Share

92. Tidur Satu Ranjang

last update publish date: 2026-05-27 21:46:51

“Apa?”

“Kamu bisa mempekerjakan sekretaris perempuan, kenapa memilih laki-laki?”

Cklek!

Sabuk terpasang.

Sora kembali menahan napas ketika Figo mendongak dan menatapnya. Wajah mereka sangat dekat.

“Memang ada banyak kandidat perempuan, tapi yang masuk kriteria cuma Elian,” jawab Sora sambil membuang muka ke kanan untuk menghindari tatapan Figo.

Namun, jemari pria itu menyentuh dagu Sora dan menariknya hingga wajah Sora kembali menghadapnya.

“Dan dia harus selalu menghubungimu bahkan di hari lib
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (11)
goodnovel comment avatar
Putri Marthia Sari
heyyyyy bersambung donk
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
akankah Figo dan Sora melakukan ibadah suami istri??.. Sora Figo ingat kalian sudah mau cerai..
goodnovel comment avatar
Suci Wulantica
aaaaaaah gak rela sora gampang luluh coba baca bab paling atas sora biar kokoh lagi tu tembok
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   241. Protektifnya Double

    Keluar dari ruangan dokter, Figo merangkul pinggang Sora dengan posesif. Dia melindungi wanita itu seolah-olah semua orang yang mereka lewati akan menabraknya.Figo memperlakukan Sora seperti porselen antik yang mudah pecah.“Menurutmu? Dia laki-laki atau perempuan?” tanya Figo saat mereka menunggu di depan lift.Sora menggeleng. “Kita belum bisa menebaknya, Figo. Masih terlalu dini. Tapi ngomong-ngomong aku penasaran, kamu ingin dia laki-laki atau perempuan?”Figo mengedikkan bahunya singkat lalu mengecup puncak kepala Sora sejenak.“Bagiku mau laki-laki atau perempuan, keduanya sama-sama istimewa. Apalagi….” Figo menunduk menatap Sora dengan senyuman kecil. “Dia lahir dari perempuan yang juga sangat istimewa.”“Ya Tuhan.” Sora menyikut perut Figo. “Dengar kamu menggombal itu benar-benar ngeri tahu?”Figo hanya terkekeh pelan. Kebahagiaan terpancar jelas dalam sorot matanya yang tajam itu.Pintu lift terbuka. Mereka melangkah masuk. Dan di saat yang sama segerombolan orang menyerbu m

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   240. Semakin Protektif

    Figo tidak bisa tertidur nyenyak malam itu. Rasa bahagianya tidak dapat terbendung.Dia juga dirundung perasaan khawatir dan takut. Dia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada janin di perut Sora akibat ‘sikap kasarnya’ ketika dia menyentuh wanita itu setiap hari.Seandainya Figo tahu lebih awal bahwa Sora hamil, dia akan bersikap lebih lembut atau bahkan mungkin menahan keinginannya yang liar untuk tidak menyentuh Sora.Tadi saat Figo hendak membawa Sora ke dokter, Sora menahannya. Wanita itu menyarankan agar mereka pergi besok sore. Dan akhirnya Figo menurut.Semalaman itu Figo tampak sibuk. Dia membuka laptop di atas pangkuan. Membaca berbagai artikel dan jurnal tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehamilan.Sementara di sampingnya, Sora tertidur nyenyak. Tanpa terganggu sedikit pun oleh kesibukan sang suami.Keesokan paginya Sora bangun dan tidak mendapati Figo di sebelah. Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, Sora turun ke dapur untuk membuat sarapan.“Pagi

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   239. Hadiah Untuk Figo

    Hari Figo terasa begitu melelahkan. Dia masih harus lembur hari ini, karena setelah dia dirawat di rumah sakit akibat kasus penembakan itu, dia meninggalkan begitu banyak pekerjaan yang kini menumpuk di atas mejanya.Meski sudah beberapa minggu berlalu, ritme kerjanya belum kembali normal.Namun, setiap kali dia menginjakkan kaki di dalam rumah dan disambut oleh seruan ceria Shopie serta senyuman Sora, semua rasa lelahnya seketika hilang, energinya kembali penuh.Seperti malam ini.“Papa kangen sekali sama Shopie,” ucap Figo sembari berjongkok di hadapan gadis kecil itu. Dia merentangkan kedua tangannya. “Peluk Papa.”Shopie hanya tertawa sambil menggeleng. “Jangan peluk aku sekarang, Pa.”“Hm? Kenapa? Papa jadi kecewa.” Figo menghela napas pura-pura kecewa.“Papa jangan sedih. Aku bukannya nggak mau peluk Papa, tapi kalau aku peluk Papa nanti Papa bisa lihat hadiah di belakang punggung aku,” celotehnya polos.Figo menatap kedua tangan Shopie yang sejak tadi tersimpan di belakang pung

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   238. Hamil atau Tidak?

    “Apa? Project ini nggak dipegang lagi sama Christian?”Sora cukup terkejut ketika mendengar laporan dari Elian bahwa ulang tahun Lumina & Co. tidak dipegang lagi oleh Christian.“Benar, Bu.” Elian mengangguk. “Saya baru dapat informasi bahwa pengganti Pak Christian adalah Bu Retno, direktur Humas Lumina & Co. Jadi mulai saat ini kita akan berkoordinasi dengan Bu Retno.”Kening Sora berkerut dalam. Rasanya ini cukup aneh karena terlalu mendadak.Lalu pandangan Sora beralih pada ponselnya yang tergeletak di samping iPad. Sora baru sadar bahwa sejak tiga hari yang lalu Christian tidak ada menghubungi.Bukan. Sora bukannya peduli atau menunggu pria itu menghubunginya. Hanya saja Sora merasa ada yang janggal. Sebab beberapa hari sebelumnya Christian terus menerus mengirimkan pesan tidak penting padanya.Tanpa sadar Sora menghela napas lega. Setidaknya dia tidak perlu merasa risih ketika terus berhadapan dengan Christian.“Oh ya, Bu, saya dengar Wiranegara Group mulai berinvestasi di Lumina

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   237. Obat Mual Sora

    “Christian,” jawab Sora, yang membuat sorot mata Figo seketika berubah kelam.Sora sudah menduganya. Figo akan bereaksi seperti itu.“Apa yang dia bicarakan?” desis Figo.“Kita bahas itu nanti.” Sora tersenyum kecil seraya melepas dasi Figo yang masih terlilit rapi. “Sekarang kita makan malam dulu.”“Sora–”“Kamu mau Shopie mendengar percakapan kita?” sela Sora sedikit berbisik.Figo seketika menoleh pada Shopie yang tengah memperhatikan mereka dengan wajah polosnya. Meski rasa cemburu dan marah sudah menguasai dadanya, Figo terpaksa menunda percakapan itu.Dikecupnya bibir Sora sejenak, sebelum akhirnya melepaskan wanita itu yang langsung kembali ke dapur.Figo menemani Shopie sambil berusaha tetap tenang, lalu mereka makan malam bersama.Dua jam kemudian, Figo baru selesai menidurkan Shopie saat dia kembali ke kamar utama dan mendapati istrinya tengah duduk di meja rias sembari menekan pelipisnya.“Sayang, kamu sakit?” tanya Figo khawatir.Sora langsung berdiri mendekat, lalu memelu

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   236. Bukan Sora yang Biasanya

    Sora merasakan perutnya tiba-tiba bergejolak saat Bik Minah mengeluarkan udang dari dalam freezer.“Udangnya kayaknya udah terlalu lama ya, Bik,” komentar Sora sembari menutup hidung.Bik Minah menoleh bingung. “Lho, baru dua hari, Bu. Semalam Bibik cek juga masih bagus.”Sora mengerutkan keningnya. Entah mengapa aroma yang biasanya biasa saja kini terasa menusuk hingga ke tenggorokan.“Mungkin hidung saya lagi sensitif, Bik.”“Tapi ini masih segar, Bu. Bibik masak pakai saus mentega, ya. Biasanya Ibu suka.”Sora mengangguk. Lalu dia bergegas menghampiri dispenser dan menuangkan air hangat ke dalam gelas. Dia teguk air hangat itu untuk melegakan tenggorokannya yang tercekat.‘Seorang tahanan bernama Ivara Adinata dilaporkan mengalami penganiayaan di rumah tahanan dini hari tadi.’Nama Ivara yang disebut-sebut oleh presenter berita di televisi dari ruang keluarga membuat Sora seketika terdiam.Sora langsung mengalihkan tatapannya pada layar lebar itu dan mendengarkan dengan seksama.‘B

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   2. Membencimu Seumur Hidup

    “Pertimbangkan permintaanku baik-baik. Ini permintaan pertama sekaligus terakhir dariku.”Figo tidak langsung memberi tanggapan pada permintaan Sora. Dia hanya menatap wanita itu dengan dingin.“Kalau kamu lupa, aku nggak pernah meminta anak itu,” ucap Figo beberapa detik kemudian. Rahangnya berkedu

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   1. Enam Bulan Lagi

    ‘Ma, Papa nggak sayang aku, ya?’‘Kenapa, kok, Shopie nanyanya gitu? Papa sayang, kok, sama Shopie.’‘Tapi kenapa Papa nggak pernah jemput aku sekolah? Papa juga nggak pernah menginap di rumah kita.’Sora memejamkan mata ketika percakapannya dengan Shopie tadi pagi kembali terngiang di telinganya.

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   4. Hidupmu Bukan Urusanku

    Sora mengerutkan kening, merasa bingung kenapa Figo tiba-tiba membahas kehidupan pribadinya. Padahal pria itu paling anti terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Sora.Sora lalu menatap Figo dingin. “Kalau kamu datang ke sini cuma untuk mengawasi siapa yang berdiri di dekatku,” ujarnya tena

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   3. Siapa Laki-Laki Itu?

    Sora melangkah masuk ke ruangan kerjanya. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat ruang kosong di depan meja.Kedatangan Figo kemarin ke ruangannya masih menyisakan sesak di dalam dada Sora.Deringan ponsel yang berbunyi nyaring mengeluarkan Sora dari keterdiamannya.Seulas senyum kecil terl

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status