Share

[21] Benar-benar Muak

Penulis: Kim Meili
last update Tanggal publikasi: 2025-12-01 14:58:37

“Darimana saja kamu, Simon?”

Simon langsung menghentikan langkah ketika mendengar teguran itu. Dia mengalihkan pandangan, menatap ke asal suara. Melihat wanita paruh baya tengah duduk dan menatapnya, Simon tersenyum lebar. Dia mendekat ke arah wanita tersebut dan duduk dengan tenang.

“Ini sudah malam. Kenapa baru pulang?”

“Ada urusan di luar,” jawab Simon, “kenapa Mama juga belum tidur?”

Gauri Ginela—mama Simon, menarik napas dalam dan membuang secara perlahan. Dia menatap ke arah Simon dan men
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [114] Nikahi Saja Dia

    Plak.“Kamu benar-benar brengsek, Sean!”Sean yang baru saja datang pun terdiam dengan kedua mata melebar. Tubuhnya kaku, merasa terkejut dengan tindakan sang Papa yang tiba-tiba saja menamparnya. Padahal Sean merasa tidak melakukan kesalahan apapun sejak tadi. “Kamu benar-benar tidak tahu si untung,” maki Charles lagi. Sean yang tidak mengerti pun dengan raut wajah bingung bertanya, “Pa, ini ada apa? Kenapa tiba-tiba saja papa marah-marah dan menamparku? Aku bahkan tidak melakukan kesalahan apapun.”Charles yang mendengar hal itu pun tertawa kecil. Putranya benar-benar membuatnya naik darah. Setiap hari selalu ada saja masalah yang dibuatnya.“Kalau aku bisa, Aku benar-benar ingin membuangmu, Sean,” ucap Charles dengan kedua tangan mengepal. Sedangkan Sean masih tidak mengerti dengan kemarahan sang papa. Dia mencoba mencari tahu letak kesalahannya sendiri, tetapi tetap tidak menemukan jawaban itu. Hingga dia pun mengalihkan pandangan dan mendapati Elsa sedang duduk di sofa. Meliha

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [113] Kamu Brengsek, Sean!

    Apa? Olivia yang mendengar ucapan Sean langsung melebarkan kedua mata. Wajah yang semula tenang kali ini terlihat cemas. Apalagi melihat Sean yang mulai menundukkan tubuh, memperpendek jarak antara dirinya dan pria itu. Melihat Sean yang siap beraksi, Olivia langsung mendorong sekuat tenaga. Namun, Sean tidak berkutik sama sekali. Pria itu malah meraih kedua tangan Olivia dan meletakkan di atas kepala wanita itu. Sean menahan sekuat mungkin, tidak membiarkan Olivia untuk menyerangnya. “Lepaskan aku, Sean. Aku tidak Sudi kamu sentuh,” ucap Olivia dengan nada marah. Dia benar-benar tidak terima dengan perlakuan Sean kali ini. Pria itu sudah keterlaluan. “Aku tidak akan melepaskanmu, Olivia. Aku ingin menuntut hakku,” sahut Sean. Dia masih mencoba untuk meraih bibir Olivia. Namun, Olivia tidak mau menyerah. Dia terus. Meskipun tangannya ditekan di atas kepala, dia tetap melakukan segala cara. Olivia tidak ingin mengalah dengan keadaan kali ini. Sampai genggaman itu terlepas, membuat

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [112] Meminta Hakku

    “Selamat, anda hamil.”Benar-benar seperti tersambar petir. Elsa yang baru saja melakukan pemeriksaan di rumah sakit dibuat terkejut dengan kabar yang baru saja dokter katakan. Wajahnya tampak membeku, tidak bereaksi apapun. “Usia kandungan sudah enam Minggu. Ini resep yang saya berikan. Jangan lupa minum obat. Usahakan juga selama masa kandungan ibu hamil jangan terlalu banyak pikiran dan stres. Jangan melakukan aktivitas yang cukup berat juga,” kata sang dokter lagi. Elsa masih tidak memberikan respon apapun. Keisha yang menemani sahabatnya itu pun mengambil kertas resep yang diberikan sang dokter. Melihat Elsa yang tidak ada reaksi apapun, dia mulai menyenggol wanita itu. “Ayo keluar,” kata Keisha. Setelah itu, Keisha pun keluar bersama dengan Elsa yang masih tampak bingung. Wanita itu tidak merespon dengan ekspresi bahagia ataupun penuh kelegaan. Bahkan sampai duduk di ruang tunggu pun Elsa masih terdiam. “Elsa, kamu kenapa? Kenapa kamu diam?” tanya Keisha. “Dokter itu bilan

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [111] Sedikit Mual

    “Sialan!”Elsa yang baru saja sampai di apartemen langsung membanting tas dengan begitu keras. Dia benar-benar emosi karena tidak bisa mendapat perhatian dari Sean. Padahal dulu pria itu selalu memperhatikannya, tetapi sekarang melihat pun sudah tidak mau. Selama di kantor Sean juga tidak memberikan perhatian seperti sebelumnya. “Benar-benar ingin membunuh Olivia sekarang juga,” ucap Elsa sembari duduk di sofa. Nafasnya terdengar memburu, menunjukkan emosi yang jelas terlihat. Keisha yang saat itu berada di apartemen Elsa pun langsung keluar. Dia masih sibuk membuat makanan untuk makan malam, tetapi melihat sahabatnya yang begitu kesal, dia menghentikan aktivitas. Dia mulai mendekat dan duduk tepat di sebelah Elsa. “Kamu kenapa marah-marah?” tanya Keisha dengan raut wajah bingung. Padahal waktu berangkat Elsa terlihat baik-baik saja. “Aku membenci Olivia. Aku benar-benar ingin membunuhnya sekarang,” jawab Elsa. Kedua tangannya mengepal. Rahangnya juga mengeras. Setiap kali menging

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [110] Jauhi Dia!

    Seperti tersambar petir, Gauri langsung terdiam dengan kedua mata melebar. Perkataan Charles benar-benar membuatnya terkejut. Tubuhnya membeku, bingung harus bereaksi seperti apa. “Aku datang ke sini hanya ingin memperingatkanmu, didik Simon dengan benar. Jangan jadikan dia perusak rumah tangga orang lain,” kata Charles lagi. Gauri menarik nafas dalam dan membuang secara perlahan. Dia mencoba menenangkan diri, menghilangkan keterkejutan dan kembali bereaksi normal. Setelah dirasa membaik, dia menyahut, “Putraku tidak akan mungkin begitu. Aku tahu seperti apa Simon dan dia tidak akan pernah merusak rumah tangga orang lain.”Charles tersenyum sinis mendengarnya. Dia pun mengambil sesuatu dari dalam kantong dan menyerahkan ke arah Gauri. Jelas aja Gauri langsung menerima dan melihat satu per satu foto yang baru saja diberikan untuknya. “Itu bukti perselingkuhan mereka,” ucap Charles. Gauri terdiam. Dia meremas foto tersebut dengan ekspresi bercampur aduk. Dia kesal dan marah karena p

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [109] Ajari Dia

    “Kenapa kamu melamun? Ada hal yang mengganggu pikiranmu?” Olivia yang ditanya langsung mengalihkan pandangan. Melihat Simon yang masih memperhatikan, Olivia membuang nafas kasar. Dia menyandarkan tubuh dengan punggung kursi dan memasang raut wajah tidak bersemangat. “Kenapa? Ada yang kamu pikirkan?” Simon kembali bertanya. “Aku hanya malas pulang ke rumah. Melihat mereka yang bahagia dan tidak merasa bersalah sama sekali benar-benar membuatku muak. Aku tidak rela melihat mereka yang baik-baik saja,” jawab Olivia. Sejak mengetahui jika Charles adalah dalang dari kematian orang tuanya, Olivia semakin merasa tertekan di rumah itu. Ada rasa bersalah dengan kedua orang tuanya karena sampai saat ini tidak bisa memberikan balasan yang setimpal. Simon cukup mengerti dengan hal itu. Dia pun mengulurkan tangan, mengelus puncak kepala Olivia dan berkata, “Kalau memang kamu tidak ingin disana, Kamu bisa tinggal di rumahku.”Olivia diam. Tidak ada semangat sama sekali. Sekarang yang dipikirkan

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [71] Kemarahan Simon

    “Itu karena mamamu yang sudah menggoda papaku. Waktu itu mamaku memang belum bisa mengandung, tapi mamamu mengambil kesempatan melahirkan anak kurang ajar seperti.”Anak kurang ajar katanya? Simon hanya terdiam dan menganggukkan kepala kecil. Beberapa kali dia menyesap bibir, seakan sedang menahan

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [70] Memergoki Olivia dan Simon

    “Kalau makan pelan-pelan, Olivia. Tidak akan ada yang merebutnya darimu.”Olivia hanya melihat Simon mengambil sisa makanan di bibirnya pun Lana terdiam. Tetapi dia mengulum senyum. Simon selalu saja bisa memanjakannya. Bahkan pria itu terasa begitu mudah membuat jantungnya bekerja dua kali lipat d

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [69] Bukannya Tidak Berhasrat, Hanya ...

    “Maaf, kamu menunggu terlalu lama, ya?”Olivia yang baru sampai di hadapan Simon langsung memasang raut wajah memelas dan meminta maaf. Dia benar-benar tidak sengaja membuat pria itu menunggu. Semua karena ulah Sean yang sempat menahannya. Namun, di luar ekspektasi. Simon bahkan tidak terlihat mar

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [68] Sedikit Tergoda

    Olivia menguap pelan dan membuka mata secara perlahan. Sebenarnya hari ini dia enggan kemana-mana. Tubuhnya terasa lelah. Ditambah dengan jam tidurnya yang berantakan. Semua itu karena ulah Sean yang entah berada di mana. Beruntung pihak resepsionis memberinya kunci cadangan, membuat Olivia bisa ma

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status