แชร์

Bab 3

ผู้เขียน: Summer
Setelah kejadian menangkap basah perselingkuhan itu, aku benar-benar terpuruk. Tak lama kemudian, luka lamaku kambuh hingga aku pingsan di rumah.

Begitu menerima telepon, wajah Ravin langsung pucat pasi. Dia menggenggam tanganku sambil menangis.

"Ellen, aku memang bajingan .... Tolong jangan tinggalkan aku! Asal kamu baik-baik saja, aku rela kehilangan apa pun!"

Setelah sembuh, dia tampaknya benar-benar kembali seperti dulu, tidak pernah lagi menemui Ruka.

Aku pikir kehidupan kami sudah kembali ke jalurnya dan keluarga kecil kami bisa hidup bahagia seperti semula.

Sampai beberapa hari lalu, saat aku pergi menjenguk ibu kepala panti di sanatorium, aku melewati sebuah taman bermain dan melihat pemandangan itu.

Ruka sedang menggendong Noah sambil tertawa bahagia menaiki komidi putar. Ravin berdiri sambil mengangkat ponsel, menatap mereka dengan penuh kelembutan sambil merekam video.

Noah mencium pipi Ruka, lalu berkata dengan suara manja khas anak kecil, "Mami baik sekali. Noah paling sayang Mami!"

Saat itu, merekalah yang tampak seperti keluarga bahagia sesungguhnya.

Aku berdiri di balik pohon dengan sekujur tubuh yang terasa dingin. Anak yang kulahirkan dengan mempertaruhkan nyawaku malah memanggil pelakor itu sebagai ibu.

Aku pulang ke rumah dalam keadaan linglung, duduk termenung. Malam harinya, ketika sopir mengantar Noah pulang, aku mengulurkan tangan ingin memeluknya, tetapi dia malah menghindar dengan jijik.

"Badan Mama bau obat, nggak enak banget! Tubuh Mami Ruka harum. Andai saja dia mamaku!"

Dulu Noah juga pernah mengeluh karena aku tidak seperti ibu-ibu lain yang sering mengajaknya bermain di luar. Aku selalu menyalahkan diri sendiri karena tubuhku lemah dan merasa telah mengecewakan anakku.

Ternyata selama ini dia membandingkanku dengan Ruka. Di dalam hatinya, aku tidak sebaik Ruka.

Begitu menyadari hal itu, hatiku seperti disayat pisau. Aku berjongkok dan menatapnya lekat-lekat. "Noah, Mama ini ibu kandung yang mengandungmu selama sembilan bulan!"

Namun, Noah malah menatapku dengan jijik. "Aku nggak suka Mama! Kata Papa, Mama cuma suka ngatur aku. Mami Ruka yang benar-benar sayang sama aku! Aku mau Mami Ruka jadi ibu baruku!"

Melihat Ravin berselingkuh pun tidak pernah membuatku seputus asa ini! Noah adalah anak yang kutukar dengan nyawaku sendiri!

Aku menatap wajah mungil yang sangat mirip Ravin itu, lalu tertawa getir. "Baiklah. Kalau kamu nggak mengakuiku sebagai ibumu, mulai sekarang aku bukan ibumu lagi."

Aku berbalik masuk ke kamar mandi dan membiarkan air dingin mengguyur air mataku. Malam itu juga, aku demam tinggi.

Dalam keadaan setengah sadar, aku mendengar Abel menelepon Ravin dengan panik. "Tuan, demam Madam sangat tinggi! Tolong cepat pulang dan lihat beliau!"

Namun, dari seberang telepon justru terdengar suara manja Ruka. "Kak Ravin, cepat dong .... Aku sudah nggak sabar lagi ...."

Tak lama kemudian, terdengar bentakan Ravin yang penuh ketidaksabaran. "Ellen itu main drama apa lagi? Waktu itu dia berhasil menarik perhatianku, sekarang malah ketagihan pura-pura sakit? Kalau dia suka akting, biarkan saja dia akting sepuasnya! Kalau dia benar-benar mati baru telepon aku lagi!"

Setelah berkata begitu, dia langsung menutup telepon dan mematikannya.

Malam itu, dokter keluarga buru-buru membawaku ke ruang gawat darurat. Aku hampir gagal bertahan hidup.

Pagi harinya, Ravin pulang untuk berganti pakaian. Di lehernya masih ada bekas ciuman merah yang baru. Saat menyadari tatapanku, dia menggigit bibirnya, lalu memarahiku karena merasa malu sekaligus kesal.

"Ellen, kamu berkali-kali memakai trik pura-pura sakit untuk memaksaku pulang. Kamu pikir aku ini bodoh? Semakin kamu bermain licik seperti ini, semakin aku jijik padamu! Sebagai hukuman, obat untuk ibu kepala panti akan dihentikan dulu."

Setelah berkata demikian, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon pihak sanatorium.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah   Bab 9

    Pemakamanku menjadi upacara pemakaman paling megah dalam seratus tahun sejarah Keluarga Sirait. Seluruh kediaman dipenuhi mawar putih, bunga yang paling kusukai semasa hidup. Sayangnya, saat aku masih hidup, aku tidak pernah sekali pun menerimanya.Ravin berdiri di samping peti kristal es yang dibuat khusus untukku dengan biaya sangat besar. Selama beberapa hari, dia sama sekali tidak beristirahat hingga tubuhnya menjadi sangat kurus.Pendeta membacakan ayat kitab suci dengan khusyuk. Tiba-tiba, seorang bawahan berlari masuk sambil membawa sebuah dokumen."Tuan ... perwakilan Madam semasa hidup mengirimkan surat wasiat beliau. Katanya ... Madam minta agar surat ini dibacakan saat pemakaman."Ravin langsung merebut dokumen itu, lalu membukanya dengan tergesa-gesa dan melihat tulisan tangan yang sangat dikenalnya itu.Itulah hadiah terakhir yang kutinggalkan untuk Ravin sebelum kematianku. Semakin dia membaca, rona wajahnya perlahan menghilang sampai akhirnya berubah menjadi abu-abu puca

  • Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah   Bab 8

    Saat Ruka diseret masuk oleh dua pengawal, dia masih terus berteriak, "Lepaskan aku! Aku putri Keluarga Harahap! Aku calon nyonya Keluarga Sirait!"Ravin duduk di sofa dengan aura mengerikan menyelimuti tubuhnya. Seluruh dirinya tampak seperti iblis yang baru keluar dari neraka."Calon nyonya Keluarga Sirait?" Dia tertawa pelan tanpa sedikit pun kehangatan dalam suaranya. "Ruka, dengan memanfaatkan kepercayaanku, kamu diam-diam menyakiti orang yang paling berarti bagiku. Apa kamu merasa sangat puas?"Jantung Ruka langsung berdebar keras. Dia memaksa diri tetap tenang, lalu mengeluarkan beberapa tetes air mata."Kak Ravin, apa yang kamu bicarakan? Apa Noah mengadukanku? Luka di tubuhnya itu karena berkelahi dengan anak-anak lain. Dia takut dimarahi, jadi malah menyalahkanku!"Dor! Suara tembakan menggema. Peluru melesat menggesek pipi Ruka, lalu menghancurkan pajangan di belakangnya.Ruka ketakutan sampai ambruk ke lantai. Pipi yang tergores terasa panas dan perih."Karena berkelahi?" R

  • Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah   Bab 7

    Ravin membawa jasadku kembali ke kamar kami. Dia membaringkanku di atas tempat tidur, lalu merapikan selimutku dengan hati-hati."Tutup gordennya. Ellen nggak bisa tidur kalau terlalu terang." Dia memberi perintah pada para pelayan dengan suara pelan, seolah-olah takut membangunkanku.Kemudian, dia duduk di sisi ranjang tanpa bergerak sedikit pun, terus menatapku. Seakan-akan kalau dia menatap cukup lama, aku akan tiba-tiba membuka mata dan bersikap manja padanya."Ellen, bukannya kamu selalu bilang ingin makan steik buatanku? Hari ini aku akan masak sendiri. Bangun dan coba sedikit ya?"Aku memandangnya dengan dingin saat dia terus berbicara sendiri.Di hari ulang tahunku, aku menunggunya sampai tengah malam, tetapi dia tidak pulang untuk membuat jamuan ulang tahunku. Yang kutunggu justru pemandangan dirinya dan Ruka bercumbu mesra di atas ranjang.Saat yang berada di hadapannya sekarang hanyalah tubuh tanpa jiwa, dia baru punya suasana hati untuk memasak?Saat itulah pintu kamar dido

  • Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah   Bab 6

    Ruka melangkah mendekat dengan sepatu hak tingginya sambil menutup hidung. Dia melirik jasadku di atas tandu, mengernyit dengan jijik, tetapi ada secercah kepuasan di matanya."Kak Ravin, benar 'kan, dia cuma akting. Ini pasti mayat pengganti yang dia cari. Demi membuatmu luluh, dia benar-benar licik sampai hal seperti ini pun sanggup dilakukan."Seolah-olah tersadar oleh ucapannya, Ravin mendadak menoleh dan menatapnya dengan tajam. Sorot matanya sangat menakutkan."Benar, ini palsu. Dia paling takut sakit, mana mungkin berani nembak diri sendiri? Cepat panggil dokter forensik sekarang juga! Cepat!"Aku pun spontan tertawa. Ya, dulu aku memang paling takut sakit. Bahkan kalau jariku hanya tergores sedikit, aku akan mengangkat tangan dan mencarimu untuk membalut lukaku.Namun, dibanding rasa sakit karena hati yang sudah mati, apa artinya rasa sakit saat peluru menembus kepala?Dokter forensik keluarga segera datang. Di bawah tatapan Ravin yang seperti ingin membunuh orang, dokter itu g

  • Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah   Bab 5

    Keesokan harinya, Abel buru-buru mencari Ravin yang saat itu sedang memeluk Ruka."Tuan, gawat! Panti asuhan terbakar kemarin malam! Kami ... kami menemukan jasad Madam di dalam reruntuhan ...."Kalimat Abel itu membuat seluruh udara di ruangan seolah-olah membeku.Tangan Ravin yang sedang memeluk Ruka langsung kaku. Beberapa detik kemudian, seolah-olah mendengar lelucon paling lucu di dunia, dia malah tertawa mengejek."Nyali Ellen makin besar saja. Sekarang dia bahkan berani memainkan trik pura-pura mati seperti ini? Benar-benar keterlaluan."Ruka segera menutup mulut, berpura-pura terkejut, tetapi rasa puas di matanya sama sekali tidak bisa disembunyikan."Kak Ellen juga terlalu kekanak-kanakan. Demi merebut perhatian, dia sampai membakar tempat dia dibesarkan sendiri. Benar-benar gila."Ucapan itu langsung menyulut amarah Ravin. Dia meraih gelas anggur di atas meja, lalu membantingnya keras ke lantai hingga pecah berserakan."Paman Abel, pergi beri tahu Ellen, trik seperti ini ngga

  • Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah   Bab 4

    "Ravin, kamu nggak boleh melakukan ini! Hidup ibu kepala panti bergantung pada obat itu. Kalau obatnya dihentikan, dia bisa meninggal!"Aku tak peduli rasa sakit dari darah yang kembali mengalir di punggung tanganku dan segera berjuang meraih tangannya. Ibu kepala panti adalah satu-satunya keluarga yang benar-benar mencintaiku di dunia ini. Aku tidak bisa kehilangan dirinya.Ravin langsung menepis tanganku. Setelah memberi instruksi kepada sanatorium untuk menghentikan obat itu, dia berbalik dan pergi dengan dingin, meninggalkanku dalam keputusasaan.Aku memaksa tubuhku yang lemah untuk pergi ke aula rapat keluarga, ingin terus memohon agar Ravin melanjutkan obat ibu kepala panti. Namun, begitu masuk, aku mendapati Ruka datang lagi ke rumah Keluarga Sirait dan duduk terang-terangan di sisi kanan Ravin, tempat dudukku.Awalnya kursi itu bahkan tidak ada. Dulu Ravin sengaja menyiapkannya khusus untukku sebagai bentuk pengakuan atas kontribusiku bagi Keluarga Sirait."Ellen, aku menyiapka

  • Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah   Bab 2

    Lima tahun lalu, baru saja Ravin menjadi bos mafia, dia langsung disergap oleh musuh.Saat itu aku baru saja dewasa dan keluar dari panti asuhan. Kebetulan aku melihatnya bersimbah darah. Setelah mengenalinya sebagai orang yang pernah membantu panti asuhan, entah dari mana datangnya keberanian itu,

  • Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah   Bab 1

    Di tengah angin dingin yang menusuk tulang, aku berjalan keluar dari gerbang rumah Keluarga Sirait. Ravin malah mengejarku."Kamu benar-benar mau pergi cuma pakai pakaian setipis itu? Jangan sampai nanti jatuh sakit, lalu menyalahkanku."Dia melepas jasnya dan hendak menyelimutkannya ke tubuhku, tet

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status