FAZER LOGINAku memiliki sahabat yang mulutnya semanis madu. Namun di belakangku, dia seperti iblis. Dia mencuri pacarku, wakil bos mafia dari Geng Topeng Hitam Cicela, dengan alasan ingin menjauhkanku dari kegelapan dan pertumpahan darah, jadi dia rela menanggung penderitaan itu untukku. Dia menggadaikan cincin pernikahannya dan memberitahu suaminya cerita tentang membelikanku tas mewah edisi terbatas. Dia mengambil uang dari rekening perusahaan suaminya dan menuduhku menggunakan uang itu untuk kesukaanku memanggil gigolo. Dia sedang hamil dan masih menginginkan sensasi dan kesenangan. Jadi, dia pergi ke pesta seks dengan om suaminya dan sekelompok rekan bisnis. Lalu, akhirnya dia mengalami pendarahan hebat. Tetapi, entah bagaimana itu semua menjadi kesalahanku. Menurutnya, akulah yang mengatur pesta mesum itu. Dan berdalih bahwa dia mencoba menghentikanku, jadi aku mendorongnya hingga terjatuh dan membuatnya keguguran. Pada akhirnya, suaminya mengirimku ke sarang mafia di Munasa untuk menebus dosa-dosaku. Di sana, mereka menjualku ke rumah bordil. Pertama-tama, aku dibuat kecanduan. Kemudian, dilempar ke jalanan. Aku melayani setiap pria di kelompok mafia, satu demi satu. Tubuhku membusuk, hingga aku mati perlahan dalam kondisi sakit dan sendirian. Ketika aku membuka mataku lagi, aku telah kembali ke malam ketika sahabatku mengalami keguguran karena pesta kotor yang dia adakan sendiri.
Ver maisDia tampak berbeda. Lebih kurus dan tua. Wajahnya dipenuhi garis-garis keriput yang sebelumnya tidak ada di sana. Matanya cekung, seolah-olah ada orang yang telah mencungkil semua isi di dalam dirinya. Tangannya terus bergetar."Sisca," katanya ketika aku membuka pintu. Hanya memanggil namaku dengan lirih, seperti sebuah doa.Aku tidak membiarkannya masuk. Aku hanya berdiri di ambang pintu dengan tangan bersilang di dada. Rantai pengaman pintu masih terpasang erat."Aku sudah tahu semuanya sekarang," katanya dengan suara serak. "Aku tahu apa yang sudah dia lakukan padamu, dan apa yang sudah kulakukan padamu. Aku memang buta dan bodoh. Aku percaya setiap kebohongan yang dia katakan padaku.""Kau menghancurkan hidupku," kataku. "Kau mempermalukanku di depan jutaan orang. Kau menyuruh anak buahmu menelanjangiku di pinggir jalan. Kau bahkan berniat mengirimku ke Munasa."Dia tersentak seperti aku telah memukulnya. "Aku tahu.""Kau hampir membunuhku.""Iya, aku tahu." Suaranya bergetar. "Da
Beberapa hari berikutnya, internet menguliti dan menghancurkanku habis-habisan.Para pembuat konten mengunggah video mereka dengan dipenuhi amarah yang meluap-luap. Kolom komentar menghujat seolah-olah aku adalah sosok iblis. Ancaman kematian membanjiri media sosial. Orang-orang menyerukan agar bisnisku ditutup. Beberapa dari mereka bahkan muncul di luar gedung dengan membawa papan tuntutan.Aku tetap bersembunyi, tidak menjawab telepon atau pun membaca komentar. Aku hanya menunggu.Aku menunggu sampai Dion menyadari kebenaran yang sesungguhnya.Hingga suatu malam, sebuah berita muncul dan mengguncang seluruh kota.Istri Dion dan om nya ditemukan tewas tertembak di rumah Vicky. Eksekusi mati ala mafia. Tempurung lutut mereka ditembak terlebih dahulu, lalu bagian kepala. Jenis pembunuhan yang sengaja dirancang untuk mengirimkan sebuah pesan.Media menyebutnya sebagai pembunuhan dengan motif balas dendam. Terkait jaringan kelompok mafia. Penyelesaian sebuah sengketa, dan polisi tidak mem
Kehadiran polisi mengubah segalanya.Dion yang sejak tadi sudah mengendalikan situasi, tiba-tiba menjadi orang yang diborgol. Pergelangan tangannya ditarik ke belakang punggung dan logam itu mengunci dengan bunyi klik.Dan aku, wanita yang akan dia kurung adalah orang yang sebenarnya telah menelepon mereka.Jovan berlari ke arahku sebelum aku sempat berkata apa pun dan langsung memelukku erat-erat. Wajahnya tertunduk di rambutku dan seluruh tubuhnya gemetar."Sisca, maaf," katanya dengan suara serak. "Aku pergi bukan karena tidak percaya padamu. Aku pergi karena mencari bantuan. Bantuan nyata yang benar-benar bisa menghentikannya."Aku tidak mengatakan apa pun, hanya membiarkan dia memelukku.Aku selalu tahu kalau Jovan berasal dari keluarga baik-baik dan berpengaruh. Ayahnya mengenal banyak orang penting, dan ibunya duduk di dewan direksi. Tetapi Jovan tidak pernah membicarakannya. Dia juga tidak pernah memamerkan kekayaannya atau menyebut-nyebut nama besar keluarganya. Dia hanya menj
Kebohongan itu jelas sekali terpampang dan semua orang bisa melihatnya dari ekspresi wajah dokter, bahwa dia telah berbohong.Kerumunan itu kembali menoleh ke arahku. Semua pasang mata itu, yang memancarkan kebencian.Sorot mata Dion membara seolah aku baru saja mengakui sesuatu.Kamera para pembuat konten pun beralih bolak-balik antara dokter dan wajahku yang terkejut. Mereka tidak tahu lagi siapa yang harus dipercaya. Tetapi, mereka sangat menikmati setiap detiknya.Eva mulai menangis lebih keras. Dia tahu bagaimana membuat cara menguras air mata karena telah melakukan trik itu sepanjang hidupnya."Sisca, aku memperlakukanmu seperti saudaraku sendiri. Kenapa kau melakukan ini padaku?""Selama bertahun-tahun ini, apa salahku padamu? Aku membiarkanmu meminjam mobilku kapan pun kau butuh. Aku membiarkanmu tinggal di tempatku ketika kau tidak punya tempat tujuan. Aku melindungimu di depan orang tuamu. Aku berbohong pada Dion demi kau. Aku melakukan segalanya untukmu. Kenapa kau tidak bis












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.