalanan menuju rumah sakit. "Terima kasih, kamu mahasiswa paling pengertian." Saat tiba, sudah ada beberapa perawat yang menunggu dengan brankar di depan pintu masuk. Begitu Jason dan Cassandra turun dari mobil, para perawat segera mendekat dan memindahkan Caroline ke Brankar dan mendorongnya masuk ke lobi rumah sakit. "Apa yang terjadi?" Tanya Cassandra heran.
Hotel Swiss ternyata cukup ramai di akhir pekan, banyak keluarga dan pasangan yang makan bersama di restauran lantai bawah. "Aku akan turun, Peter sudah reservasi." Caroline turun dengan agak repot karena rok spannya yang lumayan ketat. "Line, kamu terlihat seperti bos wanita." Seru Cassandra dengan suara agak bergetar mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Aku akan menemanimu." Jason mengekori Caroline. "Tidak bisa, kamu belum reservasi." Jason menatap tajam Caroline yang dengan santai melangkah menuju pintu hotel. "Miss hati - hati!" "Yaa." Caroline menghilang di balik pintu. Pandangan Caroline menyapu seluruh ruangan mencari Peter. Ya dia ada di sana kursi sudut







