공유

Bab 47

작가: Ariess_an
last update 최신 업데이트: 2025-11-04 22:52:55
"Jeffreyan! Apa apaan kamu?!"

Pekikan wanita paruh bayah yang tiba-tiba saja muncul mengagetkan Kedua insan yang tengah asik saling membelit dalam gairah.

Ana buru-buru menarik diri.

Malu juga takut membuatnya kehilangan pijakan bahkan untuk sekedar mengangkat kepala.

Dia benamkan wajahnya diantara lutut sambil bersembunyi di bawah meja.

"Mama nggak nyangka kamu bisa ngelakuin hal menjijikkan seprti itu disini." Cecarnya sembari mengelus dada. Mencoba mengais sisa kewarasan yang ada setelah memergoki sendiri tindakan tidak senonoh putranya di kantor.

"Mama yang sembarangan masuk, kenapa tiba-tiba datang ke kantor?" Jeffreyan mendengus kasar tidak terima dibentak didepan orang lain.

Lahir dengan sendok emas di mulutnya menbuat ego sang pangeran Wicaksana sangat tinggi.

Netranya melirik ke bawah, Ana yang membenamkan diri dibawah meja dengan tubuh setengah telanjang yang gemetar.

"Harusnya mama telfon dulu kalau mau datang atau minimal ketuk pintu."

"Kenapa? Apa ka
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 103

    Di ujung lorong itu… Sebuah siluet membuat langkah Ana terhenti. Pak Tama? Jantung Ana mendadak berdegup lebih cepat, seolah hendak meloncat keluar dari dadanya. Sejak diculik dan dikurung, ia merasa tak akan pernah lagi mengecap kebebasan. Tak ada celah. Tak ada harapan. Hidupnya seolah sudah dikunci rapat dalam neraka tanpa pintu keluar. Namun kini, melihat Tama—asisten pribadi Jeffreyan—berdiri hanya beberapa langkah darinya, harapan yang sempat tenggelam itu perlahan kembali menyala. Naluri Ana berteriak untuk meminta tolong. Melalui Tama, ia bisa bertemu Jeffreyan. Jeffreyan pernah berjanji akan melindungi Ayah. Ana masih mengingat dengan jelas bagaimana pria itu biasanya bersikap. Jeffreyan selalu terlihat menguasai keadaan, seolah tak ada satu pun yang berani melangkahi kehendaknya. Setidaknya—setidaknya—Jeffreyan tidak akan membiarkannya terus disiksa seperti ini. Pikiran tentang kebebasan membuat dada Ana terasa sesak. Matanya memanas. Bibirnya ingin berteri

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 102

    “Bagaimana jika Nona Ana tidak bersalah?” Langkah Jeffreyan sontak terhenti. Netranya menatap tajam ke arah Tama, seolah ingin menguliti pria itu hidup-hidup. "Berhenti menyebutnya Nona, Tama!" peringat Jeffreyan. “Aku yakin matamu masih cukup bagus untuk melihat bukti yang terpampang nyata.” Jelas-jelas Ana adalah putri dari wanita yang dulu menjadi simpanan si brengsek—yang sialnya adalah ayah biologis Jeffreyan sendiri. Sangat mungkin wanita licik itu sengaja mengirim putrinya untuk menjeratnya, karena dulu ia gagal masuk ke keluarga Wicaksana. Mengingat itu, wajah Jeffreyan mengeras. Dua wanita tak tahu malu itu benar-benar brengsek! Jeffreyan menggeram, mengingat hampir saja ia terperdaya. Wajah polos Ana pasti hanya cerminan ibunya—polos di luar, busuk di dalam! Mendengar penuturan sang Tuan, Tama mendesah lesu. Jika Jeffreyan sudah berada dalam mode keras, tak ada yang bisa menghentikannya. Namun Tama memegang satu informasi. Bisa jadi melunakkan hati sang Bos

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 101

    Jeffreyan menyangga pelipisnya dengan sebelah tangan, lalu mengembuskan napas pelan. Beberapa saat lalu, orang kepercayaannya membawa informasi yang sama sekali tidak mengenakkan. Perusahaan cadangan minyak milik Wicaksana di Timur Tengah mengalami kebocoran dan berujung pada pemanggilan oleh pihak keamanan setempat. Jeffreyan tahu, masalah ini tidak akan berakhir dengan mudah. Kerugian yang ditimbulkan jelas tidak sedikit. Belum selesai mengkalkulasi kerusakan itu, ia kembali harus mendengarkan laporan dari asisten ibunya. Ibunya terlibat pertengkaran dengan seorang wanita di kantor milik ayahnya. Kini, sang ibu mengurung diridi didalam kamar dan menolak diajak bicara siapa pun. Ting! Notifikasi ponselnya kembali berbunyi. Sebenarnya, Jeffreyan malas mengurusi masalah apa pun yang berkaitan dengan ayahnya atau apa saja yang terjadi di kantor pria yang berstatus ayah biologis nya itu. Baginya, pria itu tidak lagi penting. Namun karena ini menyangkut ibunya, ia harus tah

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 100

    “Ana, bangun!” Kelopak mata Ana bergetar, namun tetap tertutup rapat. Kepalanya berdenyut hebat, seolah dipukul tanpa ampun, sementara seluruh tubuhnya terasa remuk redam. Rasa dingin menusuk hingga ke tulang, membuat tubuhnya menggigil tanpa kendali. Seseorang mengguncangnya pelan. Namun jangankan membuka mata, mengangkat kelopak mata saja terasa seperti usaha mustahil. Beban berat menekan kesadarannya. Yang mampu ia lakukan hanyalah merapatkan selimut, mencari sedikit kehangatan dari dingin yang menyiksa. “Ana, bangun…” Suara itu kembali terdengar, rendah namun mendesak. Tubuhnya kembali diguncang. Ana bisa merasakan sentuhan tangan kekar di keningnya, lalu berpindah ke leher. “Dingin…” gumamnya lirih, hampir tak terdengar. Lampu kamar menyala. Ana refleks memejamkan mata lebih erat. Silau bercampur pening membuat kepalanya semakin berat. “Ana, kamu bisa dengar aku? Hei!” Ia ingin menjawab. Ingin mengatakan iya. Namun lidahnya kelu, dan setiap gerakan kecil saja memicu rasa

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 99

    Netra Jelita membola ketika tahu siapa yang sejak tadi menggedor rumahnya di tengah malam.Adiknya—Adri—duduk di ruang tamu dengan wajah babak belur. Sudut bibirnya pecah, darah mengering di dagu. Satu matanya membengkak.“Kamu dari mana, Dri?” suara Jelita bergetar. Ia segera duduk di sisi Adri, menahan meringis. “Wajah kamu kenapa begini?”Ia meneliti adiknya dari ujung kepala hingga kaki. Suara dengusan kasar terdengar. “Kamu sudah terlalu tua untuk urusan semacam ini. Tinggalkan pekerjaanmu itu. Nanti biar Mbak minta tolong ke suami Mbak—dia bisa carikan pekerjaan yang layak buat kamu.”Jelita mengira Adri kembali terlibat perkelahian. Belakangan ia memang tahu pekerjaan adiknya tak pernah jauh dari dunia gelap.Namun bukannya menjawab, Adri justru menatapnya lama.“Suami Lo di mana?”“Di kamar. Sudah tidur,” jawab Jelita sekenanya. Seharusnya ia juga sudah terlelap kalau saja pelayan tidak mengetuk pintu kamarnya, memberi kabar tentang kedatangan Adri.Ia melirik jam dinding. Pu

  • HASRAT DAN GAIRAH MEMBARA CEO KEJAM   Bab 98

    “Tu–tuan Jeffreyan?”Netra Adri membola. Tamatlah dirinya.Alamat itu memang ia peroleh dari anak buah yang ditugaskan mengawasi Jeffreyan—tempat yang diduga menjadi lokasi Ana disekap. Namun sejak melewati gerbang, firasat Adri sudah memberi peringatan was-was. Namun sudah terlambat untuk mundur. Dirinya sudah terjebak. Kaki Adri terasa berat, seolah tertanam di tanah. Ia sadar, berlari hanya akan mempercepat kematian. Sepuluh pria bersenjata telah mengepungnya tanpa celah.“Kaget?”Suara itu tenang. Terlalu tenang.Jeffreyan berdiri dari kursinya. Gerakannya santai, nyaris malas. Tangan yang sejak tadi berada di saku dikeluarkan perlahan.Klik.Pistol berperedam itu kini tergenggam mantap di tangan kanannya.“Ternyata Eyang memelihara ular berbisa.”Nada Jeffreyan datar. Tidak ada kemarahan. Tidak pula ejekan. Justru ketenangan itulah yang membuat Adri merinding.Wajah Adri memucat. Namun sikapnya tenang, ini bukan situasi menegangkan pertama yang dia alami. Matanya bergerak, meng

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status