Compartir

Bab 86

Autor: Author Marr
last update Fecha de publicación: 2026-07-07 19:58:05

Malam mulai datang saat kami berpamitan pada Adrian. Lucas sudah tidur lagi setelah demamnya sedikit turun. Adrian mencium keningku, lalu mencium bibirku lama, dalam, seolah dia tidak ingin melepaskan.

"Besok aku ke mansion," bisiknya.

"Lucas bagaimana?"

"Aku titipkan pada pengasuhnya."

"Jangan tinggal Lucas terlalu lama. Dia masih sakit."

Adrian tersenyum. "Kamu sudah seperti ibu baginya."

Aku tersenyum balik. Entah mengapa, ucapan itu membuatku senang.

Leon yang sudah duduk di mobil membunyik
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 126

    Museum itu besar. Gedung tua dengan arsitektur klasik, pilar-pilar marmer putih menjulang tinggi di pintu masuk, dan di atasnya, tulisan emas terbaca jelas: Natural History Museum. Ethan berlari kecil di depan Ana, matanya berbinar-binar, tidak sabar untuk melihat dinosaurus yang selama ini hanya dia lihat di buku dan mainan plastik."Mom! Cepat, Mom! Aku mau lihat T-rex!" teriaknya sambil melambai-lambai.Ana tersenyum. Dia berusaha mengikuti langkah Ethan, meskipun di dalam hatinya masih ada rasa cemas yang tidak bisa dia hilangkan. Sejak tadi, sejak kejadian di jalan, dia merasa ada yang mengikuti mereka. Setiap kali dia menoleh, tidak ada siapa pun."Ayo. Pelan-pelan. Jangan lari," katanya.Ethan tidak mendengarkan. Dia sudah masuk ke ruangan besar dengan kerangka dinosaurus raksasa di tengahnya. Mulutnya terbuka, matanya membulat."Wah! Besar sekali!"Ana berdiri di belakangnya, menatap anaknya dengan penuh kasih. Untuk sesaat, dia hanya melihat Ethan, anaknya, yang bahagia.Tapi

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 125

    Keesokan paginya."Mom, kita ke mana?" tanya Ethan sambil memakai sepatu ketsnya yang sedikit usang."Ke museum. Ada dinosaurus.""Beneran? T-rex?""Beneran. T-rex, brontosaurus, triceratops, semuanya."Ethan melompat kegirangan. "Hore! Aku mau lihat T-rex!"Ana tersenyum. Senyum yang jarang muncul akhir-akhir ini."Ayo, kita naik taksi."Sebastian tidak bisa ikut, dia ada urusan bisnis yang tidak bisa ditunda. Tapi dia sudah memastikan Ana punya uang cukup, dan dia sudah memesan taksi untuk mereka."Jaga diri," kata Sebastian sambil mencium kening Ana. "Jangan lama-lama. Aku khawatir.""Aku akan baik-baik saja," jawab Ana.Dia menggandeng tangan Ethan dan keluar.Taksi yang mereka naiki adalah taksi tua berwarna hitam dengan jok yang sudah mulai robek di beberapa bagian. Sopirnya pria paruh baya dengan rambut tipis dan kumis tebal, ramah, banyak bicara. Dia terus bercerita tentang anak-anaknya, tentang cucunya, tentang betapa dia menyukai hari-hari cerah seperti ini.Ana hanya menden

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 124

    Ana duduk di lantai kamar tidur kecil di apartemen Sebastian. Ethan masih tertidur pulas di tempat tidur, memeluk dinosaurus plastiknya, tidak tahu bahwa dunia di luar sana sedang berubah dengan cepat. Ana menatap anaknya, wajahnya yang polos, rambut hitamnya yang sedikit keriting di ujung, bibirnya yang masih bergetar kecil saat bermimpi. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh pipi Ethan, lembut sekali, seperti takut dia akan terbangun."Kau tidak tahu apa yang terjadi. Kau tidak tahu bahwa dunia ini kejam. Tapi aku akan melindungimu. Aku berjanji."Ethan bergumam pelan dalam tidurnya, lalu kembali terlelap. Ana menarik tangannya perlahan. Dia berdiri dan berjalan ke jendela. Di luar, London terbentang luas gedung-gedung tinggi, langit yang mulai mendung, dan di kejauhan, bayangan kabur dari mansion-mansion megah yang dulu dia kenali. Dia menatap ke arah barat, ke arah di mana Leon berada, mungkin sedang duduk di kantornya, atau di mansionnya, atau di mana pun tempat dia bersembunyi d

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 123

    Author's Pov.Keesokan paginya, Ana terbangun dengan kepala berat dan mata sembab. Semalaman dia tidak bisa tidur nyenyak, pikirannya terus berputar tentang Leon, tentang Richard, tentang Clara, tentang semua ancaman yang menggantung di atas kepalanya dan Ethan. Dia hanya bisa memejamkan mata selama beberapa jam sebelum akhirnya menyerah pada rasa lelah yang tak kunjung hilang.Jam menunjukkan pukul sembilan pagi ketika bel apartemen berbunyi.Ana mengerang pelan. Dia menatap Ethan yang masih tidur pulas di sampingnya, memeluk dinosaurus plastiknya dengan erat. Perlahan dia bangkit dari tempat tidur, merapikan piyama lamanya yang sudah kusut, dan berjalan ke pintu dengan langkah gontai. Matanya masih berat karena kurang tidur. Pikirannya masih kacau karena semua masalah yang belum selesai."Mungkin Sebastian lupa sesuatu," gumamnya sambil membuka pintu tanpa melihat melalui lubang intip.Dunia seolah berhenti berputar.Adrian berdiri di ambang pintu.Dia masih tampan—mungkin lebih tam

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 122

    Leon menatap Sebastian dengan tatapan tajam. "Lancaster?""Ya, Nama yang lumrah di sini," kata Sebastian.Leon menghela napas. Mungkin Sebastian benar. Lancaster adalah nama yang cukup umum. Tidak ada yang aneh dengan nama itu. Tidak ada yang mencurigakan. Dia terlalu banyak berpikir."Kau membawanya ke sini karena?""Aku tidak punya siapa pun untuk menjaganya. Pengasuhnya sedang sakit. Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian."Leon mengangguk. Tidak ada yang aneh dengan itu.Dia kembali menatap Ethan. Anak itu duduk diam di kursi kulit hitam yang terlalu tinggi untuknya, kakinya menggantung tidak menyentuh lantai. Matanya yang hitam besar masih bergerak mengamati ruangan, penuh rasa ingin tahu, tapi tidak ada ketakutan. Tidak ada kegelisahan. Dia hanya duduk di sana, tenang, seperti anak kecil yang sudah terbiasa dengan lingkungan baru.Leon merasa ada sesuatu yang aneh. Ada sesuatu yang menggelitik di belakang kepalanya, tapi dia tidak bisa menangkapnya. Mungkin karena anak itu ter

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 121

    Author's Pov.Matahari sore menyinari ruang kerja Leon melalui jendela kaca besar yang menghadap ke cakrawala London. Meja kayu mahoninya dipenuhi dokumen, laptop terbuka, dan tiga gelas kopi yang sudah dingin. Leon duduk di kursinya dengan setelan jas abu-abu, dasi biru tua yang sudah sedikit longgar. Wajahnya masih datar seperti biasa, tapi matanya menunjukkan kelelahan yang tidak bisa dia sembunyikan, lingkaran hitam tipis di bawah matanya, kerutan halus di dahi yang tidak pernah hilang akhir-akhir ini.Dia baru saja menandatangani dokumen terakhir ketika pintu ruang kerjanya terbuka tanpa ketukan.Sebastian masuk.Dan di gendongannya, ada seorang anak laki-laki kecil.Leon mengangkat wajah. Matanya langsung tertuju pada Sebastian, pada jaket kulitnya yang basah karena gerimis di luar, pada ekspresi tegang di wajahnya yang garang, pada sesuatu yang berbeda dari dirinya lalu matanya bergerak ke arah anak kecil itu.Anak itu berusia sekitar lima tahun. Rambut hitam pekat, sedikit ker

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 5

    Dua hari berlalu. Aku berusaha menghindari Tuan Leon dan tamu-tamunya. Aku bekerja lebih keras dari biasanya. Aku membersihkan setiap sudut mansion, mencuci pakaian Clara hingga wangi, bahkan menyapu halaman yang tidak pernah aku sentuh sebelumnya. Aku berharap dengan bekerja keras, semuanya akan

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 4

    Aku menghentikan langkah.Tubuhku kaku seperti patung. Kata-kata Tuan Leon menusuk dari belakang, tajam dan dingin, seperti ujung pisau yang ditempelkan di leher."Siapa yang mengajarimu bersikap tidak sopan seperti itu?"Aku tidak berani menoleh. Mataku terasa panas. Air mata menggenang di pelupuk

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 3

    Barang miliknya.Aku bukan barang dan aku bukan milik siapapun.Tuan Leon melepaskan tangannya dari perutku perlahan, kemudian dia berjalan kembali ke meja billiard, mengambil stik yang tadi diletakkannya, dan melanjutkan permainan seolah tidak ada yang terjadi.Seolah dia tidak baru saja menyelama

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 2

    Aku menghela napas panjang, perintah Clara adalah perintah. Jika tidak datang, dia akan marah. Aku sudah hafal betapa buruknya amarah itu, benda-benda bisa terbang, kata-katanyabisa lebih tajam dari pisau, dan aku bisa diusir dari rumah besar ini.Jadi aku berjalan menyusuri koridor panjang mansion

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status