Share

[18] Ingat Statusmu

Author: Kim Meili
last update publish date: 2025-11-18 20:11:31

“Sean, ke ruang kerja.”

Sean yang baru saja sampai di lantai dasar pun langsung berhenti ketika mendengar perintah sang papa. Dia menarik napas dalam dan membuang kasar. Dengan malas, dia mengayunkan kaki, mengikuti perintah papanya. Dia tahu apa yang akan pria itu katakan.

“Kenapa, Pa?” tanya Sean ketika sampai di ruang kerja.

Plak.

Bukannya mendapat jawaban, Sean malah menerima tamparan dari sang papa. Hal yang membuatnya langsung tercengang dengan kedua mata melebar. Sebelah tangannya memega
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [124] Membuat Kesepakatan

    “Apa yang mau kamu bicarakan denganku, Simon?”Simon yang baru sampai di ruang kerja sang papa pun hanya diam. Dia mengeluarkan berkas yang sudah disiapkan dan melempar ke arah meja. Wajahnya datar, tidak menunjukkan keramahan sama sekali. Bahkan kedua kakinya sudah dinaikkan di meja dan menatap papanya lekat.Sedangkan Charles yang melihat tingkah putranya itu hanya diam, tidak berkomentar sama sekali. Dia cukup tahu karakter Simon yang memang sama dengannya, keras kepala dan tidak mau mengalah sampai mendapatkan keinginannya. Hingga Charles memilih mengambil amplop berisi dokumen dan membacanya.“Apa maksudnya ini, Simon?” tanya Charles. Dia yang awalnya tenang, kali ini terlihat emosi.“Seperti yang kamu lihat. Itu bukti kejahatanmu beberapa tahun lalu,” jawab Simon enteng. Dia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali.Mendengar itu, Charles hanya diam, tetapi kemarahan tergambar jelas di wajahnya. Rahang mengeras dengan sorot mata tajam. Jarinya mengepal, menggenggam berkas di tan

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [123] Lenyapkan Dia

    Elsa menghentikan langkah ketika mendengar seseorang membuka pintu apartemennya. Dia menatap lekat dan penuh selidik, merasa penasaran dengan sang pelaku. Pasalnya, sudah lama Sean tidak datang ke apartemennya. Selain itu, sahabatnya juga tidak mengatakan akan datang.“Apa jangan-jangan ini orang jahat?” tanya Elsa dengan diri sendiri.Berpikir seperti itu, Elsa menjadi takut. Memang tidak ada barang berharga di rumahnya, tetapi tetap harus melindungi diri sendiri. Terlebih sekarang dia sedang mengandung anak Sean. Elsa tidak mau hal buruk terjadi dengannya dan bayi dalam kandungan, membuat Elsa langsung menatap sekeliling dan mencari barang yang bisa digunakan untuk melawan.Namun, saat pintu apartemen terbuka, semua kekhawatiran Elsa menghilang tiba-tiba. Sean yang berdiri di depannya membuat Elsa bernapas lega. Bibirnya pun menyunggingkan senyum manis dan melangkah ke arah pria tersebut.“Aku pikir tadi orang jahat yang mau membobol apartemenmu, Sean. Tapi untungnya kamu. Aku lega,

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [122] Memiliki Kesepakatan

    “Kamu katakan dengan mereka kalau rapat akan dimajukan satu jam lagi, Dafa,” perintah Simon.Dafa yang mendengar pun langsung menganggukkan kepala dan menuruti perintah atasannya. Dia sudah mengirimkan pesan ke semua karyawan yang akan ikut rapat hari ini. Dia kembali menatap sang atasan yang sedang sibuk memeriksa tumpukan dokumen.“Ada lagi, Tuan?” tanya Dafa.“Tidak ada. Kamu bisa keluar,” jawab Simon.Dafa kembali menurut. Dia membalikkan tubuh dan melangkah ke arah pintu.Sedangkan Simon yang sejak tadi sibuk pun mulai teringat sesuatu. Dia menghentikan pekerjaan dan menatap ke arah Dafa. Dengan cepat dia berkata, “Tunggu.”Dafa siap keluar, tetapi mendengar ucapan Simon, dia menghentikan niat. Dafa kembali menatap ke arah Simon dan bertanya, “Ada yang bisa saya bantu lagi, Tuan?”“Olivia sudah berangkat? Kalau sudah, suruh dia masuk,” jawab Simon.“Sejak tadi Nona Olivia belum masuk kerja, Tuan.”Belum masuk? Simon menatap ke arah Dafa dan bertanya, “Apa dia mengajukan cuti hari

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [121] Mencari Cara Melarikan Diri

    “Sean. Charles. Keluarkan aku! Aku mau pergi dari tempat ini!” Olivia yang berada di kamar langsung berteriak keras. Tangannya terus memukul pintu, berharap teriakannya di dengarkan. Meski dia sendiri tidak tahu, apakah di luar masih ada orang atau tidak. “Sean, kamu benar-benar bajingan!” maki Olivia lagi. Namun, tidak ada jawaban sama sekali. Olivia yang merasa kesal pun menghentikan teriakan. Pasalnya sudah lebih dari tiga puluh menit dia terus berteriak, tetapi hasilnya sama. Semua orang tuli dan tidak memperhatikannya sama sekali. “Sialan,” omel Olivia sembari menendang pintu, “kalau tahu akan begini, semalam aku pergi saja biar tidak ada yang tahu.” Olivia menarik napas dalam dan membuang kasar. Sekarang Charles secara terang-terangan menunjukkan sikapnya. Pria itu bahkan tidak segan melakukan cara kasar dan memaksa, membuat Olivia memilih duduk dan memasang raut wajah berpikir. “Kalau Charles tidak seperti dulu lagi, berarti aku juga harus mengubah rencanaku,” gumam Olivi

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [120] Kurung Dia!

    Apa? Dia mau mengaturku lagi? Mendengar keputusan Charles yang menurutnya tidak masuk akal, Olivia tertawa kecil, menertawakan diri sendiri. Pasalnya, selama ini dia tidak pernah menyadari sifat Charles yang selalu mengekangnya. Dulu dia merasa jika itu semua karena kepedulian pria itu. Tapi sekarang berbeda. Olivia sudah tahu semua kebenarannya. Dia tahu sikap Charles kali ini hanya untuk menahannya saja.Olivia yang merasa sesak pun membuang napas kasar. Dia mendorong Sean dan mulai bangkit. Manik matanya menatap ke arah Charles yang sudah berdiri di depannya.“Olivia, papa tahu kalau Sean sudah membuat kesalahan besar, tapi sekarang dia sudah bertobat. Dia ingin memperbaiki hubungan kalian. Jadi, berilah dia kesempatan sekali lagi,” ucap Charles dengan tatapan tajam, seakan tidak mau dibantah.‘Ingin memperbaiki hubungan? Benar-benar munafik,’ batin Olivia dengan tatapan sinis. Dia mengalihkan pandangan. Menatap Charles membuat rasa muak dan kesalnya semakin bertambah.Sedangkan Se

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [119] Keinginan yang Tidak Bisa Dikabulkan

    Olivia menatap tampilan dirinya di cermin, menarik napas dalam dan membuang kasar. Berulang kali dia melakukan hal yang sama untuk menghilangkan perasaan mengganjal dalam hatinya. Hingga dia yang merasa membaik pun mulai melangkahkan kaki.“Setelah ini aku tidak akan ada hubungan apa pun dengan keluarga Charles,” gumam Olivia sembari membuka pintu kamar dan keluar.Olivia mulai menuruni satu per satu anak tangga, membawa koper berisi pakaian miliknya. Hari ini, apa pun yang akan dikatakan Charles, Olivia tidak mau mendengarnya sama sekali. Dia hanya ingin melakukan apa yang dia mau. Pergi dari tempat itu adalah salah satunya.Setelah sampai di lantai dasar, Olivia segera melangkah lebar. Dia tidak mengalihkan pandangan sama sekali. Bahkan saat melewati ruang makan, Olivia tidak mempedulikan apakah ada mertua dan suaminya atau tidak. Hingga seseorang menahan tangannya, membuat langkah Olivia terhenti.“Kamu mau kemana, Olivia?”Olivia yang ditanya hanya diam. Dia malah mengalihkan pand

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [96] Melakukan dengan Sengaja

    “Kamu yakin tidak mau menginap di rumahku saja?”Olivia yang hendak membuka pintu langsung berhenti ketika mendengar pertanyaan Simon. Dia mengurungkan niatnya sejenak, memperhatikan pria yang tengah menatapnya penuh harap. Melihat Simon begitu menantikan jawabannya, Olivia tersenyum tipis. Sebelah

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [95] Tidak Terjawab

    “Sebenarnya ke mana dia? Kenapa dari tadi tidak mengangkat panggilanku sama sekali?”Sean yang baru sampai rumah sudah menggerutu. Pasalnya sejak tadi Olivia tidak menjawab panggilannya sama sekali. Padahal sudah berulang kali dia menghubungi wanita itu, tapi tidak satupun yang diangkatnya. Sean me

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [94] Bagaimana Kalau Mereka Jahat?

    “Kenapa kamu tidak mengangkatnya?”Olivia yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap ke asal suara. Sebelah bibirnya terangkat, diikuti tawa kecil dan menggelengkan kepala. Dia memilih menyadarkan kepala di dada bidang Simon dan mengelus pelan. “Biarkan saja. Biar dia terus mencari di sana sam

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [93] Mulai Berbeda

    “Aish, dia ini ke mana? Kenapa dari tadi ditelepon tidak diangkat?”Sean yang sudah berulang kali menghubungi Olivia mulai merasa kesal. Pasalnya, wanita itu tidak mengangkatnya sama sekali. Sean juga sudah mencari ke semua tempat, tetapi tidak menemukannya sama sekali. Sean mendesah kasar dan ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status