Share

Bab 16

Penulis: Neng_gemoyy
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-02 10:39:20

Pagi ini ada yang sedikit berbeda, Yasmin keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian rapi sambil mengusap rambutnya yang setengah basah.

Angga yang tengah memasang dasi mengerutkan keningnya melihat penampilan sang istri. "Kamu mau kemana?" tanyanya penasaran.

"Liburan." jawab Yasmin cuek.

"Liburan?" Angga mengulang kata itu. "Liburan kemana?"

"Jogja." jawab Yasmin tanpa menoleh sedikitpun.

Lalu ia dengan santai berjalan ke meja riasnya, mulai memakai perlengkapan make-up yang sudah hampir berjemur itu dengan terampil.

Entah kapan terakhir kali ia berdandan, haahh... Rasanya sudah lama sekali.

Angga terus mengikuti apapun yang tengah istrinya lakukan, heran tentu saja... Heran bin ajaib.

"Kalo kamu pergi, anak-anak gimana?" tanya Angga, membuat Yasmin menoleh sekilas padanya.

"Aku titipin sama bi Iroh."

Bi Iroh adalah wanita tua yang sering datang kerumahnya, untuk membantu Yasmin menyetrika yang datang tiga hari sekali.

"Bi iroh? Kamu yakin?" tanya Angga tak percaya, seben
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 16

    Pagi ini ada yang sedikit berbeda, Yasmin keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian rapi sambil mengusap rambutnya yang setengah basah. Angga yang tengah memasang dasi mengerutkan keningnya melihat penampilan sang istri. "Kamu mau kemana?" tanyanya penasaran. "Liburan." jawab Yasmin cuek. "Liburan?" Angga mengulang kata itu. "Liburan kemana?""Jogja." jawab Yasmin tanpa menoleh sedikitpun. Lalu ia dengan santai berjalan ke meja riasnya, mulai memakai perlengkapan make-up yang sudah hampir berjemur itu dengan terampil. Entah kapan terakhir kali ia berdandan, haahh... Rasanya sudah lama sekali. Angga terus mengikuti apapun yang tengah istrinya lakukan, heran tentu saja... Heran bin ajaib. "Kalo kamu pergi, anak-anak gimana?" tanya Angga, membuat Yasmin menoleh sekilas padanya. "Aku titipin sama bi Iroh."Bi Iroh adalah wanita tua yang sering datang kerumahnya, untuk membantu Yasmin menyetrika yang datang tiga hari sekali. "Bi iroh? Kamu yakin?" tanya Angga tak percaya, seben

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 15

    Pukul sebelas malam, Angga baru saja tiba di rumahnya. Ia melangkah masuk sambil menarik kopernya dengan santai, tanpa perlu mengetuk atau menekan bel, sebab ia selalu membawa kunci cadangan setiap kali pergi ke luar kota.Hampir satu minggu ia pergi, dan selama itu pula ia tidak pernah mengabari ataupun menanyakan keadaan anak dan istrinya. Bukannya tidak mau… hanya saja Sabrina menyita ponselnya selama liburan kemarin. Katanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Ah, kekasihnya itu memang sangat menggemaskan.“Kamu sudah pulang?”Langkah Angga terhenti saat hendak menaiki tangga. Ia menoleh dan mendapati Yasmin berdiri di ambang pintu dapur.Sepertinya istrinya itu terbangun karena kehausan, terlihat dari gelas berisi penuh di tangannya.“Kamu belum tidur?” Angga malah balik bertanya.“Haus,” jawab Yasmin sambil mengangkat gelasnya sedikit.“Oh,” Angga mengangguk, lalu kembali melanjutkan langkahnya.“Ponsel kamu digadaikan?”Deg.Pertanyaan sarkas Yasmin membuat langka

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 14

    Satrio mengusap lembut lengan polos Yasmin yang masih berada dalam pelukannya. Setelah pelepasannya di mobil tadi, Yasmin langsung terlelap, napasnya teratur, wajahnya tampak lelah namun tenang. Namun yang jelas ada rasa puas di raut wajahnya itu. Kasihan melihat Yasmin yang terlihat tidak nyaman tertidur di kursi mobil, Satrio akhirnya membopongnya masuk ke dalam rumahnya yang masih kosong, hanya beberapa perabotan yang menandakan tempat itu belum dihuni. Ia membaringkan Yasmin perlahan di atas ranjangnya. “Emmmh .…” Yasmin melenguh pelan dalam tidurnya. Tanpa sadar ia berbalik, menyusupkan wajahnya ke dada bidang Satrio, seolah mencari rasa aman. Tangannya melingkar erat, memeluk tubuh kokoh itu dengan refleks yang jujur. “Bangun, Yas .…” bisik Satrio sambil mengecup lembut puncak kepala Yasmin. “Heemmm…” Yasmin hanya bergumam, matanya tetap terpejam. Satrio tersenyum kecil, gemas dengan wajah damai Yasmin, ia dengan sengaja meremas bokong wanita itu, hingga membuat Yasmin t

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 13

    Yasmin meraba bibirnya yang sedikit bengkak akibat ciumannya tadi bersama Satrio, entah ada di mana akal sehatnya saat itu, karena bukannya menghindar, Yasmin malah ikut terhanyut. Untung saja tidak ada yang memergoki mereka, karena anak-anak sibuk dengan permainannya sendiri. Keduanya tersadar saat Satrio mulai menggesek miliknya di paha dalam Yasmin, dan langsung membuatnya sadar kemudian meninggalkan Satrio. "Mah, Mamah!"Panggilan dan tepukan dari Bianca mampu menyadarkan Yasmin dari lamunannya, ia mengerjap pelan, lalu menoleh kepada putrinya itu. "Kenapa, Kak?" "Mamah kenapa bengong?" tanya Bianca menatap mamahnya dengan intens. Yasmin menggeleng pelan. "Gak apa-apa, kak. Ada apa?" tanyanya kemudian. Bianca duduk di samping mamahnya, lalu bersandar di bahu ringkih sang mamah. "Lagi pengen manja aja," ucapnya dengan manja, sambil bergelayut di lengan Yasmin. Yasmin tertawa kecil, lalu mencium pelipis Bianca dengan sayang. "Maaf, yaa... Mamah kurang perhatian sama kalian,"

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 12

    Yasmin mengerutkan keningnya, saat melihat Angga yang baru saja masuk kedapur sambil mendorong sebuah koper kecil di tangannya. "Kamu mau kemana, Mas?" tanya Yasmin. Angga menaruh kopernya di pojokan dapur, lalu duduk di kursinya. "Ada kerjaan di luar kota," jawabnya, lalu meraih kopi yang sudah di sudah di siapkan Yasmin. "Tumben dadakan?" tanya Yasmin heran. Biasanya Angga akan memberitahunya tiga hari sebelumnya, untuk mempersiapkan keperluannya selama pergi. "Iya, ini perintah dadakan." jawab Angga, lalu sibuk dengan ponselnya. Yasmin mengangkat bahunya acuh, lalu menyiapkan sarapan mereka satu persatu. "Makan yang banyak, sayang." ucapnya, sambil mengelus kepala Brayan. "Iyaa, Mamah." "Good, boy."Setelah semuanya mendapat bagiannya, baru ia duduk dan mulai menyantap lontong kari menu sarapannya pagi ini. Semuanya nampak lahap menyantap sarapannya, memang masakan Yasmin tidak ada duanya. Sangat pas di lidah semua orang. Semuanya makan dalam senyap, hanya ada suara dent

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 11

    Pukul sepuluh malam Angga baru sampai di rumah, saat akan naik ke lantai dua, tak sengaja matanya melirik ke arah dapur yang lampunya masih menyala. Tanpa sadar ia pun melangkah ke arah sana. Dan dilihatnya Yasmin yang tengah duduk sambil menikmati secangkir teh, sepertinya... "Kamu belum tidur?" tanya Angga, lalu menarik kursi di hadapan istrinya. Yasmin mengalihkan pandangannya dari cangkir yang ia pegang, lalu mengangguk pelan. "Gak bisa tidur, jadi bikin teh camomile. Mas mau?" tawarnya basa-basi. Namun siapa sangka Angga mengiyakannya. "Boleh," "Iya," Yasmin pun beranjak, membuatkan teh yang sama buat Angga. Angga menatap punggung Yasmin yang tengah memunggunginya, sambil menuang air panas kedalam cangkir yang sudah di isi teh camomile. "Kamu sibuk?" tanya Angga, membuat gerakan tangan Yasmin terhenti. "Enggak, biasa aja. Kenapa?" Yasmin balik bertanya. "Tumben sekarang gak pernah bawain makan siang?" Yasmin tersenyum getir, buat apa masak capek-capek kalo ujung-ujung

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status