Share

5 ~ Malam Yang Berbeda

Penulis: MAMAZAN
last update Tanggal publikasi: 2024-12-06 23:24:02

Gerald kembali mencumbu Irene penuh damba, liar dan menuntut. Tanpa Irene duga, pria bertubuh atletis itu mengangkat tubuhnya ala bridal, "Tidak disini." Kemudian ia melangkah menuju salah satu ruangan. Irene yang diangkat ala bridal cukup terkejut hingga spontan mengaitkan kedua tangannya di leher Gerald agar tubuhnya tidak terjatuh.

Hingga Irene kembali terpesona dengan kamar yang sangat luas dan mewah itu, di sana terlihat ranjang berukuran sangat besar dengan sprei berwarna silver. Interior yang di dominasi warna navy dan silver, elegan dan maskulin. Irene merasa seperti terjebak dalam mimpi yang tidak terkontrol.

Di saat ia terpana dengan ruangan, suara Gerald kembali membuatnya tersentak, "Malam ini, kau hanya harus fokus padaku, Irene." Suaranya terdengar seperti perintah, membuat Irene merasa seperti boneka yang dikendalikan.

Deg! "Sejak kapan aku di atas tempat tidur?" batinnya, sadar jika saat ini yang telah berbaring di atas ranjang, dan posisi Gerald yang mengukungnya. Irene menelan kasar ludahnya, mencoba menemukan suaranya. "Ge-gerald... A-aku-"

"Umph!" Irene kembali terdiam, Gerald kembali melumat bibirnya dengan intens. Tapi entah kenapa terasa begitu lembut bagi Irene. "Balas Irene..." Gerald berbicara tepat di depan bibir Irene, membuat Irene dapat menghirup hangat napas Gerald yang beraroma mint, bercampur dengan wine yang tadi ia minum.

"Ah..." Irene mendesah saat tangan besar Gerald menyentuh dadanya. Memberikan remasan yang menggairahkan. Tanpa sadar ia membalas ciuman Gerald yang semakin liar dan menuntut. "Ah... Ini pasti karena wine, tubuhku bereaksi terlalu berlebihan..." pikir Irene yang tak dapat menolak sentuhan hangat Gerald di tubuhnya.

Ciuman Gerald turun, berpindah menjilati leher jenjang Irene, membuka kain renda berwarna hitam yang begitu kontras dengan kulit putih bersih Irene. Gerald menegak salivanya, namun tatapannya berubah tajam saat melihat tanda kissmark di dada Irene. Membuatnya marah.

Dengan sedikit kasar ia meraup payudara Irene dan menyesapnya, membuat Irene mendesah dan meringis, "Ah... Tu-tunggu..." Gerald mengabaikan, tangannya turun masuk di antara kedua paha Irene, hingga Irene memekik, "Ah! Sa-sakit..."

Gerald terkejut, berhenti dan menatap Irene. Ia menarik kembali tangannya dari area kewanitaan Irene, ekspresi wajahnya berubah menjadi khawatir. "Maaf..." gumamnya pelan, mengusap wajah Irene dengan lembut, mencoba menenangkan guncangan yang baru saja terjadi.

"Tidak apa-apa, aku yang bereaksi berlebihan," jawab Irene, sembari memalingkan wajahnya. Enggan bertatap muka dengan Gerald, ia mencoba menyembunyikan kebingungan dan rasa sakit yang masih membayangi hatinya.

Gerald tersenyum lembut, kemudian ia bangun, melepaskan seluruh pakaiannya, kecuali boxer yang masih menempel di tubuhnya. "Look at me..." suaranya lembut, namun penuh harapan. Irene menoleh, dan tertegun. Otot tubuh Gerald terpampang jelas di depan matanya, dada yang bidang, perut yang rata, dan lengan yang kuat. Ia tak dapat berbohong jika tubuh Gerald saat ini jauh lebih rupawan dari tubuh Owen, suaminya yang telah meninggalkannya dalam kesedihan.

Dan ia akhirnya sadar jika saat ini Gerald hanya mengenakan boxer, ia menggigit bibir bawahnya, "Sepertinya malam ini aku tak bisa mengelak dari takdirku sebagai wanita yang menjajahkan tubuhnya." Dadanya sakit mengingat bagaimana suaminya, tanpa hati dan rasa bersalah memintanya melakukan hal ini. Tanpa sadar ia menitikkan air mata, yang segera dihapusnya saat mendengar suara Gerald.

"Irene?" suara Gerald memanggilnya, ia segera menghapus air matanya, berusaha menyembunyikan kesedihan yang masih membayangi hatinya.

"Kita bisa berhenti, jika kamu keberatan," ujar Gerald hendak bangun, matanya penuh dengan kekhawatiran. Irene menahan tangan Gerald, "Tidak!" suaranya tegas, namun terdengar sedikit bergetar. "Selesaikan dan akhiri malam ini juga."

Deg! Gerald tersentak, ia menutup matanya dan menghela napas. “Aku kesana hanya untukmu, Irene. Jadi, tidak ada wanita yang lain," ujarnya sembari duduk di tepi ranjang. 

Irene tertawa sinis, “Apa aku terlihat bodoh di matamu Tuan? Ah iya, aku memang bodoh.”

Gerald menutup mata dan berkata, “Jadi kamu pikir aku di sana dan kebetulan kita bertemu dan aku melakukan penawaran dengan harga fantastic itu juga sebuah kebetulan?”

“Yah… itulah yang paling masuk akal…” jawab Irene sekenanya.

“Itu hakmu untuk menilai. Dan yang harus kau tahu, kau memiliki hak untuk menyesal. Tapi, malam ini, aku tidak menyesal sama sekali bertemu denganmu, Irene.”

“Maaf, aku terlambat…”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Diah Ayu N.s
lanjut kak
goodnovel comment avatar
Rheia
blm lanjut lg thor ?
goodnovel comment avatar
Rna 1122
pleaseeeeeee
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 101 | Happy Ending (Tamat)

    Bab 101 (Last Chapter)Austin yang tidak tahan pun hendak bergerak, namun Bella dengan cepat menahan tangan suaminya. “Why love?” tanya Austin.Bella menggelengkan kepalanya pelan. “Apa kamu tidak lihat kesungguhan Irene? Percayakan padanya.”Pria bertubuh tegap itu membuang nfas halus dan menyunggingkan senyum merekah. Ia paham dengan maksud sang istri.Jika sampai wanita yang bertindak saat ada gangguan dari wanita lain dan berani menghadapinya langsung, maka wanita itu benar-benar percaya akan pasangannya.Austin pun kembali merangkul pinggang istrinya, mengamati apa yang akan terjadi. Lagi pula di ruangan ini hanya berisi keluarga inti dan para sahabat dekat.Jadi apapun yang terjadi tidak akan menjadi omongan public.Dan inilah, Alea tiba di depan pengantin, namun Irene tak sedikit pun terintimidasi dengan tatapan penuh amarah dari Alea.Lagi pula ia sudah mendengar semua cerita dari Gerald. Percaya? Tentu saja ia percaya dengan apa yang calon suaminya itu katakan.Irene melangkah

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 100 | Pernikahan Impian?

    Bab 100“Oh Gerald… Sayang…” jeritan kuat lolos dari mulut Irene saat mendapatkan pelepasan dan merasakan hangatnya cairan yang memenuhi perutnya.Tubuhnya bergetar hebat karena nikmat yang ia rasakan itu.Ia memeluk erat lelakinya itu.Yang selama ini ia tidak pernah rasakan ternyata bercinta bisa membuatnya menjadi seseorang yang liar. Dan sensasi itu yang hanya ia bisa dapatkan dari Gerald.Nafas mereka berdua masih tersengal-sengal.“Terimakasih sayang,” bisik Gerald kemudian kembali melumat bibir Irene penuh cinta. Begitu dalam dan penuh kelembutan.Mereka berdua menyatu dengan begitu hebatnya.Gerald merasa begitu luar biasa, karena bisa melihat kekasihnya itu yang bisa mengekspresikan dirinya. Dan itu membuat adrenalinnya semakin berpacu.“Kamu tidak kembali ke kantor, sayang?” tanya Irene yang terdengar seperti bisikan halus.Gerald menyunggingkan senyum tipis nan hangat, “Bagaimana mungkin aku ke kantor di saat seperti ini sayang.” Ia menggigit bibit bawahnya, tersenyum naka

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 99 | (21+) Bergeraklah Untukku, Love

    "Sayang..." Irene berbisik sambil menggigit bibir bawahnya, menatap Gerald dengan sorot mata yang menantang.Gerald memejamkan mata, menahan erangan yang hampir lolos dari tenggorokannya. Ia turun dari sofa dan meloloskan celana bahannya hingga jatuh ke lantai. Irene ikut bergeser, tangannya menyentuh bagian menonjol di balik boxer ketat Gerald. Ia memberikan kecupan-kecupan kecil di sana, menciptakan rangsangan yang membuat napas Gerald memburu."Love..." Gerald mengerang, tangannya mengusap rambut Irene dengan posesif.Irene menengadahkan kepalanya. Tangannya bergerak lincah menarik karet boxer Gerald, membebaskan kejantanan pria itu yang sudah mengeras sempurna dan penuh urat. Irene menjulurkan lidahnya, membasahi bagian kepalanya dengan sapuan yang pelan, lalu menghisapnya dengan ritme yang stabil."Oh, damn! Love!" Gerald menggeram keras. Ia mendongakkan kepala, menikmati setiap sensasi liar yang diciptakan mulut mungil Irene."Sayang... ah, terus... I like it, my love!" Gerald m

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 98 | (21+) Don't Stop Ge'

    Bab 98“I want to—”Belum sempat Irene menyelesaikan kalimatnya, Gerald sudah menarik tengkuknya, menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang menuntut. Pagutan itu terasa panas dan haus, seolah membuktikan betapa mereka saling menginginkan.Gerald tidak berhenti di bibir. Ia menciumi rahang Irene lalu turun ke ceruk lehernya. Pria itu menyesap kulit lembut di sana cukup dalam hingga meninggalkan jejak kemerahan yang mencolok.“Euhm… Ge…” Irene mendesah rendah.Tangan Irene bergerak aktif. Ia menarik dasi Gerald hingga terlepas, lalu dengan jari yang sedikit gemetar, ia membuka satu per satu kancing kemeja pria itu. Begitu kemeja itu terbuka, Irene menyentuhkan telapak tangannya ke dada bidang Gerald, merasakan detak jantung pria itu yang berpacu kencang di balik kulitnya.Gerald mengerang pendek di tenggorokan. Ia menatap Irene dengan sorot mata gelap, lalu merebahkan wanita itu di atas sofa. Tubuh kokoh Gerald menindih Irene, mengunci setiap gerakan wanita itu.Tangan Gerald mulai menj

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 97 | Membuka Semuanya

    Irene mengepal tangannya erat, kuku-kukunya memutih saat ia menahan gejolak emosi di dalam dadanya. “Dan sekarang?” tanyanya, suaranya sedikit bergetar.Gerald menarik napas dalam, memejamkan mata sejenak seolah sedang mengumpulkan kepingan memori yang selama ini ingin ia kubur dalam-dalam.“Alea adalah putri salah satu rekan bisnis orang tuaku. Kami tumbuh bersama sejak bangku kuliah. Aku akui, dulu aku menyukainya—setidaknya, aku mengira begitu. Namun, jujur saja, belum pernah terlintas di pikiranku untuk menjadikannya pendamping hidup,” tutur Gerald dengan nada yang kini terdengar lebih tenang, meski ada jejak kepahitan di sana.Ia berhenti sejenak, menatap mata Irene dalam-dalam sebelum melanjutkan. “Kemudian, Austin Harold masuk ke dalam hidup kami. Kami bertiga menjadi sahabat karib. Namun, aku sadar bahwa Alea menaruh hati pada Austin.”Gerald tersenyum tipis, sebuah senyuman getir yang tak sampai ke matanya. Ia mendaratkan kecupan lembut di pipi Irene, sebuah tindakan yang bert

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 96 | Kebusukan

    “Tanyakan apa saja. Aku akan menjawab semuanya sekarang juga.”Irene menatap manik mata Gerald. Ada gejolak emosi di sana yang sulit ia definisikan—campuran antara kecemasan, dan keinginan untuk jujur. Irene menghela napas panjang, meredam rasa sesak yang sempat muncul.“Cukup ceritakan semuanya saja, Ge,” suaranya lembut namun sarat akan ketenangan yang menuntut. “Aku sendiri tidak tahu harus mulai dari mana.”Gerald mengusap pipi Irene dengan ibu jarinya, sentuhan yang sarat kasih sayang dan permohonan maaf tanpa kata. “Baik, Love. Akan aku ceritakan semua untukmu.”Saat pintu lift berdenting terbuka di lantai dasar, Gerald langsung merangkul pinggul Irene dengan posesif, seolah ingin memastikan wanitanya itu tidak akan pernah beranjak dari sisinya.Sementara itu, di lantai atas, atmosfer ruangan kerja Gerald telah berubah menjadi medan perang.“Lepas!” pekik Alea. Ia yang sudah kehilangan kewarasan akibat penolakan Gerald, melayangkan tamparan keras ke wajah Victor.PLAK!Suara itu

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   91 ~ Sesuatu Yang Menanti

    Bab 91"Ka-kamar kita?" tanya Irene gugup. Yang ada dipikiran Irene saat ini adalah kenapa harus kamar kita? Apa artinya ia akan tidur bersama Gerald?Gerald menaikkan satu alisnya. “Apa ada yang salah?”“Uhm… Maksud kamu kamar kita?” tanya Irene hati-hati, berharap Gerald paham maksud pertanyaanny

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   86 ~ Aku Bodoh Bukan?

    Bab 86Gerald dan Victor berjalan cepat, meninggalkan kantor polisi dengan aura kemenangan yang tegas. Mereka tidak menyisakan satu pun keraguan bahwa ini adalah akhir dari kisah Owen dan Bertha.Mereka tiba di parkiran VIP bandara. Sampai di mobil, Gerald tersenyum lembut, senyum yang murni dan ha

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   84 ~ Akhir Owen dan Bertha

    Bab 84"Kau berengsek! Kalian semua berengsek!" raung Bertha frustrasi, seluruh harapannya hancur berkeping-keping. Satu-satunya harta yang ia andalkan berakhir membuatnya menyerahkan diri begitu saja. Mau lari? Ia tidak lagi memiliki energi untuk itu.Kerongkongannya kering, tubuhnya lemas, bahkan

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   68. Membuat Jalan

    Bab 68Setelah mendapatkan persetujuan dari Bertha, tanpa menunggu lama, Owen langsung membawa pergi box yang ada di tangannya saat ini. Melangkah pergi keluar kamar.Bertha mengernyitkan alisnya, “Kamu langsung pergi?” tanyanya sembari menyusul langkah Owen.“Hmm, aku akan langsung pergi ke kantor

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status