Share

Bab 12

Author: Neng_gemoyy
last update Last Updated: 2025-12-23 15:03:28

Yasmin mengerutkan keningnya, saat melihat Angga yang baru saja masuk kedapur sambil mendorong sebuah koper kecil di tangannya.

"Kamu mau kemana, Mas?" tanya Yasmin.

Angga menaruh kopernya di pojokan dapur, lalu duduk di kursinya. "Ada kerjaan di luar kota," jawabnya, lalu meraih kopi yang sudah di sudah di siapkan Yasmin.

"Tumben dadakan?" tanya Yasmin heran.

Biasanya Angga akan memberitahunya tiga hari sebelumnya, untuk mempersiapkan keperluannya selama pergi.

"Iya, ini perintah dadakan." jawab Angga, lalu sibuk dengan ponselnya.

Yasmin mengangkat bahunya acuh, lalu menyiapkan sarapan mereka satu persatu.

"Makan yang banyak, sayang." ucapnya, sambil mengelus kepala Brayan.

"Iyaa, Mamah."

"Good, boy."

Setelah semuanya mendapat bagiannya, baru ia duduk dan mulai menyantap lontong kari menu sarapannya pagi ini.

Semuanya nampak lahap menyantap sarapannya, memang masakan Yasmin tidak ada duanya. Sangat pas di lidah semua orang.

Semuanya makan dalam senyap, hanya ada suara dent
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 20

    "Ibu, akhirnya datang juga." Angga menghela napas panjang, sembari melebarkan pintu agar ibunya bisa masuk. Utari–ibunda Angga mendengus menatap putranya dengan sengit. "Kamu lagi ngapain sih? Buka pintu lama banget!" "Lagi siapin makan malam, Bu." jawab Angga, lalu meraih tangan ibunya, menciumnya takjim. Padahal belum ada lima menit bell rumahnya berbunyi, tapi rupanya sudah hampir setahun yang di rasa ibunya. "Istri kamu kemana? Kenapa kamu yang nyiapin makan malam?" cerocos Utari sembari melangkah masuk kedalam rumah Yasmin. "Kan aku udah bilang di telpon, dia sedang pergi ke rumah sodaranya," jawab Angga beralasan. Tiba di ruang tamu, Angga menyimpan tas ibunya di sofa, lalu memanggil bi Iroh. "Bibi...!" panggilnya. Tak berapa lama, seorang wanita tua datang dengan terpongoh-pongoh. "Dalem, Pak?" ucapnya sopan. "Tolong ambilkan minum buat ibu saya," titah Angga. "Baik Pak," bi Iroh mengangguk, lalu menghadap majikan tuanya. "Nyonya mau minum apa?" tanyanya kemudian. "A

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 19

    "Kamu boleh pesan apapun yang kamu mau, Yas." Satrio tersenyum manis, sambil menyodorkan buku menu kehadapan Yasmin, yang masih menatapnya sebal. Dengan gerakan kasar, Yasmin mengambil buku menu itu lalu membacanya asal. "Nasi goreng satu." ucapnya kemudian. Satrio menautkan kedua alisnya. "Nasi goreng?""Kenapa?" ketus Yasmin. Satrio mengulum senyumnya, tak kuasa melihat wajah ketus Yasmin yang menurutnya menggemaskan. "Gak apa-apa, minumnya mau apa?" tanyanya lembut. "Air putih." jawab Yasmin singkat. Satrio menghela napas dalam-dalam, lalu mengatakan pesanannya pada pelayanan restoran yang sejak tadi berdiri di samping mejanya. "Di tunggu pesanannga, Mas." ujar si pelayan resto, kemudian berlalu dari sana. Meninggalkan ketegangan yang masih berlangsung di antara dua sejoli itu. Satrio menatap Yasmin, melipat kedua tangannya di atas meja. "Yas ...!" panggil Satrio. "Apa?" jawab Yasmin, tanpa meliriknya. "Jangan ketus gitu, napa?""Biarin, terserah aku dong!" sahut Yasmin ke

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 18

    "Yasmin, tunggu dulu." Satrio mencekal lengan Yasmin saat wanita itu hendak keluar dari pintu keluar stasiun, di tangan mereka sama-sama mendorong koper kecil yang mereka bawa. "Ada apa lagi?" tanya Yasmin datar, tanpa menoleh sedikitpun. "Kamu mau kemana?" tanya Satrio, menatapnya tanpa berkedip. "Ke tempat sodara." jawab Yasmin ketus. "Aku anterin yaa ...." ajak Satrio, yang langsung di balas gelengan Yasmin. "Gak usah, saya bisa sendiri." "Tapi Yas .... " "Mas bisa berhenti gak?" Yasmin berbalik menatap Satrio. "Tolong jangan ikutin saya lagi, anggap saja tadi hanya sebuah kesalahan. Gak lebih!" "Kesalahan?" tanya Satrio, terkekeh geli. "Kesalahan apa yang bikin kamu mendesah?" "Maas!" pekik Yasmin dengan suara tertahan, sambil mengedarkan pandangannya kesekitar. Bisa-bisanya pria itu membahas masalah tabu seperti itu di tempat umum. "Jangan bicarakan itu di sini!" lanjutnya dengan mata melotot. "Ya udah, kalo gitu kamu ikut saya. Kita lanjutkan yang tadi." bala

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 17

    Mata Satrio langsung berbinar ketika melihat Yasmin hendak duduk di kursi sebelahnya, entah mimpi apa dia semalam bisa satu kereta dengannya seperti ini. Sepertinya Satrio tidak menyesal semalam kehabisan tiket pesawat. "Yasmin, kamu mau kemana?" tanyanya berusaha memecah keheningan. Yasmin yang masih terpaku, mengerjap pelan. Lalu menaikan barang bawaannya di atas tanpa menjawab pertanyaan Satrio. Satrio yang melihatnya kesusahan pun bangkit, lalu dengan mudah koper kecil itu tersimpan rapi di sana. "Terima kasih," ucap Yasmin tulus. Satrio menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa salah tingkah berdekatan dengan wanita di hadapannya. "Ekhmm, sama-sama." Yasmin mengedarkan pandangannya, sambil mengusap lengannya, jujur ... Ia takut berada dekat dengan pria di hadapannya ini. "Kamu mau duduk dekat jendela, Yas?" tawar Satrio berhasil membuat Yasmin kembali menatapnya. Yasmin reflek mengeleng pelan. "Gak usah, Mas. Saya di sini saja," ucapnya seraya menunjuk kursi kereta deng

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 16

    Pagi ini ada yang sedikit berbeda, Yasmin keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian rapi sambil mengusap rambutnya yang setengah basah. Angga yang tengah memasang dasi mengerutkan keningnya melihat penampilan sang istri. "Kamu mau kemana?" tanyanya penasaran. "Liburan." jawab Yasmin cuek. "Liburan?" Angga mengulang kata itu. "Liburan kemana?""Jogja." jawab Yasmin tanpa menoleh sedikitpun. Lalu ia dengan santai berjalan ke meja riasnya, mulai memakai perlengkapan make-up yang sudah hampir berjemur itu dengan terampil. Entah kapan terakhir kali ia berdandan, haahh... Rasanya sudah lama sekali. Angga terus mengikuti apapun yang tengah istrinya lakukan, heran tentu saja... Heran bin ajaib. "Kalo kamu pergi, anak-anak gimana?" tanya Angga, membuat Yasmin menoleh sekilas padanya. "Aku titipin sama bi Iroh."Bi Iroh adalah wanita tua yang sering datang kerumahnya, untuk membantu Yasmin menyetrika yang datang tiga hari sekali. "Bi iroh? Kamu yakin?" tanya Angga tak percaya, seben

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 15

    Pukul sebelas malam, Angga baru saja tiba di rumahnya. Ia melangkah masuk sambil menarik kopernya dengan santai, tanpa perlu mengetuk atau menekan bel, sebab ia selalu membawa kunci cadangan setiap kali pergi ke luar kota.Hampir satu minggu ia pergi, dan selama itu pula ia tidak pernah mengabari ataupun menanyakan keadaan anak dan istrinya. Bukannya tidak mau… hanya saja Sabrina menyita ponselnya selama liburan kemarin. Katanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Ah, kekasihnya itu memang sangat menggemaskan.“Kamu sudah pulang?”Langkah Angga terhenti saat hendak menaiki tangga. Ia menoleh dan mendapati Yasmin berdiri di ambang pintu dapur.Sepertinya istrinya itu terbangun karena kehausan, terlihat dari gelas berisi penuh di tangannya.“Kamu belum tidur?” Angga malah balik bertanya.“Haus,” jawab Yasmin sambil mengangkat gelasnya sedikit.“Oh,” Angga mengangguk, lalu kembali melanjutkan langkahnya.“Ponsel kamu digadaikan?”Deg.Pertanyaan sarkas Yasmin membuat langka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status