Share

Bab 52

Author: Author Marr
last update publish date: 2026-06-16 15:44:44

Pulang dari lapangan golf, tubuhku terasa remuk. Aku tidak tahu apakah itu karena aktivitas fisik yang luar biasa di atas rumput atau karena emosi yang naik turun seperti roller coaster. Yang aku tahu, aku tidur seperti batu setelah Leon membaringkanku di tempat tidur.

Keesokan harinya, aku terbangun dengan tubuh yang masih pegal. Leon sudah pergi, mungkin ke kantor, mungkin ke acara bisnis lain.

Aku meraih ponselku yang tergeletak di nakas samping tempat tidur.

Dua pesan masuk.

Satu dari Adria
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 52

    Pulang dari lapangan golf, tubuhku terasa remuk. Aku tidak tahu apakah itu karena aktivitas fisik yang luar biasa di atas rumput atau karena emosi yang naik turun seperti roller coaster. Yang aku tahu, aku tidur seperti batu setelah Leon membaringkanku di tempat tidur.Keesokan harinya, aku terbangun dengan tubuh yang masih pegal. Leon sudah pergi, mungkin ke kantor, mungkin ke acara bisnis lain.Aku meraih ponselku yang tergeletak di nakas samping tempat tidur.Dua pesan masuk.Satu dari Adrian dan satu dari Sebastian.Aku membuka pesan Adrian terlebih dahulu."Selamat pagi, Sayang. Cek rekeningmu. Aku kirim sesuatu buat kamu. Pakai buat beli baju baru, ya. Kamu cantik pakai apa pun, tapi aku ingin kamu punya pakaian yang kamu suka, bukan yang dikasih orang."Aku mengerutkan dahi. Aku membuka mobile banking, sesuatu yang jarang aku lakukan karena saldoku tidak pernah lebih dari tiga ratus euro.Mataku terbelalak.Ada transfer masuk dari Adrian. Jumlahnya lima ribu euro.Aku menghitun

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 51

    Ciuman Leon masih terasa di bibirku, perih, agresif, penuh kepemilikan tapi aku tidak puas dan masih haus. Aku ingin lebih.Aku melepaskan diri dari pelukan Leon dan melangkah mundur, tepat di antara Adrian dan Sebastian. Tanganku meraih tangan mereka berdua, lalu aku letakkan telapak tangan mereka di dadaku"Rasakan, aku sudah basah," kataku.Adrian mengerang pelan. Tangannya yang tadinya ragu kini mulai meremas dadaku dengan lembut, melalui kain gaun. Sebastian mengikuti tangannya yang besar dan kasar meremas sisi lain dadaku, dengan tekanan yang berbeda."Haaah... ya... seperti itu..." Aku memejamkan mata, menikmati sentuhan mereka berdua.Leon berdiri di depanku dengan tangan terlipat di dada. Wajahnya dingin tapi matanya, matanya hitam pekat, gelap oleh hasrat yang tidak bisa dia sembunyikan."Keterlaluan, di tengah lapangan? Orang bisa melihat," kata Leon.Aku tertawa, tertawa pelan di sela-sela desahan. "Kau yang memulai semuanya. Kau yang menciumku di depan mereka. Sekarang k

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 50

    “Cukup,” suara Leon memotong dengan dingin. Matanya yang hitam pekat menatap Adrian dan Sebastian bergantian. “Aku yang memutuskan.”Sebelum aku sempat bereaksi, Leon meraih tanganku dan menarikku ke arahnya. Tubuhku menghantam dadanya yang bidang lalu dia menciumku.Bukan ciuman lembut seperti Adrian, bukan ciuman hangat seperti Sebastian. Ini ciuman beringas penuh amarah, penuh kekuasaan, seperti dia ingin menunjukkan pada seluruh lapangan bahwa aku miliknya.Bibirnya menekan bibirku dengan kasar. Giginya menggigit bibir bawahku cukup keras untuk membuatku tersentak sakit, tapi tidak cukup untuk membuatku mendorongnya. Lidahnya masuk tanpa permisi, menjelajahi mulutku dengan agresif, seperti sedang membersihkan jejak ciuman Adrian dan Sebastian dari bibirku.Aku terkejut. Awalnya aku membeku tapi kemudian sesuatu di dalam diriku merespon.Tanganku yang tadinya terkulai perlahan naik ke dadanya. Aku meremas kemeja putihnya yang bersih. Aku membalas ciumannya tidak seagresif dia, tapi

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 49

    Keesokan harinya. Hari ini aku akan pergi ke tempat golf bersama Leon. Aku akan bertemu Adrian dan Sebastian lagi.Leon sudah berdiri di depan cermin, memakai pakaian golf berwarna putih bersih. Celana kain panjang, polo shirt lengan pendek, sepatu golf mahal berwarna hitam. Dia terlihat tampan, setampan biasanya, tapi dengan aroma yang sedikit lebih santai."Kamu pakai itu?" tanyanya sambil menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki."Ada yang salah?" tanyaku."Kamu akan kedinginan.""Aku tidak kedinginan."Leon menghela napas. Dia melepas jaket golfnya, jaket putih tipis berbahan katun dan melemparkannya ke arahku."Pakai itu."Aku terkejut. "Tapi ini jaketmu...""Kamu istriku, meskipun di atas kertas. Aku tidak mau kamu kedinginan dan menangis lagi."Aku tersenyum kecil. "Baik."Tempat golf itu ternyata milik Sebastian.Begitu mobil masuk melalui gerbang besar, aku melihat papan nama marmer hitam.Luas sekali, hamparan rumput hijau membentang sejauh mata memandang. Pohon-pohon r

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 48

    Kami masih berpelukan ketika suara langkah kaki menghentak di ujung koridor.Aku tidak perlu menoleh untuk tahu siapa itu. Aku sudah mengenal langkah itu sejak dua tahun lalu, tegas, terukur, berat. Langkah kaki yang selalu membuat para pembantu lain bersembunyi di balik pintu.Leon.Aku melepaskan pelukan Adrian dan Sebastian dengan gerakan cepat.Leon berdiri di ujung koridor, tepat di bawah lampu darurat yang menyala redup."Ana, pulang," katanya.Aku tidak bergerak. Kakiku terasa kaku.Adrian menyandarkan tubuhnya ke dinding lagi, tangannya masuk ke saku celana. Wajahnya yang tadinya serius sekarang berubah menjadi santai."Leon, jangan terlalu galak padanya. Kami akan membawanya pulang kalau kamu terus begitu," kata Adrian.Leon tidak menjawab. Matanya tetap tertuju padaku seperti Adrian tidak ada di sana.Sebastian berdiri di sampingku, tangannya masih di pinggangku."Kami serius," kata Sebastian.Leon mendekat. Langkah kakinya yang berat bergema di koridor yang sempit. Aroma pa

  • Hasrat Basah : Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 47

    Acara makan malam akhirnya selesai.Leon meraih lenganku. "Aku ke toilet sebentar. Tunggu di mobil."Aku mengangguk. Aku berjalan keluar ruangan VIP menuju lorong panjang menuju tempat parkir tapi entah kenapa, aku berbelok ke arah yang salah.Aku masuk ke kamar mandi wanita di ujung lorong.Dan di sana, mereka berdiri.Adrian.Sebastian.Adrian bersandar pada dinding, tangan di saku celana.Sebastian berdiri di sampingnya, tangan dilipat di dada. "Adrian, Sebastian."Adrian berjalan mendekat dengan langkah pelan, seperti predator yang mendekati mangsanya. Tapi matanya-matanya tidak menakutkan. Matanya penuh dengan sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan."Apa yang kalian lakukan di sini?" tanyaku."Menunggumu," kata Sebastian singkat."Kenapa?"Adrian berhenti tepat di depanku. Jarak kami hanya beberapa sentimeter."Kami rindu kamu, Sayang," bisiknya."Kalian menghilang dan tidak ada kabar. Aku menelepon kalian-tidak diangkat dan mengirim pesan-tidak dibalas. Aku bertanya-tanya apa kal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status